
"Ikut saya..!"
Tangan Esih di tarik oleh seseorang yang tiba-tiba menghadangnya.
"Ny_nyonya,ada apa ini.Saya mau menyelesaikan pekerjaan saya." ucap Esih pada orang yang tidak lain tidak bukan adalah Nabila ibu dari Langit dan Badai.
"Itu bisa nanti Esih,saya mau kamu jujur sama saya.Tolong katakan dengan jujur tentang apa yang baru saya dengar.Apa hubungan Nazia dengan Langit.Apa saya nggak salah dengar kalau Langit dan Nazia itu suami istri.Kenapa bisa,apa yang sebenarnya terjadi.Kenapa kalian bohongi saya.Terutama kamu Esih,saya percaya sekali sama kamu,kenapa kamu tipu saya..jelaskan Esih !"
Nabila mencecar Esih dengan berbagai pertanyaan dan dia pun menganggap Esih membohongi dirinya.
"Ma_maafkan saya nyonya.Saya benar-benar tidak bohong.Saya pun baru tahu kalau mereka sebenarnya sudah menikah.Mereka menikah di kampung saya." jawab Esih dengan menundukkan kepalanya.
"Jadi, sebenarnya kamu sudah kenal dengan Zia,lalu suami yang di maksud Nazia itu Langit,anak saya."
"Benar nyonya,den Langit mengatakan bahwa dia sudah menikah dengan Nazia.Den Langit pun baru cerita kesaya saat dengar kalau Nazia hilang dan Naz pergi ke Jakarta untuk mencari den Langit.Ternyata Naz mengalami musibah perampokan dan Dokter Vano yang menolong Nazia.Akhirnya nyonya menjadikan Nazia perawat den Badai.Den Langit pun bersyukur karena Nazia sudah aman dengan keluarga nya." ungkap Esih.
"Terus,Langit masih pacaran sama Shafa.Nazia gimana?dia memangnya nggak masalah,nggak cemburu?"tanya Nabila.
"Menurut Naz,dia sempat minta cerai dengan den Langit.Tapi, den Langit nggak mau menceraikan Nazia.Kalau untuk masalah non Shafa nyonya harus tanya dengan den Langit.Saya tidak tahu pastinya soalnya katanya ada satu misi untuk menyelamatkan keluarga ini."ungkap Esih pada Nabila.
"Nyonya,maaf apa nyonya tidak menerima Nazia menjadi menantu nyonya.Secara Nazia gadis desa dan juga dia yatim piatu." ucap Esih.
"Ya Allah,dia yatim piatu .Terus,selama ini dia hidup dengan siapa di kampung?"
"Dia hidup dengan paman dan bibinya.Mereka sayang kok sama Naz,karena kesalah pahaman den Langit dan Nazia di nikahkan paksa.Tapi,saya salut pada keduanya,mereka menerima dengan ikhlas apa yang menjadi takdir mereka nyonya."ungkap Esih.
"Benar-benar anak itu, kenapa harus merahasiakan dari saya bi.Saya mama nya apa Langit nggak anggap saya lagi.Keterlaluan ." Nabila sangat kesal dengan sikap sang putra yang tak jujur padanya.
"Maaf nyonya,yang saya bilang tadi..jika den Langit belum bisa membongkar status mereka karena ada satu dan lain hal." ucap bi Esih.
"Ya Allah kenapa Langit selalu saja mementingkan kepentingan orang lain dari pada dirinya sendiri.Lalu mereka selalu kucing-kucingan kalau mau ketemu gitu?"
Esih pun mengangguk mengiyakan ucapan sang nyonya.
"Ya sudah,bibi saya harap awasi mereka.Saya nggak mau papa bertindak seenaknya lagi sama Langit."ucap Nabila
"Baik nyonya.Memangnya nyonya tidak marah dengan Nazia dan den Langit?" tanya bi Esih dengan ragu.
__ADS_1
Hahh
Nabila membuang nafasnya dengan kasar." Buat apa saya marah bi,saya lihat mereka pun sudah saling menerima.Saya kenal Nazia beberapa bulan ini pun dia anak yang baik dan sopan.Langit pun saya lihat dia nyaman dengan Nazia.Pantas saja saya lihat sama Shafa menjaga batasan ternyata sudah sold out.Sudahlah bi,nanti kalau ada apa-apa sama mereka kasih tahu saya saja.Saya berangkat ke Yayasan dulu." pamit Nabila pada Esih.
"Baik nyah, hati-hati di jalan." ucap Esih mengingatkan.
...****************...
