
Langit memperdalam ciu*an nya namun,Nazia masih diam tak merespon.
Langit melepaskan ciu*annya dan menatap Nazia dengan wajah yang sudah di selimuti kabut gai*ah.
"Buka bibi*mu,aku suamimu.Dari ujung rambut sampai ujung kaki kamu,halal bagiku.Aku berhak atas tub*hmu Naziaku." bisik Langit di dekat telinga Nazia dengan tangan Langit yang sudah terlihat berjalan membuka satu persatu kancing baju Nazia.
"Mas,ini salah. Kamu tahu,aku ingin kita melakukannya dengan saling mencintai bukan karena sekedar nafsu* ," ucap Nazia dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Tadi pagi, kamu pasti ingat kalau kamu tanya apa aku tahu kalau soal kewajiban sebagai suami.Makanya malam ini akan aku lakukan kewajiban aku sebagai suami dan akan ku berikan hak kamu atas diriku." ucap Langit.
"Lalu Shafa,apa dia akan tetap jadi kekasihmu?" tanya Nazia dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
Langit melihat Nazia yang menangis entah mengapa rasanya dia tak tega.Langit menarik tangan Nazia dan mengarahkan tubuh Nazia untuk duduk di atas tempat tidur.Langit menghapus air mata yang sudah membasahi pipi Nazia.
Nazia yang mendapatkan perlakuan manis itu tentu saja merasakan hati nya yang menghangat.
"Jangan seperti ini mas,aku takut..hiks..hiks .." ucap Nazia dengan tangis yang kian menyesakan dada.
"Kenapa kamu harus takut,kamu dan Shafa itu berbeda. Kamu istriku kedudukan mu lebih tinggi di bandingkan Shafa." ucap Langit.
Nazia mengernyitkan dahinya melihat wajah suaminya.
"Apa kamu nggak ada niat untuk mengatakan semuanya?" tanya Nazia pada Langit.
"Itu...
"Kenapa,kenapa kamu nggak mau mengungkapkan pernikahan kita ke keluargamu,apa karena aku orang miskin,apa karena aku orang kampung yang di bandingkan dengan Shafa seorang model sangat jauh berbeda.Aku sadar kalau aku jauh di bawah kriteria kamu.Makanya aku bilang, lepaskan aku.Kamh bisa bahagia dengan ...hemmohtnybpp
Langit membungkam mulut Nazia dengan bibirnya dan kali ini terlihat sangat rakus.Langit menggigit kecil bibir Nazia.Mulut Nazia spontan terbuka dan dengan mudah Langit melancarkan aksinya.
"Aku ingin meminta hak ku malam ini .." bisik Langit dan kembali menyerang Nazia.
Nazia mendengar permintaan Langit mendadak otaknya blank.
Meminta haknya,Langit suami nya dan dia berhak atas dirinya.
"Tapi mas aku..
__ADS_1
"Aku ingin kamu malam ini.. please.." ucap Langit dengan nada memelas.
Nazia menatap wajah Langit yang sudah terlihat sangat mendambakan dirinya.
"Berikan aku kesempatan untuk melakukan kewajiban ku." ucap Langit dengan suara yang terdengar begitu lembut.
Nazia menatap wajah suaminya.Menatap begitu dalam.Otaknya masih merasa ragu untuk mengiyakan permintaan Langit.Namun, tubuhnya sudah mengkhianati otaknya sendiri.Bagaimana pun mereka sudah menjadi suami istri.Tak salah jika mereka melakukannya.Bahkan pernikahan mereka yang hampir satu tahun.
Tak munafik jika dirinya ingin di perlakukan seperti istri pada umumnya.Namun,dia masih ragu dengan nasib pernikahan mereka.
"Apa yang kamu ragukan lagi?" tanya Langit dengan tangan yang sudah bergerak untuk melucut* kain yang menutupi tubuh nya.
"Mas,apa kamu yakin akan pernikahan kita?"
Pertanyaan Nazia membuat Langit menghentikan pergerakannya dan merebahkan tubuhnya di samping Nazia.
"Kamu menolakku?" tanya Langit dengan nada datar.
Nazia mendengar ucapan suaminya dengan nada yang menyiratkan kekecewaan.
"Bu_bukan begitu mas,aku takut.Aku takut kalau aku nggak bisa menggapai kamu.Aku takut kalau aku sudah benar-benar cinta sama kamu dan kamu ninggalin aku. Aku takut gagal mas..hiks hiks.."
