BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#Rencana Menjenguk Badai


__ADS_3

Pagi ini jadwal terapis yang akan menangani terapi berjalan untuk Badai.


Zia pun mendorong kursi roda Badai ke arah belakang tepatnya di taman belakang rumah itu.Disana sudah ada terapis Badai yaitu Putra.


Putra di dampingi asistennya menyambut kedatangan Badai dengan Zia yang bergerak kearah mereka.


"Selamat pagi tuan Badai, bagaimana hari ini..siap untuk melakukan terapi pagi ini?" tanya Putra dengan ramah


"Cepatlah,buat semuanya cepat selesai juga.Kamu bisa melaporkan kerjamu pada kakek." ucap Badai dengan nada dingin.


"Baiklah kita lakukan sekarang.Mbaknya bisa tinggalkan tuan muda dengan kami.Biar tuan muda kami yang handle untuk terapi pagi ini." ucap Putra pada Zia yang masih berdiri di samping kursi roda Badai .


Zia melanjutkan menjauhi mereka namun baru saja dua langkah mendadak Badai menahannya.


"Tunggu !!" cegah Badai membuat Zia membalikkan tubuhnya kembali.


"Kamu bisa tetap disini.Nggak usah kemana-mana tanpa saya suruh." ucap Badai lagi.


"Tapi tuan saya...


"Tetap tinggal,saya boss kamu ngerti?!!" potong Badai membuat Zia pun mengangguk mengiyakan perintah dari Badai.


Zia mendekat kembali ke arah Badai.Putra dan sang asistennya yang merupak perempuan mulai bergerak membantu Badai untuk berdiri namun Badai menghentikan pergerakan mereka


"Saya nggak mau sama dia,cukup kamu dan perawat saya."ucap Badai membuat Putra dan asistennya saling pandang.


Sementara Zia pun terkejut dengan permintaan Badai yang tiba-tiba menginginkan dia membantunya terapi.


"Tapi, saya dan pak Putra yang tahu tentang...


"Kamu nggak berhak untuk membantah saya,disini ada dia yang akan mengajarkan kepada perawat saya. Kalau menurut kamu perawat saya tidak kompeten dari pada anda tentunya anda salah,karena kalau dia tidak kompeten dia tidak akan berhasil memaksa saya melakukan terapi bersama kalian." ucap Badai panjang lebar.


Mau tak mau asisten putra pun mundur dan di gantikan Zia yang membantu Putra melakukan terapi pada Badai.

__ADS_1


Saat ini lah Zia dan Putra mendampingi Badai menjalankan terapi berjalan.Sedekali Badai meringis menahan sakit.Namun,dengan semangat yang Zia lontarkan membuat Badai semangat.


"Kalau tuan muda ingin cepat berjalan harusnya di biasakan untuk terapi berjalan setiap hari walaupun cuma sebentar bisa merangsang syaraf-syaraf kaki tuan muda sampai saat nya nanti pasti akan bisa berjalan seperti sedia kala." ucap Putra setelah selesai melakukan terapi jalan hari ini.


"Saya pastikan tuan muda akan sering melakukan latihan jalan saya pastikan itu. " ucap Zia dengan mengelap keringat di dahi Badai.


Tak berselang lama bik Sarti memabawa cemilan untuk mereka nikmati di belakang rumah itu.


Setelah menyelesaikan perbincangan mereka tentang terapi berjalan Putra pun akhirnya berpamitan untuk pulang.


****************


Di tempat lain Langit beserta Shafa pulang ke mansion keluarga Fravash.Tepatnya Shafa yang meminta untuk ikut ke mansion keluarga Fravash dengan dalih ingin berkenalan dengan mama dari Langit.


Sebenarnya Langit ragu namun,dengan berbagai cara Shafa memaksa untuk ikut.


"Assalamualaikum ma.." ucap Langit saat masuk ke dalam mansion.


"Wa_Wa'alaikumsalam,kamu sudah pulang nak ?"tanya Nabila melirik ke arah Shafa.


"Sore tante,saya Shafa senang bertemu dengan tante.Sudah lama saya kenal Langit bahkan saat masih kecil,ternyata sekarang baru bisa bertemu dengan tante.Dulu saya sudah pernah bertemu dengan papanya Langit,beliau sangat sayang pada saya.Tapi sayang,beliau sudah di panggil yang kuasa." ucap Shafa panjang lebar.


