
Perjalanan menuju mansion keluarga Fravash membutuhkan waktu satu jam lebih karena memang jalanan yang macet.
Mobil yang di kendarai Langit sudah terparkir di garasi.Dia melangkah masuk ke dalam mansion. Sunyi,kesan yang tersaji saat Langit masuk ke dalam.
Dia melonggarkan sedikit ikatan dasinya.Bukannya langsung masuk ke kamarnya,malah dia berjalan ke arah paviliun.
Dengan langkah perlahan,dia melihat sekeliling paviliun yang terlihat sunyi.
Tepat di depan kamar Nazia,Langit mengetuk pintu kamar itu.Tak butuh waktu lama untuk menunggu, pintu itu pun akhirnya terbuka.
Ceklek..
Pintu terbuka menampakkan sosok wanita dengan balutan daster tanpa lengan membuat Langit sedikit terkejut.
"Mas Langit." gumam Nazia lalu melihat sekeliling kamarnya.
Langit yang melihat istrinya yang terlihat tak tenang pun akhirnya angkat bicara.
"Kamu ngapain ,nggak ada orang tenang saja.Aku lelah.." ucap Langit menerobos masuk ke dalam kamar Nazia.
"Tapi mas,kenapa kamu nggak kekamar kamu.Kenapa malah kesini?" tanya Nazia dengan menutup pintunya tak lupa juga menguncinya.
Terlihat Langit sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang tidak terlalu lebar itu.
"Aku lelah Naz ," ucap Langit mendudukkan dirinya di pinggiran tempat tidur.
"Iya,aku tahu.Tapi kenapa...
"Ssstttt..kenapa kamu bawel sih sekarang.Aku kan suami kamu,nggak papa kan aku tidur disini.Apa yang salah coba?" tanya Langit dengan nada polosnya.
"Iiihhh..mas ini,kalau mas mau tidur disini memang nggak masalah kalau bi Esih yang lihat.Tapi, kalau yang lain tahu..bisa berabe kan,mereka belum tahu hubungan kita.Bahkan mas juga nggak ada niat buat ngomong sama semuanya kan soal hubungan kita.Jadi, aku nggak mau nanti di bilang gatal atau kecentilan sama orang-orang lho.." ucap Nazia dengan panjang lebar.
"Taulah,aku mau tidur capek.." ucap Langit cuek dan kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Nazia menghela nafas panjang.Melihat tingkah suaminya yang masa bodo.Dia mendekati Langit dan merendahkan tubuhnya dengan bertumpu pada lutut nya.Dia mulai membuka sepatu yang masih melekat di kaki suaminya
Menyadari ada seseorang di bawah Langit pun langsung menoleh pada Nazia yang sedang membuka tali sepatunya.
"Heiii..kamu sedang apa sih,kenapa mesti berlutut gitu,bangun !" ucap Langit dan langsung meraih lengan istrinya dan mencoba untuk membuatnya berdiri.
__ADS_1
"Lagian mas masih pakai sepatu jadi aku buka."ucap Nazia.
Langit menghembuskan nafasnya dengan kasar."Kamu kan bisa ngomong Naz,bukan sampai seperti itu juga." protes Langit yang meneruskan kegiatan Nazia barusan mencopot sepatunya.
"Mas mendingan mandi dulu,aku siapin air mandi dulu." ucap Nazia .
Langit pun mengangguk mengiyakan.Rasanya memang dia perlu sedikit berendam air hangat supaya bisa merilaks kan tubuhnya.
Walaupun kamar pembantu,kamar Nazia di fasilitasi dengan air panas dan juga berfungsi AC.
Tak berapa lama,Nazia pun keluar dari kamar mandi.
"Sudah mas,sini pakaian kotornya aku taruh di keranjang.Aku ambilkan pakaian kamu di tempat gosok dulu." ucap Nazia.
Langit pun menanggalkan pakaian dan langsung ke kamar mandi untuk segara berendam.
Nazia pun mengambil pakaian kotor milik Langit dan melangkah ke arah rumah utama. Lumayan juga jaraknya namun,Nazia harus mengambil baju untuk suaminya.
"Zia,kamu mau kemana?"
suara bi Esih menghentikan langkah Nazia.
"Astaghfirullahal'adzim bi, aku kira bibi sudah tidur." ucap Nazia dengan mengelus dadanya karena terkejut.