Mendengar tangisan Nazia sontak Langit bangkit dari tidurnya dan duduk di samping Nazia.
"Heiii..aku bilang jangan menangis,kalau kamu takut aku ninggalin kamu,kenapa kamu memintaku untuk melepaskan kamu.Sebenarnya apa yang ada di otak kamu Naz?!" ucap Langit dengan suara yang sedikit meninggi.
"Aku nggak bisa berbagi mas,aku nggak mau dimadu.Aku tahu kalau aku istri pertamamu,namun..kalau kamu menikah dengan Shafa orang-orang tahunya Shafa istri pertamamu lalu aku..
"Ssstttt..aku kan bilang,buang jauh-jauh dengan pikiran negatif kamu tentang aku Naz." ucap Langit dengan tangan yang mengapit kedua belah pipi Nazia.
"Lalu aku harus menerima kenyataan kalau suamiku berselingkuh,kamu waras mas ?!" ucap Nazia dengan sedikit membentak.
"Aku punya perasaan mas,aku nggak sanggup lihat kamu selalu nempel sama perempuan itu.Aku nggak sudi dimadu titik !!" ucap Nazia dengan beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju kamar mandi.
Namun,baru dua langkah Langit sudah mencekal pergelangan tangan Nazia dan menariknya dan jatuh di atas pangkuan Langit.
"Mau dengerin aku,mungkin aku harus bilang sama kamu.Biar kamu juga nggak selalu salah paham soal apa yang aku lakukan dengan Shafa." ucap Langit dengan mendekap tubuh Istrinya di atas pangkuannya.
__ADS_1
"Mas mau cerita apa sebenarnya,apa ada satu rahasia yang mas sembunyikan?" tanya Nazia dengan nada menyelidik.
"Kamu ini,sabar dong sayang..mas mau cerita kan..," ucap Langit dengan menekan kata 'sayang'
"Sayang,sayang..kenapa panggil aku kayak gitu.Emang mas udah sayang sama aku?" tanya Nazia membuat Langit gelagapan dan langsung memalingkan wajahnya kearah lain.
"Kenapa,nggak bisa jawab.Apa memang hanya pura-pura." sambung Nazia dengan nada kesal.
"Siapa bilang nggak sayang,kalau aku nggak sayang mana mungkin aku marah kamu dekat-dekat sama Badai.Aneh nanya nya !" ucap Langit berbalik kesal.
"Kenapa kamu marah kalau aku dekat sama tuan Badai,dia sama aku kan nggak ada apa-apa.Terus aku juga nggak cinta sama tuan Badai.Karena aku...
"Karena aku apa ?" tanya Langit penasaran.
"Isssttt..kepo,kenapa kamu nggak jawab kenapa kamu bisa marah sama aku yang dekat sama tuan Badai,aaahhh...kamu cemburu yaah..?"tanya Nazia dengan nada menggoda Langit.
"Aaisstt..ngapain nanya kalau sudah tahu, kalau aku memang cemburu memangnya salah?"tanya Langit sewot.
"Lagian suami mana yang rela istrinya nempel-nempel sama laki-laki lain.Sialnya kakaknya sendiri." ungkap Langit.
"Hahaha..jadi suami aku cemburu sama kakaknya sendiri,gimana kabarnya aku, yang lihat kamu sama perempuan lain cipika cipiki pelukan di depan umum .Ngeselin tahu nggak ?!" ungkap Nazia.
Mereka saling pandang dan tersenyum "Jadi..??"tanya keduanya bersamaan.
"Sebenarnya ada rahasia apa mas,kamu bisa cerita sama aku." ucap Nazia.
Cup
Langit mengecup bibir Nazia singkat.
"Mas,mesum !" pekik Nazia pemukul bahu Langit pelan.
"Kenapa marah,ini semua sudah jadi milikku.Ingat itu..!" ucap Langit membuat wajah Nazia bersemu merah karena malu.
Langit memegang dagu Nazia dan menempelkan bi*irnya kembali.Kali ini bukan sekedar menempel namun melu*atnya.Nazia yang sudah beberapa kali mendapat perlakuan seperti itu pun mencoba membalas dengan apa yang Langit lakukan.Melihat usaha istrinya itu Langit tersenyum tipis dan seketika semangatnya kian bertambah.
Bersambung
__ADS_1