BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
Keluar Rumah Sakit


__ADS_3

Hari ini Nazia di perbolehkan untuk pulang dari Rumah Sakit.


Dia tetap tak mau bertemu dulu dengan Langit.


Yusuf pun di tugaskan untuk mengantarkan Nazia ke rumah kontrakan yang memang sudah di sewa oleh Teguh selama mereka tinggal di Jakarta.


"Kenapa kita nggak langsung pulang ke kampung saja paman?" tanya Nazia saat mereka sudah ada di dalam mobil.


"Langit melarang kamu pulang dulu ke kampung." jawab Teguh.


"Kenapa,dia kan tahu aku nggak sendirian pulang kampung.Ada paman sama bibi."


"Dia bilang , pulang kampungnya nungguin dia." ucap Rahma


"Kenapa begitu sih, ngeselin.." ucap Nazia kesal dengan tingkah Langit.


"Bagaimanapun dia ,Langit suami kamu Naz.Semua yang dia lakukan untuk kesehatan kamu dan keselamatan kamu.Dia peduli dan khawatir sama kamu." ujar Rahma.


"Kenapa harus khawatir,aku nggak sendirian bibi.Lagian dia juga sibuk dengan segala urusannya dengan keluarganya."


"Makanya dia suruh kamu disini, sampai urusan mereka selesai dan kita bertugas untuk menjaga kamu." ucap Teguh.


"Terserahlah,semau dia." ucap Nazia acuh.


Teguh dan Rahma hanya bisa geleng-geleng kepala.Sementara Yusuf yang baru tahu sifat Nazia yang sebagai istri Langit jauh berbeda dengan sifatnya saat ada di kediaman Fravash.


Mereka turun dari dalam mobil yang sudah terparkir di halaman sebuah rumah minimalis dia lantai yang terlihat sangat sederhana.


"Rumah ini seperti di kampung ya pak," ucap Rahma melihat sekeliling rumah itu.


Rumah dengan di dominasi oleh kayu seperti di kampung pada umumnya.

__ADS_1


"Silahkan Zi..maaf nyonya Zia,ini rumah yang tuan Langit siapkan untuk anda beristirahat." ucap Yusup memberikan jalan untuk mereka masuk ke dalam rumah itu.


"Terimakasih pak Yusuf, sepertinya bapak nggak perlu manggil saya ada embel-embelnya nyonya segala." ucap Nazia.


"Wahhh mana berani saya nyah.."


"Harus lah pak Yusuf,apa aja tapi..jangan nyonya.Saya juga nggak tahu saya akan jadi istri Langit berapa lama lagi." ucap Nazia.


"Husshh..Naz,jaga omongan kamu.Ngomong dengan kata baik-baik maka akan kembali baik juga pada kita ."ucap Rahma mengingatkan keponakanya itu.


"Maaf bi,mulut kadang kelepasan." jawab Nazia santai.


Teguh dan Rahma hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Silahkan neng, ini kamar untuk neng Zia." ucapa Pak Yusuf membuka salah satu kamat yang menjadi kamar utama rumah itu.


"Terimakasih pak," jawab Nazia.


"Boleh pak." jawab Teguh.


"Kamu istirahat ya nak," ucap Rahma.


'Baik bi."jawab Nazia.


...----------------...


"Pak Yusuf,Nazia sudah keluar Rumah Sakit?"tanya Esih saat pak Yusuf masuk ke dalam dapur kediaman Fravash


"İya sudah,sesuai arahan den Langit saya ke sana" ucap Yusuf.


"Syukurlah" jawab Esih yang merasa bersyukur karena Nazia. sudah kembali dari Rumah Sakit.

__ADS_1


"Pak Yusuf,bagaimana keadaan Nazia ?" tanya Nabila yang tiba-tiba muncul di sampingnya.


"Eh..nyonya,neng Nazia Alhamdulillah sudah pulang dan sudah menempati rumah yang den Langit siapkan." ucap Yusuf pada majikannya itu.


