BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
Bertemu Teman atau Musuh


__ADS_3

Badai dan Nio selesai melakukan meeting di salah satu Caffe.


Tanpa sengaja Badai melihat seseorang yang tengah duduk sendiri di salah satu meja dan terlihat sedang melamun.


"Yo sebentar," ucap Badai menghentikan langkah mereka.


"Kenapa,ada yang ketinggalan?" tanya Nio menatap wajah Badai.


"Lo bisa balik kantor sendiri naik taxi,gue ada perlu sebentar.Setelah ini nggak ada meeting lagi atau tidak ada hal penting atau urgent kan?" tanya Badai memastikan.


"Nggak ada sih,mau kemana sih lo? jangan macem-macem Dai,gue kagak mau lihat kakek lo murka." terang Nio.


"Tenang saja,sudah sana pergi !" seru Badai menyuruh asistennya pergi.


"Lahh..dia ngusir,jadi curiga gue.." seloroh Nio menatap Badai penuh selidik.


"Pergi,atau gue potong bonus Lo bulan ini!" ancam Badai membuat Nio tak lagi mengatakan apapun lagi.


Nio tak mau berlama-lama di sana dengan ancaman Badai berhasil membuat dirinya kabur dari hadapan Badai seketika.


Setelah melihat Nio yang masuk ke dalam taxi dan pergi meninggalkan Caffe itu, akhirnya Badai masuk kembali ke dalam Caffe dan mendekati gadis yang masih duduk menyendiri dengan menatap ponsel yang dia pegang dengan air mata yang terlihat jatuh dari matanya.


Badai menyodorkan saputangan yang dia taruh saku celananya.


Melihat seseorang yang menyodorkan saputangan ke padanya gadis itu pun mendongakkan kepalanya.


"Kamu.."ucapnya lirih saat melihat sosok yang ada di hadapannya dengan menyodorkan saputangan padanya.


"Kamu sendirian di sini?" tanya Badai tak mengindahkan ekspresi wajah Shafa saat melihat sosok dirinya di hadapan gadis itu.

__ADS_1


Yah,orang yang Badai lihat adalah sosok Shafa yang sedang menyendiri di salah satu meja pengunjung Caffe yang sama dimana Badai mengadakan meeting.


"Nggak, emang kamu nggak bisa lihat banyak orang di Caffe ini.Nggak usah basa basi deh,atau kamu kesini cuma mau ngetawain aku.Adik mu itu lebih memilih istri kampungnya itu !" ucap Shafa dengan sinis.


"Ck..Ck..Ck..kalau Langit dengar kata-kata kasar mu ini ,yang sudah berani ngata-ngatain istrinya begitu, pastinya auto ngamuk dia.." ungkap Badai dengan berdecak mendengar ucapan Shafa yang terlibat kesal dengan apa yang terjadi pada dirinya.


"Sebegitu cintanya dia sama suster itu,sampai rasanya aku nggak percaya kalau Langit yang seorang bad boy dapat gadis kampung macam dia."


"Hahaha..aku rasa Langit pintar untuk memilih pasangan hidup.Bukan memilih perempuan yang hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri demi popularitas."sindir Badai membuat Shafa melotot mendengar ucapan Badai.


"Kamu nyindir aku ?!" sentak Shafa tal suka.


"Kamu ngerasa tersindir,aku nggak bermaksud untuk nyindir kamu.Kalaupin kamu merasa tersindir,bagus dong..berarti kamu masih punya hati."ucap Badai dengan senyum miring.


"Kamu itu nyebelin tahu nggak,bukannya nanya gimana perasaan aku di tinggalin adek kamu,malah ini..kamu lebih membela gadis kampung itu."sungut Shafa kesal.


"Gadis kampung yang kamu bilang itu, dia adik ipar ku.lstri Langit Fravash,dia gadis kampung yang bisa menjinakkan sisi liar Langit.Kamu pastinya tahu kan,kalau Langit di anggap biang onar?tapi,saat aku lihat dengan mata kepalaku sendiri sikap Langit ke Nazia itu sangat berbeda.Kamu pasti juga nggak pernah lihat langit yang punya sisi manja kan,cuma dengan Nazia lah dia menjadi orang yang tidak bisa apa-apa sendiri.Dia menganggap dirinya dan Nazia adalah paket yang nggak bisa kamu pisahkan."terang Badai.


