BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#CPR


__ADS_3

"Bibi buat jus buat siapa?"tanya Nazia saat melihat Sarti sibuk memasukkan buah mangga ke dalam blender.


"Ini buat jus untuk den Langit ,mba." jawab Sarti


"Kalau gitu nanti saya minta tolong sama kamu buat antar jus itu ke Langit,saya mau suruh bi Sarti ke minimarke buat beli keju."ucap Nabila


Mendengar itu,Nazia melotot karena itu akan membuat dirinya berinteraksi dengan Langit.Padahal saat ini dia ingin menghindari suaminya itu.


"Tapi..


"Kenapa ,kamu takut di marahi Langit yah?"tanya Nabila menebak apa yang ada di pikiran Nazia.


Nazia hanya tersenyum kikuk mendengar pertanyaan Nabila yang tidak lain adalah ibu mertuanya itu.


"Tenang,anak saya jinak kok.Walaupun wajahnya garang,dia baik hati kok." ujar Nabila dengan terkekeh geli melihat ekspresi wajah Nazia.


"Ba_baiklah." ucap Nazia.Mau tidak mau doa harus menghadapi suaminya.


Nazia membawa nampan yang berisi jus mangga dan donat yang sempat Nazia buat.


Terlihat sosok Langit yang sedang sibuk menyelam dan menikmati olahraga renang Nazia melangkah menuju tempat duduk yang di payungi sebuah kanopi.


Terlihat Langit sudah menepi dan bersandar,masih dalam kolam sambil mengatur nafas dengan posisi membelakangi Nazia.


Menyadari ada seseorang di belakangnya tanpa menoleh kebelakang Langit memberikan perintah yang membuat Nazia melotot dan sedikit ragu untuk melakukan nya.


"Bibi,handuk saya.!" perintah Langit yang buat Nazia kaget .


Nazia melihat handuk yang ada di atas bangku buat berjemur di dekat kolam renang.Dia pun menoleh kanan kiri kali saja ada orang lain disana kecuali dirinya.


Namun, saat melihat sekelilingnya tak ada satu orang pun yang ada di sekeliling mereka.


"Bibi,cepat saya kedinginan." ucap Langit.


Nazia pun akhirnya dengan terpaksa mengambil haduk itu dan berjalan kearah Langit dengan rasa ragu di hatinya.


"Kenapa harus aku yang ambil,padahal dia bisa saja keluar dari kolam renang dan berjalan mengambil handuknya."gerutu Nazia dengan menyodorkan tangannya kearah Langit dengan handuk di tangannya.


Langit pun melirik kearah kanan terlihat handuknya sudah ada di sampingnya.Namun,doa sedikit heran..karena semenjak tadi dia tak mendengar bi Sarti bersuara.


Langit pun menoleh ke kanan dan sedikit mendongak menatap wajah siapa yang ada di depan nya.

__ADS_1


Matanya melotot melihat wajah yang cantik dan wajah itu yang membuat hatinya resah sejak tadi.


Langit yang juga sedikit grogi akhirnya mengambil handuk itu dan karena pijakan kaki Nazia yang tak seimbang dengan tarikan tangan Langit yang lumayan kencang membuat tubuh Nazia tertarik kedepan dan tercebur ke dalam kolam renang.


"Aaaaa.."jerit Nazia


Byurrrr💢


Tubuh Nazia pun basah karena tercebur ke dalam kolam membuat Langit terkejut.


"Naz..!!" pekik Langit saat melihat Nazia yang melambaikan tangannya dan tubuhnya tenggelam lagi dan naik lagi.


"To_long...tolong..!" teriak Nazia dengan susah payah menimbulkan dirinya.


Langit yang melihat Nazia kesulitan berenang pun menyadari jika Nazia tidak bisa berenang.


"Shittt !!" umpat Langit dan langsung berenang kearah Nazia dan dengan cepat dia menyambar pinggang Nazia dan langsung menyeret tubuh Nazia kepinggir dan dengan susah payah langsung menggendong Nazia ke atas dan merebahkan tubuh Nazia ke bangku di tepi kolam renang itu.


"Naz,Nazia...Naz.. Ceroboh ,jangan buat aku takut," ucap Langit sambil menepuk-nepuk pipi Nazia namun tidak ada respon dari Nazia.


