
Langit makin mendesak tubuh Nazia ke tembok dan membisikkan sesuatu.
"Kamu mau aku membuktikan bagaimana suami kamu ini menunaikan tanggung jawabnya pada istrinya,persiapkan dirimu untuk melakukan tanggung jawab kamu sebagai istri dan kita akan mendapatkan hak kita masing-masing."bisik Langit membuat Nazia terpaku dengan kata-kata Langit barusan.
"A_apa maksud kamu mas?" tanya Nazia dengan wajah pias.
"Kamu akan tahu nanti sayang,aku pergi dulu.Ingat,jangan sampai dekat-dekat dengan Badai.Kalau aku tahu kamu melanggar perintahku ,jangan salahkan suami mu ini kalau sampai menghukum mu." ucap Langit
Cup
Tanpa di duga Langit memeberikan kecupan pada pucuk kepala Nazia.
Mendapatkan perlakuan yang berbeda dari Langit membuat Nazia bingung di buatnya.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi dalam kehidupan kamu mas,apa kamu begitu nggak percayanya sama aku.Sampai kamu nggak mau berbagi dengan ku.Kamu lebih memilih menyakiti hatiku dengan berhubungan dengan wanita lain." gumam Nazia dengan memandang kepergian suaminya sampai tak terlihat lagi.
Di dalam mobil,Langit mengusap kasar wajahnya.Rasanya bersalah pada Nazia semakin mendalam.Perasaan itu membuat dirinya harus melakukan semuanya dengan hati-hati.
Di lain tempat di sebuah rumah besar Keluarga yang tak kalah kaya raya di bandingkan dengan keluarga Fravash.
"Bagaimana,apa yang kamu dapatkan?" tanya seseorang kursi kesayangannya.
"Badai masih lumpuh.Tapi, menurut orang kita,dia sudah melakukan terapi berjalan.Di bimbing oleh seorang perawat." ujar orang suruhan orang itu.
"Lalu,cucu berandalan Sameer apa masih diasingkan?" tanya nya lagi.
"Tidak tuan,orang kita bilang setelah mendengar Badai kecelakaan dia kembali ke Jakarta dan membatu di perusahaan dalam pengawasan Sameer." ucap orang suruhan itu.
"Tetap saja dia tidak menganggap cucu nya itu.Hanya Badai yang dia akui jadi pewarisnya.Malang sekali anak itu, Sameer orang yang paling egois." ucapnya.
"Permisi tuan,nona Shafa sudah datang." ucap salah satu pelayan di rumah itu.
"Suruh dia masuk," ucap laki-laki bernama Adiyaksa yang tak lain adalah kakek Shafa.
Tepatnya dia Adiyaksa adalah orang tua angkat papa Shafa.
Adiyaksa adalah seorang pengusaha yang sukses sama seperti Sameer.Dia memiliki anak perempuan bernama Kanaya yang jatuh cinta dengan seorang Erlangga Fravash yang tak lain adalah anak dari Sameer Fravash.
Namun,di lain pihak Erlangga mencintai Nabila yang tak lain adalah sahabat dari Kanaya.
Penolakan Erlangga membuat Kanaya patah hati dan jiwanya terganggu mengakibatkan dia mengalami gangguan mental.
Adiyaksa mengadopsi seorang anak bernama Damar Kuncoro yang tak lain ayah dari Shafa.Karena memang istri dari Adiyaksa tak bisa mengandung lagi dan mengangkat anak laki-laki untuk menjadi pelindung anak gadisnya.
__ADS_1
Namun,takdir hidup tak bisa di tebak Kanaya mengalami gangguan mental sampai saat ini dan itu membuat Adiyaksa sangat membenci Keluarga Sameer.
"Kakek !!" seru Shafa saat masuk ke alam rumah besar itu.
"Cucu kakek,dari mana kamu.Apa kamu tidak ada scedule hari ini?" tanya Adi pada Shafa.
"Hari ini aku free kek,kebetulan tadi cuma sebentar pemotretan lalu aku kesini.Tadi pagi juga dari rumah Langit." ungkap Shafa dengan wajah bahagia.
"Langit cucunya Sameer?"tanya Adi.
"Iyaa,siapa lagi kek.." jawab Shafa duduk di samping Adi.
"Bagaimana dengan hubungan mu dengan langit,apa ada kemajuan?" tanya Adi.