"Yah, awalnya aku juga kaget tapi..memang kenyataannya begitu."jawab Badai.


"Aku menyesal."ucap Shafa tiba-tiba.


"Menyesal, menyesal karena apa?" tanya Badai mengernyitkan dahinya.


" Aku nyesel kalau selama ini aku salah.Aku anggap Langit begitu tergila-gila dengan ku sampai aku pun mempunyai niat untuk kepopuleran ku di dunia model.Tapi, ternyata di balik semua itu aku nggak percaya dia bahkan lebih kejam dari yang aku kira.Dia sudah berhasil membuat aku jatuh cinta di saat dia meninggalkan aku.Dia ninggalin aku pas lagi sayang-sayangnya." ungkap Shafa miris.


"Berusaha untuk move on,jangan biarkan dirimu terlihat buruk.Masih banyak laki-laki di dunia ini.Kalaupun kamu meratapi Langit,dia nggak akan menoleh lagi padamu.Dunianya hanya Nazia,cuma Nazia.Apalagi dengan kejadian yang membuat calon anak mereka gugur ,itu membuat dia down dan merasa bersalah.Dia sudah memutuskan untuk tidak melakukan apapun untuk keluarga Fravash."terang Badai panjang lebar.


"Kenapa,apa karena masalah semua ini?" tanya Shafa.

__ADS_1


"Mungkin dia sudah lelah,dia ingin bahagia bersama Nazia.Entahlah,aku lihat dia tadi sangat cemas mendengar Nazia demam,dia panik dan langsung ke rumah mereka yang di tempati Nazia." ucap Badai.


"Bukankah mereka menikah tanpa cinta,tapi..aku lihat Langit dan Nazia begitu saling mencintai.Apa karena istilah cinta karena terbiasa?"


"Mungkin,itu juga bisa terjadi padamu dengan laki-laki lain."jawab Badai ambigu.


Shafa mengernyitkan dahinya mendengar penuturan Badai.Enyah mengapa kali ini mereka ngobrol dengan begitu santai dan juga terlihat lebih akrab.


...****************...


Kini kita ke sebuah bengkel bekas dan terlihat banyak ilalang yang ada di sekitar tempat itu menandakan tempat itu sedah lama tak terjamah lagi namun,salah ..itu merupakan sebuah markas salah satu geng yang populer di masa dulu.


Prok prok prok


Terdengar suara tepuk tangan mendekat dan bersumber dari arah dalam bangunan itu.


"Wahhhh...wah wah,kita lihat..ada tamu agung datang ke sini.Seorang Sameer Fravash sang pengusaha sukses dengan kekejamannya datang ke sini !!"


Seorang laki-laki paruh baya melangkah keluar dan mendekati Sameer yang berdiri di tengah ruangan tua itu.


"Apa kabar Adiyaksa? senang rasanya bisa bertemu dengan mu kawan lama." ucap Sameer dengan senyum miring.


"Sangat mengejutkan seorang Sameer Fravash bisa datang ke gubug ini sungguh satu penghargaan yang tinggi kami berikan padamu Sameer.Kabarku buruk.Kamu tahu kenapa,karena kau masih dalam keadaan baik-baik saja.Aku sedih melihat kamu yang masih seolah jadi orang yang baik-baik saja." ucap Adiyaksa dengan senyum kecutnya.


"Kenapa kau mengusikku.Kenapa selama ini kau membuat hidupku kacau hah..!!" sentak Sameer menatap nyalang kearah Adiyaksa.


"Hahaha..kau belum kehilangan keluarga mu Sameer,baru anak dan istrimu.Belum cucu kesayanganmu itu.Beruntung sekali dia masih hidup,aku nggak nyangka dia akan kembali sembuh secepat ini."ucap Adiyaksa dengan tatapan yang tak kalah tajam.


Mendengar ucapan Adiyaksa,Sameer tersenyum meremehkan.Rasanya Adiyaksa tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2