BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#Minta Jatah


__ADS_3

Sampai di lobby Perusahaan milik keluarga Fravash.Yusuf langsung keluar dari balik kemudinya dan membuka pintu dimana Badai duduk di dalamnya.


Sedangkan Nazia pun langsung keluar dari pintu lainnya segera berdiri di samping pak Yusuf.


"Silahkan tuan muda.." ucap Pak Yusuf memberikan jalan untuk Badai.


"Terimakasih pak," ucap Badai dengan nada ramah.


Pak Yusuf pun mengangguk dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.


Sementara itu Badai dengan perlahan melangkah masuk ke dalam lobby kantor Fravash Group di belakangnya ada Nazia yang ikut mengiringi langkahnya.


Para karyawan yang masih banyak yang berdatangan pun terlihat terkejut dengan kehadiran Badai yang tak mereka sangka akan kembali di kantor mereka.


"Selamat pagi tuan.." sapa Mio sang asisten.


"Selamat pagi Nio,semua sudah siap ?" tanya Badai melangkah ke arah lift.


"Semua siap sesuai dengan perintah anda." ujar Nio yang berjalan di samping Badai.


Mereka menunggu lift petinggi terbuka dengan posisi Nio dan Badai ada di depan Nazia.


Ting.


Pintu lift terbuka.Badai memberi jalan pada Nazia untuk masuk lebih dulu.Nia yang paham dengan kode dari badai pun masuk terlebih dulu ke dalam lift.Saat lift yang hampir saja tertutup rapat tiba-tiba terbuka kembali.


Sosok laki-laki dengan tampilan yang lebih santai dengan jas casual berwarna biru navy dengan dalaman kaos berwarna putih,celana slim fit berwarna hitam dengan sepatu kets putih.


Sementara di belakangnya seorang pria dengan setelan yang hampir sama.


"Selamat pagi tuan Badai,Pak Nio,nona Zia.." ucap orang yang tak lain adalah Exel asisten Langit.


Sementara Langit hanya dia dan berdiri di samping Nazia yang berada di belakang Badai.


"Pagi.." jawab Badai dan Nio hampir bersamaan.


Pintu lift pun tertutup.Di dalam peti besi itu hanya ada kesunyian bahkan terlihat mencekam.


"Langit,nanti kamu bawa semua pekerjaan yang belum selesai kamu periksa ke ruangan saya biar saya periksa." ucap Badai tanpa menoleh pada Langit yang posisinya ada di belakang Badai.


"Hemm.." jawab Langit dengan singkat.


Terdengar helaan nafas dari Badai sesaat Langit menyahut dengan nada irit bicaranya.


Nazia yang menatap lurus ke depan terkejut saat tangan kirinya tiba-tiba diremas seseorang.Reflek dia menoleh dan tersangkanya tak lain adalah suaminya sendiri.Langut hanya bisa menerbitkannya seringainya membuat Nazia melotot ke arahnya.

__ADS_1


Melihat reaksi sang istri tentunya membuat Langit gemas.Karena dia tahu pastinya Nazia sedang dalam keadaan takut ketahuan oleh Badai dengan kelakuan Langit saat ini.


Exel yang melihat gerak gerik Langit hanya bisa cuek seperti tidak terjadi apa-apa.


Ting.


Pintu lift terbuka dan Badai pun keluar di susul oleh Nio.Sementara Nazia pun berusaha untuk melepaskan genggaman tangan suaminya yang malah dengan sengaja Langit tidak lepas-lepas.


"Mass.." ucap Nazia namun suaranya tak terdengar karena memang hanya gerakan bibirnya yang menunjukkan ucapannya itu.


Jelas terlihat mimik wajah yang kesal.


Langit pun akhirnya dengan berat hati melepaskan genggaman tangannya pada tangan sang istri dan menghadiahi kerlingan mata genit dari suaminya.


"Apa-apaan dia ,kenapa suamiku jadi genit gini sih.Astaga, terlihat saja dingin,kaku dan tidak tersentuh namun,nyatanya sangatlah mesum.." batin Nazia melangkah mengikuti langkah Badai yang sudah sedikit menjauh.


Walaupun masih menggunakan tongkat penyangga,Badai sudah terlihat lebih terbiasa dengan kondisinya.


"Zia, kenapa langkah kamu lambat sekali?!" ucap Badai dengan nada lumayan kencang.


