BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#Rasa Tak Rela


__ADS_3

"Jangan,dia alergi !" seru Langit menahan tangan Shafa yang akan menaruh udang ke piring Nazia.


Melihat reaksi Langit membuat mereka yang ada di sana kaget dan Nazia melotot melihat tingkah suaminya itu.Langit tak sengaja dengan spontan mencegah Shafa yang akan memberikan udang pada Nazia.


"Ooh, sorry aku nggak tahu soalnya.Maaf yaa.."ucap Shafa


"Darimana kamu bisa tahu Lang,kalau Zia alergi udang?" tanya Badai dengan menyelidik.


Langit menatap Nazia yang menundukkan kepalanya.


"Tadi,em.. tadi aku nggak sengaja kalau Nazia bilang ke bi Esih kalau dia nggak bisa makan udang gitu.Gitu kok aku juga nggak sengaja denger waktu aku mau ke dapur." terang Langit dengan melirik ke arah Nazia.


Nazia memejamkan matanya mendengar alasan yang diucapkan suaminya." Benar dugaanku mas,kamu nggak akan pernah mau mengatakan yang sesungguhnya.Aku memang tak pantas untuk kamu akui di depan umum.Aku hanya istri rahasiamu." batin Nazia menggenggam erat pegangan sendok yang ada di tangannya.


Langit melihat Nazia menggenggam sendok yang ada dalam genggaman nya dengan erat.Dia tahu jika istrinya pasti kecewa dengan sikap Langit.


"Mah, sepertinya aku mulai besok bisa ke kantor.Hari ini Zia sudah buat janji buat konsultasi ke Dokter Vano.Aku ke kantor sudah bisa pake kruk juga."ucap Badai


"Apa kamu yakin nak,mama nggak ingin kamu memaksakan diri." ucap Nabila.


"Zia akan membantu aku buat belajar berjalan lagi supaya aku bisa berjalan lancar."ucap Badai.


"Lagi pula ,kasihan juga Zia terus-menerus merawat aku nggak ada kemajuan.Dia saja masih fight buat cari suaminya yang entah dimana masa aku yang ada tujuan nggak bisa lebih berusaha."ungkap Badai.


Uhuk uhuk uhuk


Langit mendengar ucapan Badai tiba-tiba saja tersedak saat sedang asyik mengunyah makanannya.


Dengan reflek Nazia menyerahkan gelas miliknya dan dengan cepat pula Langit menarik tangan Nazia untuk meminumkan minumannya pada dirinya.


Interaksi keduanya tentu lagi-lagi membuat semua heran dengan tingkah Keduanya.


"Terimakasih." ucap Langit setelah semuanya baik-baik saja.


"Nggak masalah." jawab Nazia.


"Kamu sebagai seorang perawat sungguh sigap yah,kamu memang nggak salah kalau punya profesi jadi perawat."sindir Shafa dengan senyum kecutnya.

__ADS_1


"Emmm..maaf nona,saya cuma reflek.Maaf saya duluan.."ucap Nazia beranjak dari tempat duduknya.


...****************...


"Lang,gue mau ngomong sama Lo.." ucap Badai saat melihat Langit yang baru turun dari lantai atas.


"Mau ngomong apa,gue ada meeting pagi ini." ucap Langit melihat pergelangan tangannya melihat jam tangannya.


"Sebentar,cuma lima menit."ucap Badai dengan nada datarnya.


"Hemm..bicaralah." ucap Langit.


"Ikut ke kamar gue." ujar Badai mengarahkan kursi rodanya ke kamarnya.


"Biar gue bantu." ucap Langit memegang bagian belakang kursi roda Badai.


Kedua pria itu pun akhirnya masuk dalam kamar Badai.


"Jadi,ada apa ?" tanya Langit setelah mereka sampai di dalam kamar Badai.


"Gue cuma mau pastikan sesuatu,apa hubungan Lo sama Nazia?" tanya Badai.


"Kenapa,Lo pasti tahu kan kalau gue punya pacar Shafa masih Lo tanya apa hubungannya gue dengan Nazia,aneh Lo,"


"Bukan begitu, jangan Lo sakiti hati Shafa Lang,dia selalu baik sama Lo.Dia terima Lo apa adanya.Jadi,jauhi Nazia.Karena dia sudah punya suami." ucap Badai


Langit menatap Badai dan berdiri tepat di depan badai.


"Dari mana Lo tahu kalau Nazia sudah punya suami,apa Nazia sendiri yang mengatakannya?" tanya Langit pada Badai.