Nabila mendengar ucapan Shafa mengernyitkan dahinya,suaminya memang baik pada siapapun dia akan selalu bersikap baik siapa pun mereka .Apalagi dengan teman anak-anaknya dia akan sayang juga.


"Ah iya,ayo duduk.Mau minum apa Shafa?' tanya Nabila.


"Apa saja tante,sini tante...," ucap Shafa dengan mengajak Nabila untuk duduk dengannya.


"Sebentar ya Shafa,kamu duduk dulu di sini, tante mau menemui Langit dulu.Biasa, dia kan belum punya istri jadi tante yang harus siapkan kepentingan nya." ucap Nabila langsung pergi meninggalkan Shafa tanpa menunggu tanggapan Shafa.


Shafa yang mendapatkan perlakuan itu hanya bisa mendengus kesal.


Nabila masuk ke dalam kamar Langit,terlihat Langit seperti sedang bicara serius dengan seseorang. Seperti nya dia merasa cemas.

__ADS_1


"Korban perampokan,lalu ada informasi apa lagi?" tanya Langit saat melakukan panggilan.


"Hahh...cari Informasi lagi sampai ketemu.Aku ingin keluarganya tidak khawatir.Semua yang terjadi padanya itu karena diriku.Terimaksih atas kerja kerasmu.."ucap Langit menanggapi omongan orang yang ada di seberang ponselnya.


Akhirnya panggilan telepon itu pun berakhir dan Langit langsung membalikkan tubuhnya dan seketika dia terperanjat karena tak menyadari sang mama ada di kamarnya.


"Astaga mama,buat Langit kaget saja.!" seru Langit memegangi dadanya karena terkejut.


"Maaf mama terpaksa meninggalkan Shafa dan mama kesini."ucap Nabila pada putranya.


"Kenapa mah,apa mama tidak menyukai Shafa ?" tanya Langit dengan menyelidik


"Bukan begitu ,mama cuma kepikiran Badai.Kata bi Sarti dia sudah mau melakukan terapi berjalan.Mama senang perawat Badai yang baru menunjukkan progres yang baik untuk kesembuhan Badai.Sarti bilang,Badai sudah tidak sering marah-marah lagi.Mama rasa dia sudah punya seseorang yang tepat untuk merawatnya." ujar Nabila panjang lebar.


Langit mendengar perkembangan kesembuhan Badai tentu saja sangat senang,apalagi setelah melihat bagaimana Badai terlihat putus asanya.


"Aku bersyukur kalau Badai segera sembuh mah,apa mama ada rencana akan menemui Badai?" tanya Langit.


"Mama ingin malam ini kita ke sana,besok weekend kan,mama ingin kamu antar mama kesana."ujar Nabila pada Langit.


"Baiklah,Langit mandi dulu setelah magrib kita ke sana." ucap Langit mengecup kening sang ibu.


Nabila memang tahu sifat Langit yang tersembunyi dalam balutan tabiat yang negatif bagi orang-orang namun,baginya Langit anak yang penuh dengan perhatian.


Langit pun langsung ke kamar mandi dan Nabila baru sadar, kalo dia sudah meninggalkan Shafa lumayan lama sendiri di ruang tamu.Nabila segera melangkah menuju dimana Shafa yang sedang menikmati teh hangat yang di sediakan ART.


"Shafa.Maaf yah, tante tadi sempat meninggalkan kamu.Kamu bawa mobil,kalau tidak nanti pak Min akan anter kamu pulang.Soalnya Langit dengan tante harus ke Bogor untuk menjenguk kakaknya Langit.Besok weekend jadi kita ingin berkumpul bersama.Sekalian memberikan semangat untuk dia supaya semangat untuk sembuh." ungkap Nabila membuat Shafa tersenyum terpaksa.


"Kalau Shafa ikut boleh kan tante,sekalian Shafa juga ingin refreshing sebelum senin nanti harus kembali sibuk."ucap Shafa membuat Nabila termangu mendengar permintaan Shafa.


"Kamu yakin,soalnya Langit pasti akan selalu sibuk dengan kakaknya lho.." ujar Nabila sedikit tidak setuju dengan keinginan Shafa.


"Nggak papa tante,lagi pula nantinya juga kita akan jadi keluarga kalau Shafa sama Langit menikah nanti." ucap Shafa dengan percaya diri.

__ADS_1


Nabila mendengar ucapan Shafa hanya bisa tersenyum kikuk .Entah mengapa dia kurang suka dengan sifat Shafa yang terlihat agresif.


Bersambung.


__ADS_2