BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#Mendadak Nikah


__ADS_3

"Ssstttt...jangan takut ada saya disini.. tenang lah..hemm," ucap Langit begitu lembut terdengar di telinga Naz.


Perasaan Naz berangsur-angsur tenang dan sedikit merasakan kantuk karena terlalu lelah untuk pekerjaan mau hari ini.Tanpa terasa mereka tertidur dalam gelap dengan saling berpelukan terduduk di sofa.


Sementara hujan berangsur reda.Ketiga preman kampung yang di suruh Langit untuk kerumahnya pun mereka berjalan kaki ke rumah Langit.Husein pun kebetulan mempunyai tujuan yang sama akhirnya mereka sama-sama menuju rumah Langit.


Saat sampai di dekat rumah Maman ternyata lampu yang tadi nya mati nyala kembali.


"Kalian mau kemana?" tanya Maman yang keluar dari dalam rumahnya bersama Rini.


"Mau kerumah bang Langit ,ada perlu."jawab Imron


"Kalian nggak ada niat buat ngerusuh kan,jangan macem-macem kalian !" ucap Maman dengan pandangan curiga.


"Kita nggak ada niat buat ngaco disana."ucap Anton sambil melirik Rini.


"Ya udah ayok,sekalian saya juga mau bilangin besok ada kerja bakti kampung." ucap Maman berganbung dengan tiga preman dan Husein.


"Aku ikut Wak, mau mastiin kalau Naz sudah anter cake lemon pesenan kak Langit.Soalnya aku telpon Naz nggak diangkat-angkat."ujar Rini.


Maman pun mengangguk mengiyakan ucapan keponakannya itu. Akhirnya mereka melangkah menuju ke rumah Langit yang tak jauh letaknya dari rumah Maman.


Saat sampai di dekat rumah Langit mereka melihat kalau pintu rumah Langit setengah terbuka.


"Mang Maman dulu aja yang manggil boss Langit.." ujar Imron mempersilahkan Maman untuk mengetuk pintu rumah Langit.


"Kok kamu panggil bos ,saya baru tahu."ucap Maman menanggapi panggilan dari mereka ingin seorang Langit yang notabene nya warga baru kampung Waru.


"Sudah Wak,bahasanya nanti.Takutnya Kak Langit lupa tutup pintu dia ketiduran lagi.." ujar Rini menyuruh sang uwak untuk mengetuk pintu rumah Langit.


Maman pun akhirnya melangkah lebih dulu karena memang jalan setapak keruang Langit tak bisa di lalui dua orang atau lebih.


"Assa .... Astaghfirullahal'adzim...!!"


Pekikan Maman membuat orang di belakangnya dengan cepat ikut menerobos masuk ke dalam rumah Langit.


"Boss !!


"Nazia !!"


Teriak mereka bersamaan saat melihat pemandangan yang ada di depan mereka.Rini pun menutup mulutnya melihat sosok sahabatnya juga ada di sana.

__ADS_1


Mendengar ribut-ribut,Langit dan Naz dengan membuka mata mereka dan betapa terkejutnya mereka saat mendapati posisi mereka yang terlalu terlihat intim.Reflek Nazia dan Langit saling berjauhan.


"Kalian..?!"


"Kalian ngapain bisa seperti ini, apa yang kamu lakukan sama Nazia bang?" tanya Husein memandang wajah Langit dengan sengit.


"Ahh..ini nggak seperti yang kalian pikirkan,kami..kami..


"Begini saja ,saya jelaskan semuanya dengan benar,silahkan kalian duduk dulu."ucap Langit berusaha untuk menjelaskan.


"Bang,kamu tahu nggak tradisi di kampung ini.Kalian sudah melanggar aturan kampung sini.Kita tidak tahu bagaimana ceritanya kalian sampai terlihat intim kayak tadi tapi, buat membersihkan nama baik kampung dan juga Naz juga diri Abang sendiri,lebih baik Abang kita nikahkan dengan Nazia malam ini juga ," ucap Husein membuat Naz dan Langit terkejut mendengar nya.


"Nggak !!"


"No..!!'


Kedua orang tertuduh itu dengan tegas menolak untuk di nikahkan paksa.


"Ini sudah jadi keputusan leluhur boss,nggak bisa ganggu gugat." ucap Imron terlihat serba salah.


"Tapi, kita nggak ngapa-ngapain.."ucap Nazia merasa tidak terima kalau harus menikah karena apa yang dituduhkan kepadanya tidak benar.


Langit berusaha untuk menjelaskan tentang apa yang terjadi sebenarnya namun,adat tetap lah adat yang harus di hormati oleh siapa pun yang tinggal di desa itu meskipun pendatang.


Malam itu pun Langit dan Nazia harus menjalani ketetapan adat yang ada di Desa Waru.