"Nazia mau ambil pakaian ganti mas Langit bi, sekalian aku taruh ini ke cucian motor .Sekalian mau ambil teh hangat sama cemilan yang bisa buat ganjel perut mas Langit.
"Owhhh..bibi temani,kamu ambil baju den Langit di keranjang biru dan ambil beberapa buat ganti di kamar kamu.Biar bibi yang panasin makanan sama buat teh." ucap Bi Esih.
"Jadi ngerepotin bi Esih kalau gitu,maaf ya bi..,"ucap Nazia tak enak hati.
"Kamu ini ada-ada saja,bagaimanapun suami kamu majikan bibi.Sudah sama ambil bajunya , langsung ke kamar. Buar makanannya nanti bibi anter ke kamar kamu." ucap Esih.
"Terimakasih bi," ucap Nazia dengan menggenggam tangan bi Esih.
...****************...
Nazia pun menuruti perintah dari Bi Esih.Walaupun di hatinya ada rasa tak enak hati dan juga rasa was-was setiap Langit ada di kamar Nazia.
"Kamu kenapa Naz,kok ngelamun gitu?" tanya Langit yang tiba-tiba sudah ada di depan Nazia.
__ADS_1
Nazia pun terkejut lalu menoleh pada laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu.
"Mas kapan keluar dari kamar mandi,kok aku nggak tahu,"ucap Nazia dengan sedikit gugup.
"Kamu ini kenapa,karena kamu ngelamun..kamu nggak akan sadar kalau aku sudah keluar dari kamar mandi sedari tadi." ucap Langit duduk di samping Nazia.
"Maaf mas,aku..aku kurang fokus saja.Bibi sudah kesini belum,tadi katanya mau ambil makanan buat kamu." ucap Nazia dengan salah tingkah.
Melihat gelagat istrinya itu membuat Langit tersenyum.Nazia memang tipe orang yang mudah panik.
"Ssstttt..sudah,kamu coba tarik nafas,tahan sebentar lalu hembuskan perlahan." ucap Langit dengan menggenggam tangan sang istri.
Nazia pun melakukan apa yang di katakan Langit barusan.Benar saja,kalau dirinya sudah merasa lebih baik.
Suara ketukan pintu kamar membuat keduanya sama-sama melihat arah pintu.
"Biar mas saja,kamu duduk saja." ujar Langit dan melangkah mendekati pintu dan membukanya.
Ternyata bik Esih yang mengantarkan makanan untuk Langit.Setelah mengambil makanan yang diantarkan bik Esih Langit masuk kembali ke kamar dan meletakkan nya di nakas.
"Mas makan dulu lah,Naz ke kamar mandi sebentar." ucap Nazia beranjak dari tempat tidur dan melangkah ke arah kamar mandi.
...----------------...
Malam kian larut.Sesaat tadi,Nazia keluar dari kamar mandi,dia melihat Langit yang sedang duduk diatas tempat tidur dengan memangku laptop dan perhatiannua penuh dengan menatap layar laptopnya.
"Mas lembur?" tanya Nazia mendekati sang suami.
Langit mengalihkan pandangannya ke arah sang istri seraya tersenyum." Ada kerjaan sedikit,kamu sudah ngantuk..tidur saja."ucap Langit.
Nazia pun mengangguk dan naik keatas tempat tidur.Dia merebahkan tubuhnya di samping suaminya. "Jangan terlalu larut kerjanya,jaga kesehatan mas.." ucap Nazia lalu dia memiringkan tubuhnya memunggungi suaminya.
Langit melirik kearah Nazia yang memunggunginya.Dia pun tersenyum tipis lalu menutup laptopnya dan langsung merapihkan nya .
Langit merebahkan tubuhnya di samping Nazia dan langsung memeluk tubuh istrinya itu dari belakang.
Nazia yang belum terlelap tidur dia merasakan tangan kekar itu melingkar di perutnya membuat tubuhnya menegang.
"Tenanglah sayang,aku hanya ingin memelukmu seperti ini.Aku lelah,aku ingin mengakhiri semuanya.Aku harap semuanya cepat berakhir." ucap Langit dengan menghirup aroma tubuh istrinya yang membuat jiwanya serasa begitu tenang.
__ADS_1
Nazia mendengar ucapan Langit pun mengerutkan dahinya.Apa maksud suaminya,apa suaminya sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
Bersambung