BEJO

BEJO
JOGGING


__ADS_3

Jam 5.30


Bejo terbangun.Ia melihat Jali sudah bangun duluan.


"Di sini sama halnya hidup di pelosok ya Bos... Mudah di tipu.Tadi malam aku menahan tawaku,Pas Bos bilang kalau kooi itu ada camouran susu dari wanita muda. ." ucap Jali.


"Kan kehidupan mereka tidak sama seperti kita. Kalau dia tahu bisa marah tuh,100 orang di ranah Saint bisa menghancurkan 1 negara dalam waktu singkat..


"Aku keluar dulu mau lari pagi.. Mau ikut apa enggak broo ." ucap Bejo


"kalau dia nyariin bagaimana?" ucap Jali sambil menunjuk Qian Lie Han yang masih tertidur.


"Biarkan saja,toh kita di sini menunggu keluargaku dan teman - teman.Kecuali kita keluar dari desa ini..." ucap Bejo.


"Hem....Baiklah... Ayoo kalau begitu.. " ucap Jali.


Bejo memakai sepatu olah raga,begitu pula dengan Jali. Lalu Bejo mengambil alat di atas meja kemudian memasukkan dalam cincin ruangnya lalu mereka keluar dari penginapan.


Tak lama kemudian mereka di luar penginapan lalu melakukan pemanasan sebelum berlari,setelah itu mereka berlari dengan kecepatan sedang saja.


Suasana di desa itu udara sangat sejuk,Baru sedikit saja yang keluar rumah Matahari belum menampakkan dirinya,hanya cahayanya saja yang baru nampak.


"Apakah sampeyan pernah baca cerita tentang kultivator bro.." ucap Bejo sambil berlari.


"Enggak Bos... Yang aku baca ya cerita koran saja. Itu pun hanya sebentar saja aku baca" ucap Jali.


"Aku pernah membaca,ceritanya mirip sekali dengan kejadian yang ada di sini.." ucap Bejo.


"Haaaah....!!!??? Serius Bos..." ucap Jali terkejut.


"Iya.... Aku serius.. Makanya waktu kita pertama kali masuk kedunia ini,aku heran melihat di layar ,berbeda dengan yang ada di peta.Lalu aku mimpi yang bertemu seorang kakek - kakek ." ucap Bejo.


Kemudian mereka berhenti di bawah pohon yang rindang.


"Kita mengobrol memakai bahasa sini saja .." ucap Bejo # lirih sambil mendinginkan otot - ototnya. Sebab ia melihat banyak orang - orang melakukan aktifitasnya.


"Apakah dalam cerita itu sama seperti di film - film ?" ucap Jali #.


"Ada yang sama ada yang beda,sebab aku gak nonton film itu secara menyeluruh,hanya sepenggal saja,kalau bagus ya aku lihat,kalau jelek ya gak aku lihat.." ucap Bejo #.


Bejo mengeluarkan botol minuman. Lalu dia duduk kemudian minum.


"Ada yang di kirim ke dunia kultivator ada pula yang ke dunia sihir,Ada pula yang bereinkarnasi ." ucap Bejo # lirih sambil memasukkan kembali botol minuman.


"Reinkarnasi?? Apa itu Bos..?" ucap Jali #.


"Reinkarnasi itu kita sudah mati,lalu hidup kembali,tapi kita berada di dunia lain.. Begitu.. " ucap Bejo #.


Nampak anak - anak kecil keluar dari rumahnya,mereka bermain riang gembira.


"Ooo... Begitu ta..." ucap Jali.


Jali mengeluarkan botol air minum,lalu ia duduk kemudian bersender di pohon,lalu minum.


"Semoga saja kita semua bisa kembali ke sana ya Bro..." ucap Bejo.


"Amiiinn...." ucap Jali.


" Seandainya kamu dapat jodoh di sini,lalu aku beri pilihan,tinggal di sini apa pulang,Kamu pilih yang mana?" ucap Bejo.#.


"Ya pulang lah Bos... Aku rindu sama bapak dan ibuku..." ucap Jali#.


"Terus istrimu?" ucap Bejo #.


"Ya aku ajakin,jika gak mau ya aku tinggal.." ucap Jali.


Bejo melihat wanita tua renta berjalan melewati dirinya menggunakan tongkat


"Ada cewek Geulis pisan lewat Broo..." ucap Bejo lirih.


Jali berdiri lalu celingukan kesana kemari mencari wanita cantik yang di dikatakan Bejo.,Ia melihat 2 wanita cantik memakai kuda yang jaraknya 60 meter dari dirinya.


