
"Kau memanglah pengecut dari dulu Adi.Harusnya kau hadapi aku jika memang kau begitu dendam padaku." ucap Sameer dengan senyuman mengejek.
"Kurang aj*r kamu Sam !!" teriak Adiyaksa mendengar ucapan Sameer seolah mengolok-olok dirinya.
"Jangan marah jika memang apa yang aku katakan itu salah, kalaupun memang benar terima saja tidak perlu berteriak dan menyangkal akan semua yang aku katakan."ucap Sameer dengan suara yang terdengar lantang.
"Kau memang orang yang tak tahu diri Sam,kau terlalu serakah !"
"Woww..apa bedanya dengan kau Di,kau bahkan tidak bisa berpaling ke lain hati dari cinta pertamamu yaitu istriku." ucap Sameer dengan senyum miring.
"Keterlaluan kau,memanglah disayangkan jika Maryam sampai mau menikah dengan kau Sam.Aku benar-benar kecewa dengan keputusannya untuk menerima laki-laki macam kau yang tak punya hati."
Sameer melangkah mendekat pada teman lamanya itu.Menatap Adiyaksa dengan penuh arti.
"Maryam tak pernah salah pilih dan tak pernah salah untuk membuat keputusan.Dia hanya ingin di hargai sebagai wanita baik-baik.Jangan pernah menyalahkan orang lain yang sebenarnya tidak pernah melakukan kesalahan apapun pada mu.Kau sendiri yang tak pernah mau dan tak pernah bisa jujur pada hati mu sendiri dan Maryam." ucap Sameer tanpa ekspresi.
"Maryam hanya memberikan jawaban atas pinanganku.Dia wanita single yang berhak menerima pinangan seseorang dia bukan wanita yang bod*h menunggu laki-laki pengecut yang tak bisa mengambil sikap tegasnya.Hanya emosi dan nafsu yang kau andalkan Adi."ucap Sameer dengan sinis.
"Tutup mulut mu Sam !!" bentak Adiyaksa yang merasa tersinggung dengan kata-kata Sameer.
"Aku tak akan tutup mulut sebelum kita luruskan apa yang sebenarnya terjadi puluhan tahun lalu.Kau mencintai Maryam namun ,kau terlalu pengecut untuk bertindak.Kau begitu takut akan mengatakan perasaan kamu pada Maryam karena status kamu yang kaya raya dan Maryam gadis biasa.Kau takut miskin jika kau mengambil keputusan untuk memilih Maryam."
"Aku sedang berusaha untuk membujuk orang tuaku untuk menerima Maryam saat itu.Tapi,begitu sial aku dengar kau lebih dulu melamar Maryam sebelum aku mendapatkan jawaban dari orang tuaku.Sementaea kau tahu adikku begitu mencintai dirimu namun,kau tega memilih Maryam untuk kau jadikan istrimu." ungkap Adiyaksa dengan wajah yang sendu.
Sameer mendengar penuturan Adiyaksa pun mengingat kembali sosok wanita cantik yang merupakan adik dari sahabatnya Adiyaksa.Wanita manja namun baik.Sameer dulu menganggap adik Adiyaksa seperti adiknya sendiri.Sayangnya Sameer hanya sebatas adik dan kakak namun,semua perhatian dan rasa sayang Sameer di anggap lain olehnya.
"Masalah Isana aku minta maaf kan waktu itu,aku tak bisa membalas perasaannya itu.Aku menganggap dia sebagai adikku tak lebih." ucap Sameer dengan tutur kata yang terdengar lembut.
__ADS_1
"Karena sikap kaulah yang membuat dia patah hati dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan begitu mengerikan Sameer !" ucap Adiyaksa yang mulai meninggikan suaranya.
"Sudah berapa kali aku melakukan yang terbaik untuk adikmu Adi,aku sudah pernah menyarankan untuk kau menjaganya dan boleh kau abaikan ucapan ku untuk membawa dia ke Singapura.Tapi, kau lebih memilih untuk memperjuangkan cinta kau yang sia-sia itu !" ucap Sameer yang tak kalah tinggi.
"Karena aku ingin Maryam tak pernah bisa bersatu dengan kau Sameer.Karena kalian lah adikku satu-satunya meregang nyawa.Karena kalian lah orang tuaku terkena tekanan batin !!"