"Langit belum bisa memastikan kapan kita menikah.Lagipula kata Langit kemungkinan besar Badai dulu yang harus menikah lebih dulu." ungkap Shafa
"Badai sudah punya pacar?"
Shafa menaikkan kedua bahunya tanda tak yakin.
" Entahlah,tapi ..aku lihat dia saat memandang perawat yang di sewa Langit , sepertinya dia tertarik dengan Zia." terang Shafa.
"Zia, perawat itu namanya Zia?"tanya Adiyaksa.
Adiyaksa mendengar penuturan Shafa tersenyum tipis.
......................
Malam hari di rumah besar Fravash di ruang makan sudah berkumpul semua anggota keluarga itu.
Terlihat Nazia yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuk Badai dan semua yang dia lakukan tak luput dari perhatian Langit.
Eheemm..
Nazia melirik ke arah Langit.Terlihat langit menatap dirinya dengan tajam.Nazia mencoba mengabaikannya.
Langit melihat Nazia yang tak merespon dirinya pun hanya bisa menggerutu dalam hati.Rasanya ingin sekali Langit menyeret Istrinya itu duduk di pangkuannya.
Clotang..💢
Langit meletakkan sendok dan garpu dengan sedikit kasar dan langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Lang,kamu mau kemana? makanan kamu belum habis nak !" ucap Nabila dengan suara yang lumayan keras.
__ADS_1
Langit tak peduli dengan ucapan mamanya dia tetap melangkah meninggalkan ruang makan dan meraih kunci mobilnya dan keluar dari rumah.
"Astaga itu bocah kenapa harus pergi jam segini mah,besok kakek pulang.Jangan sampai kakek tahu dia buat ulah.Aku takut kakek lagi-lagi membuat dirinya sakit hati." ungkap Badai
"Entahlah nak,mama pun bingung menghadapi adik kamu.Mama sudah tidak bisa menenangkan Langit seperti dulu.Mama selalu berharap jika kakek tidak bertindak otoriter seperti biasanya." ungkap Nabila.
"Maafin Badai ya mah, Badai selalu lemah karena tidak bisa melindungi kalian.Kakek kesehatannya mulai naik turun.Akutakut kalau kakek kenapa-kenapa." ucap Badai.
Nazia hanya diam dan menyimak apa yang ibu dan anak itu bahas.Doa baru tahu jika suaminya itu seperti dianak tirikan.
.
.
Malam semakin larut. Di dalam kamar Nazia tersebut saja mondar mandir memikirkan suaminya yang masih belum juga kembali.Jam sepuluh malam tadi Nazia terpaksa masuk kekamar nya lebih dulu karena dirinya harus istirahat.
Brakk💢
Terdengar suara pintu dibuka dengan sedikit paksa.Terlihat Langit muncul ada di ambang pintu kamar Nazia.
Ceklek 💢
Langit mengunci pintu kamar Nazia dan dia mulai mendekati sang istri.
"Ma_mas,ka_kamu baru pu_pulang?" tanya Nazia dengan terbata.
Langit tidak menjawab namun,tubuhnya semakin maju mendekati Nazia.Sedangkan Nazia terus mundur sampai dia sudah terpentok di bibir ranjang dan diapun terduduk di tempat tidur.
Langit mengunci pergerakan Nazia.Menatapnya dengan dalam.
"Aku sudah bilang,jangan terlalu dekat dengan Badai.Tapu, kenapa kamu dengan sengaja kamu melayaninya selayaknya suami kamu.Sedangkan aku,kamu sama sekali tak peduli." ucap Langit tersenyum sinis
"Apa bedanya kamu,kalau ada nona Shafa kamu juga tidak pernah menjaga perasaan aku.Lalu,kenapa aku harus memahami kamu?"
"Kamu tidak tahu apa-apa sebaiknya pun kamu hanya diam dan jangan pernah memancing kemarahan ku Nazia.
"Aku ha....
Belum juga melanjutkan omongannya bibir Nazia sudah berhasil Langit bungkam dengan bibir Langit yang sudah menempel di bibir Nazia.
Bersambung.
Besok lagi yaa up nya..Othor lagi siap-siap buat balik ke Jakarta lagi.Acara mudiknya sudah selesai dan doakan semoga aku besok bisa up lagi dan selamat sampai tujuan 🤲
__ADS_1