BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#Menyelami dan memahami


__ADS_3

"Aku ikhlas memberikan hak mu malam ini mas.." ucapan yang baru saja Langit dengar itu membuat Langit terpaku melihat wajah putih bersih dan wangi tubuh Nazia yang membuat damai hati Langit.


"Sent*h aku mas.." bisik Nazia membuat Langit tersadar dari lamunannya.


Mata keduanya saling beradu pandang.Langit menatap wajah Nazia dengan penuh keteduhan.


Rasanya bagaikan mimpi yang tak pernah Langit bayangkan.


Langit mendaratkan ci*man di bib*r Nazia kembali.Kini keduanya larut dalam suasana saling *******.


Otak Langit mendadak blank dan tak menyangka jika istri polosnya cepat memahami apa yang dia harus lakukan.


Tangan Nazia tak tinggal diam.Tangan halusnya sudah berusaha membuka kancing baju Langit satu demi satu sampai tangan halus itu mendarat di dada bidang Langit dan mengusap halus.


Langit yang mendapatkan perlakuan manis dari Nazia tak pikir panjang langsung saja menyobek kain yang menempel di tubuh Nazia.


Dia tak peduli dengan suara Nazia yang sempat protes namun,dengan cepat dia bungkam lagi dengan bibirnya.


Langit menangkup kedua bongkah melon yang begitu ranum dan menggoda. Dia kupas tuntas pelindung yang masih menempel di kulit putih itu.Terpampang jelas melon itu yang membuat Langit langsung memandang penuh damba.


Sementara Nazia sudah bereaksi dengan begitu hebat.Tangan kekar itu mulai mengolah buah melon dengan begitu lihai.Sementara mulutnya pun tak bisa tunggal diam .Langit begitu rakus menyicipi melon yang begitu manis sepanjang hidup Langit.Keduanya larut dalam suasana syahdu malam itu.Di tambah hujan lebat yang tiba-tiba turun menyamarkan suara nyanyian merdu kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu.


Jari jari Nazia menari menyusuri jalanan penuh dengan coretan sebuah tinta yang mengekspresikan perasaan si empunya.


"Apa ini sakit?" tanya Nazia di sela kegiatan mereka.


"No,hhhhh..." leng*h Langit saat Nazia meraba bagian dada sampai bawah pusarnya.


"Kamu menantangku nona.." geram Langit langsung mengungkung tubuh Nazia.


"A_aku cuma mau tahu,apa buat tatto itu sakit?"tanya Nazia dengan meraba bagian kiri dada Langit sampai di lengan tangan kiranya yang sudah penuh tato.


"Kamu kenapa,kamu takut hemm?" bisik Langit dengan mendaratkan kecupan di bibir Nazia.


"A_aku..


"Percaya sama aku,relaks..aku yakin kamu bisa." bisik Langit.

__ADS_1


Langit pun langsung kembali melancarkan aksinya setelah beberapa kali Nazia mencoba mengacaukan malam itu.


Setelah berpacu untuk ke tiga kalinya mereka melakukan penetr*si kini Langit memberikan serangan pada gorong-gorong yang sudah terlihat banjir.


Nazia tak bisa menahan suara merdunya lagi.Malam itu memberikan pengalaman pertama dan juga rasa yang berbeda.Begitupun dengan Langit.


Dia begitu memuja pesona istrinya yang tersembunyi di balik kaca mata tebal dan juga rambut yang selalu dulu dia kepang.


Langit mulai mengarahkan basoka nya ke gorong-gorong yang begitu sempit dia terobos.Tiga kali percobaan membuat Langit makin penasaran.


"Awwwstt mas,kenapa nggak masuk-masuk sih..sampe sakit gini.Aku takut...." ucap Nazia meringis kesakitan padahal baru bertemu antara pintu dan ujung basoka.


"Sabar sayang, gorong-gorong kamu sempit banget.Basoka ku nggak bisa tembus kedalam.Kamu pake pelindung berapa lapis sih.."


Ucapan-ucapan absurd keduanya membuat suasana menjadi lebih relaks.


"Lagian punya basoka gedong banget gitu ,gorong-gorong ku kan memang sempit."ocah Nazia.


