BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#Mulai Masuk Kantor.


__ADS_3

"Ada hubungan apa kalian di belakang Shafa.Kurang aj*r sekali kau Langit,ternyata lo bermain di belakang Shafa dengan wanita yang aku anggap dia bisa menyembuhkan luka hati ku.Nyatanya kalian sudah berkhianat."gumam Badai dengan mengepalkan tangannya merasa geram dengan pemandangan yang dia lihat di pagi ini.


Sungguh tidak pernah dia sangka jika ternyata Langit masih di tabiatnya yang sudah melekat di dirinya dengan sebutan play boy.


Badai mencoba mengatur nafasnya yang memburu saat melihat adegan demi adegan yang tak pernah dia sangka.


Langit yang sempat memeluk tubuh Nazia dan mengecup kening wanita itu juga.Disaksikan oleh bi Esih yang terlihat sangat jelas mendukung apa yang mereka lakukan.


Tok tok tok..


"Masuk." ucap Badai dengan nada datarnya.


Ceklek.


Pintu kamar Badai pun terbuka lebar menampilkan sosok cantik dengan senyuman manisnya masuk ke dalam kamar Badai.


"Pagi tuan," ucap Nazia saat melihat sang tuan muda duduk di samping kasurnya.


"Hemm.." jawab Badai dengan tanpa ekspresi.


"Kenapa dia,apa dia marah karena aku kemarin nggak kerja?" batin Nazia.


Namun,dia tak ambil pusing dengan apa yang di lakukan tuannya saat ini.Nazia melangkah menuju kamar mandi dan menyiapkan perlengkapan mandi sang tuan muda.


Setelah selesai dia pun keluar dan melihat Badai yang berdiri menggunakan tongkatnya di depan jendela kamarnya.


"Tuan,airnya sudah siap." ucap Nazia


"Siapkan baju saya untuk pergi ke kantor,taruh di tempat tidur dan kamu bisa bersiap untuk ikut dengan saya."ucap Badai melangkah perlahan ke arah kamar mandi.


"Ma_maksud tuan,saya ikut dengan tuan ke kantor gitu?" tanya Nazia dengan wajah terkejut.


"Saya kan bilang kemarin,kalah saya akan mulai ke kantor hari ini.Kamu ikut karena,kamu masih di bawah perintah saya ,kamu masih di butuhkan oleh saya." ucap Badai masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan kencang membuat Nazia terkejut.


Setelah menyiapkan beberapa keperluan milik Badai,Nazia keluar kamar Badai.


Saat akan ke paviliun dia berpapasan dengan Nabila yang keluar dari dapur.


"Zia,Badai mana?" tanya Nabila melihat Nazia yang keluar kamar Badai namun,Badai tidak bersamanya.


"Taun Badai sedang mandi nyonya,saya suruh bersiap buat ikut tuan Badai ke kantor." jawab Nazia dengan menundukkan kepalanya.


"Ke kantor,memangnya dia nggak papa ke kantor.Kamu ikut kan?" tanya Nabila khawatir.


Nazia mengangguk mengiyakan ucapan Nabila.Melihat Nazia mengangguk mengiyakan Nabila merasa sedikit lega karena Badai ada yang mengawasi tentang kesehatannya.

__ADS_1


"Ya sudah,bersiaplah.Nanti sekalian kamu sarapan bareng kita." ucap Nabila pada Nazia.


Nazia mengangguk dan langsung berlalu ke paviliun untuk mengganti pakaiannya.


...****************...


"Pagi mah," ucap Langit pada Nabila yang sudah duduk menunggu kedua putranya untuk sarapan.


"Pagi nak.." jawab Nabila.


"Pagi mamah,Lang.." sapa Badai yang berjalan pelan ke arah mereka.


Melihat penampilan Badai yang menggunakan baju yang biasa buat ke kantor,membuat Langit mengernyitkan dahinya.


"Lo mau kemana?" tanya Langit saat ini Badai duduk di hadapannya.


"Mau ngantor lah,mau kemana lagi.Mulai hari ini gue mau ngantor." ucap Badai dan menyeruput kopinya.


"Kekantor,Lo yakin sudah pulih Dai?" tanya Langit dengan memasukkan sendok berisi nasi goreng ke mulutnya.


"Yakin,kan ada Zia yang ikut ke kantor." jawab Badai .


Uhuk uhuk uhuk


Langit mendengar jika Nazia ikut ke kantor pun mendadak dia tersedak. Apalagi setelah melihat penampilan istrinya yang sudah berdiri di samping Badai.


"Langit,kamu ini.. pelan-pelan kalau makan.Kenapa bisa kesesakan gitu sih.." ucap Nabila menepuk punggung Langit pelan.


