
Mobil mewah Langit masuk ke pekarangan rumah besar itu dan dia pun memarkirkan mobilnya di garasi.
Dengan mata sembabnya Nazia turun dari mobil itu. Sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit yang ada di Jakarta,Nazia menangis dalam diam.
"Biar aku saja bantu,kamu bawa tas kamu saja." ucap Langit saat Nazia ingin membantu Badai duduk di kursi rodanya.
Pemeriksaan fisik Badai yang baru saja bisa melangkah lumayan membuat dirinya lelah.Dokter menyarankan agar tidak memforsir diri untuk berjalan terlalu jauh.Mulai besok Nazia akan mendampingi Badai untuk berjalan dengan kruk supaya bisa lebih mudah untuk Badai berjalan.
Sampai Nazia masuk kedalam rumah besar itu dan disambut oleh beberapa ART keluarga Fravash salah satunya adalah bik Esih.
Saat melihat sosok Nazia tentu Esih terkejut dan sekaligus bersyukur karena Langit sudah bertemu dengan Nazia.
Walaupun dari segi penampilan,Nazia sudah berubah sedikit demi sedikit tapi..Esih masih mengenali gadis itu karena kacamata khasnya.
Flashback On.
Hari dimana Langit meminta nomor telepon Maman,ternyata bik Esih merasa penasaran kenapa Langit terlihat sangat khawatir.
"Den,bibi boleh tanya sesuatu?" tanya bi Esih saat Langit masuk ke dalam area dapur.
"Tanya apa bi,tanya saja." jawab Langit santai.
"Selama hidup di desa bibi,apa yang terjadi disana sebenarnya?" tanya Esih.
Mendengar pertanyaan Esih,Langit pun menghela nafas dalam.
"Banyak yang terjadi disana bi,salah satunya adalah tentang aku dan Nazia." ucap Langit mendudukkan bok*ngnya di bangku taman belakang rumah itu.
"Nazia,keponakannya Teguh.Kenapa dengan dia den?" tanya Esih penasaran.
__ADS_1
"Langit sudah menikah dengan Nazia."jawab Langit.
"APA ?!!" pekik Esih saat itu sangatlah terkejut dengan ucapan Langit barusan.
"Ma_maaf den,den Langit nggak lagi ngeprank bibi kan,kalian pacaran terus menikah.Tapi..
"Kita nggak pacaran bi,karena satu alasan mengapa kita dinikahkan.Semua berawal dari salah paham.."ucap Langit lalu menceritakan tentang kisah Langit dan Nazia sampai bisa menikah.
"Ya Allah den,bibi bukannya mau bela Nazia den..dia gadis yang baik,nggak pernah dia neko-neko.Apalagi bergaul dengan orang yang nggak benar.Bibi sangat setuju dengan Aden sudah menikah sama Nazia tapi,entah nanti gimana nasib Nazia setelah kakek Sameer tahu tentang pernikahan kalian.Lagian kenapa den Langit tega pacaran sama cewek lain sedangkan kenyataannya den Langit sudah menjadi seorang suami.Itu namanya pengkhianatan den,lebih baik..jika Aden sudah tidak bisa bertahan dengan pernikahan tanpa cinta yang menurut den Langit nggak akan mungkin bahagia.Sebaiknya den Langit ceraikan saja Nazia. Dia berhak bahagia juga den." ucap bi Esih.
Rasanya Esih kasihan dengan anasib Nazia.Apalagi dengan menikah secara paksa pastinya Nazia juga nggak semudah itu menerima orang asing yang dia tak kenal tiba-tiba jadi suaminya.
Flashback Off.
"Bi,Bisa Esih..bi Esih..!" seru Nabila membuat Esih tersadar dari lamunannya.
Sementara Nazia yang juga sudah menyadari jika ada Esih diantara beberapa ART yang menyambut kedatangan mereka,Nazia pun segera menundukkan kepalanya.
"Aisssttt..si bibi ada-ada saja,kenalkan ini Nazia dan dia adalah perawat yang merawat Badai.Nazia,nanti kamu bisa minta tolong bi Esih untuk antar kamu ke ruang tidur kamu yah.." ucap Nabila.
"Baik nyonya." jawab Nazia dengan wajah masih menunduk.
"Mah,aku keluar sebentar..aku sudah antar Bang Badai di kamarnya." ucap Langit dengan wajah datarnya.
