BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#Sarapan Bersama


__ADS_3

Jam dua dini hari Langit pulang ke mansion milik Fravash dengan diantar oleh Exel.


"Mau ngapain Lo,sudah sana pulang!" ucap Langit mendorong tubuh Exel menjauh darinya.


"Gue mau bantu Lo masuk ke kamar.Lo memang yakin nggak butuh bantuan gue." ucap Exel dengan wajah khawatir.


"Gue nggak butuh bantuan Lo." jawab Langit dengan suara sedikit tersendat.


Langit pun langsung melangkah masuk dalam rumah.Dia berjalan dengan sempoyongan.Saat dirinya berdiri di bawah tangga dia menoleh ke kanan dan tatapan nya jatuh pada pintu belakang.


Dia melangkah menuju area paviliun. Dia terus melangkah sampai di depan pintu sebuah kamar. Dia menekan handle pintu kamar itu dan nyatanya pintu itu terkunci.


brakk ..brakk ..brakk..💢


Langit menggedor pintu kamar itu.Sementa Nazia yang baru saja selesai dengan sholat malamnya, dia langsung terkejut karena suara gedoran pintu kamarnya terdengar keras.


Nazia tak pikir panjang langsung membuka pintu kamar nya.


Ceklek.


Saat pintu kamar itu terbuka, pemandangan pertama yang Nazia lihat adalah sosok laki-laki yang sudah menjadi suaminya.


"Ma_mas Langit,kamu...


Belum juga menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja Langit menerobos masuk ke kamarnya dan langsung membungkam bibir Nazia dengan bibi* langit.


Nazia melotot kaget dengan ulah Langit padanya.Dia berusaha mendorong tubuh Langit menjauh darinya namun nihil.


Langit terus saja memaksa Nazia dengan mengigit bibi* Nazia dan reflek mulut Nazia terbuka dan dengan cepat Langit melanjutkan aksinya.


Dia memperdalam ciu*annya lida*nya mengobrak antik dalam mulut Nazia. Sementara Nazia dengan tenaganya mendorong tubuh Langit dan berhasil membuat Langit langsung melepas ciu*annya itu.


Plak..💢


Tamparan keras mendarat di pipi Langit.Nazia menutup mulutnya tersadar apa yang dia lakukan barusan.Sedangkan matanya sudah basah oleh air matanya yang sudah mengalir deras.


Langit menatap nyalang kearah Nazia,dia mengeratkan rahangnya menahan emosinya.


"Kamu berani menampar ku ,hah..!!" ucap Langit dengan tatapan matanya yang mengintimidasi.


"Ma_maaf ,apa yang kamu lakukan itu buat aku..


"Kenapa ,nggak suka di cium suami sendiri sementara kamu nggak nolak di peluk-peluk Badai.Kami suka sama Badai, ingat kamu istriku.Jangan pernah berfikir untuk lepas dari ku dan jangan buat aku murka.Jangan pernah buat aku marah dan akan berbuat kasar sama kamu !" ucap Langit dengan berbisik pada Nazia penuh penekanan.

__ADS_1


"Kenapa,kenapa kamu nggak mau menceraikan aku, sementara kamu sudah punya kekasih idaman kamu yang lebih dari segalanya.Kamu nggak perlu bertanggung jawab atas apa yang terjadi dulu.Anggap nggak ada,kamu talak aku sekarang,Lakukan sekarang..!" ucap Nazia memaksa Langit untuk melakukan apa yang dia inginkan.


Nazia memukul dada bidang Langit dengan tangisan pilunya.Langit mencekal pergelangan tangan Nazia dan menatap wajah istrinya itu begitu dalam.


"Dengarkan baik-baik,aku tidak akan melepaskan kamu.Jangan menangis,maaf.."ucap Langit menghapus jejak air mata Nazia dan berlalu begitu saja meninggalkan kamar Nazia.


Nazia menjatuhkan tubuhnya kelantai.Dia membekap mulutnya dengan erat.Dia takut jika tangisannya akan terdengar sampai luar kamar.


Sementara Langit setelah menutup pintu kamar Nazia,dia berhenti sejenak masih terdengar suara tangis Nazia namun samar.


Lalu dia pergi masuk ke rumah utama.


Sedangkan bi Esih yang sedari tadi tak sengaja melihat Langit masuk ke dalam kamar Nazia mencoba bertahan di tempat persembunyiannya sambil memantau kondisi sekitarnya.Dia tak mau jika Nazia dituduh telah macam-macam dengan Langit.Walaupun tak ada yang salah dengan mereka di dalam kamar berdua namun, hubungan mereka hanya dirinyalah yang tahu.