"Alhamdulillah, walaupun sebenarnya saya ingin dia tinggal disini.Tapi,itu sudah menjadi keputusan Langit apalagi melihat semua kejadian yang sudah menimpanya." ucap Nabila


"Sabar nyonya,Naz gadis yang baik.Dia juga istri yang baik.Walaupun pernikahan mereka awalnya karena terpaksa nyatanya mereka bisa saling menerima.Maklum nyonya,Nazia sudah banyak menderita selama ini.Todak punya orang tua,teman pun hanya Rini yang dia punya,punya pacar pun akhirnya mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari.Lalu setelah itu menikah paksa dengan den Langit,di tinggal pergi sama den Langit walupun kembali ketemu dan berusaha saling menerima.Lalu terlibat dengan masalah keluarga ini,itu berat buat Naz nyonya." ungkap Esih


Nabila mengangguk mendengar penuturan Esih.Sementara tak jauh dari sana ada seorang yang mendengar penuturan Esih pun ikut prihatin.Namun,kenapa Langit tidak pernah membahas soal Adiyaksa pada nya.Apa sebenarnya yang di rencanakan Langit.


...----------------...


Di sebuah Caffe dia orang yang saling duduk berhadapan masih dengan sikap diam.


"Bicaralah,apa yang akan kamu bicarakan.Aku nggak ada waktu banyak," ucap laki-laki yang menatap wajah wanita di depannya dengan tatapan dingin.


"A_apa kamu benci sama aku Lang,apa nggak pernah ada rasa cinta di hati kamu buat aku?' tanya wanita yang tak lain adalah Shafa.


Langit yang ada di hadapannya menghela nafas dalam dan menghembuskannya dengan perlahan.


"Sha ,aku pernah mencoba untuk memberikan cinta ku di awal kita bersama.Tapi, kamu seperti acuh dengan ku.Lalu,kamu perhatian dengan ku hanya demi projects modeling kamu atau kepentingan kamu sendiri.Semekin lama aku berpikir dan mencari tahu kenapa? kamu tahu apa jawabannya? karena kamu nggak cinta sama aku dan kamu terlalu egois untuk kesenangan kamu sendiri .Satu lagi fakta yang membuat rasa itu pergi,kamu cucu dari Adiyaksa.Walaupun bukan cucu kandung tapi, aku tahu betul sepak terjang seorang Adiyaksa.Terakhir,karena aku sudah mengkhianati pernikahan aku dengan Nazia.Dia İstri yang baik,tapi..aku sudah mengkhianati pernikahan kita.Aku minta kesempatan kedua untuk memperbaiki rumah tangga ku Sha ,dia dengan ikhlas menerima ku.Tapi,entah sekarang ...dia benci dengan ku karena kehilangan calon anak kita.Padahal dia tahu aku juga kehilangan.Dia meminta aku mengembalikan dia ke kampung dan aku nggak akan bisa melepaskan dia Shafa.Cinta ku smaa Nazia sudah terlalu dalam."ungkap Langit pada Shafa.


Mendengar penuturan Langit hati Shafa terasa sakit.Rasanya dia baru sadar jika dirinya sama sekali tak berarti apa-apa buat Langit.


"Sha,kamu bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari aku.Lebih dari segalanya dari aku.Kamu pun pasti nggak jahat seperti kakek kamu .Kalau kamu sadar,kamu adalah pion yang di pasang buat hancurin kami Sha,apalagi mereka tahu kalau aku kekasihmu dan Badai yang juga mencintai kamu." ungkap Langit.


"Ma_maksudnya apa Lang ,kamu jangan ngada-ada.Badai itu kakak kamu dan aku...


"Shafa sadar atau tidak kamu begitu dekat dengan Badai dari dulu ,anak SMA yang selalu memberikan kamu coklat dan juga jepitan rambut untuk mu adalah Badai.Badai kakakku." terang Langit


Shafa menutup mulutnya mendengar penuturan Langit.Dia tak menyangka ternyata kakak adik dari keluarga Fravash memang sejak lama sudah dekat dari dulu.Selama ini Shafa hanya fokus dengan Langit.Karena memang dulu Langit yang terlihat sangat membutuhkan teman di banding Badai.Shafa ingat sekarang Badai yang dulu selalu siap menggendongnya saat dia lelah berjalan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2