"Ma_maaf tuan,saking asiknya lihat ruangan yang kita lewati tadi jadi saya ketinggalan langkah tuan." jawab Nazia.


"Sudahlah,kamu ikut masuk ke dalam ruangan saya." ucap Badai menginterupsi.


...****************...


"Sekian dulu meeting kita kali ini. Terimakasih atas kerjasamanya untuk kalian semua.Apalagi saat saya tidak ada kalian masih tetap kompak dan dedikasi kalian semua penting untuk perusahaan ini.Apalagi di sini ada tuan Langit yang banyak membantu saat saya tidak bisa hadir di kantor ini selama beberapa bulan.Sekali lagi terimakasih selamat siang." ucap Badai saat menutup meeting pertamanya setelah lama tidak ke kantor.


"Maaf tuan,saya ijin ketoilet sebentar." ucap Nazia saat mereka sudah keluar dari ruang meeting.


"Oke,saya dan Nio ke ruangan saya dulu." ucap Badai


Nazia pun akhirnya mengiyakan perkataan sang boss.Dia langsung masuk ke dalam toilet yang ada di dekat ruang meeting.


Sementara di tempat yang sama tepatnya di ruang meeting yang sama dengan Badai tadi,Langit dan Exel baru saja keluar ruangan itu.


"Boss yakin buat stay dulu disini?" tanya Exel pada Langit.


"Hemm..,kita bahas nanti.Lo boleh pergi .Gue ada urusan."ucap Langit pada Exel.


Exel yang menoleh ke arah dimana Langit memandang seseorang yang baru saja keluar dari toilet.


"Hemm..pantes,okelah..have fun.Jangan lama-lama takutnya Badai curiga." ujar Exel.


Tanpa menghiraukan ucapan Exel Langit pun melangkah dengan langkah lebar ke arah Nazia yang melangkah menuju ruangan Badai.

__ADS_1


Tangan Langit langsung membekap mulut Nazia dan merengkuh tubuh sang istri.


Nazia terkejut dengan tindakan seseorang yang nekat melakukan hal tersebut.


"Eeemmmmmm..


Nazia mencoba memberontak berusaha melepaskan diri.Namun, seseorang membisikkan kata-kata yang membuat Nazia menghentikan aksinya.


"Ssstttt..ini aku sayang.." bisik Langit membuat Nazia diam tak bergerak.


Melihat reaksi Nazia yang sudah diam, Langit langsung membawa Nazia ke sebuah ruangan.


"Mas..kamu mau bawa aku kemana." ucap Nazia dengan lirih.


"Ikut saja.Tidak usah banyak tanya.." ucap Langit dengan tanpa menoleh pada sang istri.


Langit membawa masuk Nazia ke dalam ruangan kosong dan langsung menutup pintu ruangan tersebut dan menguncinya.


"Mas,apa yang kamu lakukan.Tuan Badai pasti cari-cari aku." ucap Nazia dengan wajah panik.


"Diamlah,aku bersamamu." ucap Langit dengan lembut.


"Aku rindu kamu sayang.." ucap Langit merengkuh pinggang ramping Nazia.


"Apa yang mau kamu la...mmmpptnnnttf..


Belum sempat protes lebih jauh Langit dengan rakus meraup bib*r manis yang candu baginya.


Nazia hanya bisa pasrah dengan apa yang Langit lakukan.Langit selalu berhasil membuatnya tak bisa menolaknya.


Pagu*an demi pag*tan dan saling membelit di dalam rongga mul*t dengan des**an dari pasangan halal itu membuat ruangan itu terasa semakin panas.


"Massss..jangan !" ucap Nazia saat mereka melepaskan ciu*an mereka.


"Kenapa ,aku ingin kamu sayang.Please.." ucap Langit dengan nada memohon.


"Mas,ini kantor.Nanti kalau aku di cari gimana? pasti kamu nggak akan cepet-cepet berhenti." ucap Nazia.


"Aku akan membuat sesingkat mungkin.Percayalah." bujuk Langit yang sudah terlihat berkabut.


Akhirnya Nazia hanya bisa pasrah dengan perkataan Langit.


Langit pun dengan cepat mengambil kendali untuk melakukan Quickie se* untuk pertama kalinya untuk mereka.


Sungguh tak habis pikir dengan kemesu*an Langit yang membuat Nazia geleng-geleng kepala.Apalagi Langit selalu berhasil membujuk Nazia dengan mudah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2