BEJO

BEJO
MENCOBA MAKAN DI RESTORAN


__ADS_3

Di sebuah jalan,nampak 3 orang mengendarai kuda dengan kecepatan sedang. Agar kuda mereka tak cepat kelelahan.


Mereka adalah Bejo,Jali dan Qian Lie Han.


Ponijan diatas kepala Bejo.Jali yang melihat Ponijan di atas kepalanya Bejo menjadi heran,mengapa kucing itu tak jatuh,Bahkan bila Bejo saat menunduk.


Bejo telah memgembalikan channel radionya seperti semula.


"Dek..." ucap Bejo.


"Iya Suamiku..." suara Sari.


"Apakah kalian sudah bergerak?" ucap Bejo.


"Sudah Kang mas..Bagaimana misinya?." suara Shanti.


"Misi sukses... Kita menuju ke perguruan gunung emas..." ucap Bejo.


"Syukurlah....Mas gak kenapa - kenapa kan.." suara Novita.


"Enggak kenapa - kenapa Dek...Oh iya,beritahu ke yang lain terutama rombongan Ayu.. Jangan ada yang membocorkan soal penyerangan ini " ucap Bejo.


"Siap Mas..." suara Novita.


"Sebentar lagi kita akan memasukin Desa phong Xian..." ucap Qian Lie Han.


"Kalau seumpama kita memutar bagaimana Tetua?" ucap Bejo#.


"Jika memutar memakan waktu yang lama,karena medannya sangat sulit di lalui" ucap Qian Lie Han.


"Ooo...Begitu...


"Apakah kita menginap di desa ini?" ucap Bejo #.Karena ia melihat langit sudah mulai gelap.


"Iya... Kita bermalam di sini saja..." ucap Qian Lie Han.


Tak lama kemudian mereka memasuki desa tersebut.Seperti biasa,Qian Lie Han yang menunjukkan identitasnya dan membayar uang masuk.Setelah masuk,mereka berjalan ke arah penginapan.Tak lama kemudian mereka sampai di penginapan,Penginapan itu hanya 2 lantai saja.


Mereka menaruh kuda di tempat yang telah di sediakan oleh pihak penginapan.Lalu mereka berjalan ke penginapan.


Bejo menghampiri Pelayan penginapan yang seorang pria setengah baya.


"Permisi Pak... Apakah masih ada kamar yang kosong?" ucap Bejo#.


"Ada tuan,Tuan mau menyewa berapa kamar?" ucap Pelayan penginapan.


"Hem... Apakah ada kamar yang kamar mandi di dalam ?" ucap Bejo #.


"Ada... Mau nyewa berapa kamar?" ucap Pelayan penginapan.


"1 Kamar saja. 1 hari saja,berapa harga sewanya...?" ucap Bejo #.


"100 keping perak tuan...Apakah Tuan - tuan membawa kuda?" ucap Pelayan penginapan.


"Tetua... 1 keping emas kalau di tukar ke perak dapat berapa keping?" ucap Bejo#.


"1.000 keping perak..." ucap Qian Lie Han.


"Ada 3 ekor kuda..." ucap Bejo #.


"Ada tambahan 1 keping perak untuk 1 kuda,untuk biaya makan kuda tuan.Apakah tuan mau,kalau tidak mau maka kami tidak memberikan makan.." ucap Pelayan penginapan.


"Wuuuiihhh...Banyak banget ya.." ucap Bejo dalm hati.


"Iya aku mau " ucap Bejo #.


Bejo memgeluarkan 1 keping emas dari cincin ruangnya lalu memberikan pada pelayan penginapan.


Pelayan penginapan memberikan kembalian pada Bejo beserta kunci kamar,Bejo memasukkan uang perak tersebut ke dalam cincin ruangnya.


Lalu mereka berjalan menuju kamar yang ia sewa,kamar itu di beri nomor,


"Aku pikir tadi hanya 100 keping perak. " ucap Bejo # sambil berjalan.


"1 keping emas sama dengan 1.000 keping perak, 1 keping perak sama dengan 1.000 keping perunggu." ucap Qian Lie Han.