...****************...


Pagi hari Nazia ke dapur untuk membantu menyiapkan sarapan.


"Naz,kamu baik-buruk saja kan?" tanya Esih dengan berbisik pada Nazia.


Nazia menatap kearah bik Esih dan terlihat ada kecemasan pada wajah bik Esih.


"Aku baik-baik saja bi,nggak usah khawatir." ucap Nazia dengan senyum kecutnya.


Kali ini Nazia terkejut dengan ucapan Esih ternyata bik Esih tahu jika Anggit semalam masuk ke dalam kamarnya.


"Ng_nggak kok bi,bagaiman bibi bisa tahu?" tanya Nazia lirih.


Esih tersenyum tipis "Tenang saja,hanya bibi yang tahu.Ada apa-apa kamu bisa bicara sama bibi Naz." ucap Esih.


Nazia pun mengangguk sambil tersenyum tipis.Hatinya sedikit lega .


"Bi,Naz ke kamar tuan Badai dulu." pamit Nazia diangguki Esih.


Nazia masuk ke dalam kamar Badai dan ternyata Badai sudah bangun dari tidurnya.


"Selamat pagi tuan." ucap Nazia saat masuk ke dalam kamar Badai.


"Pagi Zi,hari ini saya ingin ke kantor apa kamu bisa bantu saya siapkan pakaian buat ke kantor?"


"Apa tuan yakin mau ke kantor.Apa nggak sebaiknya tuan konsultasi dengan Dokter Vano dulu.Bukan maksud saya lancang tuan, setidaknya saya sebagai perawat tuan pastinya akan bertanggung jawab atas diri tuan jika terjadi apa-apa."ungkap Nazia memberikan saran.


"Baiklah,kalau memang menurut kamu saya harus konsultasi dengan dokter Vano ,kamu bisa buat janji pada beliau?"

__ADS_1


"Baik tuan,sekarang tuan saya antar ke kamar mandi?"


"Saya rasa nggak usah Zi,saya ingin sekali mencoba pake kruk ke kamar mandi." ucap Badai.


"Tuan yakin?" tanya Nazia sedikit ragu.


"Kamu tenang saja,kamu masih bisa pantau saya." ucap Badai.


"Baik tuan."


Akhirnya Nazia menuruti kemauan Badai.Nazia hanya mendampingi Badai dalam usahanya untuk bisa berjalan lagi.


...----------------...


"Selamat pagi semua." sapa Badai saat bergabung dengan yang lain di meja makan.


Nazia melirik Langit dan di sampingnya ternyata sudah ada Shafa duduk disana.Ternyata pandangan Nazia tepat dengan langit yang juga memandangnya.


Nazia langsung mengalihkan pandangannya.


"Zi,mau kemana?"tanya Badai menghentikan langkah Nazia sesaat setelah menyajikan makanan untuk Badai.


"Saya mau ke belang sebentar tuan.Kalau tuan sudah selesai bisa panggil saya." ucap Nazia dengan sopan.


"Zia,kamu duduk di sebelah Badai.Sekalian sarapan sama-sama." ucap Nabila.


"Ah..tidak usah nyonya ,nanti saya sarapan dengan bi Esih dan yang lain." tolak Nazia.


"Menurutlah,duduk !" ucap Langit dengan nada dingin.


"Lang,jangan galak gitu dong.Maafin Langit ya Zi,dia memang begitu.Tapi,dia baik orangnya kok." ujar Shafa.


Nazia menatap wajah Langit.Terlihat Langit memberikan kode pada Nazia untuk duduk.Dengan terpaksa Nazia pun duduk bersama dan dalam keadaan canggung.


"Makanlah." ucap Langit menyerahkan piring yang sudah berisi nasi.


"Te_terimakasih tuan." ucap Nazia sedikit terbata.


"Kamu mau ini Zi,ini enak lho.. " tawar Shafa memberikan udang pada Nazia.


"Jangan,dia alergi !" seru Langit menahan tangan Shafa yang akan menaruh udang ke piring Nazia.


Melihat reaksi Langit membuat mereka yang ada di sana kaget dan Nazia melotot melihat tingkah suaminya itu.Langit tak sengaja dengan spontan mencegah Shafa yang akan memberikan udang pada Nazia.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2