
"Kenapa kamu baru pulang mas,aku takut.Apa aku nggak penting bagimu? Apa hanya kesakitanmu saja yang kamu pikirkan?kenapa kamu sejahat itu mas..hiks hiks hiks.."
Nazia memukul dada Langit bertubi-tubi.Langit yang mendapat perlakuan seperti itu hanya diam dan menerima saja pukulan dari isrinya.
Dia tahu,jika dia salah dan tidak memikirkan perasaan sang istri.Di tambah lagi dia tahu jika Nazia mempunyai ketakutan akan gelap dan suara petir.Dia kira Nazia masih di Rumah Sakit untuk menjaga sang kakek .
"Maaf.." ucap Langit singkat.
"Begitu mudah mas bilang maaf,apa mas nggak pernah berfikir jika aku akan sakit hati dengan perlakuan mas beberapa hari ini? apa mas mikirin gimana capeknya aku menyiapkan semuanya dari pagi membuat sarapan sampai malam buat siapin kamu makan malam tapi,tidak sama sekali kamu sentuh.Apa sebegitu bencinya kamu sama aku jika aku menjadi manusia yang punya empati pada orang lain.Dia keluarga mu, walaupun kamu tolak mentah-mentah tapi, darahnya mengalir di tubuh kamu !"ucap Nazia dengan nada yang terdengar tinggi.
Langit tak bisa membalas perkataan istrinya itu.Semua yang di katakan sang istri adalah benar.Dia tak bisa menolak takdir yang nyatanya dalam tubuhnya mengalir darah keturunan sang kakek..
"Berusahalah berdamai.Apa kamu nggak lelah harus hidup seperti ini,aku saja lihat kalian hanya berputar dalam satu masalah itu dan itu lagi saja aku lelah.Aku ingin punya suami yang baik.Kamu memang baik,tapi..baik dalam porsi yang entah dalam posisi apa."ucap Nazia.
Mendengar penuturan Nazia membuat Langit tertegun.Langit di buat bimbang dengan perasaannya saat ini.
"Kamu tahu mas,hal yang paling ingin aku miliki hanya sebuah keluarga yang rukun dan harmonis.Aku hanya punya paman dan bibi sebagai saudaraku.Kamu masih beruntung,punya mama,kakek ,juga Abang walaupun melalui berbagai macam masalah dan kepahitan hidup setidaknya kalian saling melindungi walaupun dengan cara kalian masing-masing." ungkap Nazia.
"Kakek begitu menyayangi kamu.Walaupun memang caranya yang terlihat sangat kaku dan mungkin di bilang menyebalkan.Tapi,aku rasa dia begitu memahami karakter kamu dan pastinya dia sangat mengenal sifat kamu.Karena sebenarnya kalian sama saja.Sama dalam artian sifatnya." sambung Nazia.
"Pikirkan kata-kataku."pungkas Nazia dan dia pun memiringkan tubuhnya memunggungi suaminya.
Langit menghela nafas dalam dan bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari kamar mereka.
Nazia hanya bisa diam dan memejamkan matanya berusaha untuk memasuki alam mimpi.
...----------------...
Pagi tiba dan terlihat Langit yang sedang sibuk dengan menyiramkan sarapan pagi ini.
"Mas,apa yang kamu lakukan di dapur?"tanya Nazia melihat sosok suaminya yang sedang berkutat dengan peralatan dapurnya.
Mendengar suara istrinya Langit langsung menoleh ke arah di mana istrinya berada.
"Kamu udah bangun,kita sarapan kalau gitu.Aku sudah selesai buat sarapan buat kita." ujar Langit menata makanan hasil masakannya pagi ini.
Ada dua piring nasi goreng dan diatasnya dengan telur mata sapi.
__ADS_1
"Kenapa kamu mandang aku begitu?" tanya Langit menatap Nazia dengan heran.
"Aku yang seharusnya tanya sama kamu,ada angin apa sampai kau rela melakukan seperti ini?" tanya Nazia balik.
"Duduklah,habis itu kita siap-siap ke Rumah Sakit." ujar Langit menuntun Nazia untuk duduk di kursi meja makan.
