BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
#Lamgit Sakit


__ADS_3

Hampir dua bulan berlalu Langit pun sudah tak lagi aktif di Fravash Group.Dia yang memang punya usaha sendiri tanpa sepengetahuan keluarga nya mulai sering pulang tengah malam.


Hubungan dirinya dengan Nazia pun masih dalam taraf sembunyi -sembunyi.Kalau hubungan nya dengan Shafa pun masih dalam tahap pacaran.


"Naz,den Langit semalem nggak ke kamar kamu yaa?" tanya bi Esih dengan berbisik pada Nazia.


Nazia mendengar pertanyaan bi Esih pun melihat sekeliling mereka.


"Nggak bi,sudah sebulan lebih mas Langit selalu pulang larut malam.Kadang dia pulang dengan keadaan mabuk.Aku khawatir dengan dia bi."ucap Nazia lirih.


"Bibi ngerti perasaan kamu Naz,kalau ada kesempatan kamu bisa tanya dan nasehati dia.Bibi juga khawatir dengan kondisi dia di luaran sana.Walaupun memang bibi tahu dia akan jaga diri.Tapi, namanya nasib sial kapan saja bisa terjadi." ucap bi Esih.


"Bibi...


"Bi Esih,sarapan sudah siap belum?" tanya Nabila yang masuk ke dalam dapur.


"Eh..sudah nyonya, sebentar lagi kami siapkan."ujar Esih dan Nabila mengangguk dan langsung meninggalkan tempat itu


Dengan cekatan Esih di bantu Nazia pun langsung menyiapkan sarapan untuk keluarga majikannya itu.


"Selamat pagi tuan besar .." ucap Esih dan juga Nazia saat melihat sosok kakek Badai dan Langit masuk ke area ruang makan.


"Hemm..Esih,kamu bisa panggilkan Langit.." ucap Sameer pada Esih.


"Baik tuan besar." jawab Esih.


"Kamu,tolong buatkan saya kopi." ucap Sameer menunjuk ke arah Nazia.


"Pah,dia asisten Badai.Dia bukan ...


"Aku yang membayarnya Nabila." potong kakek Sameer.


"Nggak papa nyonya,tunggu sebentar taun saya siapkan."ucap Nazia dengan langsung beranjak dari posisinya berdiri.


Melihat Nazia yang sudah tak terlihat di ruang makan Sameer pun melihat ke arah Badai.

__ADS_1


"Mulai hari ini kamu tak perlu membawa gadis itu kekantor.Semua keperluan kamu bisa di urus oleh Nio." ucap Sameer pada Badai.


"Tapi kek,aku sudah nyaman dan cocok sama pekerjaan Zia kek." tolak Badai.


"Kamu nyaman dengan pekerjaannya atau dengan orangnya? jangan coba-coba kamu jatuh cinta dengan wanita yang tidak tahu asal-usulnya.Kakek tidak setuju." ucap Sameer menatap Badai dengan sengit.


"Pah,nggak perlu seperti itu pah..anak-anak akan bahagia dengan pilihannya bukan dengan paksaan kita." ucap Nabila.


"Tahu apa kamu,karena Erlangga menikah dengan mu apa yang terjadi sekarang,dia meninggalkan aku sendiri.Kamu pikir dengan kamu berkata seperti itu aku akan menyetujui Badai berurusan dengan wanita tak jelas itu." ucap Sameer dengan nada tinggi.


"Kakek salah paham,Badai tidak bermaksud untuk ada hubungan dengan Zia,Badai hanya sebatas kagum saja." ujar Badai dengan mencoba untuk memberikan pengertian pada kakeknya.


"Apapun alasannya kakek tetap tak suka." ucap Sameer finish.


Sementara Nazia yang sudah selesai dengan tugasnya membuatkan Sameer dia tercekat mendengar ucapan Sameer tentang dirinya.


"Naz,kamu baik-baik saja?" tanya Esih yang muncul dari lift.


" Eh bi,aku nggak papa..gimana mas Langit bi?"


Nazia mengangguk dan dia langsung mengayunkan langkahnya ke arah Sameer.


"Maaf tuan besar,ini kopi anda."ujar Nazia meletakkan cangkir yang berisi kopi yang masih mengepul asapnya.


