
Sejak Langit menemui kakeknya dan saling meminta maaf dan memaafkan hubungan antara anggota keluarga tentunya sudah membaik.
"Gimana rasanya di banding dulu sama sekarang mas merasa lebih tentram sekarang atau dulu?" tanya Nazia di saat mereka sudah ada di dalam kamar mereka.
"Terimakasih sayang,kamu sudah membuat aku lebih baik lagi.Aku rasa beban berat yang selama ini aku pukul sudah hilang."jawab Langit memeluk tubuh istrinya dan membawanya dalam dekapannya.
"Sama-sama mas,aku senang kamu nggak lagi dendam dengan masalalumu." ucap Nazia
Dekapan yang begitu nyaman dan menenangkan Nazia.Rasa begitu di cintai oleh suaminya begitu membuat dirinya serasa menjadi ratu di hari Langit.
Lain dengan Langit dan Nazia yang sedang menjalani kenyamanan dalam rumah tangga sementara Badai saat ini berada di salah satu restaurant.
Badai melihat sosok di depannya yang begitu dia kagumi sejak dulu.
Rasanya tak percaya saat melihat sosok itu saat ini ada di depannya dengan senyuman yang mengembang dan begitu manis serasa gula.
"Kenapa kamu lihatin aku begitu? Ada yang salah dariku? Lipstik belepotan,bedak ,atau alis aku yang panjang sebelah?" tanyanya bertubi-tubi dia layangkan pada Badai.
"Kamu cantik,bahkan dari dulu memang sudah cantik." jawab Badai membuat Shafa tersipu malu.
"Gombal." ucap Shafa dengan pipi yang terlihat merah karena malu.
"Beneran,kamu tahu..aku sudah jatuh cinta sama kamu waktu kamu masih SMP.Saat kamu masihsatu sekolah sama Langit." ungkap Badai.
Shafa bengong mendengar ungkapan pria yang ada di depannya.
"Jadi benar yang di katakan Langit kalau dulu dia sudah menyukaiku.Langit juga bilang,kalau dia sengaja meneruskan sandiwara buat pacaran sama aku cuma ingin Badai mengungkapkan perasaannya sama aku."batin Shafa menerawang saat Langit mengungkapkan apa yang terjadi selama ini pada saudaranya.
"Kamu nggak bohong sama apa yang kamu ucapkan saat ini?" tanya Shafa yang masih ragu dengan perasaan Badai padanya.
Memanglah setelah dirinya putus dengan Langit,Badai selalu berusaha menghiburnya.
__ADS_1
Dia pun sering mengajak Shafa untuk sekedar makan siang atau bersantai di taman.Padahal setahu Shafa jika Badai sebelumnya adalah laki-laki yang gil* kerja.
"Kamu masih nggak percaya sama apa yang aku katakan? " tanya Badai merasa sedih mendengar jika Shafa masih meragukan cinta yang Badai punya.
"Aku pernah dengar dari Langit,dia pun bilang jika sebenarnya kamu sudah mencintai aku dari dulu."ungkap Shafa.
"Langit bilang gitu?" tanya Badai agak terkejut mendengar jika adiknya itu sebenarnya tahu perasaannya pada Shafa.
Shafa mengangguk mengiyakan pertanyaan Badai.
Badai menghembuskan nafas kasar."Benar-benar anak itu,apa dia sengaja ingin buat aku cemburu padanya saat dia memacari Shafa?" pertanyaan itu bergelayut di otaknya.Rasanya benar-benar adiknya penuh kejutan.
...****************...
Beberapa bulan berlalu kehidupan keluarga Fravash di penuhi kebahagiaan.Apalagi setelah tahu jika Nazia sedang mengandung calon cicit dari keturunan keluarga Fravash.
Kakek Sameer begitu posesif pada Nazia.Dia begitu memberikan apa yang Nazia inginkan.
Hal itulah yang kadang membuat perdebatan tiga pria yang ada di kediaman Fravash saling berebut untuk melayani Nazia.