Langit sedikit memaksa untuk bisa basokanya mendarat di tempat yang tepat.Saat ujung basoka sudah mendarat dengan tepat,Langit langsung mendorong basokanya masuk sampai ada yang meledak di dalam sana.


"Aaaaa...massss!!" pekik Nazia saat gorong-gorong nya benar-benar berhasil di serang oleh pasukan basoka milik Langit.


Tangannya beberapa kali mencakar dan bahu dan dada dan punggung Langit.Sementara Langit mengusap air mata yang sempat mengalir di sudut mata Nazia dan mengecup kening kedua mata Nazia.


"Maaf sayang, tenanglah..setelah ini aku yakin kamu nggak akan rasain sakit lagi seperti tadi." ucap Langit mencoba menenangkan Nazia.


Nazia hanya bisa mengangguk pasrah.Langit pun meneruskan tugasnya untuk melakukan tanggung jawabnya.Sementara Basoka yang tertanam pun mulai menyesuaikan rumah nya.


Kedua insan itu pun mulai merasakan nyaman penyatuan itu dan terhitung berapa kali Nazia melalui fase pelepa*an sementara Langit pun sama.


Bagi Langit tub*h Nazia adalah candu baginya dan beberapa kali dia melepaskan tembakan turbonya ke dalam rahim hangat istrinya.


Semalaman Langit tidak membiarkan Nazia istirahat.Entah mengapa dia begitu menginginkan Nazia terus dan terus.


Jam tiga malam Langit baru menyudahi permainan mereka dan berakhir dengan mereka tertidur saling berpelukan.Rasa bahagia yang dirasakan Langit tak bisa dia utarakan.


Jam lima pagi Langit terbangun saat mendengar alarm ponselnya.

__ADS_1


Langit melihat wajah wanita yang ada di dekapannya.Dia menatap wajah polos itu dan mengecup pucuk kepala istrinya itu.


Nazia membuka matanya dan menyunggingkan senyuman manisnya.Rasa malu saat mengigat kejadian semalam yang begitu panas antara keduanya. Nazia menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Terimakasih sayang."ucap Langit mengecup kening istrinya.


"Hemmmm.." jawab Nazia yang masih bersembunyi.


"Kenapa malu sih,kita sudah jadi satu.Dengerin aku..kamu harus percaya sama aku. Jangan pernah berpikir aku akan menduakan kamu .Suatu saat aku akan mengatakan semuanya tapi,bukan sekarang.Aku harap kamu mengerti." ucap Langit.


"Tapi,jujur sama aku.Kamu sama dia apa pernah..


"No! aku sama dia cuma sebatas genggam tangan saja. Kalaupun ada kalanya dia mancing-mancing sih.." ucap Langit dengan melirik kearah Nazia.


Nazia yang mendengar penuturan suami nya sontak dia mengerucutkan bibirnya.


"Tapi aku nggak tergoda yang,apalagi aku sudah tahu kalau aku punya istri penuh pesona lebih dari dia."goda Langit.


"Gombal..isstttt.."


Nazia merasa perih di bagian bawah sana karena perbuatan suaminya yang benar-benar membuat dirinya tak bisa berjalan.


"Sakit yah, sorry..buat hari ini kamu nggak usah kerja.Biar aku yang handle Badai.Nanti kamu akan di bantu sama bi Esih." ucap Langit.


"Tapi mas,kalau nyonya tanya gimana?" tanya Nazia.


Pletak


Langit menyentil kening istrinya karena gemas.


"Nggak perlu khawatir soal mama,biar aku yang tangani. Masukkan nomer ponsel kamu.Kamu bisa hubungi mas kalau ada apa-apa atau butuh apapun.Jangan bandel.Sekarang kita mandi setelah itu mas keluar dari kamar ini." ucap Langit.


"Tapi...


Langit menatap tajam Nazia dan itu membuat Nazia terdiam dan menuruti perintah suaminya.


Padahal Nazia tak tahu akal bulus Langit yang nyatanya di dalam sana Langit kembali meminta haknya kembali membuat Nazia cemberut dan kesal di buatnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2