
Rini yang mendapat pesanan kue yang jarang di pesan para penduduk desa akhirnya dia langsung ke rumah Nazia.
"Assalamualaikum Naz !!" teriak Rini dengan suara cempreng nya.
"Wa'alaikumsalam,ini bukan hutan Rini main teriak-teriak saja.Sini masuk !" ucap Nazia membuka pintu rumahnya mempersilahkan sahabatnya masuk kedalam rumah.
"Hehehe sorry Naz,saking exceted nya.Eh, kamu bisa buat cake yang rumit nggak?" tanya Rini dengan serius menatap wajah sahabatnya.
Nazia menatap balik sahabatnya mengernyitkan dahinya.
"Kenapa memang nya?" tanya Naz penasaran.
Rini membenarkan posisi duduknya dan mulai bersiap membuka suara.
"Aku punya pesanan membuat kue. Tapi, ini belum pernah di order orang kampung sini." ujar Rini malah sedikit ragu untuk menyampaikan nya pada Nazia.
"Cake apa,pengantin,ulang tahun atau apa?" tanya Nazia bingung.
"Aku pengen pesen slice cake." ucap Rini.
"Slice cake,slice cake apa, lemon, strawberry atau apa ?" tanya Naz bingung.
Wajah Rini mulai berubah menjadi lebih ceria dan mulai semangat.
"Ah,yang enak apa ?" tanya Rini balik.
"Semua enak,slice cake lemon enak kok," ujar Nazia memberi usul.
"Oke ,boleh kamu buatin satu loyang yang spesial.Kira-kira berapa biayanya?" tanya Rini biar dia tak asal kasih harga.
"Aku beli bahannya dulu kalau gitu ." ucap Nazia memberikan usulan.Karena memang belum ada yang meminta Nazia membuat slice cake seperti yang Rini pesan.
"Okelah,nanti kita hitungan setelah selesai."ucap Rini akhirnya.
Akhirnya Rini dan juga Naz ke pasar yang ada di kabupaten untuk mencari bahan-bahan untuk membuat slice cake.
Setelah menempuh perjalanan lumayan jauh karena memang tempat atau desa mereka sangat jauh dari perkotaan.
Tiga puluh menit mereka sudah menyelesaikan belanja nya ,lalu langsung kembali ke desa.Perjalanan ke Kota kurang lebih satu jam.
Sebenarnya desa mereka dengan desa lain itu saling berdekatan dan juga ramai .Namun, memang disana kebanyakan hanya di dominasi oleh petani dan peternak.
__ADS_1
Untuk anak mudanya pun kebanyakan merantau ke Ibu kota kalaupun tidak merantau ke ibu kota meraka akan bekerja di wilayah Kecamatan atau Kabupaten kota.
Sampai di rumah, Nazia langsung mengeksekusi cake lemon yang dia harus buat.Kebetulan hari ini konveksi libur karena pesanan sudah habis dan boss mereka pergi ke kota untuk mengantarkan pesanan klien yang sudah jadi.
Warung sembako daerah Desa Naz itu jarang hanya ada toko sembako milik Mba Denok dekat dengan rumah Nazia yang lumayan lengkap.Kalau untuk memenuhi kebutuhan penduduk untuk makan ada hasil kebun sendiri kalau untuk telor atau ayam mereka menjual di rumah yang mempunyai peternakan.
Setelah beberapa jam berlalu Slice cake pesanan dari Langit sudah jadi.
"Taraaa, akhirnya selesai juga !!" seru Nazia merasa bahagia karena akhirnya pekerjaan nya selesai juga.
"Wow, perpekto nomero uno,aaaaa...makin sayang aku sama kamu Naz ,bestie..!!" heboh Rini yang melihat hasil karya sang sahabat.
"Walah..lagu mu Rin,mendingan wes ra usah sok Inggris gitu.." celetuk Nazia membuat Rini cemberut mendengar ucapan sahabatnya.
"Yeyy, emang kenapa, aku ini lagi belajar buat bisa ngomong Londo,karena kita harus merubah perekonomian keluarga kita Naz.."ujar Rini.
"Lahhh opo ngaruhe karo kamu ngomong Inggris yang belepotan bin ngawur mu sama memajukan taraf perekonomian keluarga,dasar ra nyambung." seloroh Nazia dengan mendorong pelan kepala Rini.
"Eeehhh..ono lah Naz,kamu tahu kan orang yang nempatin rumahnya bik Esih.Uhh, dia ganteng nya maksimal tahu.Siapa tahu bisa jadi gebetan." ngarep Rini.
Mendengar perkataan Rini sontak membuat Naz terkejut.Apalagi dengan kata-kata sanjungan untuk orang yang dia anggap nggak banget.
"Ealaaahhh..dasar katar*k kamu yo,orang kayak gitu kamu bilang keren, ganteng,matamu siwer,naweng." enak Nazia pada sahabatnya.
"Kamu itu ada masalah apa sih sama kak Langit,kayaknya sensi banget?" tanya Rini heran dengan sikap sahabatnya itu.
