
Malam harinya di rumah Langit, terlihat Nazia yang duduk di ruang tamu seperti tak tenang.
Apalagi dengan keadaan hujan deras dan suaminya belum juga kembali.
Walaupun memang pernikahan mereka di katakan tidak didasari dengan perasaan cinta.Namun,bagi Nazia Langit tetaplah suaminya yang perlu dia cemaskan.
Apalagi dia tahu bahwa kepergian Langit bersama para preman yang selalu buat resah kampung halaman nya.
Tak lama kemudian terdengar samar-samar suara motor yang berhenti di depan rumah sederhana itu.Rasa takut Nazia makin jadi.Apalagi dia tak tahu siapa di luar sana dan dia takut akan mati lampu lagi seperti malam naasnya waktu itu.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat Nazia tersadar dari lamunannya.
DOR DOR DOR
Suara gedoran pintu semakin membuat Nazia takut.
"Woiii...buka ,ini gue Langit !!"
Teriakan Langit dari luar membuat Nazia merasa lega karena ternyata suaminya yang pulang.
Dengan cepat Nazia membuka pintu rumahnya dan benar saja Langit berdiri di depan pintu dengan kondisi basah kuyup.
"Ya Allah ,mas kamu kenapa basah kuyup gini ?!" ucap Nazia dengan mata yang membulat dengan keadaan suaminya yang benar-benar sudah kedinginan.
"Lo nggak but* kan kenapa gue bisa basah kuyup,Lo bisa lihat dari mata empat Lo itu,jelas-jelas hujan deras gitu !!" sentak Langit mendengar ucapan Nazia yang menurutnya omongan orang bod*h.
"Buka pintunya,gue mau masukin motor gue ke dalam " ucap Langit dan kembali mendekati motornya untuk memasukkan nya ke dalam rumah nya.
Nazia pun tanpa pikir panjang dia langsung ke dapur memanaskan air untuk mandi sang suami.Tak lupa dia pun langsung membuat teh hangat untuk suaminya.Nazia membawa secangkir teh dan sebuah handuk dan menunggu Langit memasukkan motor nya ke dalam rumah.
"Ini handuknya,baju kamu bisa di buka dulu.Minum teh hangatnya,aku siapin air panas buat kamu mandi." ucap Nazia.
Tanpa membantah Langit pun menuruti apa yang Nazia katakan.Tak lama sepuluh menit kemudian Nazia kembali menghampiri suaminya.
"Airnya sudah siap,kamu mandi dulu.Aku panasin sayur buat kamu makan." terang Nazia melangkah menuju dapur.
__ADS_1
Langit masuk ke dalam kamar nya dan langsung menuju kamar mandi.Dia mengguyur tubuhnya dengan air hangat yang di siapkan Nazia.
"Untung juga punya bini,ada yang siapin keperluan rgue.Tapi, gue nggak cinta sama dia."gumam Langit sembari mengguyur tubuhnya dengan air.
Sedangkan Nazia sibuk menyiapkan makan malam yang memang sudah lumayan malam.Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Langit keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sudah segar dan juga bersih.Nazia melihat wajah Langit dengan tanpa sadar dia mengagumi ketampanan suaminya itu.
"Nggak usah terpesona gitu,gue tahu gue ganteng." ucap Langit meledek Nazia dan membuat Nazia salah tingkah.
Nazia pun akhirnya dengan cepat mengambil nasi untuk Langit guna mengurangi rasa kikuk karena kepergok sudah mengagumi sosok suami dadakannya itu.
"Nyebelin," gerutu Nazia dengan mencebikkan bibirnya.
"Gue denger Lo ngomong apa ,gue nggak budeg," ucap Langit santai dengan menerima piring yang sudah terisi nasi.
"Ihhh..kenapa sih kamu itu nyebelinnya berkali-kali lipat dari kemarin-kemarin,buat aku kesel saja ," ucap Nazia dengan geram melihat tingkah suaminya yang menyebalkan.
"Nggak usah drama, sekarang duduk dan makan lah.Lo belum makan kan sedari tadi,jangan sampai Lo sakit yang ada nanti gue kena marah sama paman Lo itu." ujar Langit melirik kearah Nazia.
Nazia pun akhirnya duduk di seberang Langit,mengisi piringnya dengan sedikit nasi dan lauk.Mereka pun akhirnya makan bersama dalam keheningan.Hanya terdengar suara hujan di malam yang begitu syahdu.
