
Nazia mendorong kursi roda Badai ke arah taman dan mulai bersiap untuk menjalankan tugasnya untuk terapi berjalan Badai.
Saat membantu Badai untuk berdiri dari kursi rodanya tiba-tiba Nazia terhuyung ke depan karena tenaganya serasa hilang.Pikirannya pun tak fokus pada tugasnya kali ini.
"Astaghfirullahal'adzim.." ucap Nazia yang terhuyung ke arah Badai dan beruntung tangannya berhasil bertumpu di sisi kanan Badai jadi bisa menahan tubuhnya supaya tidak menimpa Badai.
"Zia,kenapa?" tanya Badai yang melihat tingkah Zia yang tak biasa.
"Kamu sakit,kalau kamu sakit hari ini..
"Nggak tuan,saya nggak papa.Saya cuma tadi sempat tidak fokus.Maaf." potongnya berdiri di depan Badai.
"Nggak fokus,tumben. Biasanya kamu fokus banget. Apalagi nyuruh saya cepet sembuh supaya kamu cepat pergi dari sini." ucap Badai dengan nada sinis.
Nazia tertunduk sambil menghirup udara banyak-banyaknya ke dalam paru-parunya.Rasanya sesak jika mengingat tujuannya yang ingin sekali menemukan suaminya.
Namun,siapa sangka jika Tuhan mempermudah usahanya untuk menemukan suaminya.Kenyataan tak seindah ekspektasinya.Nazia mengingat kalau ternyata suaminya mempunyai kekasih.
"Zia,Zi...Nazia !!" teriak Badai membuat Zia terkejut dan tersadar dari lamunannya.
"A_ah iya tuan,maaf saya lagi-lagi nggak fokus.Kita mulai sekarang saja,dari pada saya tambah nggak fokus lagi." ucap Nazia dengan gagap.
"Apa kamu yakin,kalau kamu nggak fokus..bisa bahaya buat saya." ucap Badai dengan memicingkan matanya.
"Insyaallah saya akan fokus saat ini." ucap Nazia dengan mantap.
"Hemm.." ucap Nazia dan tidak membuang waktu lagi membantu Badai untuk berdiri dari kursi rodanya.
__ADS_1
Tanpa keduanya sadari dari ruang dekat dapur ada dua orang yang melihat interaksi keduanya.
"Jadi begini kerjaan kamu Naz,apa maksud Badai,bilang kalau kamu memerlukan biaya untuk mencari seseorang.Apa itu aku,tapi kenapa kamu susah-susah buat cari aku.Sedangkan kenyataannya kalau aku sudah menjadi pengkhianat." batin Langit menatap lurus dimana dua orang yang menjadi pasien itu adalah kakak kandungnya dan yang menjadi perawatnya itu adalah istrinya.
"Langit,Lang...Langit !!" panggil Nabila pada Langit dan saat menatap sampingnya ternyata Langit sedang larut dalam lamunannya.
"Ck,dari tadi di panggil-panggil ternyata dia lagi ngelamun.Astaga,apa dia begitu bucin nya sama Shafa jadi bikin bengong gini.Baru saja Shafa pergi dia udah kayak orang beg*." gumam Nabila melihat putranya yang benar-benar sedang larut dalam lamunannya.
Plak 💢
Nabila memukul pelan bahu Langit membuat si empunya terkejut dengan aksi sang mama.
"Astaghfirullahal'adzim,mama !!" pekik Langit saat terkejut dengan tindakan sang mama.
"Ngelamun apa,baru saja di tinggal Shafa pergi sudah angau gitu,banyak berangan-angan.Tapi, kamu lihat kakak kamu itu kan Lang..kayaknya dia itu sangat mendengarkan apa yang dikatakan Zia.Apa kakak kamu diam-diam punya rasa sama Zia yah..?"
"Nggak mungkinlah.." jawab Langit dengan nada tinggi membuat sang mama mengernyitkan dahinya melihat reaksi putra bungsunya itu.
"Kenapa nggak mungkin, kan kita nggak tahu apa yang terjadi pada mereka selama ini.Kalau menurut mama,nggak ada masalahnya kalau Badai suka sama perawat Zia." ucap Nabila dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
"Tapi,Zia itu ..
