BELENGGU CINTA LANGIT

BELENGGU CINTA LANGIT
Nazia Keguguran


__ADS_3

Bugh


Bogeman lagi dan lagi di berikan Badai pada Langit.Sampai disudut bibir Langit sudah berdarah.


"Stop Badai !" teriak Nabila


"Kenapa kamu pukuli adikmu,ingat dia adikmu.Lebih baik kamu pergi dari sini ,dari pada disini cuma buat onar !"


Nabila menghentikan kelakuan anak sulungnya yang tiba-tiba memukul Langit.


"Dia yang kurang a*ar mah,dia mempermainkan perasaan dua wanita.Shafa melakukan semua itu karena sakit hati dan kenapa Langit harus menikah dengan Nazia !"


"Hehh..denger ya kamu,tentunya otak kamu yang pintar itu masih ingat cerita Nazia yang mencari suaminya dan faktanya laki-laki itu adalah adikmu.Kamu tahu dan juga ingat kan,setelah di usir dari rumah Langit kembali ke rumah waktu kamu nggak berdaya,nggak berguna,dia panik dan khawatir dengan kamu kakaknya.Dia rela meninggalkan istrinya.Begitu paniknya mendengar kamu kecelakaan dia langsung tinggalkan Nazia begitu saja berbulan-bulan.Soal Shafa,Langit pasti punya alasan." ucap Nabila dengan lantang.


Badai mendengar perkataan sang mama pun mulai mengurai benang kusut yang ada di otaknya beberapa bulan ini.


"Lo kalau cinta itu di kejar,jangan cuma dilihatin dan nggak bergerak untuk berjuang."ucap Langit lirih dengan senyum mengejek.


"Lebih baik lo pergi dari sini.Gue nggak sudi lihat Lo.Pastinya Lo puas kan sudah buat bini gue celaka.Jika terjadi apa-apa dengan Nazia,nggak akan pernah gue peduli sama Lo lagi.Sekali-kali berpikirlah dengan otak cerdas lo itu,jangan bisanya jadi boneka kakek tua itu !!" ejek Langit pada Badai.


"Lancang kamu Langit!!" bentak kakek Sameer.


"Jangan pernah membentak ku kakek tua,harusnya kau introspeksi diri,bagaimana ayah ku meninggal itu karena ulahmu di masalalu.Lo juga inget bokap yang meninggal,katanya pintar..banyak duit,punya kuasa.Mana,lo bahkan nggak pernah berniat buat selidiki semuanya.Otak pinter itu di pake,pantesan selama ini di manfaatkan nggak nyadar." ejek Langit melihat ke arah Shafa.


"Kurang aj*r kamu !!"sentak kakek Sameer ingin melayangkan tongkatnya pada Langit namun,Nabila dengan cepat menahannya.


"Cukup pah,kalau papa nggak peduli dengan apa yang terjadi dengan menantuku.Lebih baik papa pergi.Aku nggak mau anakku selalu emosi." ucap Nabila mengusir papa mertuanya sendiri dari sana.


"Sekalian juga kalian pulang,kalian nggak di butuhkan di sini.Dan lo,gue akan buat perhitungan dengan Lo kalau terjadi apa-apa sama Nazia.Lo orang pertama yang akan gue benci.Anak,bapak,nggak nyadar kalau dimanfaatkan." ucap Langit dengan menatap nyalang ke arah Shafa.


"Maksud kamu apa ,kamu nggak berusaha untuk jelasin ke aku.Kenapa mama kamu dari tadi bilang kalau Nazia itu menantunya dan kamu juga kenapa bilang wanita itu istri kamu.Lalu,kamu anggap aku apa Langit ?!" tanya Shafa dengan wajah yang terlihat sendu.


"Kamu mau tahu ,yakin? kamu harus ingat,kamu sudah dimanfaatkan kakekmu Adiyaksa."ucap Langit.


Shafa menggeleng gelengkan kepalanya mendengar ucapan Langit .

__ADS_1


"Adiyaksa,apa dia Adiyaksa yang sama." batin Sameer mendengar ucapan Langit.


Bayangan masalalu mendadak lewat di benaknya.Persaingan bisnis sampai dengan persaingan cinta yang membuat kedua orang yang awalnya sahabat lama menjadi rival.


"Perlu kamu ingat,aku tak akan lepaskan kamu kalau sampai istriku kenapa-kenapa.Ingat itu !"


