BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#Langit Menghilang


__ADS_3

Langit dan Nazia berbaring di atas tempat tidur yang sama, mereka saling memunggungi satu sama lain.


Rasa nya memang canggung.Apalagi saat ini adalah pengalaman pertama buat Nazia dan Langit tidur satu ranjang status mereka pun sudah suami istri.


Dua orang yang terikat dengan tali pernikahan secara mendadak itu pun tertidur pulas dengan saling punggung tanpa ada percakapan atau bahkan bersinggungan secara fisik.


...****************...


Tiga bulan menjalani kehidupan Rumah Tangga mereka pun sudah mulai banyak pelajaran yang bisa mereka dapatkan.Namun, untuk menjadi suami istri sebenarnya pun belum sanggup.


"Mas,maaf ini bekalnya." ucap Nazia saat pagi hari melihat Langit akan pergi.


"Hemm.." jawab Langit singkat dan menempatkan bekalnya di motor nya.


"Ini,uang belanja buat Lo.Sorry gue lupa buat ngasih ini dari kemarin-kemarin." ucap Langit menyerahkan amplop coklat yang dia berikan pada Nazia.


Nazia dengan ragu menerima amplop itu dan melihat isinya.


"Masyaallah mas,ini buat aku semua?" tanya Nazia melihat uang yang Nazia terima sekitar lima juta rupiah.


"Iya,kamu bisa bagi bibi kamu juga." ujar Langit menggunakan sarung tangan nya.


"Terimakasih,.Tapi, kalau boleh tahu mas kerja dimana?" tanya Nazia dengan sedikit ragu untuk menanyakan nya pada Langit.


Langit melirik kearah istrinya yang berdiri tak jauh darinya.Penampilannya yang kuno pun sudah mulai dia benahi.


"Adalah,yang jelas gue kerja halal." ucap Langit sembari.memakai helm nya.


"Oke, hati-hati di jalan." ucap Nazia tak mau banyak tanya.Dia percaya suaminya pasti tidak akan bohong.


"Hemm.." jawab Langit singkat dengan menaiki motornya.


Langit pun menggerakkan motornya bergerak pergi meninggalkan rumah nya.


Nazia pun melihat kepergian Langit sampai tak terlihat lagi.Namun,entah mengapa hari ini rasanya begitu berbeda dengan perasaan nya ada rasa tak enak dan rasa tak rela melepas Langit pergi kerja.


"Naziaaa !!" panggil Rini


"Heii Rin,tumben pagi-pagi kesini.Ada apa?" tanya Nazia memicingkan matanya.


"Aku mau ngasih undangan ini buat kamu sama Langit,"ucap Rini memberikan sebuah undangan pada Nazia.


Nazia melihat nama kedua mempelai dan ternyata Rifki yang akan mengadakan resepsi .Masalah dana pernikahan nya dulu sudah di ganti oleh Rifki dan sekarang dengan perut besar istrinya itu mereka akan mengadakan acara tasyakuran kehamilan dan pernikahan mereka.

__ADS_1


" Aku nggak habis pikir sama jalan pikiran Rifki deh,udah tahu istrinya sebentar lagi lahiran masih saja mau adakan pesta pernikahan." ucap Rini mendudukkan dirinya di kursi di teras rumah Langit.


" Mereka kan yang jalanin,biarin aja.Kenapa kamu nyinyir gitu coba," ucap Nazia terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu.


Rini hanya membalas dengan mengangkat dua bahunya membuat Nazia geleng-geleng kepala.


...****************...


Di tempat lain tepatnya di bengkel milik Langit yang di kelola pada preman cs, semua berjalan lancar dan pesona seorang Langit pastinya akan menarik perhatian pelanggan.


"Bos,memangnya Nazia tahu kalau bos buka bengkel di sini?" tanya Imron yang sedang duduk di samping Langit yang sedang sibuk dengan laptopnya.


"Nggak tahu, dia tahunya aku kerja sama kalian." jawab Langit tanpa mengalihkan pandangannya ke laptopnya.


"Sampai kapan semua dirahasiakan dari Naz bos?"tanya Anton yang sedang menambal ban di dekat mereka.


"Entahlah.." jawab Langit cuek tetap fokus dengan laptopnya.


Drrrrrttt Drrrttt


📞Mama Calling...


"Mama,tumben telpon jam segini?" gumam Langit.


"Hall


"Langit..Badai ..Langit..Badai..." ucapan Nabila langsung membuat Langit berdiri dari tempat duduknya.


"Mah,mama tenang dulu, sekarang tarik nafas panjang ,buang.Lakukan sampai perasan mama lebih tenang." ucap Langit mengarahkan sang mama yang terdengar panik dan menangis.