"Dari bik Sarti,Zia bilang dia sedang mencari informasi tentang suaminya yang tiba-tiba saja menghilang.Makanya dia bersedia menjadi perawat ku.Dia sedang ngumpulin duit buat modal cari suaminya." ungkap Badai.


"Kalau gitu,jangan lupa..Lo juga harus jaga jarak aman sama dia.Lo udah tahu kan,kalau dia sudah ada yang punya.Jangan sampai lo di bilang pembinor." ucap Langit.


Langit bersyukur karena memang Badai sudah tahu kalau Nazia sudah punya suami.


"Yah gimana yah,kalau suaminya nggak ada kejelasan.Terus nggak ngasih nafkah lahir dan batin selama tiga bulan berturut-turut,itu sama saja sudah jatuh talak." ucap Badai.

__ADS_1


Langit yang tadinya sudah lega karena Badai sudah tahu Nazia sudah punya suami. Sekarang dia malah mendengar kata-kata yang sungguh membuat Langit terkejut.


Dia mengingat kalau selama menikah dengan Nazia dia memperlakukan Nazia seperti orang asing dan juga dia baru sekali memberikan nafkah lahir pada Nazia satu kali.


"Pokoknya gue minta Lo jangan sampai terlibat skandal." ucap Langit.


"Lalu,lo sendiri..sedari dulu selalu membuat skandal.Apa Lo nggak bosen sama sebutan penjahat kela*in." ujar Badai dengan senyum mengejek.


"Kalau gue nggak masalah,yang masalah itu Lo..gimana nantinya kalau Lo di cap sebagai pewaris tahta yang cabu*.Nggak lucu kan,kalau masalah gue..Lo tenang saja.Gue sudah terbiasa.Gue berangkat,Lo hati-hati." ucap Langit keluar dari kamar Badai.


Saat Langit melangkah ke arah garasi mobil dia melihat Nazia yang sedang sibuk menyiram bunga di taman mamanya.


Langit menoleh kanan kiri melihat situasi sekitar mereka.Langit melangkah mendekati Nazia.


"Naz,bisa bicara sebentar."ucap Langit dengan nada lirih.


Nazia dengan reflek menoleh ke arah Langit."Bicara soal apa?" tanya nya dengan datar.


Langit langsung saja menarik lengan Naz.Nazia sedikit memekik karena tindakan Langit yang tiba-tiba menyeretnya ke arah garasi.


"Mas,mas..lepas.Kamu kenapa sih," ucap Nazia dengan berusaha melepaskan cengkraman tangan Langit.


Langit pun melepaskan cengkraman tangannya dan memojokkan tubuh Nazia di sudut ruangan.


"Kamu kenapa,kenapa kasar gini heh..?!" tanya Nazia dengan nada tinggi.


"Ssstttt..aku cuma mau ngingetin kamu,jangan coba-coba untuk dekat-dekat dengan Badai,kalau tidak,aku tidak segan-segan untuk menghukum kamu.Ngerti?"


"O_oke,aku bisa saja nggak dekat-dekat dengan tuan Badai.Tapi,apa kamu sanggup juga kalau kamu nggak deket-deket sama pacar kamu yang genit itu.Nggak bisa kan,lalu buat apa kau melarang ku buat tidak dekat-dekat dengan tuan Badai.Apa masalahnya?"


Langit mengeraskan rahangnya menahan rasa yang membuat hatinya bergemuruh tak menentu.Ada rasa tidak rela dan ada rasa kesal dengan perkataan Nazia barusan.


Langit mendekatkan wajahnya ke wajah Nazia dan kemudian berbisik.


"Kamu masih tanya apa masalahnya ,masalahnya kamu istri ku istri Langit Fravash bukan istri Badai,ngerti." ucap Langit


"Istri,kamu yakin aku istrimu.Lalu apa yang harus di lakukan suami untuk istrinya.Apa tanggung jawab suami pada istrinya.Apa kamu tahu , tanggung jawab yang harus kamu penuhi.Apa kamu ,yakin sudah memenuhi semuanya.Bahkan kamu pun tidak berani mengatakan pada keluargamu kalau aku istrimu.Kamu malah menikmati perselingkuhan kamu dengan wanita itu.Kalau kamu enggan untuk bertanggung jawab maka lepaskan aku."

__ADS_1


Kata-kata yang diucapkan Nazia membuat Langit tercekat.Rasanya tak rela kalau dia harus melepaskan sosok Nazia dari hidup nya namun,kalaupun dia akan mengakhiri hubungan nya dengan Shafa itu akan menjadi keputusan besar buatnya karena dia pun masih bingung dengan perasaannya pada dua wanita di hidupnya itu.


Bersambung


__ADS_2