"Ra ono,aku sebel wae karo dekne kakean polah lan sombonge Nau'zubillah ( Nggak ada, aku cuma sebel saja saat kelakuannya, sombongnya Nau'zubillah)." ungkap Nazia dengan wajah sinis mengingat kembali tampang sombong Langit.
"Wes lah sak karepmu,sekarang cake nya aku bawa pulang.Tadi kamu hargai 200rb kan?"
"Iya,ya udah sana.Semoga suka yaa..teman kamu,"ucap Nazia menyerahkan kotak cake ditangannya pada Rini.
Rini mengulum senyumnya mengigat tadi sahabatnya yang mengumpat Langit.Namun,Nazia tidak tahu kalau cake yang dia buat yang nyatanya untuk Langit.
"Siap..tapi, nanti kalau ada orderan lain mau ya kamu buatin,biar aku tawarin ke yang lain.Tenang saja,aku bantuin."ucap Rini menaik turunkan alisnya.
"Beres,dari pada nganggur." jawab Nazia mengacungkan jempolnya.
Akhirnya Rini membawa box berisi slice cake lemon pesanan Langit.Sebanarnya Rini tak menyangka jika Nazia menyanggupi permintaannya.Dengan langkah senang dan bahagia dia membawa kotak Slice cake ke rumah Langit.
Saat dekat dengan rumah Langit terlihat ada preman yang biasa buat onar di kampung nya.Rini sedikit ragu untuk menyerahkan cake yang dia bawa.
__ADS_1
"Assalamualaikum.." ucap Rini agak ragu untuk langsung memberikan cake pesanan Langit.
"Wa'alaikumsalam.."jawab empat orang yang kebetulan ada di teras rumah Langit.
"Eehh..dek Rini,cariin mas yoo?"canda Anton menggoda Rini.
"Nggak,Rini mau ketemu sama kak Langit.Maaf kak,ini pesanan slice cakenya.Maaf tadi orang yang buat itu milih slice cake lemon kak,semoga suka." ucap Rini dengan lembut menyerahkan kotak yang ada di tangannya.
Langit pun menerima kotak itu dari tangan Rini."Kebetulan sekali,saya memang ingin pesan slice cake lemon.Terimakasih Rin,oh iya berapa harganya?" tanya Langit.
"Tadi di hargai 200rb kak.Maaf mahal yaa..?" ucap Rini tak enak hati.
"Owhh nggak kok,sebentar." ucap Langit langsung merogoh sakunya dan mengambil tiga lembar uang merah dan di serahkan ke Rini.
"Lho ini kelebihan kak,dua lembar aja cukup." ucap Rini dengan mengembalikan satu lembar ke Langit.
"Nggak papa ambil,buat bonus kamu.Nanti saya akan ngerepotin kamu lagi soalnya." ucap Langit masih dengan gaya dinginnya.
"Wahhh, banyak banget kak,makasih kak,dengan senang hati dapet orderan dari kak Langit.Kalau gitu Rini pamit. Assalamu'alaikum." pamit Rini meninggalkan tempat itu Dena cepat
"Wa'alaikumsalam.." jawab mereka kompak.
Rini segera berjalan capat menuju rumahnya. Dia tak mau berurusan dengan para preman kampung itu.
Setelah Rini pergi Langit membuka kotak itu dan langsung memotong mengambil cake itu dan langsung menyantap nya .Tak lupa dia bagikan pada para preman yang sekarang ini sedang bersamanya.
"Wahhh..ini enak banget bos,baru kali ini ngerasain kue enak. ehehe.." ucap Anton menikmati cake yang di bagikan padanya
"Syukurlah kalian suka.Oh iya,soal ruko.Kita kesana besok.Kalian bisa carikan saya motor second nggak,saya butuh kendaraan untuk bolak balik." ucap Langit sembari menikmati cake yang dia pesan.
"Kalau gitu besok saja sekalian boss,kita dari ruko baru cari yang boss akan cari." timpal Imron pada Langit .
"Baiklah kalau gitu, terimalah sudah membatu saya.Ini bagi rata,komisi buat kalian." ucap Langit menyerahkan beberapa lembar uang untuk mereka.
"Kita kan belum selesai kerja bos,baru juga mau jalan,kan belum deal." ucap Anton segan.
"Bawa pulang duit ini untuk jajan anak kalian. Kasih istri atau emak kalian.Jangan buat mabok,kalau mau mabok kesini jangan di gardu depan.Duit yang saya kasih itu buat keluarga kalian ngerti..?!" perintah Langit
"Siap bos,terima kasih bos.Baru kali ini kami dianggap orang yang berguna.Selama ini kami dianggap cuma hama atau benalu." ungkap Imron mengingat perlakuan orang kampung pada mereka bertiga.
"Mulailah perlahan,saya juga bukan orang baik.Buktinya kakek saya buang saya kemari.Sudahlah sana kalian pulang.Nggak usah banyak omong dulu kalau belum ketahuan hasilnya." ucap Langit menginginkan.
__ADS_1
Mereka mengangguk dan berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
Bersambung.