Bejo melihat kunci kamar menunjukkan No 1. Lalu ia melihat kamar nomor 1,kemudian Bejo membuka pintu kamar tersebut.


"Ooo.... Begitu..."ucap Bejo #.


Ceklek... Krrriiiieeett..... Suara pintu kamar terbuka.


Lalu mereka masuk ke dalam kamar.


"Aku mau mandi dulu..." ucap Bejo#.


Ponijan melompat dari kepala Bejo.


Bejo berjalan ke kamar mandi lalu masuk.


Bejo melihat Bak air menggunakan Tanah liat yang di bakar,lalu ada papan kayu sebagai penahannya.Gayung terbuat dari besi.


"Kirain seperti di wc pakai gentong tanah liat" ucap Bejo dalam hati.


Bejo mengeluarkan peralatan mandinya,lalu ia mandi.


10 menit kemudian Bejo selesai mandi lalu keluar.Ia memggunakan topeng itu lagi.


"Di sini harga makanannya berapaan tetua?" ucap Bejo#.


Ponijan hinggap di pundak Bejo.Ia tak berani hinggap di kepala karena rambut Bejo masih basah.


"Tak sampai 1 keping emas..Kecuali ada makanan yang bisa meningkatkan kekuatan,maka bisa lebih mahal harganya,bisa lebih 100 keping emas.." ucap Qian Lie Han.


Jali masuk dalam kamar mandi.


"Mengapa harga masuknya lebih mahal di sana?" ucap Bejo#.


"Karena dekat dengan Kerajaan,Tingkat keamanan lebih di jamin. Dan di sana sebagai pusat perdagangan..Serta kebijakan dari kerajaan tersebut,Di kerajaan Awan hanya 1 keping emas saja biaya masuknya." ucap Qian Lie Han.


"Ooo.... Begitu.." ucap Bejo #.


" Apakah di tempat Bejo sama seperti di sini?" ucap Qian Lie Han.


"Ada yang sama ada juga yang berbeda,kami hidup di penuhi dengan alat teknologi,Makanan siap saji,minuman siap saji,kendaraan " ucap Bejo#.

__ADS_1


Bejo mengeluarkan Hapenya dari cincin ruang.


"Ini salah satu contohnya...Kami bisa menghubungi teman,keluarga,orang lain meskipun orang tersebut berada sangat jauh dari kita.." ucap Bejo.#.


"Kok bentuknya berbeda dengan yang anda beri padaku?" ucap Qian Lie Han.


"Iya memang berbeda,yang waktu aku berikan itu Radio. Radio hanya bisa mengirim suara dan menerima suara,Sedangkan yang ini namanya Handphone. Alat ini bisa menerima suara dan mengirim suara dan bisa melihat lawan bicara kita.


"Alat ini bisa menyimpan gambar serta video." ucap Bejo.#.


"Bisa melihat lawan bicara? Bagaimana caranya?" ucap Qian Lie Han penasaran.


"Alat ini butuh alat pendukung,Supaya bisa di pakai untuk memghubungi,Aku lihat di sini tak ada alat pendukungnya.." ucap Bejo #.


Bejo memfoto Qian Lie Han. Lalu menunjukkan ke Qian Lie Han.


"EH....!!!!??? Qian Lie Han terkejut melihat benda itu ada lukisan dirinya.


"Ini namanya Foto... Kita bisa memfoto siapa saja yang kita ke hendaki.." ucap Bejo #.


"Apakah kalian ini seorang dewa yang menyamar?" ucap Qian Lie Han.


"Dewa.....??? Tidak... Kami bukan Dewa.. Kami ini sama seperti Tetua..." ucap Bejo #.


"Mengapa saya tak bisa melihat tingkat kultivasi anda? apakah Bejo manusia biasa tanpa kultivasi?


"Saya juga seorang Kultivator Tetua Han...." ucap Bejo # sambil memasukkan hapenya ke dalam cincin ruang.


