
Nazia membalikkan tubuhnya menghadap suaminya.Langit yang sudah memejamkan mata pun akhirnya membuka matanya kembali.Melihat wajah cantik istrinya yang sudah ada di depan matanya.Rasanya begitu aneh rasa di hatinya.Apa dia sudah benar-benar jatuh cinta dengan sosok istrinya itu.
"Mas bisa cerita sama aku.Naz sekarang sudah jadi istri mu.Walaupun kita bisa menjadi suami istri karena keadaan.Aku harap mas tidak mempermainkan pernikahan.
"Siapa yang mempermainkan pernikahan, bukannya kamu yang dari kemarin bilang minta pisah- pisah saja. Dengarkan aku Naz,aku Langit Arkhan Fravash tidak akan pernah melepaskan kamu.Ngerti?"
"Lalu non Shafa,apa kamu akan mempermainkan perasaan gadis itu?" tanya Nazia.
"Awalnya aku memang menjalin hubungan dengannya karena aku rasa sudah jatuh cinta padanya sedari dulu,dari masa SMP. Dia kembali dengan membawa harapan buat aku menyatakan cinta sama dia namun,setelah aku berhasil membuat dia menjadi kekasihku,entah mengapa aku selalu ingat kamu.Aku pun serasa ada yang selalu melindungi ku saat Shafa mencoba untuk menggodaku.Lalu suatu hari orang-orang ku mengatakan jika dia adalah bagian dari musuh orang tuaku. Kamu tahu,musuh dari keluargaku ternyata sudah menargetkan dia untuk menjeratku." jelas Langit.
Nazia yang mendengar penuturan suaminya pun masih bingung.Musuh,keluarga suaminya punya musuh.Apa sekarang suaminya dalam bahaya.
"Mas,aku masih bingung dengan apa yang kamu jelaskan tadi,tapi..aku minta jangan kamu permainkan perasaan gadis itu terlalu lama.Kasihan,siapa tahu..dia nggak tahu apa-apa.Kali saja,semua yang di katakan padanya itu tidak yang sebenarnya.Aku takut,dia juga sebagai alat buat orang-orang yang menginginkan kehancuran keluarga kamu." ungkap Nazia.
Langit pun seperti berfikir.Awal mula dia menjalin hubungan dengan Shafa memang karena masa lalu mereka.Namun,saat dia tahu jika Shafa adalah keponakan dari musuh besar Keluarga nya pun membuat Langit menelaah perasaan pada Shafa.Mungkin karena merasa penasaran saja.
"Apa kejadian den Badai ada hubungannya dengan musuh keluarga kamu juga?' tanya Nazia membuat Langit menghela nafas panjang.
"Jadi benar,semua yang terjadi di keluarga kamu ulah musuh Keluarga kamu,ya Allah mas..jangan bilang kalau kamu pergi ninggalin aku karena masalah ini?" tebak Nazia dan Langit pun mengangguk.
"Mas kenapa nggak jujur,kamu tahu nggak..aku sudah berfikir buruk soal mas Langit.Maafin aku mas.." ucap Nazia malah membuat Langit terkejut.
"Naz, heiii..kamu nggak salah.Mas yang salah.Apalagi mas sudah mengkhianati pernikahan kita..mas nggak mau kehilangan kamu Naz,hanya kamu yang mas punya selain mama." ucap Langit memeluk erat tubuh Nazia.
Hanya Dia dan mamanya yang dia punya,bukannya Badai dan kakeknya juga masih ada batin Nazia terus saja bertanya-tanya.
"Mas,aku akan selalu mendukung kamu.Masih ada den Badai dan kakek juga kan," ucap Nazia dan langsung Langit menggelengkan kepalanya.
"Tidak,mereka tak pernah menganggap aku Naz,apalagi kakek.. melihat ku saja enggan.Hanya Badai cucu kesayangannya.Apalagi sejak papa nggak ada ,dia semakin membenciku.Semakin membuat aku merasa terbuang.Aku di bilang pembunuh karena papa dan nenek meninggal saat bersamaku." ungkap Langit menatap sendu wajah istrinya.