"Iya Bos... Geulis pisaan Euy kedua Awe wek itu..." ucap Jali.


"Heeeh....!!??? Bejo terkejut...Ia pikir Jali akan mengumpat,yang ada malah mengiyakan ucapannya.Lalu ia menoleh ke jali,Jali menatap ke samping,lalu Bejo mengikuti tatapan Jali.


"Jeli juga matanya Jali..." ucap Bejo dalam hati.


"Gak usah di lihatin begitu... Itu anaknya Pak camat. Nanti sampeyan bisa di tahan lagi karena menatap dia" ucap Bejo # asal bicara.


Jali mengalihkan tatapannya.


"Kok bos tahu kalau dia anak pak Camat " ucap Jali #.


"Aku asal ngomong saja.." ucap Bejo #.


ke dua gadis itu melewati mereka berdua.


"Bening - bening pisan Bos awe wek di dieu." ucap Jali lirih.


"Ya bening - bening lah Broo... Gak seperti kita - kita ini. Keruh" ucap Bejo# lirih tak meluhat ke dua wanita itu lewat di depannya


"Kita gak Butek Bos... Tapi hitam manis dan kasep .." ucap Jali agak nyaring.


Salah satu wanita itu mendengar ucapan Jali dengan bahasa yang aneh,karena mereka mengendari kuda perlahan.Kemudian ia menghentikan kudanya.


Bejo mengeluarkan 4 bungkus coklat Cadbury dari cincin ruangnya. Bejo memberikan 2 bungkus pada Jali.


Kedua wanita itu memutar kudanya menghampiri Jali. Jali melihat mereka memutar arah.


"Bos... Kedua awe wek itu kadieu,Kumaha Bos.." ucap Jali.


"Kan dah aku kasih tahu,kalau ngbrolnya pakai bahasa di sini aja.." ucap Bejo#.


Ia melihat Bejo memakai topeng hitam,sedangkan Jali tidak memakai topeng.


"Tadi Tuan bicara apa?" ucap Wanita A


"Nyahoo' loh... Dah aku kasih tahu pakai bahasa cina malah nyarios bahasa indonesia campur sunda..." ucap Bejo dalam hati.


"Kita bicara diri kita sendiri Nona... " ucap Jali #.


Wanita B melihat Bejo memakan Coklat Cadbury penasaran.


"Apa yang tuan makan itu?" ucap Wanita B.


Bejo malas menjawab.Jali menoleh ke Bejo,Bejo memberi kode agar dirinya yang berbicara.

__ADS_1


"Itu Coklat Nona... Apakah Nona mau?" ucap Jali #


" Coklat???" ucap ke dua wanita itu serempak.


"Iya... Coklat..." ucap Jali#.


Jali membuka bungkus coklat tersebut lalu memberikan pada wanita B.


Wanita B menerima coklat,lalu memperhatikan bentuknya,lalu mengendus - endus makanan itu.


"Itu tidak beracun,kalau beracun maka Bosku langsung mati.." ucap Jali #.


Wanita B menggigit coklat itu lalu mengunyah.


"EH.....!!!??? Wanita B terkejut dengan cita rasa makanan asing tersebut.


Wanita B memberikan separo coklatnya pada temannya.


"Kalian beli di mana makanan itu?" ucap Wanita B.


Wanita A memakan coklat tersebut.


"EH... !!!??? Wanita A terkejut dengan rasa makanan itu.


"Kami menemukan di jalan,makanan itu ada di dalam cincin ruang.." ucap Bejo #.


Kedua wanita itu turun dari kudanya.


"Apakah ada lagi tuan...?" ucap wanita A


"Aku akan membelinya jika masih ada.. " ucap wanita B.


Jali melihat Bejo. Bejo memberi kode agar mereka duduk.


"Silahkan duduk dulu Nona - nona.. Jika Nona ingin makanan itu lagi." ucap Jali # ramah.


Kedua wanita itu duduk.


Bejo memberikan 4 bungkus coklat Cadbury pada Jali.


"Ini tuan muda coklatnya..." ucap Bejo# sambil mengedipkan 1 mata. Jali paham maksudnya Bejo.


Jali menerimanya.


"Ini saja yang tersisa.." ucap Jali # sambil menyerahkan coklat Cadbury


"Terima kasih..." ucap kedua wanita itu.


Dari kejauhan nampak Qian Lie Han berjalan kaki menuju ke tempat Bejo berada.


