BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#Kekecewaan


__ADS_3

Tatapan mata keduanya saling bertaut.Ada rasa aneh yang menjalar dalam hati keduanya.Sudah lama tak saling jumpa keduanya sama-sama terlihat saling mengagumi satu sama lain.


Penampilan Nazia yang terlihat cantik tanpa rambut keriting nya walaupun kacamata tebalnya masih melekat di kedua matanya.


"Pagi semua !!"


Sapaan seseorang menyadarkan kedua orang yang masih terikat dengan ikatan pernikahan.


"Pa_pagi ,"ucap Badai terkejut dengan kehadiran wanita cinta pertamanya itu.


Shafa melihat sosok Badai yang ada di kursi roda membuat dirinya terkejut.


"Ka_kamu...


"Dia kakaknya Langit,Badai." ucap Nabila memperkenalkan Badai pada Shafa.


"Badai,dia Shafa pacar Langit.Dia ingin menjenguk kamu.Makanya mama dan Langit bawa Shafa ketemu sama kamu." ungkap Nabila.


" Apa kabar Shafa, terimakasih atas kunjungannya." ucap Badai dengan datar.


"I_iya aku juga nggak menyangka kalau kamu kakak dari pacar ku." ucap Shafa dengan menoleh pada Langit dan tersenyum manis.


"Badai,dia kak Badai yang dulu selalu memberiku coklat waktu aku SMP,iya aku ingat.Kenapa aku lupa dengan dia kalau dia itu kakak dari Langit.Dulu om Erlang pernah ke lapangan basket mencari Langit."batin Shafa yang mengingat bagaimana dulu Badai begitu baik dengannya.


Dulu Safa selalu mencoba dekat dengan Langit karena memang Langit susah punya teman. Langit murid jenius yang bisa saja mengikuti akselerasi namun,Langit selalu menolak karena memang dia harus menjaga perasaan kakaknya Badai.


Shafa selalu menyemangati Langit dan Erlangga mendukungnya karena yang dianggap dekat dengan Langit hanya Shafa.


Langit tak bereaksi sedikitpun dengan interaksi kakaknya dengan kekasihnya. Malahan dia sibuk mencuri pandang pada sosok Nazia yang lebih banyak menundukkan kepalanya.


Sementara Nazia mendengar fakta yang baru Nabila ungkap tentang siapa Langit, siapa Shafa dan fakta yang membuat Nazia kaget dan juga begitu sakit dan kecewa dengan kenyataan yang sekarang terjadi.


Langit menelan silvanya dengan susah payah.Rasanya dia merasa bersalah pada wanita yang saat ini berdiri di sebrangnya di samping Badai.

__ADS_1


Jelas terlihat wajah wanita yang masih jadi istrinya itu terlihat tertunduk sedih.


Sedangkan Badaipun tak kalah sakit hati saat tahu hubungan cinta pertamanya dengan Langit ternyata mereka sudah berpacaran.


"Tuan Badai,maaf..ini bubur tuan. Segera habiskan.Setelah itu minum obat dan seperti biasa kita harus terapi jalan." ucap Nazia memberikan mangkuk yang sudah berisi bubur ayam khusus untuk Badai.


Nazia menahan air matanya supaya jangan sampai jatuh.Rasa sakit dihatinya sungguh menyiksa dirinya.


"Maaf saya ke belakang sebentar tuan,nyonya..permisi." pamit Nazia tanpa menunggu jawaban dari Badai atau Nabila menjawab dia langsung menuju dapur.


"Kenapa itu Zia,kayak seperti sedih gitu ?" tanya Nabila pada Badai.


"Nggak tahu mah,mungkin dia inget sama orang yang harus dia cari.Karena setelah aku sembuh dia akan segera pergi untuk cari orang yang entah siapa itu." ucap Badai dengan sembari menyuapkan bubur ke dalam mulutnya.


Langit bangkit dari tempat duduknya membuat semuanya yang disana melihat kearahnya.


"Mau kemana Lang?" tanya Nabila melihat anak bungsunya beranjak dari tempat duduknya walaupun sarapannya belum habis.


"Mau cuci tangan mah," jawab Langit memberikan alasan.


