
Langit melangkah masuk ke dalam ruang rawat.Dia melihat sosok istrinya yang terlihat terbaring di atas brankar.
Langit menatap sendu wanita yang sudah mengisi hatinya.
Dia duduk di kursi dekat dengan brangkar.Tangannya terulur membelai pipi sang istri.
Langit pun membelai lembut rambut Nazia dengan penuh kasih.
Lanjut dia beralih ke tangan Nazia.Dia menggenggam tangan Nazia dan menciu*nya berkali-kali tak terasa air matanya kembali mengalir dari matanya.
"Maafin aku sayang,karena aku nggak bisa jaga kamu dan calon anak kita.Maaf..hiks hiks.."
Tumpah sudah air mata Langit,rasa sesak di dadanya semakin membuat dirinya susah bernafas.Berkali-kali dia mengucapkan istighfar.
Nabila yang melihat kejadian itu membuat dirinya ikut hanyut dalam keharuan yang tercipta di depan matanya.
Anak bungsunya saat ini sedang dalam keadaan dirinya yang sebenarnya.
"Kamu lihat dia,orang selalu menganggapnya sebagai anak yang tidak berguna.Dia yang terlihat berandalan,tak pernah mau menurut dengan aturan keluarga.Inilah dia yang sebenarnya.Dia yang terlihat kuat nyatanya dia adalah orang yang paling rapuh.Dia bersikap seperti apa yang kita lihat kemarin-kemarin hanya sebagai kedok." ucap Nabila langsung menyeka air matanya yang ternyata sudah tak bisa lagi dia bendung.
"Mah,apa yang Exel bilang tadi apakah benar?" tanya Badai dengan lirih.
Sedangkan Sameer masih belum merespon apapun yang dia lihat dan dengar saat ini.Jiwanya belum bisa menerima kenyataan jika anak yang selama ini dia sebut pembangkang dan tak berguna nyatanya dia yang selama ini menjadi pelindung keluarganya.
Nabila menghela nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.
"Iya,dia semenjak duduk di bangku SMA bahkan belum di SMA.Dia meminta seseorang yang dia kenal untuk menyelidiki semuanya.Termasuk masalalu kakek nya dulu." ucap Nabila jujur.
Sameer mendengar ucapan menantunya pun mengalihkan pandangannya ke arah Nabila.
"Apa maksud kamu ?" tanya Sameer sedikit meninggi.
__ADS_1
"Jangan keras-keras pah,lihatlah anakku dan menantuku sedang tidak baik-baik saja.Lihat putra bungsu mas Erlang yang tumbuh tanpa kasih sayang dan selalu di pandang sebelah mata.Dia harus istirahat,karena setelah Nazia terbangun,dia akan menghadapi sikap Nazia yang entah apa yang terjadi pada mereka."ungkap Nabila menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Siapa yang bersamanya?" tanya Sameer merubah bahasa yang lumayan enak di dengar.
"Nabila nggak tahu pah,yang jelas..dia dengan Exel selama ini dan tanpa bantuan orang dewasa atau bahkan orang yang berpengaruh dalam dunia bisnis atau pertemanannya.
"Ma_masss.." panggil Nazia yang baru saja membuka matanya.
Dia merasa tangannya di genggam dengan erat.Dia mengedarkan pandangannya di atas.Melihat plafon yang putih polos dengan suasana sejuk AC,dia pun melihat kesamping dan melihat sang suami yang tertidur.
"Mass.."panggil Nazia dengan lirih.Diapun membelai rambut Langit yang tertidur di samping Nazia dengan terduduk di kursi samping brankar miliknya.
Merasa ada sentuhan di kepalanya.Tangannya terulur dan menggenggamnya.Langit mendongakkan kepalanya menatap Nazia yang menatapnya dengan sendu.
"Sayang , akhirnya kamu bangun juga.Sebentar mas panggil dokter dulu." ucap Langit akan beranjak dari tempat duduknya.
"Lang,sudah..mama sudah panggil dokter jaga buat kesini."cegah mama Nabila.
"Akhirnya kamu bangun juga Zia, syukurlah."ucap Nabila membelai lembut rambut menantunya itu.
Nazia meringis kesakitan.Bagian perut bawahnya rasanya merasakan nyeri.Dia pun menilik bagian tubuhnya lecet-lecet,ada juga perban yang menutupi beberapa bagian tubuhnya.
"Mana yang sakit sayang,ini mana dokternya mah.." ucap Langit terlihat khawatir melihat wajah pucat Nazia terlihat menahan sakit.