"Langit,kamu harus cepat kembali.Badai kecelakaan Langit, Badai,Badai kritis. ."


Berita yang di berikan Nabila membuat Langit terkejut dan perasaan nya saat ini adalah takut,takut kehilangan untuk kesekian kalinya.


"Mama ,tenang, Langit akan kembali ke sana.Mama tenang yaa.." ucap Langit dengan tangannya menutup laptopnya dan memasukkan nya ke tasnya.


Panggilan telepon akhirnya dia pun langsung bersiap untuk kembali ke Jakarta.


"Bang Imron,saya harus pergi dan nanti tolong kasih tahu Nazia kalau saya harus pergi ,kalau urusan saya sudah selesai saya akan kembali." ucap Langit menenteng tas laptopnya.


"Tapi bos,bengkel sama toko gimana?" tanya Imron bingung kalau tidak ada Langit.


"Kamu handle bang,saya percaya sama kalian.Laporan tetap saja kirim ke email saya." ujar Langit mengintruksikan kepada semua anak buahnya pastinya harus bekerja dengan jujur.

__ADS_1


...****************...


Langit sungguh kalut saat mendengar Badai kecelakaan,dia takut kejadian seperti sang papah terulang lagi. Tanpa sadar ponsel yang biasa dia gunakan untuk komunikasi dengan Nazia dan tiga preman itu pun terjatuh.


...****************...


"Selidiki semuanya,kenapa bisa kecolongan sih ?!" ucap Langit pada seseorang yang ada di seberang sana dengan ponsel yang biasa dia gunakan untuk keluarganya serta bisnisnya yang sebelumnya.


Untuk sejenak Langit menghela nafasnya dalam.Dia harus melakukan lebih serius hal yang selama bertahun-tahun dia kerjakan.Banyak yang dia lakukan selama bertahun-tahun ini tanpa sepengetahuan sang kakek.


Apalagi kalau bukan soal kematian sang papa yang ternyata dia baru sadari bahwa Papa nya meninggal dunia bukan karena kecelakaan murni.


Ada seseorang yang menyabotase mobil sang papa yang mengakibatkan kematian sang papa ada di depan mata nya.


Namun ,memang tidak mudah menemukan orang yang membuat papanya meninggal itu karena Langit sadari jika ada seseorang yang punya power yang tak main-main. Sedangkan dirinya harus susah payah untuk masuk kedalam dunia hitam yang akan membantunya untuk menemukan orang yang selama ini dia cari.


Langit sampai di Jakarta langsung menuju Rumah Sakit tempat dimana Badai di bawa kesana setelah kecelakaan.


Dari terminal bus Langit ke Rumah Sakit dan menempuh perjalanan kurang lebih satu jam.


Dia langsung saja berlari ke arah ruang ICU sesuai dengan pesan sang mama.


"Mah..!!"panggil Langit yang melihat mamanya duduk lemas di kursi tunggu bersama sang kakek.


"Langit.Ya Tuhan Langit anak mama !!" seru Nabila saat melihat anak bungsunya ada di depan matanya.


Nabila dan Langit dengan perasaan rindu yang melanda hati mereka mereka saling berpelukan.Langit berkali kali mencium kening sang mama


"Badai ,Langit. ..Badai koma..hiks..hiks..."ucap Nabila dengan tangis yang sudah pecah.


"Ssstttt...sabar mah,ada Langit disini." ucap Langit menenangkan hati sang mama.


Mereka mengurai pelukan mereka.Nabila pun menelisik penampilan sang putra yang terlihat lebih rapi dari pada biasanya sewaktu belum pergi meninggalkan rumah.


"Kenapa mah,apa ada yang salah?" tanya Langit heran dengan sang mama yang memperhatikan dirinya dari atas ke bawah.


"Nggak papa,mama bersyukur karena mama lihat kamu lebih segar dan terlihat berisi.Apa ini adalah mimpi.Karena biasanya kamu begitu berandalan."ucap Nabila menepuk lengan putranya.


"Iya karena kalau Langit nggak bisa rapih Nazi...ah sudahlah,karena tetangga Langit disana bawel lebih dari bawelnya mama." ungkap Langit.


Dia memang mengingat kembali jika Nazia yang selalu cerewet jika Langit akan berangkat bekerja dan harus pakai kemeja dan berpenampilan sedikit rapih Walaupun memang Nazia mempunyai dandanan yang terlihat kuno tapi,untuk mendandani Langit dia mempunyai selera yang bagus.


Langit percaya Nazia akan baik-baik saja dan dia akan segera menyelesaikan tugas nya sebagai anak Erlangga dan menyembuhkan Badai supaya cepat pulih dan setelah itu dia akan membicarakan pernikahan nya dengan Nazia pada sang mama.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2