Drrrrrttt Drrrttt
📞Mama Calling...
Melihat panggilan telepon dari sang mama akhirnya Langit mengangkat panggilan dari mamanya.
"Langitttt... akhirnya kamu angkat telepon mama,kamu apa kabar nak,mama kangen banget sama kamu." ucap Nabila saat Langit mengangkat panggilan darinya.
" Ck..mama,bisa nggak kalau nanya satu-satu.Langit bingung mau mana dulu yang Langit jawab." ucap Langit mendecak mendengar partanyaan sang mama.
"Apa beratnya tinggal kamu jawab pertanyaan mama satu-satu."protes Nabila dari seberang.
"Mama,kabar Langit baik.Mama pasti sehat kan,kalau mama tanya kangen sama mama atau nggak,yang jelas Langit kangen mama. Jaga diri mama jangan sampai buat aku khawatir, apalagi Langit nggak ada di dekat mama." ujar Langit dengan menyesap nikotin yang ada di tangannya.
"Kamu ini, kalau kamu deket sama mama juga nggak selalu sama mama.Kamu lebih sibuk di luaran sama teman-teman kamu.Ini akibatnya kakek kamu berbuat seenaknya sama kamu." ujar Nabila dengan menggebu.
__ADS_1
"Yang penting mama baik-baik saja,aku bukan anak manja seperti Badai yang selalu nurut apa kata kakek tua itu.Aku Langit,anak Erlangga Fravash nggak akan pernah bisa seenaknya di perintah sama kakek tua itu." ucap Langit dengan nada songongnya.
"Mama percaya,kamu bisa mandiri dan mama juga percaya kamu nggak akan kelaparan kalaupun kakek kamu benar-benar tidak memberikan uang sepeser pun sama kamu.Perlu kamu tahu,mama berharap kamu cepat bisa pulang ke sini nak.." ucap Nabila dengan menahan isakan nya.
"Semoga aku bisa cepat menemukan siapa yang sudah terlibat dengan kematian papa mah," ucap Langit serius.
"Mama percaya sama kamu, yang penting kamu harus hati-hati.I Miss son..." ucap Nabila.
"Miss you too my Queen." jawab Langit.Lalu mematikan panggilan telepon bersama mamanya itu.
Di diambang pintu Nazia mematung mendengar ucapan Langit,begitu manis.
"Hehh..ngapain Lo di situ,nguling?!" bentak Langit saat membalikkan badannya ternyata Nazia ada di ambang pintu membuat Langit sedikit terkejut.
"Ahh..nggak kok,aku cuma lihat kalau-kalau kamu pergi lagi." ucap Nazia beralasan.
"Kenapa kalau gue keluar lagi?" tanya Langit dengan memicingkan matanya.
"Yah nggak papa ,cuma ini sudah malam,apalagi hujan deras juga." jawab Nazia dengan lirih.
"Hemm,masuk lalu tidur..!!" ucap Langit masuk ke dalam rumah dan langsung ke dalam kamar.
Saat Nazia yang menyusul Langit ke dalam kamar melihat Langit mengambil bantal untuk dia bawa ke ruang tamu.
"Mas,aku mau bicara.." ucap Nazia dengan menyebut Langit dengan panggilan mas.
"Kayak ada yang lain deh, ohh iya ..Lo panggil gue apa "Mas", boleh juga panggilan Lo," ucap Langit dengan senyuman sinisnya.
"Emang masalah kalau aku panggil kamu mas,aku rasa biar lebih sopan saja.Begini, sebaiknya kamu tidur di kamar sini saja,kita kan suami istri bagi aku nggak masalah kan?"
Langit mendengar ucapan Nazia pun menyipitkan matanya dan menatap dengan intens.
"Kamu,mau menggoda ku." tuduh Langit membuat Nazia melotot menatap suaminya itu.
Nazia menggelengkan kepalanya dengan cepat.Dia menghela nafas panjang.
"Kalau nggak mau juga nggak masalah, yang jelas aku tahu dan aku paham posisi aku sekarang sudah jadi istri kamu.Walaupun nggak ada cinta antara kita berdua." ucap Nazia dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Langit tersenyum samar mendengar ucapan Nazia,apalagi saat melihat tingkah Nazia yang dia anggap begitu menggemaskan.
Bersambung.