
"Ya Allah den Langit ,den Badai berhenti.Ya Allah Nazia !!" teriak bi Esih
Brakkk 💢
Terdengar suara tabrakan keras dari arah depan pagar mansion.
Langit dan Badai yang sempat di lerai satpam dan bi Esih pun berhenti seketika.
Mama Nabila dan juga kakek Sameer keluar dari dalam rumah karena memang mereka menderita ribut-ribut dari arah luar.
"Nazia !!" Langit memekik dan berlari ke arah gerbang.
Lututnya mendadak lemas dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Naz,Ya Allah..!!" teriak bi Esih yang muncul di balik tubuh Langit yang sedikit limbung.
Langit yang tadi sempat limbung mendengar teriakan bik Esih pun berusaha untuk menguatkan dirinya.Dadanya berdebar kencang dan berlari ke arah dimana seorang wanita tergeletak di aspal.Sementara satu orang wanita yang sedang terpaku memandangnya dengan tatapan kosong.
"Sayang,sayang bangun... please bangun!" seru Langit dengan memangku tubuh yang terkulai.
Sementara di sekitar sana sudah banyak orang yang berhasil mengejar tersangka yang sudah melukai wanita yang tak lain adalah Nazia.
"Nazia !!' pekik mama Nabila yang melihat tubuh menantunya tergeletak di atas aspal.
Nabila mendekati putra dan menantunya itu.Di belakang Nabila ada Badai dan kakek Sameer.
"Apa yang kamu perbuat pada menantuku ,hah !!" bentak mama Nabila pada Shafa.
Shafa yang masih berdiri terpaku langsung tersadar mendengar bentakan Nabila.
"Ta_tante aku...
"Cepat katakan,apa yang kamu perbuat sampai menantuku begitu !!" sentak mama Nabila dengan mendorong tubuh Shafa.
Shafa yang tak menyangka dengan respon mama Nabila pun tubuhnya oleng dan beruntung Badai dengan cepat menangkap tubuh Shafa yang lunglai ke tanah.
"Sayang ini mas ,sayang buka matamu.."ucap Langit dengan menepuk-nepuk pipi Nazia.
Dengan sedikit kesadaran yang tersisa Nazia melihat samar-samar wajah suaminya itu.
__ADS_1
Tangannya terulur ke arah wajah sang suami.Langit menggenggam tangan itu dan menciuminya dengan mata yang sudah menangis melihat ke adaan istrinya.
"Mass.."ucap Nazia dengan suara lemahnya.
"Langit ,kita harus cepat bawa Nazia ke Rumah Sakit nak,"ucap mama Nabila menepuk pundak putranya.
"Ya Allah den,ini darahnya banyak sekali yang keluar !" pekik bik Esih
Saat menemukan Nazia yang terkapar di atas aspal memang dalam keadaan lecet-lecet dan kening dan tangan yang berdarah namun,bi Esih dan yang lain melihat darah yang yang mengalir dari antara dua paha Nazia.
"Ya Allah nak,bertahanlah.Ayo Lang,bawa istrimu segera ke Rumah Sakit." ucap Nabila pada putranya.
"Pak Yusuf cepat siapkan mobil !" teriak Nabila.
Pak Yusuf yang sedari tadi sudah standby pun langsung membawa mobil ke dekat kerumunan.
"Langit kamu duduk dulu di belakang pegangi istrimu." ucap Nabila dan langsung Langit menurut dengan Isak tangis yang masih terdengar.
Sementara Badai dan yang lain masih syok dengan apa yang mereka dengar barusan.Bahkan Nabila mengatakan jika Langit dan Nazia adalah suami istri.
"Bi,Esih tolong siapkan baju Langit serta Nazia,pokoknya keperluan dia nanti kamu bisa nyusul dengan Pak Sanusi." ujar Nabila memberikan intruksi.
Kakek Sameer masih diam tak mengucapkan satu katapun.Dia melihat cucu yang selalu di bencinya terlihat sangat terpuruk sementara anak menantunya pun panik melihat wanita yang dia akui sebagai menantunya tergeletak di atas aspal.
