BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
Keterpurukan


__ADS_3

Buat para readers maaf jika masih ada banyak typo bertebaran.Jujur memang author kadang terlewat saat review.Kadang kalau kejar tayang langsung setor gitu aja.Karena waktuku buat nulis dan kehidupan nyata itu kadang bentrok.Apalagi kalau sudah berumah tangga.


Back to Story..


Dokter yang bertugas untuk memeriksa Nazia pun akhirnya keluar.


" Aku ingin sendiri." ucap Nazia lirih.


Langit yang masih mendengar ucapan Nazia pun mendongakkan kepalanya menatap wajah pucat sang istri.


"Sayang.."


"Please mas, aku tidak ingin terlibat dalam urusan keluarga toxic kamu.Bereskan semuanya,baru kamu bisa temui aku.Tolong telpon paman dan bibi,suruh mereka kesini." ucap Nazia yang langsung memunggungi suaminya.


Langit terpaku dengan ucapan istrinya.Dia tak mau berjauhan dengan sang istri.Dia ingin pastikan kalau Nazia akan baik-baik saja setelah ini.


"Den,lebih baik den Langit telpon Teguh dan suruh kesini.Meteka harus tahu tentang apa yang terjadi pada Nazia.Mereka yang masih Nazia punya sebagai orang tua." ucap bi Esih.


"Tapi bi,Langit nggak mau jauh dari Naz.." tolak Langit .


"Langit,tolong jangan buat Nazia makin stres bisaa?"


Nabila pun akhirnya mencoba untuk memberikan pengertian pada sang putra.


Langit menghela nafas dalam."Baiklah kalau kamu minta untuk paman dan bibi kesini.Mas pergi dulu,kamu tetap harus ada yang jaga.Bi Esih akan jaga kamu,mas akan telpon paman Teguh buat kesini.Jaga diri kamu." ucap Langit akhirnya.


Dengan langkah gontai dan berat hati Langit melangkah keluar di ikuti dengan mereka yang ada di dalam ruang inap itu.


"Jangan khawatir,ada bı Esih yang akan pantau Nazia." ucap Nabila mengusap bahu sang putra.


Langit pun mengangguk lemah.Dia menatap ke arah depan.Doa melihat sang kakek yang masih terlihat di Rumah Sakit.


Dia melangkah mendekati sang kakek dan menepuk bahunya.


Reflek Sameer membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Langit berada.


Badai yang melihat Langit mendekati sang kakek ,dia merasa khawatir.Dia ingin mendekat ke arah mereka namun dengan cepat Nadia mencekal pergelangan tangan Badai.

__ADS_1


"Mahhh..


" Biarkan mereka bicara.Walaupun adikmu sedang kesal,marah bahkan benci pada kakek,dia tidak akan melukai orang tua." ucap Nabila pada Badai.


Dengan berat Badai menuruti perintah sang mama.


"Puas sekarang,apa yang kakek rasakan sekarang? senang? pasti kakek senang sudah melihat keturunan dari laki-laki berandalan ini sudah tiada.Kakek lihat perempuan yang terbaring di ruangan itu,dia sampai tak mau lagi berurusan dengan keluarga Fravash."ungkap Langit dengan sinis.


"Lang,kamu...


"Diem lo !" bentak Langit menunjuk ke arah Badai yang berusaha membuka suara.


"Lalu apa yang kamu inginkan?" tanya Sameer dengan datar.


"Anda masih menanyakan apa yang saya inginkan,kembalikan ayah saya ,kembalikan adik saya dan kembalikan calon anak saya.Apa anda bisa ,hahh?!!" sentak Langit


" Jangan keterlaluan kamu !" bentak Sameer.


"Keterlaluan mana dengan apa yang anda lakukan pada keluarga anda sendiri.Hanya karena tak mau kalah dengan sahabat sendiri sampai anda menghalalkan segala cara untuk membuat wanita yang bernama Maryam menikah dengan anda." ungkap Langit tersenyum sinis.


"Kenapa,anda heran..kenapa saya tahu itu semua.Itu karena ulah anda.Anda tahu,banyak orang yang telah anda sakiti.Apalagi wanita bernama Astuti." ucao Langit membuat Semeer makin tak percaya dengan fakta yang Langit ungkap.