Nampak wanita B menggigit coklat Cadbury yang belum di buka bungkusnya.


Bejo menjaga jarak,ia membiarkan Jali mendekati ke dua gadis itu.


"Bukan begitu cara makannya Nona..


"Buka dulu pembungkusnya seperti ini Nona" ucap Jali # sambil mempraktekkan.


Kedua wanita itu memperhatikan Jali membuka bungkus coklat.


Bejo melihat Qian Lie Han datang menghampirinya . Qian Lie Han tak melihat wajah kedua wanita yang duduk bersama Jali.Karena posisinya membelakangi.


"Ternyata kalian di sini rupanya. Aku cari - cari tidak ketemu.." ucap Qian Lie Han.


Kedua wanita itu menoleh ke sumber suara tersebut.


"Kak Qian.....!!" Seru Wanita A tak percaya apa yang ia lihat.


"EH....!!!?? Meilin ....!!! " ucap Qian Lie Han terkejut dan tak percaya melihat adiknya bersama Bejo dan Jali.


"Kakak...??? " ucap Bejo dan Jali # serempak.


Meilin berdiri lalu menghampiri Qian Lie Han kemudian memeluknya.Wanita B ikut berdiri begitu pula dengan Jali


Bejo menghampiri Jali.


"Baek - baek sama kakaknya broo... Biar kamu dapat restu.." ucap Bejo berbisik.


Meilin melepaskan pelukannya.


"Sedang apa kalian di sini..? Bukannya kalian menjalani latihan." ucap Qian Lie Han .


"Kami di utus oleh ketua ke desa ini Kak.. Ne kita mau kembali.." ucap Meilin.


"Ooo Begitu... Lalu mengapa kalian bisa saling kenal dengan Jali dan Bejo ?" ucap Qian Lie Han.


"Jali dan Bejo itu siapa Kak Qian?" ucap Meilin .


"Itu orangnya..." ucap Qian Lie Han sambil menunjuk Bejo dan Jali.


"EH.....!!!?? Meilin terkejut


"Kakak kenal dengan mereka?" ucap Meilin sambil melihat Bejo dan Jali. Jali tersenyum,Bejo mengalihkan mukanya.


"Iya kakak kenal...


"Kok kalian bisa bersama ?" ucap Qian Lie Han heran dan penasaran.


"Tadi aku tak sengaja mendengar mereka bicara dengan bahasa yang aneh saat kami lewatin mereka,lalu aku berhenti kemudian menghampirinya untuk menanyakan ucapan mereka.." ucap Meilin.


"Ooo... Begitu..." ucap Qian Lie Han.


"Iya Kak.. Lalu Yizhen menanyakan benda yang di makan oleh Tuan yang berbaju Merah ...." ucap Meilin.


"Baju Merah... ? Tunggu - tunggu... Kalian belum saling kenal?" ucap Qian Lie Han.


"Belum..." ucap mereka serempak.


"Astaga... Aku pikir kalian sudah memperkenalkan diri..." ucap Qian Lie Han sambil menepuk keningnya.


"Perkenalkan namaku Sujali Prayuda panggil saja Jali.." ucap Jali #.sambil menyodorkan tangannya ke Yizhen.


Yizhen menyambut tangan Jali.


"Yizhen Wang... Panggil saja Yizhen." ucap Yizhen.


Mereka melepaskan jabatannya,lalu Jali beralih ke Meilin.

__ADS_1


"Jali..." ucap Jali


"Meilin Han... Panggil saja Meilin.." ucap Meilin.


Setelah itu gantian Bejo.


"Namaku Bejo Li Hua.Panggil saja Bejo ." ucap Bejo # sambil menyodorkan tangannya ke Yazhin.


"Yizhen Wang..." ucap Yizhen.


Kemudian Bejo beralih ke Meilin.


"Bejo..." ucap Bejo.


"Meilin Han..." ucap Meilin.


Mereka melapaskan jabatan tangannya.


Meilin melanjutkan ceritanya tadi.


"Lalu mereka memberikannya pada Yizhen kak...,Aku pun ikut mencoba,rasanya sungguh enak,lalu aku bilang apakah masih ada,Lalu mereka memberikan makanan itu.. Kalau gak salah makanan itu namanya Coklat kak" ucap Meilin sambil menunjukkan coklat Cadbury yang masih terbungkus.


Qian Lie Han memperhatikan coklat tersebut.