"Kalau seorang kultivator mengapa saya tidak bisa melihat kultivasi anda? Setahu saya...Orang yang tingkat kultivasinya lebih tinggi dari kita maka tidak bisa melihatnya..Saya tak bisa melihat kultivasi anda.." ucap Qian Lie Han.


Jali keluar dari kamar mandi.


"Tingkat kultivasiku masih di bawah Tetua...Ada teknik tersendiri untuk menyembunyikan tingkat kultivasi." ucap Bejo. #.


"Ooo... Begitu..Bisa tunjukkan tingkat kultivasi anda itu..?" ucap Qian Lie Han penasaran.


Bejo membuka tingkat kultivasinya.


"Apaaa....!!!?? Qian Lie terkejut.


"ternyata benar yang di ucapkan oleh Bejo,bahwa dia di bawahku,aku pikir dia berada di atasku." ucap Qian Lie Han dalam hati.


Bejo menyembunyikan lagi kultivasinya.


"Aku mandi dulu..." ucap Qian Lie Han.


Qian Lie Han berjalan ke kamar mandi.


"Di sini ada gak ya toko baju Bos...?" ucap Jali.


"Hem... Gak tahu...Besok kita ke pasar beli baju.." ucap Bejo.


"Pasar mana Bos...?" ucap Jali.


"Pasar minggu,pasar senen,pasar Rebo..." ucap Bejo.


"Itu mah di jakarta Bos..." ucap Jali.


"Terus maunya di pasar mana?" ucap Bejo.


"Di mana itu?" ucap Bejo.


"Di Balikpapan Bos..." ucap Jali.


"Diampuut..... " ucap Bejo.


"Luwe wetengku Bos..." ucap Jali.


"Podo... Aku berencana mau nyobain makanan di sini...Kita tunggu Qian Lie Han selesai mandi baru kita keluar beli makanan" ucap Bejo.


Bejo mengeluarkan 2 botol air minum dalam cincin ruangnya,lalu meminumnya.


"Neh minum air dulu..." ucao Bejo sambil memberikan air minum


"Punyaku masih ada Bos...Yang gak ada cuman makanan..." ucap Jali.


"Emangnya Sampeyan gak nyimpan makanan dalam cincinmu?" ucap Bejo.


Bejo masih menyimpan makanan,hanya saja ia ingin mencoba makanan di desa tersebut.Jika ia makan makanan ya ia bawa maka Bejo malas keluar lagi.


"Enggak Bos..." ucap Jali.


Qian Lie Han keluar dari kamar mandi.


"Tetua Han... Ayo kita keluar beli makan..." ucap Bejo #.


"Mau makan di mana?" ucap Qian Lie Han.


"Tempat yang jual makanan lah Tetua...Emang Tetua gak lapar apa" ucap Bejo #.


"Laper seh....Ayoo kalau begitu." ucap Qian Lie Han.


Mereka bertiga keluar dari kamar. Kemudian berjalan menuju ke tempat penjual makanan.


"Kalian ini Sebelumnya sudah pernah kesini apa belum?" ucap Qian Lie Han sambil berjalan.


"Belum...Kalau sudah,gak bakalan kita ngajakin Tetua makan..." ucap Bejo #.


"Apakah di tempat kalian ada seorang kultivator?" ucap Qian Lie Han.


"Ada.. Kakekku. Di sana energi Qi sangat tipis,sangat susah menyerap energi Qi,karena tak semua ada energi Qi.." ucap Bejo #.


"Ooo... Begitu..." ucap Qian Lie Han.


Mereka memasukin sebuah Restoran.Lalu mereka duduk. Suasana Restoran itu tak terlalu ramai,ada 2 pengunjung sebelum Bejo masuk.


Tak lama kemudian mereka di datangi pelayan Restoran.


"Mau pesan apa?" ucap pelayan.


"Di sini menjual apa?" ucap Bejo #.


"Daging bakar srigala perak,daging bakar Babi,Ayam bakar,soup ,Arak, dan teh Tuan.." ucap pelayan.


"Juangkreek ada babi juga..." ucap Bejo dalam hati.

