
"Aa..hhhhh...," lengu*an panjang Langit dengan nafas tersengal keluar dari bibirnya.
Tak lupa dengan Nazia pun sama,rasanya tak habis pikir dengan suaminya yang tak melihat tempat meminta jatahnya.
Nazia melihat sosok suaminya yang masih setia di belakangnya yang belum juga mencabut kudanilnya yang masih terasa sangat menantang di dalam lumpur surgawi milik Nazia.
"Mass.." panggil Nazia memanggil Langit.
"Hemmm.." jawab Langit yang membuka matanya dan mengecup kepala sang istri.
"Aku harus cepat kembali ke ruangan Tuan Badai." ucap Nazia pelan.
Tanpa menjawab Langit pun akhirnya dengan berat hati memulangkan kudanilnya dalam penangkarannya.
Dia pun tak lupa membersihkan rumah kudanilnya yang terlihat kotor karena ulah kudanilnya munta* tak tahu tempat.
"Terimakasih sayang." bisik Langit
Cup
Dia mengecup bib*r Nazia singkat dan membantu membenahi penampilan sang istri yang sedikit berantakan karena ulahnya.
"Hemmm,aku duluan.." ucap Nazia melangkah meninggalkan Langit yang masih sibuk membenahi penampilan dirinya.
Dia melihat sekilas istrinya yang keluar dari ruangan itu.Dia tersenyum tipis mengingat kegila*nnya yang sudah mengajak istrinya haha hihi di kantor.
Rasa kesal dan juga cemburu membuat dirinya kalap dan ingin memberikan hukuman kenik*at*n buat istrinya.
Setelah dia rasa penampilan dirinya sudah rapih dia segera melangkah keluar dari ruangan tersebut.
...----------------...
"Maaf tuan,kalau saya lama.Soalnya saya tadi terima telpon bibi saya di kampung." ucap Nazia meminta maaf pada Badai dengan menundukkan kepalanya.
"Bibi kamu?" tanya Badai dan Nazia pun mengangguk.
"Apa ada kabar tentang suami kamu?' tanya Badai penuh selidik.
"Alhamdulillah sudah tuan." jawab Nazia.
Mendengar ucapan Nazia,Badai merasa ada rasa kecewa dengan kenyataan soal suami Nazia.
"Astaga kenapa gue ngerasa nggak seneng mendengar berita barusan sih.." batin Badai
"Maaf tuan,saya nggak bisa jujur sama tuan kalau sebenarnya aku adalah istri dari adik tuan sendiri." batin Nazia
__ADS_1
"Syukurlah kalau sudah ada perkembangan tentang suami kamu.Tapi, saya mau tanya sama kamu soal sesuatu.Tapi, saya mau kamu jujur sama saya." ucap Badai.
Nazia mendongakkan kepalanya menatap wajah Badai dan tak lama dia beralih menatap arah lain.
"Tuan mau tanya apa , Insyaallah saya akan bicara dengan jujur." jawab Nazia dengan menatap Badai sekilas dan kembali menundukkan pandangannya.
"Ini soal..
Ceklek..
Belum juga Badai melanjutkan perkataannya tiba-tiba pintu ruangan Badai terbuka.Terlihat Langit dan Exel di ambang pintu.
"Lang,bisa ketuk pintu dulu nggak sih lo, kebiasaan ." ucap Badai dengan wajah kesalnya
Badai melangkah santai masuk ke ruangan itu dan melirik sekilas ke arah Nazia yang berdiri di depan Badai.
"Biasa aja kali bro,kayak serasa kamu lagi kepergok selingkuh saja.." ucap Badai dengan melirik Nazia dengan ujung matanya.
Terlihat Nazia masih diam dan menundukkan kepalanya.
" Ed*n Lo, gue bukan Lo yang punya pacar banyak. Jangan-jangan lo punya selingkuhan di belakang Shafa." sindir Badai pada Langit.
Langit sedikit terkejut dengan ucapan Badai namun,Langit bisa menguasai dirinya dengan baik.
"Oh iya,Exel..bisa lo taruh di meja semua dokumennya.Gue rasa sudah waktunya gue cabut dari kantor ini.Lo pun sudah kembali ke kantor.Besok pun kakek akan balik dari LN.Jadi, gue rasa sudah saatnya gue cabut." ucap Langit pada Badai.