"Mau kemana kamu,jangan bilang kamu mau temui Shafa.Kamu baru juga sampai Lang,masa mau..
"Ma,aku akan ketemu dengan Exel.Ada hal penting yang harus aku kerjakan.Jangan tinggu aku,Langit nggak janji akan pulang kesini." ucap Langit dengan mencium kening sang mama dan mencium tangan sang mama.
Nabila hanya bisa menatap punggung anak bungsunya itu.Enatah kenapa perasaan Nabila berkata jika ada sesuatu yang anaknya sembunyikan.
__ADS_1
"Bi Esih,tolong bawa Nazia ke kamar.Kamu bisa istirahat dulu,nanti kamu bisa minta bi Esih tunjukkan bagian rumah ini dan sekaligus nanti bi Esih bisa kasih tahu kamar Badai.Saya istirahat dulu."ucap Nabila dan melangkah menuju kamarnya.
...****************...
"Masuklah,ini kamarmu."ucap Esih pada Nazia saat membuka sebuah kamar yang terletak di paviliun belakang rumah keluarga Fravash.
Nazia masuk ke dalam kamar itu,kamar itu terlihat luas tak seperti biasanya kamar pembantu yang sempit dan hanya ada lemari kecil dan tempat tidur kecil.Tapi,kamar itu lumayan luas dengan lemari sedang dan meja rias serta tempat tidur yang sedang.
"Terimakasih bi." ucap Nazia.
"Bibi tahu, kalau kamu dan tuan muda Langit sudah menikah.Kalau kamu perlu apa-apa bisa bilang ke bibi.Kamar bibi ada di samping kamar kamu. Bersabarlah,tuan Langit yang terlihat dingin dan juga tak berhati itu, sebenarnya dia laki-laki yang pemikir. Banyak hal yang harus dia pertimbangkan.Apalagi dengan status kalian.Percayalah ,tuan Langit ingin sekali memberitahu tentang kalian pada keluarganya namun,dia harus menyelesaikan satu persatu tanggung jawabnya sebagai seorang anak dan juga keturunan keluarga Fravash." ungkap bi Esih.
Nazia bingung dengan apa yang di katakan oleh bi Esih,apa ada rahasia besar dibalik semua sikap Langit padanya.Apalagi dia akan selalu bertemu dengan Langit namun,sangat jauh jangkauan nya untuk menyentuh suaminya itu.
"Apa maksudnya bi,apa ada hal yang Langit harus sembunyikan.Naz tahu,kalau memang Naz bukan tipe istri yang ideal buat Langit tapi,Naz ingin dia mence....
"Jangan pernah habas tentang perceraian.Kita nggak tahu apa yang menjadi pertimbangan tuan Langit untuk tetap menjaga rahasia tentang pernikahan kamu dan Langit.Tapi,bibi minta kamu selalu dukung suamimu.Dia sendirian,keluarganya pun nggak ada yang peduli,hanya almarhum papa nya juga mama nya yang bisa mengerti Langit.Sekarang,kamu adalah salah satu orang yang dia punya jadi,percayalah padanya." ucap bi Esih
"Lalu Shafa,dia menjalin hubungan dengan Shafa.Dia juga orang terpenting buat Langit juga kan bi?"
Bi Esih menghela nafas panjang dan memegang kedua bahu Nazia.
"Kamu istrinya,jadi kamu yang berhak atas Langit,bukan wanita lain." ucap Esih meyakinkan Nazia untuk percaya pada Langit.
Sementara malam kian larut dan di Club' Night terlihat Langit yang sibuk dengan minum-minumannya.
"Sudah Lang,cukup !" ucap Exel pada sahabatnya itu.
"Dia minta cerai ,aku nggak bisa melepaskan dia Xel.." ucap Langit dengan mata yang sudah basah dengan air matanya.
__ADS_1
Exel pun bingung dengan sikap Langit yang dia anggap plin plan.Langit sadar jika dia sudah menikah dengan orang yang katanya tidak dia cintai.Tapi, dia dengan sadar menjalin hubungan dengan Shafa gadis yang masih hidup di hatinya sejak SMP. Exel tahu jika Langit harus menjaga keluarganya dari ancaman para musuh keluarganya.Di balik sifat urakannya dia adalah laki-laki yang memegang janjinya.
Bersambung