Nazia yang melihat suaminya tersedak dan terlihat wajah suaminya memerah rasa nya tak tega.


"Lo ini kenapa sih,baru juga gue bilang bawa Zia ke kantor Lo kesedak gimana gue bilang ngajak Zia ke pelaminan,yang ada Lo kejang-kejang kali.." sindir Badai dengan senyuman miringnya .


"Nggak lucu Lo,kan Lo tahu Zia punya laki.Mau jadi pembinor Lo !!"ucap Langit dengan nada tinggi.


"Langit,Badai ,sudah !" lerai Nabila.


"Kenapa kalian malah ribut.Kayak mah rebutin Nazia aja.Kalian juga nggak bakal bisa dapetin Zia ,dia kan bini orang.Aneh kalian..sudahlah,Zia sekalian kamu sarapan.Nanti saat di kantor pastinya kamu akan riweh karena Badai pastinya akan sibuk." ucap Nabila dengan menyuruh Nazia sarapan.


Nazia pun duduk di samping Badai.Antara Langit dan Nazia pun tak jarang mereka saling curi pandang,kelakuan mereka pun tak luput dari perhatian Badai.


"Zia,saya sudah selesai.Kamunikut saya sekarang!" ucap Badai dengan nada datar.


"Ba_baik tuan." jawab Nazia dengan tergagap.


"Mah,aku berangkat dulu.Lang gue duluan." ucap Badai.

__ADS_1


"Hemm.." jawab Langit dengan singkat tanpa melihat lawan bicaranya.


"Hati-hati yah,Zia..tolong ingatkan Badai kalau dia terus memaksa.Dia butuh istirahat yang cukup.Jangan lupa obat dan keperluan dia selalu kamu perhatikan.Sekarang kamu bukan sekedar perawat namun, saat ini kamu asisten pribadi Badai.Kamu ngerti kan Zi?" tanya Nabila pada Nazia.


"Baik nyonya." jawab Nazia dengan menundukkan kepalanya.


Badaipun melangkah perlahan keluar dari rumah dan melihat supir kantor yang sudah standby di pos satpam.


"Pak Yusuf,kita berangkat." ucap Badai pada supir kantor


"Baik tuan muda." sahut Pak Yusuf yang langsung bergerak cepat untuk melaksanakan tugasnya.


......................


Selama perjalanan,Badai dan Nazia tak ada pembicaraan apapun. Keduanya masih berkutat dengan pikiran masing-masing.


Nazia terus saja memperhatikan kondisi jalanan.Gedung-gedung tinggi terpampang nyata di pandangan Nazia.


Rasanya dia ingin mengakhiri semuanya dengan cepat. Ingin meminta ijin untuk kembali ke kampung.Walaupun hidup dengan penuh kesederhanaan namun,jiwanya rasa tenang.


Drrrrrttt Drrrttt


📞 Bibi Calling...


"Bibi.." batin Nazia.


Dengan segera dia menerima panggilan itu.


"Assalamualaikum bi," ucap Nazia saat panggilan telepon itu dia angkat.


"Wa'alaikumsalam Naz,ya Allah nak..ini benar kamu. Alhamdulillah,kamu sudah ketemu suami kamu kan,kata Esih kalian sudah tinggal satu rumah.Kata Esih juga,kalau sebenarnya Langit itu majikan dia. Apa benar begitu Naz?"


"Bibi,tanya nya satu-satu.Naz,Naz bingung jawabnya." ucap Nazia dengan nada sedikit manja.


"Kamu ini,tinggal jawab saja.Bibi sama paman kamu sangat cemas.Tapi,Langit sempat telepon paman mu kok.Dia bilang sudah menemukan kamu ." ujar sang bibi.


"Nah itu bibi tahu,bibi nggak usah khawatir.Insyaallah Naz akan kembali lagi waktu dekat ini."


"Naz,ikuti suami mu.Nggak baik kalau kalian terpisah.Apalagi bibi dengar suami kamu begitu sibuk di sana.Untuk usaha suami kamu disini,paman kamu juga mengawasinya." ujar sang bibi.


"Usaha,usaha apa maksudnya,mas Lang_maksudnya dia nggak pernah bicara apapun." ucap Nazia dengan sedikit bingung dengan pembahasan sang bibi.


"Kamu memang nggak tahu soal bengkel,warung sembako,usaha beberapa usaha suami kamu di sini." terang sang bibi.


Nazia memanglah belum tahu jika Langit punya beberapa usaha di kampungnya dan dia pun mengingat bahwa kalau para preman kampungnya itu selalu bersama Langit.Apa mereka ada sangkut pautnya dengan usaha Langit.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2