
"Assalamualaikum.." Nazia masuk kedalam rumah sang bibi dengan wajah lesunya.
"Wa'alaikumsalam.." jawab sang bibi yang ada di dapur melihat sosok keponakannya masuk ke dalam dapur.
"Biii..." panggil Nazia mendekati sang bibi dan menyalami tangan bibinya dengan takzim.
Rahma melihat ke arah Nazia dan menatap wajah Nazia yang lesu.
"Mana suami kamu,jangan bilang kesini tanpa sepengetahuan Langit."tebak Rahma bibi Nazia saat melihat Nazia masuk dan tak ada Langit bersamanya.
"Naz bilang kok sama dia,lagian dia juga masih tidur." ucap Nazia mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan.
"Tidur,jam segini dia masih tidur.Terus dia nggak kerja,dia nganggur?"tanya Rahma beruntut.
Awalanya Rahma tidak ambil pusing karena tak ada sangkut pautnya dengan keluarga nya. Namun,sekarang sudah beda,karena Nazia sudah menikah dengan Langit si pengangguran itu.
"Ya gitu bi,aku tadi nanya sama dia tapi, jawabannya bikin kesel.Udah gitu dia itu punya tabiat yang buat aku kesel.Udah pengangguran,sukanya teler.Aduh,Naz nggak bisa bayangin gimana nantinya nasib rumah tangga Naz bi." ungkap Nazia merasa tidak ada semangat.
Rahma menghela nafas panjang dan menepuk bahu Nazia pelan.
"Sabar,mungkin karena kemarin dia belum punya istri dia masih bisa anteng dan tenang dengan pengangguran nya itu.Tapi, sekarang ada kamu yang perlu dia kasih nafkah.Kamu juga jangan lupa ingetin dia,supaya dia bisa berubah sedikit demi sedikit."ucap Rahma menasehati sang keponakan.
Jam dua siang Nazia pamit pulang kembali kerumah Langit dengan membawa beberapa bajunya dan keperluan lainnya.
Dalam perjalanan ke rumah langit banyak orang berkasak kusuk membicarakannya.
"Wahhh.. pengantin baru,dari mana nih?" tanya seorang ratu gosip Desa Waru yaitu Jamilah yang sudah menghadang Nazia dengan nyinyirannya.
__ADS_1
"Kita nggak nyangka lho Naz kamu segitunya patah hati sampe ngerayu pemuda pendatang itu buat jadi suami kamu,nggak mau kalah sama Rifki yang sudah nikah jadi menghalalkan segala cara walaupun dengan cara memalukan.Akhiranya kena grebek kan,terus di nikahin."ucap orang yang ada disamping si ratu gosip bernama Lastri
"Aku juga nggak nyangka kalau kamu segitu putus asanya takut nggak ada yang mau sama kamu sampai-sampai nggak bisa milih yang lebih baik dari Rifki lho.."ungkap Jamilah sungguh ucapannya menusuk hati Nazia.
Rasanya ingin Nazia pukul atau bahkan membalikkan omongan mereka tapi, nggak ada gunanya juga.Akhirnya Nazia memilih untuk buru-buru pergi dari tempat itu.
Sepanjang perjalanan ke rumah Langit ,Nazia sibuk menyeka air matanya yang tanpa permisi mengalir dari matanya.Rasanya sakit hati karena omongan nyinyiran yang dia dapat kali ini.
Memang sepertinya Allah yang sedang menguji lebih dengan kesabaran nya . Apalagi mendapatkan suami yang hanya seorang pengangguran dan pema*uk.
Sampai di depan rumah Langit, Nazia melihat dua motor yang dia kenal sebagai motor para preman kampung Waru.
"Ngapain mereka disini,apa mereka mau mab*k-mabo*an disini."batin Nazia terasa tak suka dengan adanya Imron,Anton dan Kusman.
Saat masuk kedalam rumah,terlihat kelima orang yang sedang berbicara secara serius.
Langit sedikit terkejut dengan kehadiran Nazia.Akhirnya dia pun ingat jika dirinya sudah menjadi suami Nazia saat ini.
Nazia dengan wajah yang terlihat tak bersahabat dengan terpaksa harus menulis nomer telpon nya di ponsel Langit.
"Nih,mau kemana, keluyuran nggak ada gunanya,nggak usah ikut-ikutan orang yang nggak..