"Tak masuk akal kau Adi,kalian terlalu banyak menuntut tapi,tak pernah mau menerima saran orang lain.Seandainya orang tuamu lebih bijak soal Maryam mungkin aku tak pernah menghalangi kau memperjuangkan Maryam."
"Apa maksud kau Sam,apa yang akan kau katakan lagi,hah?!"ucap Adiyaksa dengan wajah yang merah padam.
"Kau memang bod*h Adi," ucap Sameer dengan nada mengejek.
Adiyaksa merasa geram dengan ocehan Sameer yang selalu berbicara jika dirinya bod*h.
"Ibumu menemui Maryam,dia sudah menghina Maryam serendah mungkin di depan banyak orang.Berlagak Maryam yang salah dan kau yang benar.Ibumu pun bilang kalau Maryam sanggup menjual d*ri pada banyak laki-laki demi kuliahnya,apa maksudnya kalau tidak menjatuhkan mental Maryam saat itu,hati Maryam hancur mendengar hinaan ibumu.Dia pontang panting cari uang untuk sekolahnya namun,ibumu dengan sadisnya mengatakan jika Maryam itu lon*e !!"
"Nggak..nggak mungkin ibuku tega mengatakan itu pada Maryam,bahkan ibu membelaku untuk mendapatkan restu ayah ku Sam,kau jangan pernah menipuku Sam !!"
" Buat apa aku menipumu,jelas saja ibumu mendukung apa yang kau katakan nyatanya Maryam sudah aku lamar dan tak mungkin Maryam berputar arah .Apalagi setelah mendengar hinaan ibu kamu ." ungkap Sameer.
"Kalau pun kau tak percaya tanyalah Astuti dia masih mengelola panti asuhan yang dulu."ungkap Sameer dan berbalik melangkah meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang sedikit lega.
Dendam apa yang terjadi hanya karena kesalahpahaman.Sameer sangat menyayangkan apa yang di perbuat Adiyaksa padanya.
...----------------...
"Hemm..pantau terus.Keadaan kakek baik-baik saja kan?" tanya Langit pada orang di sebrang sana.
__ADS_1
"Tuan besar sudah pergi dari markas dan sepertinya mobilnya mengarah ke arah pemakaman tuan muda." ucap orang yang sedang sibuk melaporkan apa yang terjadi pada tuannya yang tak lain adalah Langit.
Setelah selesai melakukan panggilan telepon Langit masuk ke rumah sederhana miliknya.
Langit mendekati istrinya yang sedang merapihkan buku-buku yang ada di kamarnya.Langit mencekal lengan Nazia dan mengecek kondisi demam istrinya.
"Aku sudah nggak papa kok,jangan khawatir." ucap Nazia lirih.
"Bagaimana aku nggak khawatir,aku suamimu." ucap Langit dan memeriksa obat yang di konsumsi sang istri.
"Kata dokter apa ?" tanya Langit.
"Hanya demam biasa,jangan cemas.Nanti juga sudah oke." ucap Nazia.
"Jangan pernah menggampangkan apa-apa.Kalau perlu cek seluruhnya.Takutnya kejadian kemarin buat kamu sakit." ucap Langit mengekori istrinya yang akan mengangkat jemuran.
"Aku nggak nggampangin,jangan khawatir..perutku oke kok."ujar Nazia meyakinkan.
"Kita akan pindah ke desa." ucao Langit tiba-tiba membuat Nazia menghentikan aktivitasnya.
"Maksud kamu?" tanya Nazia yang belum paham dengan ucapan suaminya.
"Kita akan pindah ke desa dan menetap disana.Sebentar lagi rumah kita selesai." ucap Langit membuat Nazia melotot tak percaya dengan apa yang di katakan suaminya.
Nazia tak pernah tahu apa yang di lakukan suaminya itu,banyak sekali kejutan demi kejutan yang di berikan Langit padanya.Rasanya saat ini tak adil buat Langit.Langut yang selalu memberikan yang terbaik buat Nazia tapi, Nazia merasa dia tidak pernah mau tahu dan tak pernah mau melakukan sesuatu untuk suaminya itu.Maka dari itu rasanya sangat berdosa itu yang Nazia rasakan saat ini.
Bersambung
__ADS_1