"Astaghfirullahal'adzim,sabar yaa..ada aku sekarang." ucap Nazia dengan senyum di bibirnya.
"Yah,aku beruntung bisa di buang di desa itu,aku juga bersyukur kita kena tanggap basah waktu itu,sampai kita di nikahkan paksa.Tapi,aku nggak terpaksa menjalankan pernikahan ini sama kamu.Kita mulai dari awal yah.."
__ADS_1
Ucapan Langit membuat wajah Nazia bersemu merah karena malu.
Nazia pun mengangguk mengiyakan permintaan suaminya.
"Sekarang istirahat,mas pasti capek." ucap Nazia dengan mengusap lembut wajah suaminya yang sudah terlihat di tumbuhi bulu-bulu.
" Aku nggak ngerasa capek kalau sudah lihat istri cantikku ini." rayu Langit.
"Eeehhh..kenapa,kenapa mas jadi ngegombal gitu.Siapa yang sudah bilang kalau aku modelan...hehhtttvvb
Belum juga menyelesaikan ucapannya mulut Nazia sudah di sumpel dengan bibir Langit yang sudah ******* rakus bibir merah alami itu.
Begitu hebat Langit membuat tubuh Nazia lemas seperti tanpa tulang.Rasanya tubuhnya layaknya seperti meleyot.
Awalnya Langit tak ingin melakukan penyatuan dengan Nazia dulu namun,kelaki-lakiannya tak kuat menahan godaan istrinya itu.Malam itupun terjadi malam kedua antara mereka.Namun,Langit masih bisa mengendalikan dirinya yang tak ingin menggempur habis istrinya.Nazia hanya bisa pasrah dengan kelakuan suaminya.Karena bagaimana pun suaminya punya hak atas istrinya.
"Terimakasih,maaf jika buat kamu lelah malam ini." ucap Langit dengan berbisik pada Nazia.
"Nggak papa,aku istrimu mas..kita istirahat yaa..nanti aku mulai kerja lagi." ucap Nazia.
Nyaman,saat mereka sedang memposisikan diri mereka seperti saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi menyapa,Nazia dan Langit pun sudah menunaikan ibadah nya.
Namun,Langit masih enggan kembali ke kamarnya.
"Mas,nggak boleh tidur lagi.Mas kalau mau tidur bisa di kamar mas.." ucap Nazia dengan menarik tangan Langit untuk bangun dari tempat tidurnya.
"Mas males yang,sini dulu..aku butuh mood booster penguat daya tahan tubuh di hari melelahkan ku nanti." ucap Langit menarik tangan Nazia sampai dia pun tak bisa menolak dan mendekap tubuh suaminya juga.
"Kamu harus bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat,tapi..harus hati-hati.Aku akan selalu mendoakan kamu dan juga selalu mendukung kamu." ucap Nazia.
__ADS_1
Cup .
Nazia tanpa rasa malu pun langsung mengecup bibir Langit singkat.
"Apaan tuh?" tanya Langit dengan menaik turunkan alisnya.
"Maassss..!" rengek Nazia.
Langit pun langsung menyambar bib*r ranum itu dan melum*tnya rakus.Beberapa detik kemudian dia melepaskan ciu*an itu.
"Itu baru amunisi sayang,oke aku keluar.Ingat kamu harus bisa jaga jarak sama Badai." ucap Langit dengan mengecup wajah Istrinya dengan gemas.
Bukkk💢
"Ihhh..mas nih," Nazia memukul dada bidang Langit .Kesal dengan tingkah Langit yang selalu curi-curi ciu*an sejak tadi.
"Candu sayanggg.." ucap Langit dengan mode manja.
Nazia hanya menggeleng gelengkan kepalanya lalu mendorong tubuh suaminya keluar dari kamarnya.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat Langit keluar dari kamar Nazia.Dia mengepalkan tangannya.Dadanya turun naik. Dia menatap tajam dua orang yang terlihat sedang sembunyi-sembunyi.Terlihat kedua orang itu pun saling melempar senyum dan nyatanya disana ada orang yang begitu di percaya oleh keluarganya Fravash untuk mengurus keperluan keluarga itu.
Bersambung
Nazia
Badai Arya Fravash
__ADS_1
Shafa