"Nggak perlu tahu, gue saranin nggak perlu khawatir dengan apa yang gue lakukan." potong Langit dengan tatapan tajamnya.
"Aku nggak khawatir sama kamu, aku cuma khawatir dengan nama baik paman Teguh saja."ucap Nazia dengan sinis.
" Gue nggak bakal malu-maluin Keluarga Lo,setelah selesai gue langsung pulang kita perlu bicara.Gue pergi." ucap Langit tanpa melihat ke belakang Nazia yang mengulurkan tangannya namun,Langit sudah membalikkan tubuhnya.Nazia menatap punggung suaminya dan dia langsung menurunkan tangannya.
__ADS_1
Langit dan Anton,Imron dan juga Kusman akhirnya pergi meninggalkan rumah Langit.
Nazia melihat kepergian suaminya lantas menutup pintu rumah nya.Nazia melangkah menuju dapur terlihat meja makan sudah bersih dan piring kotor pun tak ada.
"Dia makan nasi goreng pagi tadi.." gumam Nazia.
Nazia tak ambil pusing soal nasi gorengnya Dia langsung ke kamar nya dan berniat menata lemari pakaian Langit namun,sialnya lemari itu terkunci.
"Kok di kunci sih,dimana lagi kuncinya .." gumam Nazia menyisir kamar nya.Namun,tak ada kunci yang dia inginkan.
Akhirnya disana ada lemari plastik dan melihat isinya ternyata pakaian Langit ada di sana beberapa lembar baju dan celana rumahan.
"Kalau baju dia disini,apa isi lemari pakaian itu?" gumam Nazia.Tapi,Nazia pun tak berniat tahu apa isi lemari yang terkunci itu.
Nazia pun merapihkan susunan baju Langit yang ada di lemari plastik itu dan menyusun baju-bajunya yang dia bawa dari rumah sang bibi.
Setelah itu dia pun melihat ke samping rumah yang memang mempunyai lahan sedikit kosong karena samping kanan dan samping kiri rumah itu sudah di kepung sawah.
Samping kiri terlihat Jemuran baju sedang dan akhirnya Nazia balik kedalam dan melihat keranjang pakaian kotor ternyata ada beberapa potong baju Langit yang ada disana Akhirnya tanpa ragu dia pun mencucinya.Walaupun rumah Esih tergolong sederhana namun,terbilang lengkap dengan elektronik yang ada di dalam rumah itu.
Setelah beberapa lama dia mencuci dia tanpa ragu mencuci pakaian Langit sampai ke ********** juga.Walaupun awalnya dia ragu untuk menyucinya tapi,mengingat kembali dia sudah menjadi istri Langit tentunya harus sudah terbiasa dengan hal itu.
Sementara Langit dengan para preman yang sedang mengecek beberapa ruko yang terletak tak jauh dari kampungnya.Setelah beberapa saat mereka sudah bergerak ke sebuah tempat penjual motor bekas. Langit berniat membeli motor second untuk dia pergunakan sebagai transportasi untuk dia ke tempat dimana dia akan membuka usaha bengkel motor dan mobil serta cucian motor dan mobil.
Modal yang di keluarkan Langit tidak terbilang sedikit.Namun,dengan bantuan tiga preman kampung yang sebenarnya mereka punya keahlian yang mumpuni dalam mesin dan hanya Langit yang menyadari potensi mereka.
Ketiga preman itu sangat berterimakasih pada Langit yang dengan rela menerima mereka untuk menjadi pekerja di bengkel Langit.Sudah lama mereka mencari pekerjaan.Karena keadaan dan keahlian mereka yang terbilang di anggap sebelah mata akhirnya memaksa mereka menjadi layaknya orang tak berguna.
__ADS_1
Sebenarnya nya pun mereka mengamankan Desa Waru dari orang-orang yang datang ke Desa Waru hanya untuk kepentingan tak baik.Salah satunya adalah dengan pernikahan kontrak yang biasa di lakukan para calo yang menawarkan pernikahan kontrak dengan orang Desa Waru yang terkenal dengan masih kurang berkembang dan masih banyak orang yang hidup dengan kemiskinan.Itu salah satu faktor yang mempengaruhi mereka menjalankan pernikahan kontrak.
Bersambung