"Anak tak tahu di untung kamu !!" sergah Sameer.


"Apa maksudnya semua ini,apa ada hubungannya dengan semua kejadian yang kita alami ?" tanya Badai yang kebingungan dengan fakta yang benar-benar dia tidak mengetahui.


"Tanyakan pada kakek kesayanganmu itu boss.Shafa sorry gue harus melakukan semua ini demi mengungkap misteri di balik kematian ayah gue.Hanya Lo yang bisa membuka gerbang yang tertutup milik Adiyaksa.Karena sebelum Lo kembali kesini,tak ada yang bisa menembus pagar tinggi rumah Adiyaksa." ungkap Langit pada Shafa jujur.


"Kenapa harus gue Lang?' tanya Shafa lirih.


"Kita pernah dekat waktu kecil,pesona Lo memang membuat gue goyah ,awalnya gue benar-benar ingin mewujudkan impian gue untuk ada di samping Lo,dengan cara membuat mu jadi pacar ku, namun..saat semua fakta yang gue dapet dan hadirnya Nazia di sini,gue nggak bisa nerusin semunya Sha,gue milih Nazia.Dia istri sah gue ." ungkap Langit


"Tapi kenapa kamu lebih memilih doa di banding aku,dia orang baru dalam hidupmu sedang aku...


"Sebentar Sha, memang kita sudah lama kenal tapi, aku bertemu denganmu kembali statusku sudah menjadi suami Nazia." ungkap Langit


Shafa mendengar penuturan Langit sontak menutup mulutnya dan menggeleng gelengkan kepalanya dia menolak kebenaran apa yang di ungkapkan Langit barusan

__ADS_1


"Satu lagi,orang yang benar-benar cinta sama kamu itu adalah dia.Jadi,cepatlah move on.Itu yang biasa kamu lakukan setelah putus cinta kan?" tanya Langit dengan senyum miring.


Langit yang sudah lelah akhirnya memilih untuk sementara tinggal di apartment miliknya.


...----------------...


Brakkk 💢


Dobrakan pintu salah satu ruangan VVIP membuat orang yang ada di dalamnya terkejut.


"Naziaaa, ya Allah nak..hiks hiks..!!" teriak wanita yang berlari tergopoh-gopoh masuk kedalam ruangan di mana Nazia berada.


" Bibii !!'pelik Nazia saat melihat sang bibi muncul.


Keduanya saling berpelukan.Tak lupa wanita paruh baya itu menciumi wajah keponakanya.


"Kamu cantik sekali ndok,pake skincare apa to?" tanya Rahma bibi Nazia membuat semuanya melongo mendengar pertanyaan tak bermutu dari wanita itu.


"Ibu ini kok malah nanya skincare sih,bukannya nanya kabar Naz gitu loh,"protes sang suami mendengar pertanyaan istrinya yang menjengkelkan menurutnya.


" Maafin bibi ya ndok',kamu sudah baikan to..?" tanya Rahma menatap sendu sang ponakan.


"Rahma,kamu jangan khawatir..keadaan Naz sudah lebih baik, Insyaallah besok sudah bisa pulang." jelas bi Esih yang mewakili Nazia.


" Ini kenapa lagi,badan pada baret-baret.Terus,Langit mana kok nggak ada.Kamu disini sama Esih saja?" tanya Rahma.


"Bibi,Naz yang meminta Langit untuk sementara tidak perlu ketemu Naz." ucap Nazia.


Ucapan Nazia sontak membuat Rahma dan juga Teguh kaget.


Karena memang saat Langit telpon mereka,Langit menceritakan jika mereka baru saja kehilangan calon anaknya.


"Naz, bagaimanapun dia suami kamu.Bukan kamu saja yang sedang sedih,tapi..Langit juga.Dia pastinya sangat merasa bersalah dengan apa yang menimpa kamu.Dia sedang tidak baik-baik saja Naz." ucap Rahma memberikan ponakannya pengertian.


Namun,Nazia masih kekeh dengan pendiriannya untuk kembali ke kampung walaupun harus tanpa Langit.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2