Nazia makin heran dengan tingkah suaminya hari ini.
"Sebenarnya kamu kenapa mas?" tanya Nazia memandang wajah Langit penuh curiga.
"Kita akan menemui kakek.Semua itu yang kamu mau kan,aku akan berusaha berdamai dengan masalaluku.Aku sudah punya kamu,aku berpikir jika tidak ada salahnya untuk memulai cerita baru ." terang Langit.
Mendengar penuturan suaminya Nazia sangat senang.Dia tak menyangka jika suaminya ingin mencoba berdamai dengan keluarganya.
"Terimakasih mas,aku senang.Jangan pernah ada dendam.Aku ingin kamu dan aku hidup tenang."ujar Nazi memegang tangan suaminya.
...****************...
Sesuai dengan rencana Langit dan Nazia pun ke Rumah Sakit untuk menemui sang kakek.
Saat akan masuk ke dalam ruang rawat sang kakek tiba-tiba pintu terbuka dari dalam dan menampilkan dua sosok yang membuat Nazia dan Langit tertegun sejenak.
Sementara gadis yang ada di sampingnya menundukkan wajahnya.
"Kalian....
"Aku dan Shafa sedang berusaha untuk menjalani hubungan.Doakan yang terbaik buat kami." ujar Badai dengan mengenggam tangan Shafa erat
"Tentu kakak ipar,bukan begitu mas?" ucap Nazia dan bertanya pada Langit.
"Pastinya.Berjuanglah,jangan jadi pengecut terus." ucap Langit dengan seriangai yang terlihat sinis.
"Aku nggak marah mendengar ucapan mu bro.Maafin gue yang selama ini selalu susahin Lo." ucap Badai.
"Santai,kita saudara.Lo Abang gue,ayah juga selalu bilang ke gue suruh jagain Lo terus.Kalau Lo saat ini sudah yakin.Gue senang."ucap Langit.
Badaipun merentangkan kedua tangannya.Langit menyambutnya dengan pelukan.Kedua saudara kandung itupun terlihat sangat memukau moment haru itu.
__ADS_1
...****************...
Langit dan Nazia pun masuk ke dalam kamar rawat sang kakek.
"Assalamualaikum.." ucap Langit dan Nazia saat masuk ke dalam ruangan tersebut.
Terlihat mama Nabila sedang duduk di samping brankar kakek Sameer . Sepertinya mereka sedang terlibat obrolan serius.
"Wa'alaikumsalam.." ucap keduanya
Terlihat keduanya sama-sama terkejut melihat sosok Langit yang ada di sana bersama Nazia.
"Langit.."gumam kakek Sameer.
Langit menghela nafas panjang dan menatap Nazia.Sementara Nazia yang menyadari tatapan Langit pun mengangguk seperti paham dengan tujuan sang suami.
Nabila pun langsung mundur dan bergabung dengan menantunya.
Langit melangkah mendekati sang kakek .
"Kek.."ucap Langit.
"Langit cucu ku.."ucap kakek Sameer dengan merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan sang cucu yang terlihat begitu dia rindukan.
Haru,kamar yang awalnya sepi saat ini hanya ada isakan dengan suasana haru . Seperti pertemuan yang sudah lama tak berjumpa.
Kedua laki-laki yang punya ego tinggi kini keduanya saling berpelukan erat dan juga menangis haru.
"Maafin kakek Lang..." ucap kakek Sameer
"Langit yang harusnya minta maaf kek,,maafin langit yang selalu badel." ucap Langit dengan terkekeh walaupun masih terdengar isakan.
Mama Nabila pun tak kalah haru melihat putranya dan papa mertuanya saat ini saling membuka hati untuk menerima.
Nazia tahu mama mertuanya sangat bahagia.Nazia memeluk mertuanya erat.
"Terimakasih sayang,mama yakin kalau bukan karena campur tangan kamu ,anak bandel itu tidak akan seperti ini." ucap mama Nabila.
__ADS_1
Nazia hanya mengangguk dan memeluk tubuh mertuanya erat.
Bersambung