BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#Perampokan


__ADS_3

Gadis cantik dengan wajah tanpa make up.Tampilan yang terlihat sederhana namun, sangat manis senyuman nya.


Nazia kini menapakkan kakinya di tanah yang terkenal dengan kota metropolitan. Kota modernisasi yang tak pernah tidur.


Nazia turun dari bus yang membawa nya dari kampung halamannya menuju Jakarta untuk mencari suaminya Langit.


Berbekal alamat yang di berikan sahabatnya Rini,alamat dimana Esih bekerja.


"Labu ...Labu ..Labu...!!"


"Ciputat .. Ciputat .. Ciputat !!


"Blok M..Blok M ..Blok M..!!


Teriakan orang -orang yang mencari penumpang saling sahut sahutan.


"Mau kemana neng?" tanya laki-laki dengan tampang premannya bertanya pada Nazia.


Nazia menoleh pada laki-laki itu dengan wajah takut.


"Saya..saya mau ke alamat ini bang.." ucap Nazia menunjukkan sebuah alamat.


"Oh ini ke arah Pejaten.Mba bisa naik angkot itu, kalau nggak naik ojol,atau taxi." ujar laki-laki itu dan mengembalikan alamat yang tadi Nazia kasih.


Nazia yang sudah tanya beberapa orang pun akhirnya memutuskan untuk naik taxi karena dia rasa lebih aman tidak berdesakan dengan penumpang lain.


Benar saja Nazia pun akhirnya naik taxi ke alamat yang Rini berikan padanya.Dia melihat sekeliling jalanan begitu sepi dan terlihat rumah yang jaraknya begitu lumayan jauh.


Tiba-tiba taxi yang di tumpangi Nazia berhenti di tempat sepi.Hati Nazia mulai tak enak .


"Pak, kok berhenti ?!" tanya Nazia dengan perasaan takut.


"Serahkan barang-barang kamu,.Jangan coba-coba menjerit atau melawan kalau nggak mau kamu celaka !!" ancam supir taxi dengan menggunakan topi dan masker.


"Ja_jangan apa-apakan saya ,saya saya masih ingin hidup." jawab Nazia dengan suara bergetar ingin menangis karena tubuhnya sudah bergetar ketakutan.


"Keluar..Keluar !!" bentak supir gadungan itu menyuruh Nazia keluar dari taxi yang dia tumpangi.

__ADS_1


Akhirnya mau tak mau dengan ancaman todo*gan pisto* yang di acungkan ke arah Nazia sehingga Nazia takut dan pasrah dengan apa yang terjadi saat ini dan dia berharap selamat .


Nazia keluar dari taxi itu dan setelah di pastikan Nazia turun ,mobil itu pun langsung melarikan diri.


"Tolong ...Tolong..tolong ..!!"


Suara minta tolong Nazia tentu saja tidak ada yang mendengar karena memang jalan itu terlihat sepi.Jalan di belakang komplek perumahan mewah.


Dalam hati Nazia memanjatkan doa supaya Allah mengirimkan seseorang yang bisa menolongnya.


Dia menangis di jalan sepi.Dia pun berjalan tanpa arah tujuan.Dia tak punya apa-apa lagi.Semuanya raib di bawa kabur perampok itu.


Tin..tin...tin...


Suara klakson mobil membuat Nazia terkejut dan menutup telinganya karena terganggu.Posisi Nazia berjongkok di pinggir jalan karena dia lelah berjalan.Perih, perutnya pun terasa lapar.


"Mba,lagi ngapain di situ?!" ucap seorang wanita yang ada di dalam mobil setelah membuka sedikit kaca mobilnya.


Nazia menoleh melihat orang yang lewat,semoga bisa menolongnya.


Namun,saat Nazia ingin berdiri tiba-tiba tubuhnya tak mampu lagi menahan bobot tubuhnya yang sedang dalam keadaan lapar.Tibuh Nazia pun tumbang meluruh di tepi jalan.


"Kita coba lihat." ucap sang kakak dan membuka pintu mobilnya.


Keduanya menghampiri tubuh Nazia yang sudah tergeletak pingsan di tanah.


Laki-laki itu memeriksa denyut jantung nya yang ternyata sangat lemah.