Badai mendengar ucapan Langit tentu saja terkejut.
"Mana bisa gitu Lang,gue..
"Bisa.Ini perjanjian gue sama kakek.Setelah lo balik ke kantor,gue bakalan keluar dari kantor ini.Lagian gue juga sudah lama nggak bersenang-senang.Kerja mulu kayak hidup Lo nggak ada variasi." ledek Langit.
"Kenapa kakek sama Lo buat perjanjian itu.Lo berhak disini Lang." ucap Badai.
Badai ingin sekali memperbaiki hubungannya dengan sang adik.Bagaimana tidak,Badai merasa hidupnya memang monoton.Tak seperti Langit yang bebas mengekspresikan dirinya tanpa harus takut dengan sang kakek. Walaupun pastinya akan ada kata-kata pedas terlontar dari mulut kakeknya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Brakk💢
"Haiii..semua !!" seru seseorang yang tiba-tiba masuk ke ruangan Badai tanpa mengetuk pintu.
"Shafa.." ucap Badai dan Langit hampir bersamaan.
"Sorry aku langsung masuk ruangan kamu kak Badai,tadi aku sempat ke ruangan Langit tapi,kata sekretarisnya dia di ruangan kamu jadi aku langsung kesini." ujar Shafa mendudukan dirinya di sofa.
__ADS_1
"Kamu mau ngapain kesini?" tanya Langit. "Memangnya nggak ada pemotretan?" tanya Langit lagi.
"Aku sedang break Lang,jadinya aku langsung ke sini buat ngajak kalian makan siang.Sekaligus kita rayakan kesembuhan Badai.Gimana,setuju kan?"
"Tapi..
"Nggak ada yang bisa nolak permintaan aku sekarang.Sayang,please..kita sudah lama nggak makan siang sama-sama.Kamu juga sangat sibuk akhir-akhir ini." ucap Shafa dengan bergelayut manja di lengan Langit.
Melihat tingkah Shafa yang agresif itu pun Nazia dengan reflek menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya.Pemandangan yang sangat dia hindari jika ada Langit bersama Shafa.
Sedangkan Langit pun melirik ke arah istrinya dan juga Badai.Dia berusaha melepaskan diri dari Shafa.
"Shafa,jangan gini lah..nggak enak sama mereka." ucap Langit dengan berbisik pada Shafa dengan melerai tubuhnya dari Shafa.
Sementara Badai terlihat santai hanya seringai tipis yang terbit di bibirnya .Terlihat samar sampai tak akan bisa terlihat oleh orang-orang yang tak memperhatikan dirinya betul.Apalagi saat melihat reaksi Langit dan Nazia yang terlihat begitu janggal di hati Badai.
...----------------...
Mau tak mau mereka pun akhirnya makan siang bersama.Shafa begitu telaten menyiapkan makanan untuk Langit.Sementara Nazia pun sama mengurusi urusan Badai.
Langit melihat sosok istrinya yang banyak diam tak seperti biasanya.
Apalagi beberapa kali Langit berusaha mencuri-curi kesempatan untuk dekat dengan istrinya namun,Nazia selalu saja mematahkan ekspektasi suaminya.
"Semakin lama mereka terlihat mencurigakan buat gue.Apa gue harus mencari tahu tentang mereka.Aku nggak mau Langit memainkan perasaan dua wanita ini." batin Badai saat mereka sedang makan siang bersama di salah satu restaurant mewah.
.
.
.
"Bagaimana perkembangannya?" tanya seseorang di balik meja kerjanya.
"Semuanya masih terkendali.Namun,ada sesuatu yang membuat kami curiga." ucap seorang pria dengan jas hitam dan kacamata hitam nya.
" Katakan." ujar pria yang tak lain adalah Adiyaksa musuh bebuyutan Sameer Fravash.
"Sepertinya Badai punya perasaan sama dengan Shafa."ujar pria yang sudah menjadi mata-mata Adiyaksa.
"Hahahaha..Sameer.. Sameer.. sungguh cucu angkatku akan membuat dua cucumu saling bermusuhan.Bahkan bisa saling membu*uh..hahahahaa.."
Tawa Adiyaksa menggelegar di ruangan kerjanya itu.Dia seperti mendapat keberuntungan yang besar mengetahui jika Shafa cucu angkatnya memiliki pesona untuk dua cucu musuhnya.
Bersambung
__ADS_1