"Yah,kamu boleh pergi.Mulai hari ini kamu nggak perlu ikut Badai kekantor,kamu bisa bekerja di sini sampai awal bulan sebagai ART disini.Kamj bisa tanya ke Esih."ucap Sameer tanpa peduli perasaan Nazia yang sedikit tergores.


"Baik.Saya permisi."ujar Nazia undur diri.


"Kek,dia itu seorang perawat kek..kenapa kakek buat dia jadi ART sementara.Kalaupun kakek sudah tak butuh,kita pulangkan ke dokter Vano dengan baik-baik." ucap Badai tak mengerti mengapa kakeknya selalu semena-mena sama orang.


"Nggak masalah tuan Badai,sampai akhir bulan saja kok.Saya permisi."ucap Nazia dengan memutar tubuhnya dan segera berlalu begitu saja diantara orang-orang toxic itu.


"Nabila pergi dulu pah, Badai mama pergi.Kamu ingat-ingat apa yang harus kamu makan dan juga minum.Karena nggak ada Nazia yang siap membantu kamu dengan segala kesibukan kamu itu.Baik-baiklah jaga diri." ujar Nabila langsung berlalu dari tempat itu.


...----------------...

__ADS_1


"Ya Allah mas,kamu kenapa?" tanya Nazia saat masuk bersama Esih ke dalam kamar Langit.


Dia melihat sosok Langit yang sedang terbaring lemah diatas tempat tidur.


"Bibi,kenapa ini mas Langit,badannya panas banget bi." ucap Nazia sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya.


"Den Langit demam,tadi bibi sampai sini cek den Langit badannya panas.Makanya bibi bersyukur karena kamu nggak ikut den Badai ke kantor.Kamu bisa rawat suami kamu kan Naz,bibi banyak kerjaan soalnya." ujar bi Esih.


"Kenapa bibi tanya begitu,tentu saja Naz akan rawat mas Langit bi,bibi tenang saja.Urusan mas Langit biar jadi tanggung jawab Naz." ucap Nazia.


"Sayang.." suara lemah Langit terdengar lirih di telinga Nazia dan bi Esih.


"Mas,kenapa nggak telp Naz kalau kamu sakit sih,kan sudah aku bilang jangan sampe kecapean,jangan banyak minum,ini nih jadinya kamu bandel kalau di bilangin nggak pernah dengerin kata-kata aku."omel Nazia dengan mengambil lap basah dan juga air untuk mengompres Langit.


"Kenapa kamu ngomel terus sih,aku nggak papa.Aku kangen sama kamu.Maaf beberapa hari ini aku nggak bisa tidur di belakang.Pekerjaan ku sangat banyak.Jadi,jangan ngomel lagi yah..aku ingin kamu disini." ucap Langit dengan nada manja.


"Ehemmm..masih ada bibi di sini lho yah,kenapa kalian malah mesra-mesraan.Nggak tahu malu." omel bi Esih pada Nazia dan Langit.


"Yaelah bi,biasanya juga liatin kita begini.Kalau mau kayak kita..bibi nikah saja sama pak Yudi,dia duda tapi masih hot bi.."canda Langit.


"Eeehh..pake jodoh-jodohin bibi,lagian pak Yudi itu kan pacaran sama Sumi masa bibi jadi pelakor."ucap bi Esih sewot.


"Kok sewot gitu ngomongnya,jangan bilang kalau bibi sebenarnya naksir pak Yudi juga yaaa...sudahlah,nggak papa tikung saja sebelum janur kuning melengkung masih milik bersama." ucap Langit membuat sang ART merah wajahnya karena malu.


"Haiiishhh..pusing bibi dengerin kalian,sudah situ kangen-kangenan.Janfan lupa ,kalau mau enak-enak di kunci pintunya." ujar bi Esih.


"Bibi ini, ngomongnya kok gitu.Gimana mau enak-enak nanti tuan besar curiga lagi,"ucap Nazia.


"Masalah tuan besar serahin ke bibi.Sudahlah,bibi keluar bye..!"


Esih pun undur diri dari kamar sang tuan muda dan menutup pintu kamar itu dengan rapat.Namun,saat akan masuk ke dalam lift tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya.


"Ikut saya..!"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2