__ADS_1


"Ayam bakar 3,teh dua..Tetua pesan apa?" ucap Bejo #.


"Di samakan saja..." ucap Qian Lie Han.


"Baik...Saya akan membawa pesenan kalian..." ucap Pelayan lalu pergi.


"Tetua suka arak apa tidak?" ucap Bejo #.


"Gak terlalu suka..... " ucap Qian Lie Han.


Lalu muncul 4 pengunjung,lalu mereka duduk.


"Nah sekarang kamu cerita deh....."ucap pria A


Pelayan warung mendatangi ke 4 orang tersebut lalu memesan makanan dan minuman,setelah itu pelayan warung pergi ke dalam.


"Aku habis dari Kota langit.. Di sana tiba - tiba terdengar suara nyaring,aku mencari asal suara itu....Ternyata Suara itu berasal dari kerajaan langit. Aku lari kesana untuk melihat..."ucap pria B


"Terus...terusss....." ucap pria C.


"Begitu aku sampai di sana banyak prajurit terluka dan tewas...Bangunan hancur.Lalu ada yang terbakar." ucap pria B.


2 orang yang di dekat ke 4 orang lalu mendekati ke 4 orang tersebut,karena mereka tak mendengar kabar berita itu.


"Haaaaa!!!!??? Ketiga orang terkejut.


"Apakah ada yang menyerang kerajaan langit?"...." ucap Pria D


Pesenan Bejo sudah datang,Mereka makan sambil mendengarkan obrolan ke 4 orang tersebut.Bejo memberikan ayam bakar pada Ponijan.Ponijan makan di kursi .


"Setahuku tidak ada...Kalau ada yang menyerang,pasti mereka melewatiku saat aku berjualan.,dan aku pasti sudah tewas di bunuh oleh musuh mereka...Yang membuatku heran, Aku tidak melihat sama sekali pasukan musuh masuk dalam kota..."ucap pria B.


"Apakah ada Dewa turun dari langit,lalu memberi hukuman pada sang Raja...?..." ucap pria A


"Kalau ada dewa turun dari langit...Pasti Prajurit akan menyerang jika Dewa itu menyerang.. Tapi ini tidak. Suasana saat itu biasa saja sama seperti kita sedang makan begini... Tiba - tiba...


Boooommm..... Begitu..." ucap pria B


"Apakah Keluarga kerajaan ada yang selamat ?..." ucap Pria C.


"Aku mendapat informasi dari prajurit kerajaan yang selamat yang membantu menyelamatkan teman - temannya yang tertimpa bangunan.Mereka melihat Raja itu tewas,Ratu juga tewas,ke 3 anaknya juga tewass,Adik pertama Raja juga tewas,lalu adik ke 2 Raja selamat tapi tangannya putus. Lalu tiba - tiba datang leluhur mereka dengan terbang melayang di udara..Aku melihat Leluhurnya sangat murka sekali,lalu menanyakan kepada prajurit yang selamat,apakah ada yang menyerang ,Jawaban prajurit itu tidak ada yang menyerang. Tak puas mendapat jawaban dari 1 prajurit,Leluhur itu bertanya pada semua orang yang selamat,jawabannya tetap sama.. Tidak ada yang menyerang." ucap Pria B.


"Boss hebat......" ucap Ponijan telepati.


"Kok bisa ya.... Biasanya kalau penyerangan itu pasti bergerombol untuk menyerang,ini malah tidak..." ucap pria E yang ikut mendengarkan.


"Itu karena aku pakai cara licik Bro...Jika cara jujur ya kalah aku.." ucap Bejo telepati.


"Nah itu dia... Aku yang di sana saja bingung...Tak ada awan hitam tiba - tiba hujan,seperti itulah kerajaan Langit...Aku langsung cepat - cepat mengemasi barang daganganku.. Aku takut tiba - tiba seperti mereka..." ucap pria B.


"Ada untung dan rugi,Kita beruntung Raja tamak itu telah tewas,apalagi anaknya itu...,Ruginya adalah pasti ada yang memperebutkan posisi sebagai Raja dari pihak keluarga kerajaan yang selamat,atau dari pihak luar.. " ucap Pria C.