"Kamu apaan sih Lang, marah-marah mulu dari tadi." ucap kakek Sameer pada Langit.
"Habisnya kakek itu keterlaluan.Nazia istri Langit kek,kita mau pulang kerumah kita.Langit pengen duaan sama istri Langit saja." ucap Langit tak terima karena sudah seminggu ini Nazia di suruh nginap di rumah sang kakek.
"Lang,istri kamu lagi hamil besar.Kakek cuma khawatir kalau nanti kamu kerja,terus tiba-tiba istri kamu mules mau lahiran gimana,di sana cuma ada bibi doang.Kalau disini ada banyak orang." terang sang kakek.
Langit terdiam sejenak.Memang benar saat ini Nazia sudah mendekati HPL yang di prediksi akan lahiran dua minggu lagi.
"Tapi,masih dua mingguan lagi kek..Jum'at besok Langit sama Nazia bakal mulai nginep di sini lagi." ujar Langit.
"Susah kalau di bilangin orang tua.Kamu kira anak kamu pasti akan lahir dua minggu lagi,siapa tahu maju atau mundur waktunya." ucap kakek Sameer tak mau kalah.
__ADS_1
Sameer hanya khawatir dengan keadaan Nazia yang sedang hamil besar dan juga di rumah Langit hanya ada bibi kalau siang.
"Sudahlah Lang,benar kata kakek.Mama juga khawatir dengan keadaan Nazia kalau kalian tinggal di rumah sana." timpal mama Nabila yang meletakkan beberapa camilan dan teh di atas meja ruang keluarga.
"Iya mas,aku juga ngerasa dari pagi sudah mules,tapi..memang jarang-jarang." ujar Nazia yang meletakkan piring berisi buah iris.
"Kenapa kamu nggak ngomong yang,sekarang gimana? Kita ke dokter ya,kita cek keadaan kamu."ucap Langit berubah khawatir dengan keadaan sang istri.
"Nanti saja mas,lagian mulesnya masih jarang jarang.Semua itu baru namanya kontrasi palsu.Udah,kita disini saja." ucap Nazia pada Langit.
"Beneran kan kata kakek apa,dari awal masuk sembilan bulan kakek sudah minta kamu sama Nazia tinggal disini tapi,memang kamunya selalu membantah." ujar kakek Sameer.
Mau tak mau Langit pun akhirnya menuruti permintaan sang kakek dan sang mama.Kebetulan semua persiapan untuk calon anak Langit dan Nazia sudah di sediakan di kediaman Fravash.
Keesokan harinya jam lima pagi suasana rumah keluarga Fravash heboh saat Langit di hebohkan dengan Nazia yang sudah terlihat meringis kesakitan karena kontraksi akan melahirkan.
Langit dengan dandanan seadanya di temani Badai menuju rumah sakit untuk mengantar Nazia yang akan melahirkan.
Langit menunggu dengan cemas keadaan Nazia.Dia pun tak tega melihat istrinya yang meringis kesakitan.Karena sampai di Rumah Sakit saat di periksa sudah pembukaan lengkap jadi tak butuh waktu lama Nazia menjalani proses lahiran dengan di temani oleh Langit yang setia menemani sang istri.
Langit merasakan bagaimana perjuangan yang di lakukan sang istri untuk melahirkan buah hati mereka.
Oek Oek Oek..
Suara tangisan bayi memenuhi ruangan bersalin.Senyuman dan tangisan bahagia menggema juga di ruangan itu.Langit berkali-kali mengucapkan terimakasih pada sang istri dan juga menggaungkan kata cinta untuk istrinya.
Setelah selesai semua proses yang persalinan kini Nazia dan bayinya ada di ruang rawat VIP untuk memulihkan kesehatannya. Kemungkinan besok paginya mereka sudah bisa kembali kerumah.
"Siapa namanya sayang?" tanya mama Nabila saat menggendong bayi laki-laki tampan anak Langit dan Nazia.
"Namanya Arion Ghaswan Fravash."
__ADS_1
Tamat
Maaf yaa,jika endingnya kurang puas 🙏