"Aku ingin melihat perempuan itu." ucap Shafa lirih.
"Tapi...
"Kalau kamu nggak mau pun aku bisa kesana sendiri." ucap Shafa dengan mata yang masih menatap kosong.
"Siapkan mobil kita ke sana dengan Esih." ucap Sameer sang kakek dengan nada tegas.
...----------------...
Mobil yang membawa Nazia pun sampai di lobby Rumah Sakit.
Nabila langsung turun dari mobil dan meminta untuk team medis membantu menantunya untuk cepat mendapatkan tindakan.
"Bertahan sayang,aku butuh kamu please.."ucap Langit dengan tetap menggenggam tangan Nazia yang sudah di letakkan di brankar yang di bawa menuju ruang tindakan.
__ADS_1
"Maaf tuan,anda tidak bisa ikut masuk.Serahkan semuanya pada kami." ucap dokter yang bertugas di ruang UGD itu.
"Tapi dok saya nggak bisa ninggalin istri saya seperti ini,dia butuh saya."ucap Langit dengan raut wajah frustasi.
"Tolong kerja samanya tuan,tolong urus administrasi untuk pasien." ucap sang dokter.
"Lang,ayolah..demi Nazia,kamu jangan egois." ucap Nabila dan menarik putranya dalam dekapannya
"Nazia mah,aku nggak bisa jaga dia.Padahal dia selalu jaga aku.Suami macam apa aku ini mah..hiks hiks hiks.."ungkap Langit dalam dekapan sang ibu.
"Sekarang tugas kamu berdoa untuk kesembuhan istri kamu.Mama yakin menantu mama dia orang yang kuat." ucap Nabila menenangkan hati putranya.
Langit terlihat begitu frustasi mengkhawatirkan keadaan istrinya itu.
"Jangan tinggalkan aku Naz,aku mencintaimu.Aku nggak sanggup kamu ninggalin aku.Hanya kamu yang aku punya kamu sudah menjadi separuh dari hidupku." ucap Langit dalam hati
"Nyonya ,den Langit." panggil bi Esih.
Langit dan Nabila yang menunduk duduk di kursi tunggu langsung menatap wajah satu persatu orang yang baru saja datang.
Emosi Langit kembali terpancing melihat siapa yang ada di depannya saat ini.
"Puas Lo semua,hah!" bentak Langit pada tiga orang yang tak jauh di dari hadapannya.
"Langit,kendalikan emosi kamu nak.." ucap Nabila menenangkan sang putra.
"Nggak mah,aku sudah tidak peduli kalau dia akan menganggap ku nggak ada itu terserah,dari dulu pun dia sudah tidak menganggap aku ada.Dia tidak pernah berpikir apa kesalahannya selama ini,papa meninggal karena keegoisannya.Bukan karena aku,dia dan masalalunya yang sudah serakah." ucap Langit dengan menunjuk ke arah kakeknya.
"Dan dia,aku sudah nggak butuh saudara.Mulai hari ini aku sudah lepas tangan dan jangan anggap lagi aku saudara.Pecundang !
Kalau bukan karena kamu,Nazia nggak akan mengalami kejadian ini.Karena kamu sudah melakukan kesalahan besar.Kenapa hemm,kamu mau melindungi siapa ? aku ingin melindungi istriku,dia bukan pelakor tapi kamu seenaknya memukul ku karena melihat wanita yang selama ini kamu cintai serasa di sakiti." ungkap Langit.
Badai yang mendengar ucapan Langit pun ingin maju untuk menghajar adiknya lagi,namun..denga cepat Nabila mencegahnya.
"Cukup Badai,jangan berulah!"cegah Nabila.
"Mah,yang berulah bukan aku tapi dia,anak kesayangan mama.Kalau dia cinta dengan istrinya kenapa harus ada Shafa yang menjadi pacarnya.Sama saja dia mempermainkan pernikahan dan mempermainkan perasaan Shafa ."ucap Badai tak terima.
"Hahahaha...Lo hanya peduli dengan perasaan Lo,itu dari dulu.Gue mencintai istri gue." ucap Langit lantang.
__ADS_1
Bugh..
Bersambung