"Nazia..bangun Naz,please.." ucap Langit menekan nekan dada Nazia.


"Langit ada apa ini?" tanya Nabila yang datang bersama Bi Sarti.


"Naz,please..sayang!!"ucap Langit dan tanpa menunggu lama dia pun melakukan CPR.


"Apa aku tidak salah dengar,Langit tadi sempat memanggil Zia dengan sebutan sayang.Apa cuma perasaan aku saja.Tapi,kalau lihat Langit, sepertinya dia begitu khawatir dengan keadaan Nazia yang belum sadar."batin Nabila.


Nabila menutup mulutnya.Melihat anaknya dengan tidak ragu memberikan CPR pada Nazia.


Uhuk uhuk uhuk


Akhirnya dengan usaha Langit Nazia pun akhirnya tersadar.Memunta*kan air yang sempat masuk kedalam mulutnya.


Langit bernafas lega setelah melihat Nazia tersadar.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar." ucap Langit dengan reflek memeluk Nazia dan mencium pucuk kepala Nazia.


Nabila dan Sarti terkejut dengan tindakan Langit yang terlihat berlebihan.


"Langit,apa yang kamu lakukan sama Zia. Lepaskan dia !!" teriak Badai dari arah pintu belakang rumah dengan pandangan yang sulit diartikan.

__ADS_1


"Astaghfirullahal'adzim.." Nazia langsung mendorong tubuh Langit dan langsung beranjak dari tempat nya dan langsung berlari menuju kamarnya.


Langit meruntuki kebodohannya,yang sudah berani memeluk istrinya sedangkan untuk keluarga nya belum tahu jika mereka suami istri.


"Kamu jangan pernah berusaha untuk mempermudah gadis itu,kalau kamu mau bersenang-senang lebih baik kamu bisa cari target lain.Dia gadis baik,tidak pantas untuk kamu sakiti." ucap Badai dengan wajah penuh amarah dan langsung membelokkan kursi rodanya dan masuk kembali ke dalam rumah.


"Langit,jelaskan ke mama.Ada apa kamu sama Zia .Kenapa kamu ..


"Nggak ada apa-apa mah,permisi." ucap Langit dengan cepat dia meninggalkan tempat itu.


"Lang,Langit..Langit berhenti !!" teriak Nabila melihat putranya menjauh darinya.


"Ya Allah jangan biarkan dua saudara itu saling menyakiti ya Allah,aku menyayangi kedua anakku."gumam Nabila menangkupkan kedua tangannya ke wajahnya.


...****************...


Makan malam Nabila hanya bersama Badai.Sedari insiden tadi siang Langit setelah membersihkan diri,dia langsung pergi entah kemana. Sementara Nazia di berikan waktu untuk istirahat.Setelah peristiwa itu badan Nazia mendadak panas.


" Badai,mama mau tanya boleh?" tanya Nabila dengan hati-hati.


"Tanya apa mah,kalau mama mau tanya keadaan aku.. begini lah,aku tidak akan menyerah untuk sembuh." ucap Badai.


"Bukan itu, maksudnya mama..kamu sama Zia ,kamu sama Zia gimana?" tanya Nabila.


Badai yang mendengar pertanyaan mamanya pun bingung,maksud mamanya itu apa.


"Maksud mama apa?" tanya Badai dengan memandang sang mama sekilas.


"Maksudnya mama,kamu suka sama Nazia yah?" tanya Nabila lirih.


"Hahh,aku suka sama Nazia?" tanya Badai dan langsung Nabila mengangguk mengiyakan.


"Ya ampun mama,masa aku suka Nazia mah..nggaklah." ucap Badai dengan terkekeh geli mendengar pertanyaan mamanya.


Nabila bernafas lega mendengar ucapan Badai."Tapi,di lihat-lihat..Nazia cantik lho.." ucap Nabila menggoda Badai.


"Mba Zia memang cantik nyonya.Tapi,sudah jadi milik orang." ucap Sarti yang tiba-tiba muncul dari dapur.


"Maksudnya bi,Nazia sudah punya pacar,dia cerita ke bibi?" tanya Nabila kepo.


"Pacar mah nggak nyoya,den.Mba Nazia itu sudah punya suami." ungkap bi Sarti.

__ADS_1


"Suami?!!"pekik Nabila dan Badai terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Sarti barusan.


Bersambung


__ADS_2