Sudah satu minggu Langit yang masih terlihat lemas sedak demam seminggu yang lalu.
"Kamu sebenarnya sakit apa sih Lang,kakek lihat kamu kayak nggak sembuh-sembuh." ucap sang kakek saat mereka sedang menyantap sarapan mereka.
"Aku masuk angin saja kek, nggak perlu repot-repot khawatir sama aku." ucap Langit dengan nada dingin.
"Siapa juga yang khawatir sama kamu,sedangkan kamu nggak pernah khawatir sama kakek.Bahkan selama ini kakek sakit pun kamu mana pernah mau tahu ,setidaknya kamu tanya kabar atau sekedar tanya soal pengobatan yang sedang kakek jalani,Badai saja yang kemarin masih tahap terapi masih sempat menanyakan kakek,tapi kamu mana..nggak berguna."
Ucapan Sameer yang panjang kali lebar itu membuat Langit sangat geram.Dia memegang sendok dan garpu yang ada di tangannya dengan erat.Rahangnya mengeras menahan emosinya.
"Papa !" pekik Nabila mendengar ucapan papa mertuanya itu.
"Stop Nabila,kamu nggak perlu repot-repot bela anak kurang aj*r ini.Ingat posisi kamu !!"bentak kakek Sameer.
Langit membanting garpu juga sendok yang dia pegang dengan cepat dia pun berlalu dari tempat itu.
Melihat suaminya yang tidak baik-baik saja Nazia dengan reflek mengejar suaminya itu.Nazia khawatir karena keadaan suaminya belum sembuh benar.
"Mas Langit tunggu!!"teriak Nazia mengejar Langit dan mencekal lengan suaminya untuk menghentikan langkahnya.
"Lapas Naz !"pekik Langit dan menepis tangan Nazia dengan kencang sampai Nazia terdorong lumayan keras
"Awwsstt.." ringis Nazia yang hampir terjatuh namun,dia sempat berpegangan pilar.
Mendengar ringisan Nazia Langit pun tersadar dengan perbuatannya.
"Astaghfirullahal'adzim sayang !" seru Langit dan langsung melangkah mendekati Nazia ingin berusaha untuk memeriksa keadaan istrinya itu.
"Lepas mas,aku nggak bantuan kamu.Pergilah !"ucap Nazia dengan menepis tangan suaminya.
__ADS_1
"Maafin aku sayang,aku nggak ada maksud apa-apa.Aku nggak bermaksud nyakitin kamu.Maafin aku yah.."bujuk Langit.
"Mas Langit itu kenapa,mas harus sabar kan..mas kamu sudah melangkah sejauh ini.Aku tahu beban yang ada di pundak kamu sangat berat.Kamu harus melindungi semua keluarga kamu dari orang-orang licik itu,mas kamu harus kuat ," ucap Nazia dengan nada begitu lembut.
Sementara kedua orang yang sedang saling menguatkan itu tak menyadari jika ada seseorang yang terkejut dengan interaksi keduanya.Apalagi Langit tak segan-segan memeluk Nazia.
"Dasar pelakor kamu !!"
Tiba-tiba entah dari mana Shafa muncul dan saat ini ada di depan Langit dan Nazia.
"Shafa ," gumam Langit dan Nazia.
"Sini kamu pelakor,aku tidak akan pernah lepasin kamu.Sini kamu !!"
Shafa langsung hilang kendali menyerang Nazia dan menyeret tubuh Nazia.Langit berusaha mencegah Shafa berbuat kasar pada istrinya namun, tiba-tiba Badai secara spontan menarik lengan Langit dan langsung memberikan bogeman.
Bugh..
Bugh
Badai menghadiahi bogem mentah pada Langit.
"Mass !!" pekik Nazia saat melihat Badai menghajar suaminya.
"Anj**g Lo,ngapain Lo pukul gue gil* !" teriak Langit.
"Lo memang pantes dapet semua itu !"seru Badai dengan sinis.
"Sini Lo pelakor ,ikut gue ! Lo harus di kasih pelajaran !!" teriak Shafa menyeret Nazia keluar pagar rumah besar itu.
Satpam yang ada di sana bingung dengan keadaan yang kacau itu.
Dia berusaha menghentikan aksi Shafa namun, dia mengancam akan melakukan lebih buruk pada Nazia.
Sementara Badai dan Langit saling pukul satu sama lain
"Ya Allah den Langit ,den Badai berhenti.Ya Allah Nazia !!" teriak bi Esih
__ADS_1
Brakkk 💢
Bersambung