BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#Meminta Cerai.


__ADS_3

Langit melihat Nazia yang tengah di peluk Badai tiba-tiba merasa kesal dengan kakak nya yang dengan beraninya dia memeluk istrinya.


Dia merasakan amarahnya kini sudah di ubun-ubun.Ingin rasanya dia mendaratkan bogeman pada wajah Badai.


Langit Cemburu??


"Nggak,nggak mungkin aku cemburu." gumam Langit menjambak rambutnya sendiri.


"Aaaagghhhh !" erang Langit dan langsung melangkah ke arah kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Sedangkan di taman belakang Nazia berusaha memberontak berusaha melepaskan diri.


"Tu_tuan bisa lepas_kan ,saya sesak." ucap Nazia dengan sedikit terbata.


Badai yang baru sadar pun akhirnya dia pun langsung melepaskan dekapannya.


"Aaawssttt.."ringis Badai saat menyadari kalau kakinya merasa nyeri.


Nazia berubah panik melihat Badai yang merintih kesakitan.Nazia pun dengan cepat memapah Badai ke arah kursi rodanya.


"Saya bilang apa tuan,jangan terlalu di forsir.Jadi begini kan?!" omel Nazia membantu Badai duduk di kursi rodanya.


Sementara Nabila yang dan Sarti sedari tadi melihat interaksi keduanya ikut terkejut dengan reaksi Badai barusan.


Nabila langsung menghampiri Nazia dan Badai.


"Zia,apa yang terjadi?" tanya Nabila dengan wajah cemas.


Melihat Nabila yang terlibat panik Nazia pun menenangkan Nabila.


"Tenang nyonya,kita bawa masuk tuan muda biar nanti saya akan kompres kaki tuan muda dengan air hangat." ucap Nazia pada Nabila.


"Iya,iya kita bawa Badai masuk.Setelah selesai dengan urusan Badai kamu kemas barang-barang kamu.Bik Sarti tolong packing juga baju-baju Badai." perintah Nabila pada Nazia dan Sarti.


Mendengar jika Nabila menyuruh dirinya untuk mengemas baju-bajunya membuat Nazia khawatir karena takut di pecat.


"Maaf nyonya,apa saya dipecat?" tanya Nazia pada Nabila membuat Nabila langsung memandang Nazia.


"Siapa bilang saya pecat kamu,hari ini juga ikut saya kembali ke Jakarta dan kita kembali ke mansion.Sebelumnya kita akan konsultasi dengan keadaan Badai."terang Nabila.

__ADS_1


"Mah,Badai nggak papa.Cuma kecapean sedikit saja." tolak Badai.


"Nggak Badai,sekarang kamu harus pulang dan juga tetap melakukan terapi berjalan di mansion dan juga Nazia tetap jadi suster kamu." pungkas Nabila membuat Badai tak dapat membantah perintah Nabila.


Nazia membawa Badai ke kamarnya dan segera mengkompres kaki Badai dengan air hangat.


...****************...


"Langit,kamu baru bangun?" tanya Nabila melihat putranya yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Hemmm.." jawab Langit singkat.


Saat Langit menenggak minumnya tiba-tiba Nazia masuk ke dapur.Ingin rasanya dia menegur istrinya itu namun, keinginan itu urung dilakukan oleh Langit.


"Lang,kamu berkemas yaa..hari ini kita balik ke Jakarta."ucap Nabila membuat Langit langsung menatap sekilas kearah sang istri yang sedang menunduk.


Nabila yang melihat Langit melihat kearah Nazia, akhirnya dia pun angkat bicara.


"Nazia akan ikut kita ke Jakarta bersama Badai juga.Dia harus cek up,dia perlu pemeriksaan soal kakinya. Alhamdulillah Badai sudah mulai melangkah dan ini berkat Zia.Makanya setelah Zia mengompres kaki Badai ,kita berangkat ke Jakarta tapi, sebelumnya kita ke Rumah Sakit dulu buat cek kesehatan Badai." terang Nabila pada si bungsu.


"Hemmm.." jawab singkat Langit,dia pun langsung melangkah pergi.


Melihat suaminya pergi begitu saja Nazia hanya menarik nafas dalam.


...****************...


Benar saja saat Nazia sudah selesai dengan urusan Badai dia pun sudah berkemas untuk ikut ke Jakarta.Ada rasa tak nyaman dan khawatir dengan nanti jika dia tinggal di rumah besar majikannya.