"Aku nggak sengaja Lang,aku nggak niat buat dia celaka.Mobil itu tiba-tiba saja muncul dan saat itu juga mobil itu dan menyerempet Nazia." ucap Shafa coba menjelaskan.


Ceklek.


Terdengar suara pintu terbuka dan menampakkan sosok dokter yang menangani Nazia keluar dengan wajah lelahnya.


"Dokter,bagaimana dengan keadaan istri saya?" tanya Langit dengan jantungnya berdetak kencang.


"Alhamdulillah pasien selamat.Namun,kami harap anda persabar dan ikhlas.Nyonya Nazia mengalami keguguran." ucap sang dokter.


"Ke_keguguran dok, maksudnya.Istri saya saat ini dalam keadaan hamil?"tanya Langit tak percaya.


"Apa tuan tidak tahu kalau nyonya Nazia sedang mengandung?" tanya sang dokter.


"Maafin aku Naz,aku nggak berguna hiks hiks.."


Langit terlihat sangat syok dia terlihat frustasi mendengar jika istrinya keguguran.Dia merasa bersalah karena telah abai dengan kondisi sang istri dan tak bisa menjaga istrinya sampai calon anak mereka tak terselamatkan lagi.


"Lalu ,sekarang bagaimana keadaan adik ipar saya dok?" tanya Badai berusaha untuk setenang mungkin.


"Nyonya Nazia siap di pindahkan ke ruang rawat,kalian bisa langsung hubungi administrasi." ucap sang dokter.


"Baik dok, terimakasih." ucap Badai.


"Itu sudah menjadi tanggung jawab kami tuan,kami permisi." pamit sang dokter.


Badai melihat keadaan Langit yang begitu kacau langsung menghubungi Exel dan Nio.


Langit menghapus air matanya dan memandang kakeknya dengan wajah sendu.

__ADS_1


Dia yang sempat ambruk terduduk di lantai pun akhirnya berdiri kembali.Langit mendekati sang kakek dan menepuk bahu sang kakek dengan pelan.


"Lang.."panggil Sameer lirih.


"Sekarang kakek puas,dia sudah merenggut nyawa calon anak ku kek,aku kehilangan lagi.Dulu papa dan sekarang anakku kek.Dosa apa yang aku buat sampai kemalangan selalu datang dalam hidup ku.


Sudah cukup aku berkorban selama ini,aku sudah menyerah,aku melindungi kalian semua tapi,aku gagal melindungi istri dan anakku kek hiks hiks.." Langit luruh kembali .


Dunianya kembali ke masa dimana dia harus kehilangan sang papa.


"Lang,sorry gue telat.Bagaimana keadaan Naz?" tanya Exel yang baru saja datang dengan Nio.


"Nazia keguguran Xel.." ucap Langit lirih.


"Innalilahi wa innailaihi roji'un,Lo harus kuat Lang,Nazia butuh Lo." ucap Exel menguatkan sahabatnya.


"Lang,kita sudah bisa lihat Nazia Lang, suster sudah memindahkan Nazia ke ruang rawat." ucap Nabila pada sang putra.


"Mama,anak ku mah.." ucap Langit memeluk tubuh sang ibu.


"Kuatkan hatimu,kalah dengan ini kamu menyerah.Kita akan menjauh." bisik Nabila pada putra bungsunya.


Langit dan Nabila punmengarah ke kamar rawat Nazia.Sementara kakek Sameer meminta agar Exel menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi selama ini.


"Sha,kamu yakin mau tetap disini?" tanya Badai pada Shafa yang sedari tadi hanya diam setelah Langit mengatakan jika Nazia benar-benar istrinya.


"Kak,aku salah.Aku yang menyeret Nazia keluar dari rumah kalian.Aku nggak tahu kalau ini semua akan terjadi.Langit membenciku.Bahkan sejak lama kak,dia hanya memanfaatkan aku.Kak,apa benar..kakekku yang melakukan ini semuanya?"


Badai menghela nafas panjang dan menatap Shafa dengan sendu.


"Kita tanya Exel dulu,kalaupun ini ada sangkut pautnya dengan keluargamu,entah apa yang akan di lakukan kakek."ucap Badai.


Badai tak menyangka jika adiknya yang selama ini mereka anggap sebagai orang yang tidak berguna,nyatanya dia yang selama ini melindungi keluarganya.Tanpa ada yang tahu.


Kakek Sameer yang menderita cerita dari Exel pun terduduk lemas.Cucu yang selama ini dia tuduh sebagai sumber masalah dalam keluarganya ternyata sudah melindungi dirinya selama bertahun-tahun.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2