
"Pergi tidur..," ucap Langit dengan nada dingin.
"Hahh??"
"Lo nggak budeg kan,Lo tidur di kamar, gue di sini." ucap Langit menunjuk arah sofa yang ada di ruang tamu.
"Hemm.." jawab Nazia langsung masuk ke dalam kamar yang biasa Langit tempati.
Kesan pertama saat Nazia masuk ke dalam kamar itu membuatnya muak.Karena aroma alkohol dan rokok sangat menyengat.
Nazia tak tahan akan bau yang tak akrab dengan Indra penciuman nya.
"Hehh, itu kamar atau kandang babi.Baunya bikin mau munt*h !!" ucap Nazia dengan menutup hidungnya.
"Astaga ,gue kira apa..sampe Lo teriak-teriak tengah malam.Gue emang biasa begi..
"Mulai sekarang jangan biasakan.Kalau Lo mau ngerokok atau mau minum silahkan diluar rumah.Sekarang bantuin gue beresin botol-botol nggak guna Lo itu..!!" ucap Nazia dengan menghentakkan kakinya masuk ke dalam kamar dengan membawa sapu dan lap pel.
Nazia mulai menyingkirkan botol-botol yang ada di meja kamarnya.Saat botol-botol itu akan dia buang di tempat sampah,teriakan Langit menghentikan semua yang dia lakukan.
"Berhenti !!" seru Langit. " Jangan coba-coba Lo buang minuman gue.Taro,biar gue yang singkirkan sendiri !" ucap Langit dengan nada memerintah.
Nazia pun akhirnya berhenti merapihkan botol-botol yang masih banyak isinya dan buka. hanya satu dua botol minuman yang ada disana bahkan ada sepuluh botol minuman yang masih utuh.
Langit segera mengamankan minuman miliknya dan menjauhkan dari jangkauan Nazia.
"Orang bukannya ngumpulin amal,atau banyakin duit ,malah ngumpulin minuman nggak guna macam itu," gerutu Nazia saat melihat botol-botol milik langit di pindahkan.
"Nggak usah cerewet.."ujar Langit tepat di belakang Nazia.
"Eeh ada orangnya,kayak Jelangkung aja tiba-tiba nongol," gumam Nazia lirih.
"Gue dengar lo ngomong apa yah.." ucap Langit melirik kearah Nazia dengan sinis.
"Upsss.." Nazia menutup mulutnya dengan tangannya karena kelancangan mulutnya yang suka ceplas ceplos.
Langit melihat tingkah istri dadakannya itu hanya geleng-geleng kepala.Ternyata mulut istrinya pedas juga kayak cabe setan.
Lelah membereskan kamar yang tadinya baunya Nau'zubillah, kini Nazia bernafas lega karena saat nya dia beristirahat . Tubuhnya yang sudah terasa letih,,tambah lagi dari pagi dia sudah mengerjakan pesanan Langit.
__ADS_1
Nazia merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang berukuran sedang.
"Hahh,lelahnya..." gumam Nazia merilaks kan tubuhnya yang terasa kaku.
Sementara Langit tidur di sofa ruang tamu.Dia belum sepenuhnya tidur. Mengingat kembali kejadian saat lalu statusnya sebagai bujangan tanpa beban kini statusnya sudah berubah menjadi seorang suami.Sialnya dia menikah dengan seorang wanita yang tidak dia kenal hanya sekali dia bertemu dan pertemuan keduanya status mereka berganti menjadi suami istri.
Langit menghela nafas panjang dan betusaha memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuh nya.
...****************...
Pagi hari Nazia sudah bangun dan pandangannya menatap sekeliling kamar itu.
Asing kata yang tepintas dalam otaknya.
"Astaghfirullahal'adzim,aku lupa.Aku sudah menikah dengan orang nggak jelas itu, benar-benar sial benar sih hidup ku.Kemarin habis di selingkuhi dan juga di tinggal nikah.Sekarang, jadi istri orang yang nggak aku cintai bahkan nggak aku kenal.Hahh..."
Nazia menghembuskan nafasnya dengan kasar dan akhirnya dia pun bersiap untuk menjalankan sholat seperti biasa.
Nazia masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan segera melakukan sholat.
Setelah selesai dia melangkah keluar kamar dan melihat sosok Langit yang masih terlihat tertidur pulas di sofa ruang tamu.