Pelayan Warung datang membawa pesenan ke 4 orang tersebut.


"Besok apakah kamu kembali ke kota Langit?" ucap Pria A.


"Tidak... Aku menunggu keadaan tenang dulu,baru aku kembali kesana,bila masih belum tenang,maka aku akan berjualan di kota Awan. " ucap Pria B.


"Pelayan...." ucap Bejo # memanggil. Karena makanan mereka sudah habis.


Pelayan itu mendatangi Bejo.


"Berapa semuanya...?" ucap Bejo#.


"4 keping perak tuan..." ucap pelayan.


Bejo mengeluarkan uangnya dari cincin ruang lalu memberikan kepada pelayan Restoran.


"Terima kasih atas kunjungan Tuan - tuan..." ucap Pelayan.


"Iya sama - sama...." ucap Bejo#.


Kemudian Bejo,Jali dan Qian Lie Han berjalan meninggalkan restoran tersebut.


"Di kamar saja kita mengobrol.." ucap Bejo. Ia sengaja berbicara itu agar Qian Lie Han tak bertanya soal kerajaan Langit.


Tak lama kemudian mereka sampai ke dalam kamar penginapan.


"Mengapa kerajaan Langit bisa begitu?" ucap Qian Lie Han penasaran.


"Pelankan suaranya Tetua Han...


"Tetua ingat saat aku berikan alat yang ada tanda merah melingkar?" ucap Bejo Lirih#.


"Iya ingat....Lalu apa hubungannya dengan tombol merah?" ucap Qian Lie Han lirih.


"Tetua ingat saat kita naik kuda besi...?" ucap Bejo lirih #.


"Iya.....Aku ingat." ucap Qian Lie Han lirih.


"Alat yang meledak itulah yang meledakkan kerajaan langit,tapi alat itu bisa di kendalikan dari jarak jauh,Pemicunya yang tuan pegang itu,jika di tekan akan meledak.Sedangkan yang di hutan pemicunya jarak dekat tanpa tombol lalu meledak.." ucap Bejo # Lirih .


"Seriussss....!!!??? ucap Qian Lie Han lirih tak percaya.


"Iya serius... Jadi perguruan gunung emas akan tenang kembali,tidak perlu memikirkan kerajaan Langit datang menyerang" ucap Bejo lirih.


Qian Lie Han bersujud pada Bejo.


"Terima kasih Tuan...Terima kasih..... Tuan telah menyelamatkan perguruan kami..." ucap Qian Lie Han sambil menangis.


"EH...!!!?? Berdiri Tetua Han... Jangan bersujud padaku..." ucap Bejo lirih sambil memegang pundak Qian Lie Han#.Ia tak enak,karena usia Qian Lie Han berada di atasnya.


Qian Lie Han berdiri.


"Aku gak tahu harus bilang apa... Jujur awalnya aku tak percaya pada kalian soal penyerangan itu.. Aku pikir kalian hanya main - main saja.Karena kalian datang,lalu langsung pergi tanpa di kejar oleh para prajurit... Setelah aku mendengar dari pengunjung restoran itu,barulah aku langsung percaya... Maafkan aku yang tak mempercayai kalian..." ucap Qian Lie Han lirih lalu membungkukkan badannya.


" Iya ...Aku sudah memaafkan Tetua.. Memang sangat sulit untuk di jelaskan,sebab di sini tak sama dengan di negara kami...Dan jangan ceritakan kejadian ini pada siapapun" ucap Bejo lirih#.


"Aku bersumpah demi langit dan Bumi... Tidak akan menceritakan ini pada siapapun.." ucap Qian Lie Han.


"Mari kita tidur ...Besok pagi kita akan pergi..." ucap Bejo #.


Bejo mengeluarkan karpet kain,selimut dan Bantal. Kemudian mereka tidur.Ponijan naik ke Bejo.


Setelah mereka tertidur,Ponijan masuk ke dalam kalung Dimensi.

__ADS_1


---


__ADS_2