Ceklek.
Pintu ruangan itu terbuka dan menampakkan sosok dokter dan juga satu suster masuk kedalam ruangan tersebut.
"Alhamdulillah akhirnya nona Nazia siuman juga.Apa yang anda rasakan saat ini?" tanya sang dokter dengan mengecek baberapa bagian tubub Nazia.Dari mata,mulut dan juga beberapa bagian tubuh yang terluka.
"Rasanya nggak karuan dok,terlebih perut bagian bawah saya.Apa yang sebenarnya terjadi dok?" tanya Nazia dengan penasaran.
__ADS_1
"Ya Allah semoga Nazia bisa ikhlas setelah mendengar kanyataan jika calon anak kami gugur." batin Langit.
"Ahh..itu,karena memang mungkin reaksi atau efek samping dari pengaruh obat biusnya sudah habis setelah tindakan kuret yang dilakukan sebelumnya nona." jelas sang dokter.
"Maksud dokter apa yah,kuret,memangnya saya kenapa dok,apa saya punya penyakit yang serius?" tanya Nazia semakin besar rasa ingin tahunya.
"Anda mengalami keguguran nona dan kami terpaksa harus melakukan tindakan kuret karena pendarahan anda terlalu banyak dan mengancam nyawa anda." jelas dokter tersebut.
"Ke_keguguran,saya keguguran,tapi saya tidak hamil dok,kenapa anda bilang saya keguguran.Dokter ini mengada-ngada yah..nggak mungkin saya keguguran dokter,mas..itu semua nggak bener kan,aku nggak hamil mas,anak aku nggak mungkin keguguran,nggak ,nggak mungkin.."
Nazia terus saja meracau dan Nabila melihat Nazia yang sedang terlihat syok tentu saja teringat saat dirinya kehilangan anaknya yang masih ada di kandungan saat mendengar suaminya tiada.
Langit langsung memeluk tubuh Nazia yang terlihat sangat rapih dan tak berdaya.Apalagi menerima kenyataan jika dirinya kehilangan calon anaknya.
Sementara Badai yang melihat Nabila juga tidak baik-baik saja,Badai dengan cepat menghampiri sang mama dan langsung memeluk tubuh mamanya yang terlihat menegang dan juga tidak bisa di pungkiri Badai bisa mengerti keadaan mamanya saat ini.
Kakek Sameer melihat menantunya yang terlihat syok juga dan juga pastinya jelas diingatannya manantunya pernah ada di fase dimana dia secara bersamaan kehilangan suami dan juga anak yang ada dalam kandungannya.
Mengingat omongan Exel pun dia teringat jika sumber dari masalah keluarganya adalah dirinya sendiri.
Sameer mengingat hal itupun rasanya tubuhnya terasa lemas dan tak mampu lagi menopang berat tubuhnya.
Dia dudukkan dirinya di sofa dan mengatur nafasnya yang mulai sesak.Dengan cepat Nio pun menghampiri bi Esih memberitahukan bahwa tuan besarnya juga tak baik-baik saja.
Sementara disisi Langit dia ber Istighfar di sisi Nazia.Reflek Nazia pun Istighfar mengikuti Langit.
"Apa benat mas,aku keguguran.Aku nggak tahu kalau aku hamil,maafkan aku yang nggak bisa jaga dia.Dia nggak ada gara-gara aku.Semua salahku mas,aku jahat mas.Aku menghilangkan dia,maafkan aku..hiks hiks.."
Nazia terisak meminta maaf pada suaminya dan membuat Langit semakin merasakan sesak di dadanya.Dia tak tega melihat istrinya yang menyalahkan dirinya sendiri.
"Sssttt..ini buka. salah kamu sayang,ini sudah ketentuan Allah.Ikhlaskan semuanya,Allah memberikan cobaan pada kita pasti ada maksud dan tujuan."ucap Langit seraya memeluk tubuh Nazia yang masih sesegukan.
__ADS_1
Shafa melihat keterpurukan dua orang yang sudah terikat oleh janji pada Allah rasanya sangat menyesakkan hatinya.Orang yang mulai dia sayang karena awal menerima Langit pun karena sebuah keisengan semata dan kenyataanya semua berbalin arah,awalnya dia yang berniat untuk memanfaatkan demi popularitas dalam dunia model nyatanya dia yang dimanfaatkan oleh orang yang dia kira setulus hati mencintai dirinya.
Bersambung