"Bibi,Rin,aku nggak mau nikah sama dia.Aku nggak cinta sama dia bik.." ucap Nazia berusaha menolak untuk menikah dengan Langit.


"Bibi percaya kamu nggak akan ngelakuin hal aneh-aneh.Tapi,ini sudah jadi hukum adat sayang, mungkin kamu dan juga Langit sudah di takdirkan untuk menikah.Kalian jodoh yang sebenarnya." ucap sang bibi walaupun memang begitu sedih dengan jalan hidup keponakannya.


"Benar kata bibi,ini sudah jadi takdir kamu Naz, tugas kamu sekarang hanya berusaha mencintai dia."ucap Rini menggenggam tangan sahabatnya.


Nazia menatap sedih sahabatnya itu.Rini pun memeluk Nazia erat dan berusaha membujuk Nazia untuk mau di rias seadanya malam itu.Pernikahan nya masih di bawah tangan atau pernikahan siri harus di lakukan sekarang juga.


Langit memakai kemeja sedikit rapi.Keduanya kini duduk berdampingan di sofa ruang tamu milik Langit.


"Mas kawin apa yang akan kamu berikan pada Nazia nak Langit?"tanya sesepuh Desa Waru bernama Kyai Marwan.


Langit merogoh sakunya dan mengeluarkan beberapa lembar uang asing.


"Saya punya 500 Dollar apa bisa pak Kyai ?"tanya Langit meletakkan uang Dollar sebanyak 5 lembar dengan nilai 100$.

__ADS_1


"Masyaallah,kamu ikhlas memberikan ini pada calon istrimu?" tanya Kyai Marwan melihat lembaran uang yang Langit taruh di atas meja.


"Ikhlas Kyai." jawab Langit mantap.


"Baik nak,jabat tangan saya.Apa kamu sudah tahu lafadz nya yang harus kamu ucapkan?"tanya Kyai Marwan memastikan jika Langit sudah tahu yang akan di ucapkanya.


"Insyaallah saya bisa."ucap Langit menoleh sekilas ke arah Nazia yang ternyata sedang menoleh kearahnya juga.


"Baiklah.. Bismillahirrahmanirrahim..,ananda Langit Akhtar Fravash bin Erlangga Fravash saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan adinda Nazia Zara binti Muhammad Rizwan alm dengan mas kawin 500$ di bayar tunai...


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nazia Zara binti Muhammad Rizwan alm dengan maskawin nya tersebut tunai.."


Bagaimana saksi SAH


SAH


SAH


"Barakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fi khoir"


Setelah selesai acara tersebut , berbincang-bincang sebentar dengan menikmati makanan seadanya.Serta kedua pengantin dadakan itu pun di berikan wejangan-wejangan dari Kyai Marwan serta paman dan bibi dari Nazia.


Nazia tak bisa membendung tangisnya apalagi mengingat pernikahan nya yang tiba-tiba tanpa ada rasa cinta pada sosok suami nya itu.Apalagi sudah menjadi rahasia umum kalau Langit hanya lontang lantung di desa itu tak punya pekerjaan.


"Bibi aku nggak mau di sini,aku mau pulang,"ucap Naz memegang lengan sang bibi dengan masih terisak.


"Naz,heii..kamu sudah punya suami, jangan manja gini lah,nggak malu dengan suami kamu,emm?" goda Rahma pada ponakannya itu.


"Ayolah bi,Naz takut kalau Naz harus berdua dengan dia." bisik Naz pada sang bibi.


Mendengar ucapan Nazia membuat Rahma terkekeh geli.


"Halah takut apaan,kamu tadi udah peluk pelukan sama Langit kok,makanya di nikahin.." cibir sang bibi menepuk bahu ponakannya itu.Mendengar cibiran sang bibi membuat Nazia mengerucutkan bibirnya.


"Paman titip Naz sama kamu Langit, walaupun sekarang kamu belum mencintai istri kamu,tolong perlakukan dia dengan baik dan kalian belajar untuk saling menerima satu sama lainnya." ucap Teguh pada menantunya itu.


"Iya paman, Insyaallah Langit akan jaga Naz dengan baik."jawab Langit walaupun dalam hatinya dia tidak yakin akan kemampuan nya untuk menjaga Naz kedepannya.


Banyak yang belum dia selesaikan.Apalagi sekarang statusnya sebagai orang terbuang dan banyak lagi yang dia harus lakukan untuk mendapatkan informasi tentang siapa pembunuh ayahnya.Selama puluhan tahun baru mengetahui bahwa meninggalnya sang papa bukan sekedar kecelakaan biasa.Saat ini dia sedang menyelidiki nya.Tapi, dia tidak menyangka kalau dia akan terjebak dalam pernikahan mendadak nya bersama Nazia.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2