BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#Kata-kata Pedas Zia.


__ADS_3

"Gue serius.." ucap Langit lagi menghentikan tawa Bintang seketika.


"Lang,lo nggak ngeprank gue kan,terus Shafa gimana?" tanya Bintang tak habis pikir dengan sahabatnya itu.


"Gue yang salah,gue pacaran dengan Shafa beberapa bulan ini dan status gue sudah jadi suami Nazia."terang Langit


"Wahh..wah..wahh..ini sih gil* loh,anji* gue nggak nyangka lo bisa gitu, lalu bini lo ini ,maksud gue apa yang harus gue lakuin?" tanya Bintang


"Bini gue ilang...


"Hahh .ilang, maksud Lo?!!"potong Bintang membuat Langit menatap tajam sahabatnya itu.


"Oke,gue dengerin.." lanjut Bintang


"Waktu tahu Badai kecelakaan gue buru-buru pulang ke Jakarta dan.....


Langit mulai menceritakan tentang bagaimana dia sampai lupa akan istri sirinya dan keluarga di sana.


"Terakhir yang gue tahu,dia naik bus dan berhenti di terminal bus Kp Rambutan.Lalu ini nomer telponnya,coba kamu lacak kenapa sampai ponsel itu tidak aktif." ucap Langit


"Kalau orang yang tahu tentang bidang kita,tentu Lo bisa tebak kalau tidak ponsel itu abis batre,terjatuh,di ram...


"Tunggu maksud Lo ,kemungkinan dia korban perampokan?"tanya Langit tambah cemas dengan keadaan Nazia.


"Yahhh..itu tebakan kasarnya Lang.Tapi, kalaupun kena korban perampokan,semoga bini lo nggak kenapa-kenapa." ujar Bintang.


"Kalau dia kena perampokan,dia bisa saja lapor ke polisi lalu bisa minta tolong antar ke desanya.Tapi,ini dia belum kembali ke kampung hampir tiga bulan Bintang..." ungkap Langit tambah kacau otaknya.


"Tenang dulu Lang, gue akan coba cari informasi secepatnya." ujar Bintang


"Aku mau kamu lacak dan cari informasi tentang Nazia ,sampai dapat !!" ucap Langit pada Bintang.


...****************...


Di tempat Nazia berada dia yang sempat istirahat kini dia keluar dari kamarnya.


"Non Zia,maaf bibi mau antar makan siang buat den Badai.."ucap bik Sarti

__ADS_1


"Oh iya bi,biar saya saja yang antar ke kamar tuan Badai.." ujar Nazia mengambil nampan di tangan bik Sarti.


"Semoga mba Zia bisa bujuk den Badai buat makan."ujar bi Sarti berharap tuan mudanya bisa menerima perawat barunya itu.


"Semoga saja bi,kalau gitu biar Zia anter sekarang ke kamar tuan Badai." ucap Zia mengangkat nampan yang ada di tangannya.


"Iya mbak,semoga den Badai nggak ngamuk-ngamuk lagi sama perawatnya.Mba Zia juga harus hati-hati,teriak saja kalau den Badai sampe nyakitin mbak Zia ,saya sama Eman ada di dekat kamar den Badai." ucap Sarti yang sedikit khawatir dengan perawat baru tuannya itu.


Zia mengangguk mengiyakan ucapan bik Sarti.Lalu Zia pun membawa nampan yang berisi makanan untuk Badai ke kamar Badai.


"Selamat siang tuan muda,ini saya bawakan makan siang untuk tuan muda,apa boleh saya bantu suapi tuan," ujar Zia yang sudah masuk ke dalam kamar Badai.


Badai hanya diam tak bereaksi apapun dan dia pun tak menjawab ucapan Zia.Hanya diam di kursi rodanya.


Nazia mencoba mendekati Badai namun, langkahnya terhenti saat suara bariton Badai mengejutkannya.


"Jangan mendekat, PERGI !!" teriak Badai memandang tajam ke arah Zia.


"Kenapa saya nggak boleh mendekat,kalau saya jauh-jauhan mana bisa saya kasih makan sama tuan."ujar Zia.


"Aku pastikan nggak sampai seminggu kamu akan menyerah dan pergi dari sini ." ujar Badai dengan sinis.


Badai melihat Zia mendekat padanya membuat dirinya memandang tajam ke arah Zia yang terlihat tak ada rasa takut atau ragu mendekatinya.