"Dek ,tolong kamu buka pintu bagian belakang.Kita bawa ke Rumah Sakit,takut ada apa-apa.Denyut nadinya sangat lemah.Kakak takut terjadi apa-apa .." ucap laki-laki itu mengangkat tubuh Nazia dan membawanya ke dalam mobilnya.


Nazia pun di bawa ke Rumah Sakit dan langsung di larikan ke UGD.Setelah beberapa saat di periksa dokter jaga keluar menghampiri laki-laki dan perempuan yang menolong Nazia.


"Dokter bagaimana keadaan pasien tadi ?" tanya laki-laki yang tidak lain juga seorang dokter yaitu Vano.


"Tidak apa-apa dokter, perempuan itu seperti nya kekurangan asupan makanan.Dia juga dehidrasi,saya sudah pasang infus untuk membuat tubuhnya pulih lagi.Setelah siuman nanti bisa di berikan makanan, sepertinya dia kurang memperhatikan pola makannya."ujar si dokter pada Vano.


"Baik , terimakasih dok.." ucap Vano pada dokter tersebut.

__ADS_1


"Sama-sama dokter,saya permisi dulu, pasien bisa langsung pulang kalau sudah habis cairan infus nya."ucap si dokter lagi dan Vano pun mengangguk.


...****************...


"Eeuuhhh...." lenguh Nazia saat matanya terbuka dari pingsan dan merasakan kepalanya yang terasa sakit.


"Akhirnya kamu siuman juga," ucap perempuan yang duduk di samping brankar yang Nazia tempati di ruang UGD.


Nazia mengarahkan pandangannya ke perempuan dan laki-laki yang tak jauh dari dirinya terbaring.


"Saya di mana,lalu kenapa saya bisa ada disini?" tanya Nazia dengan kebingungan.


"Kamu pingsan di pinggir jalan,kami lihat kamu lemas di pinggir jalan sepi di jalan alternatif yang sepi.Sebenarnya kamu mau kemana ,kayaknya kamu nyasar yaa?" tanya perempuan itu.


"Saya Nazia,saya datang dari kampung mau cari suami saya.Karena saya khawatir sudah beberapa bulan tidak ada kabar sama sekali,saya datang ke tempat dimana orang yang tahu suami saya berada tapi, saya kena rampok.Semuanya hilang,alamat yang aku akan datangi pun hilang.Aku harus bertemu suamiku..hiks hiks ." ungkap Nazia yang langsung menangis jika usahanya untuk bertemu suaminya kemungkinan gagal.


"Kamu nggak tahu alamat suami kamu,kalau kamu tahu..bisa kami antar.."


Nazia hanya menggeleng cepat karena memang sudah tidak ada kesempatan bertemu suaminya.


"Nama saya Lala dan ini kakak saya Vano.Kamu belum makan yaa ..sampe kamu pingsan di pinggir jalan.Kamu kekurangan nutrisi ,dehidrasi.Sebaiknya kamu makan ini dulu.Baru kita antar buat kamu balik ke kampung." ucap perempuan bernama Lala.


"Saya ingin bertemu dengan suami saya, bagaimana pun caranya." ucap Nazia dengan tekad bulat.


"Kamu saja nggak tahu alamatnya,gimana bisa kamu ketemu suami kamu,"ucap Vano yang tiba-tiba membuka suaranya.


"Apa kalian mau menolong saya sekali lagi?" tanya Nazia menatap Lala dan Vano bergantian.


"Jangan ngelunjak Lo !!" ucap Vano yang melihat kekeras kepalaan Nazia.


"Mamang mungkin saya ngelunjak tapi, saya nggak mau kembali ke kampung dulu.Apa kata bibi dan paman,mereka pasti khawatir sama saya. Rencananya , saya ingin mencari kerja sambil cari suami saya.Apapun pekerjaan nya yang penting halal saya mau." ucap Nazia menatap Vano dan menggenggam tangan Lala.


.


.


Setelah beberapa lama Vano memutuskan untuk membawa Nazia ke rumah mereka dan untuk mempekerjakan Nazia sebagai asisten dari suster sang opa.Karena memang sang opa selama ini ada suster khusus untuk merawat beliau.Nazia sangat berterimakasih pada Lala dan Vano yang mau mempekerjakan dia di rumah mereka.Walaupun mereka baru mengenal Nazia namun,mereka yakin Nazia gadis yang jujur dan pekerja keras.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2