"Aku sudah nggak selera.Mama habisin saja sarapan mama.Aku cuma mau cuci tangan." ucap Langit langsung melangkah menuju ke arah dapur.


Rasanya hati Langit begitu resah. Apalagi mengingat kembali Nazia yang tiba-tiba di pertemukan kembali dengannya. Apalagi terlihat sekali Nazia pastinya kecewa dengan kenyataan yang sekarang Nazia tahu kalau dia mengkhianati pernikahan mereka.Walaupun pernikahan mereka tanpa cinta namun,Langit sadar dia sudah melakukan kesalahan.


Langit melihat Nazia sedang ada di depan wastafel dan terlihat tubuhnya bergetar.Di pastikan Nazia pasti sedang menangis dalam diam.


"Naz .." panggil Langit yang masih terlihat berdiri di ambang pintu penghubung dapur dan ruang makan.


Nazia mendengar panggilan yang tak biasa dia dengar akhir-akhir ini 'Naz' panggilan yang biasa digunakan oleh orang-orang di kampungnya.


Nazia menyalahkan wastafel dan mencuci mukanya.Langit menyentuh bahu Nazia. Merasa bahunya di sentuh Langit membuat Nazia terisak kembali dengan bahu yang bergetar.


Langit menarik lengan Nazia dan memaksa Nazia masuk kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Lapas mas ,lepaskan aku !!" ucap Nazia dengan memberontak dalam pelukan Langit.


"Kamu jahat mas,aku nggak nyangka kamu sebaj*ngan ini.Ceraikan aku sekarang,kamu jahat,sangat jahat !!" ucap Nazia dengan penuh penekanan.


"Aku mencarinya Naz,aku bersyukur karena sudah mememukan kamu kembali. Aku...


"Zia ,Zi...!!"panggil Badai dari meja makan.


Mendengar panggilan Badai membuat Langit tak meneruskan omongannya.


"Lepas,tuan Badai panggil aku," ucap Nazia mendorong tubuh Langit supaya menjauh.


Pelukan Langit pun terlepas dan langsung membuat Nazia lega.Melihat dirinya sudah terlepas dari pelukan Langit membuat Nazia langsung berajak dari tempat itu dengan sedikit berlari menuju ruang makan.


Langit yang kecolongan karena Nazia sudah mendekati Badai.


"Tuan ,maaf saya lama.Obatnya sudah di minum?" tanya Nazia saat berdiri di samping Badai.


"Sudah,kita langsung ke taman.Aku ingin cepat selesai dengan latihan jalan hari ini." ucap Badai seperti tak sabaran lagi untuk belajar berjalan membuat Nabila salah paham karena menurut Nabila anaknya yang sekarang begitu bersemangat untuk sembuh sementara kenyataan yang Nabila tidak tahu adalah Badai ingin cepat-cepat pergi dari ruang makan karena sudah tak sanggup melihat Langit dan Shafa terlihat dekat.


Nazia mendorong kursi roda Badai untuk belajar jalan di belakang.


"Biar aku yang dorong kursi rodanya Naz.. maksudnya sus," ucap Langit menawarkan bantuan pada Nazia untuk mengambil alih mendorong kursi roda Badai.


Mendengar Langit yang keceplosan panggil dengan sebutan Naz ,sontak membuat Nazia melotot kearah Langit.


"Naz,Naz siapa Lang?" tanya Nabila sang mama.


"Ah maksud Langit,Zia mam.Tapi,nggak salah kan kalau Langit panggil Zia dengan panggilan Naz,namanya kan Nazia." ujar Langit memberikan alasan.


"Nazia,apa benar nama kamu Nazia ,Zi?" tanya Nabila memastikan.


"I_iya nyoya nama saya Nazia Zara. Maaf tuan Langit biar saya saja yang mendorong kursi roda tuan Badai.Semua itu sudah jadi tugas saya bagian dari pekerjaan saya."ucap Nazia menolak pertolongan Langit.

__ADS_1


Mau tak mau Langit mundur menjauhkan tubuhnya dari kursi roda Badai setelah melihat kode Nazia padanya.


Sungguh Langit tak menyangka jika selama ini istri yang selama ini dia cari ternyata menjadi perawat sang kakak.


__ADS_2