Nazia menaruh tas bajunya di bagasi bersamaan dengan Langit juga menaruh bawaannya dengan sang mama ke bagasi.


"Cepatlah,agar nggak kejebak macet nanti."ucap Langit dengan nada datarnya.


Nazia menghela nafas dalam-dalam.Rasanya pasokan oksigen dalam paru-paru nya selalu saja berkurang dengan cepat.


"Zia,kamu duduk di depan samping Langit yaa.." ucap Nabila pada Nazia.


Respon Nazia hanya mengangguk patuh.Dengan sedikit ragu dia membuka pintu mobil yang di kemudikan Langit namun,belum jugatangannya membuka handle pintu mobil ternyata Langit sudah mendorong pintu mobil itu menjadi terbuka.


"Cepatlah,biar kehidar macet." ucap Langit dengan nada dingin.

__ADS_1


"Ma_maaf." ucap Nazia dan langsung masuk ke dalam mobil itu.


Nazia duduk di samping kemudi dan Langit duduk di balik kemudi itu.


Langit melihat Nazia yang belum juga memasang seatbelt miliknya dengan cepat memasangnya ke tubuh Nazia.


Nafas Nazia rasanya sesak dan tiba-tiba oksigen dalam tubuhnya pun menyusut seketika.


"Lang,kamu bisa nggak sih..jangan terlalu kaku dan jangan galak-galak sama Zia,dia perawat kakak ku lho.."protes Nabila yang melihat tingkah putranya beberapa kali tertangkap oleh matanya terlihat tak ramah padanya.


Click 💢


Seatbelt pun akhirnya terpasang sempurna di tubuh Nazia.


"Tenanglah ma,Langit nggak akan mungkin buat dia dengan mudah keluar dari pekerjaannya." ucap Langit dengan memandang Nazia dengan intens.


"Mas..." panggil Nazia lirih tepat di depan wajah Langit yang sudah ada di depan dadanya.


Tak ada jawaban dari Langit,diapun mulai menghidupkan mesin mobilnya dan perlahan mobilnya pun bergerak meninggalkan rumah milik keluarga Langit yang ada di Bogor.


Perjalanan menuju Jakarta terlihat ramai dan padat.Lain dengan suasana yang ada di dalam mobil yang di kendarai Langit.Mobil yang mulai berlari sedikit tersendat karena kemacetan jalanan menuju Jakarta.


Sementara di jok belakang Nabila dan Badai terlihat telah terlelap karena mungkin Nabila yang sudah lelah dan Badai yang kena efek obat yang dia konsumsi.


Langit menyodorkan sebuah botol air mineral pada Nazia.Respon Nazia masih terlihat bingung,Langit pun menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Buka,nggak haus memangnya?" tanya Langit dengan menyerahkan botol itu ke Nazia.


Dengan cepat Nazia pun membuka botol itu dan menyodorkan tangannya kembali menyerahkan botol itu pada Langit.


"Ck..bisa nggak sih jangan pandang aku dengan muka kesal kamu itu,harusnya aku yang marah sama kamu."ucap Langit dengan wajah yang terlihat sedanv menahan emosi.


Mendengar ucapan Langit tentu membuat Nazia melotot melihat sosok suami di sampingnya.


Buk 💢


"Kamu marah kenapa, harusnya aku yang marah sama kamu. Siapa yang sudah meninggalkan aku tanpa pamit,apa yang kamu lakukan selama berbulan-bulan tidak memberikan kepastian tentang pernikahan kita.Apa sebenarnya maksud kamu melakukan semua ini sama aku,apa karena pernikahan kita nggak penting buat kamu.Kalau kamu sudah menemukan kebahagiaan kamu yang sebenarnya,aku mohon besok antar aku pulang dan kembalikan aku pada keluargaku dan kamu bisa menceraikan aku di depan keluargaku." ucap Nazia dengan suara lirih namun,sangat jelas terdengar di telinga Langit.


Nazia pun tak mampu berkata-kata lagi.Air mata yang tak dia undangpun mengalir di matanya.Dengan cepat dia menghapusnya dengan kasar.Sementara Langit mencengkram kuat stir mobil miliknya.

__ADS_1


Tak menyangka jika Nazia akan berani mengatakan perihal perceraian padanya .


Bersambung.


__ADS_2