Zia menatap Badai yang menatapnya begitu tajam. Dia melihat sosok Badai yang terlihat tampan dengan perawakan atletis membuat Zia menelan silvanya dengan susah payah.Sempat Nazia terpukau dengan wajah tampan Badai namun,dengan cepat dia menghilangkan visual Badai yang ada di depan matanya.


"Kemarikan nampannya." ucap Badai dengan datar.


Nazia tersenyum tipis mendengar ucapan tuan muda nya itu.Akhirnya Nazia mengulurkan nampan yang ada di tangannya ke pangkuan Badai.


Badai pun melihat isi nampan itu dan beralih melihat sosok Nazia yang berdiri tak jauh dari Badai berada.


Tiba-tiba Badai secara spontan melempar nampan itu ke arah Nazia.Lambat sedikit bergerak Nazia hampir terkena benda itu.Sungguh Nazia tak sangka Badai akan melakukan itu.Namun,memang sudah Nazia perkirakan jadi Nazia memasang sikap waspada.


Pranggg...💢


Isi nampan itu pun berjatuhan dan sialnya kaki Nazia tak selamat karena kena serpihan beling membuat kakinya berdarah.

__ADS_1


Zia melihat kakinya yang terluka.Perih,namun sekuat hati Zia berlaku untuk biasa.


Sarti yang sudah siap-siap standby di dekat kamar Badai mendengar suara benda berjatuhan langsung masuk ke dalam kamar.


Sarti membelalakkan matanya melihat nampan dan piring ,gelas dan makanan berhamburan berjatuhan di lantai apalagi melihat Zia yang kakinya terluka kena pecahan beling.


"Ya Allah den Badai,apa yang Aden lakukan,mba Zia baru saja masuk kerja.Masa Aden sudah lukai kakinya begini?!" pekik bik Sarti perlahan mendekat kearah Zia.


Badai tak bereaksi apapun malah terkesan tak peduli dengan apa yang terjadi di depan matanya.


"Mbak Zia nggak papa,ayo mbak..saya bantu buat obati lukanya." ucap Sarti memegang tangan Zia.


"Nggak papa bi,bibi tolong bersihkan ruangan ini.Biar saya bawa tuan muda keluar dulu." ucap Zia dengan mendorong kursi roda Badai tanpa persetujuan si tuan mudanya itu.


Santi masih khawatir dengan keadaan Zia.Apalagi melihat Zia yang sedikit pincang saat jalan.


"Heii,bod*h kau mau bawa aku kemana !!" sentak Badai melihat Zia yang sudah mendorong kursi rodanya keluar kamarnya.


"Setidaknya saya bawa tuan muda keluar dari kamar tuan.Bukankah tuan muda lihat kalau bi Sarti sedang membersihkan kamar tuan muda.Bersabarlah,sekarang tuan disini.. saya ambilkan makan siang lagi buat tuan muda." ucap Zia membawa Badai ke taman kecil yang ada di belakang rumah itu.


"Stop, nggak perlu.Saya nggak mau makan , percuma...


"Percuma apa,percuma anda hidup,setidaknya makan dan hidup dengan baik akan bisa membuat anda berusaha menerima kenyataan takdir.Marah-marah saja butuh tenaga,bagaimana anda mau marah-marah kalau perut tidak terisi dengan baik." ucap Zia menyela omongan Badai.


Badai mendengar ucapan pedas Zia langsung memberikan tatapan tajam ke arah Zia.


"Kamu !!"pekik Badai serasa sindiran Zia membuat dirinya terasa tertampar.


"Kalau mau marah-marah nanti,setidaknya lawan saya seimbang.Saya nggak mau menghadapi orang cac*t !!"


Mata Badai melotot mendengar ucapan Zia yang sungguh pedas baginya.


"Apa maksudmu !!' bentak Badai menatap nyalang ke arah Zia.


"Yah,saya bukan pengecut yang hanya bisa melawan orang lum*uh.Setidaknya saya bisa berdiri tegak anda juga bisa berdiri tegak." ungkap Zia dengan tersenyum miring.


Sungguh sangat mengena ucapan Zia untuk Badai.Belum ada perawat yang berani melakukan hal itu padanya.Jangankan melawan,mereka hanya bisa ketakutan dan menangis saat Badai memperlakukan mereka dengan kasar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2