"Oh iya Kak... Aku dengar kerajaan Langit itu di serang sama orang misterius,apakah berita itu benar? Terus tuan putri Lian Shi Mei Qing apakah sudah kakak temukan..?" ucap Meilin.


"Iya... Berita itu memang benar,Sebab kakak mendengar dari salah satu orang yang berada di sana saat kejadian..Tentang Tuan putri sudah kita temukan... Sore ini mereka sampai di desa ini jika tidak ada halangan. " ucap Qian Lie Han.


"Kang mas..." suara Yeni di radio.


"Iya Dek.." ucap Bejo reflek menjawab radio.


Meilin dan Yizhen melihat ke arah Bejo karena mereka mendengar bahasa aneh lagi.


Bejo berjalan agak menjauh.


"Nanti sore kita akan sampai sampai,Kang mas sudah makan apa belum.." suara Yeni.


"Sudah Dek... Adek sendiri sudah makan?" ucap Bejo lirih


"Sudah Kang Mas... Oh iya... Baju di sini murah - murah ya kang Mas...Tadi aku borong semua bajunya..." suara Yeni.


"Iya... Aku juga beli dek.. Harganya 15 keping emas.." ucap Bejo lirih.


"Mahal itu Kang Mas.... Tadi kita beli 3 keping emas,tapi itu hasil kak Sari yang menawar..."Suara Yeni.


Yizhen mendekati Bejo secara perlahan karena penasaran.


"Buseet dah...Nawarnya sadis pakai banget" ucap Bejo dalam hati.


"Hati - hati di jalan ya dek..." ucap Bejo lirih.


"Iya Kang Mas...Love You..." suara Yeni.


"Love you to honey.." ucap Bejo.


Bejo membalikkan badannya.


"Juaangkreeeeekkk... " ucap Bejo sambil mengusap dadanya terkejut,karena Yizhen berjarak 10 cm dari dirinya.


"Tuan Bejo bicara apa? ucap Yizhen.


"Jangkrik ... " ucap Bejo#.


"Oooo... Sebelum itu?" ucap Yizhen.


"Gak baik menguping pembicaraan orang..'" ucap Bejo#.


"Emang Tuan bicara pada siapa? aku tak melihat lawan bicara Tuan..." ucap Yizhen.


"Ini orangnya ada di sampingku... Masa nona tidak melihatnya.." Bejo#.


Yizhen melihat kiri dan kanan Bejo,ia tak melihat ada orang.


Lalu Yizhen berjalan ke arah Meilin .


"Sepertinya dia sakit jiwa Mei... Aku dengar Bejo sedang bicara,tapi bahasanya aneh,lalu dia bilang sedang mengobrol sama orang di sampingnya ,tapi aku gak melihat seseorang." ucap Yizhen.


"Husst... Kalian ini... Dia sedang bicara sama orang yang jaraknya sangat jauh,bukan sakit jiwa..." ucap Qian Lie Han.


???? Meilin Han.


Bejo berjalan ke arah Jali.


"Tapi mengapa dia memakai bahasa yang aneh Tetua ?" ucap Yizhen.


"Itu bahasa mereka....." ucap Qian Lie Han.


"Bahasa mereka ??" ucap Meilin dan Yizhen.


"Kami memakai bahasa kami .. Bahasa kami berbeda dengan bahasa kalian.." ucap Jali #.


"Ooo... Begitu..." ucap Meilin dan Yizhen.


"Pak Guru... Kita balik ke penginapan dulu,mau mandi.." ucap Bejo#.


"Iya...." ucap Qian Lie Han.


Bejo dan Jali berjalan ke arah penginapan


"Pak Guru ....!???" ucap Meilin dan Yizhen.


"Bejo menjadi muridku.. Dia memanggilku Pak guru.." ucap Qian Lie Han.


"Mengapa tidak memanggil Guru saja atau guru Qian Kak?" ucap Meilin heran.


"Karena di tempat mereka,orang yang mengajar di panggil Pak guru,kalau wanita Bu guru.. Begitu kata Bejo.." ucap Qian Lie Han.


"Oooo... Begitu..Kakak bertemu mereka di mana?"." ucap Meilin.


"Di hutan ...Kakak mau menyusul mereka,kalian pulang atau ikut kakak?" ucap Qian Lie Han.


"ikut saja Mei... " ucap Yizhen.


"Aku ikut Kak... Sekalian mau melihat keadaan tuan putri.." ucap Meilin.


Mereka bertiga berjalan kaki ke Penginapan.

__ADS_1


__ADS_2