Di belakang rumah itu terlihat sawah yang luas dengan warna hijau yang memanjakan mata.Rumah itu memang terbilang di kelilingi oleh sawah yang terkesan sejuk terasa saat melihat rumah itu.
Nazia mengecek isi kulkas dan ternyata tak buruk-buruk amat jika statusnya perjaka yang di kenal pengangguran ternyata stok sayuran terbilang banyak.Ada daging ,ikan pun ada.
"Hemmmm..apa dia masak juga sampai stok barang dapur pun lumayan lengkap." gumam Nazia menilik isi kulkas nya.
Nazia pagi ini hanya membuat nasi goreng sederhana. Karena dia pun tak tahu makanan apa yang suami dadakannya suka atau yang tidak dia suka.
Cukup tiga puluh menit dia menyelesaikan pekerjaan di dapur.Sementara Langit yang mencium aroma makanan yang begitu menyengat di Indra penciuman nya pun perlahan membuka matanya.
Mendengar suara lumayan nyaring dari arah dapur,dia pun penasaran akhirnya dengan mata yang masih mengantuk dia melangkah ke arah dapur dan sesaat mengucek matanya saat melihat sosok wanita yang sedang sibuk dengan penggorengan.
Langit menepuk jidatnya mengingat bahwa dia sudah menikah dengan wanita yang saat ini sedang sibuk dengan masakannya.
Langit pun melangkah mendekati Nazia dan berdiri di sampingnya.Karena Nazia sedang fokus dengan penggorengannya melihat sosok Langit yang tiba-tiba muncul di sampingnya otomatis terkejut.
"Astaghfirullahal'adzim, jelangkung !!" pekiknya Nazia terkejut.
__ADS_1
"Kunti,kenapa pagi buta sudah di dapur ganggu tidur orang tahu nggak," ujar Langit sembari membasuh muka nya di wastafel.
"Pagi buta apaan ini sudah jam enam lebih,kamu emangnya nggak sholat?"
"Urusin diri kamu sendiri," jawab Langit mengambil air minum dalam kulkas dan pergi dari dapur.
"Bener-bener suami nggak ada akhlak," gerutu Nazia.
"Gue denger ya istri bawel !!" teriak Langit membuat Nazia melotot mendengar suara Langit.
"Kenapa dia kayak cenayang sih,astaga punya suami sifatnya kayak bunglon." gumam Nazia menata sarapan di atas meja.
...****************...
Jam sepuluh pagi Nazia sudah menyelesaikan pekerjaan rumah namun,suami dadakannya itu belum juga bangun dari tidurnya.Setelah bangun sebentar Langit pindah tidur di kamarnya untuk meneruskan tidurnya.
"Ini laki,kenapa kayak keb* sih, nggak bangun-bangun. Emang dia nggak kerja apa, Astaghfirullahal'adzim kenapa nasib ku apes banget sih ,kemarin tukang selingkuh sekarang pengangguran."gumam Nazia masuk dalam kamar dan melihat suaminya belum juga bangun.
Nazia berkacak pinggang melihat tingkah suaminya yang masih tertidur lelap.Dia segera ke kamar mandi dan mengambil air dalam gayung dan mendekati Langit.
Tangan Nazia dia celupkan ke gayung yang sudah berisi air dan setelahnya dia percikkan di wajah Langit.Sekali dia melancarkan aksinya namun, suaminya itu belum ada pergerakan sama sekali.
Nazia lantas mengulangi hal serupa sampai berkali kali sampai Langit tidurnya terusik.Langit meraskan sesuatu yang mengusik tidurnya akhirnya dia pun perlahan membuka matanya.
"Woiii..apa yang kamu lakukan ?!!" bentak Langit sambil mengusap wajahnya yang terasa basah.
Bukannya takut karena tatapan tajam mata Langit ,Nazia malah berkacak pinggang serasa menantang.
"Ini sudah jam sepuluh pagi ,emang kamu nggak kerja?!"" tanya Nazia dengan nada tinggi.
"Bukan urusan mu,sudah sana keluar dari kamar ini,ganggu orang tidur aja." ucap Langit dengan menatap tajam Nazia
"Terserahlah,aku mau minta ijin ke rumah bibi."ujar Nazia pamit untuk ke rumah bibinya.
"Hemm.." jawab Langit dengan memejamkan matanya kembali.
Nazia melihat kelakuan suaminya hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya.
Bersambung.
__ADS_1