"Zia kenapa ,orang nggak punya.Apa sih yang tidak mungkin di dunia ini.Kalau mereka sama-sama single bagi mama nggak masalah.Apalagi karena berkat Zia,Badai menjadi lebih punya semangat untuk sembuh." ucap Nabila exceted.
"Nggak bisa mah,Nazia istri Langit. Dia nggak bisa sama Badai. Nazia tidak bisa menikah sama Badai dia istri Langit.Kalaupun mereka menikah,Nazia harus sudah.." ucap Langitdi dalam hatinya.Langit menggelengkan kepalanya mengusir apa yang sedang terlintas dalam pikirannya.
"Lang,Lang,Langit..!" teriak Nabila memanggil Langit membuat dirinya geram karena Langit lagi-lagi melamun.
__ADS_1
"Langit Akhtar Fravash !!" bentak Nabila membuat Langit langsung memandang sang mama.
"Mama apa-apaan sih,kenapa mesti teriak, bentak-bentak Langit." protes Langit yang tersadar setelah mendengar suara mamanya yang begitu keras.
"Lagian kamu kenapa sih,mama jadi merasa aneh sama kamu. Apalagi setelah bertemu kakak mu juga perawatnya.Apa ada sesuatu yang kamu pikirkan,atau jangan - jangan kamu menyembunyikan sesuatu dari mama. Hayooo..?!"
"Apaan sih mah,tahulah ..!" bantah Langit langsung saja pergi meninggalkan mamanya dan tak peduli dengan panggilan mamanya yang memanggil dirinya.
Langit melangkah naik keatas ke arah kamarnya. Dia masuk ke kamarnya dengan menutup pintu kamar dengan membantingnya.
Brakk 💢
"Sial,kenapa aku jadi kesel sendiri melihat Badai sama Nazia.Apa yang sebenarnya terjadi dengan ku.Rasanya aku nggak rela lihat Badai terlalu dekat bahkan mereka terlihat sangat intim." gumam Langit dengan memandang arah luar tepatnya dimana Nazia dan Badai melakukan terapi berjalan.
Sialnya saat melihat sosok Nazia yang sedang sibuk menghapus peluh di wajah Badai.
"Nggak akan aku biarkan kalian selalu seperti ini,sial !!" Langit mengumpat keadaan yang saat ini dia rasakan dan pemandangan yang buat hatinya terbakar melihat interaksi Nazia dengan kakaknya.
Setelah selesai melakukan terapi,Badai pun membersihkan diri dan beristirahat. Sedangkan Nazia sibuk membantu bi Sarti menyiapkan makan siang.Nabila pun turut serta menyiapkan makan siang untuk mereka.
"Zia,bagaimana perasaan kamu bekerja dengan Badai,apa dia menyusahkan kamu?" tanya Nabila sembari mengupas bawang.
"Nggak kok nyonya,tuan Badai awalnya saja tidak menerima saya. Namun, saat saya mengatakan kalau saya butuh uang dan juga harus segera mencari keluarga yang hilang,saya juga sudah bersikap seperti memohon ke tuan Badai supaya membantu saya untuk cepat menyelesaikan pekerjaan saya." ungkap Zia dengan panjang lebar.
"Hahh..rasanya saya nggak percaya kalau kamu sudah berhasil membuat dirinya bangkit lagi. Terimakasih Zia.." ucap Nabila tulus.
Sedangkan para perempuan sibuk dengan racikan dan menu makan siang,Langit yang sedang berenang di kolam renang dengan berusaha mendinginkan hati dan pikirannya dengan susah payah.
__ADS_1
Pikirannya di penuhi oleh satu nama yaitu Nazia.Nama itu yang sekejap membuat hatinya tak tenang.Serasa di telanj*ngi di hadapan istrinya karena sebuah fakta jika Langit begitu tega dengan istrinya yang sedang susah payah mengumpulkan uang untuk modal dirinya mencari suami yang tak bertanggung jawabnya itu.Langut semakin merasa bersalah disaat melihat reaksi Nazia yang tidak langsung marah-marah dan membongkar rahasia tentang dirinya dan Langit yang sudah menikah.Ditambah sebuah fakta yang terkuak jika Langit memiliki seorang kekasih namun,Nazia memberikan reaksi santai dan hanya menyisakan sakit di hati Langit saat menatap wajah Nazia yang jelas-jelas kecewa dengannya.
Bersambung