Belenggu Dalam Cinta

Belenggu Dalam Cinta
Bab 25 Kejutan Mendadak


__ADS_3

"Bangunkan dia!" teriak Nori dengan suara naik satu oktaf.


"Ma, Zoya tidak akan bangun."


"Kenapa? Dia malu melihat Mama. Memangnya dia masih memiliki malu. Tidur telanjang di kamar pria yang belum sah jadi suaminya."


"Ma, Bryan bisa menjelaskan semuanya."


"Kamu diam!"


Nori segera mengambil air lalu menyiramkan ke wajah Zoya dengan kasar. Bryan yang melihat semuanya menjadi kesal. Ia membentak ibunya dan segera membeesihkan air tersebut. Hal itu membuat sang ayah yang sejak tadi diam ikut bersuara. Titah sang ayah tidak pernah bisa dia abaikan.


"Bangunkan dia!" seru ayahnya dingin. Tatapannya begitu menusuk dan siap merobek siapa saja yang menatapnya.


"Pa, Zoya tidak bisa bangun."


"Dari tadi kamu hanya mengatakan hal tersebut, sebenarnya drama apa yang sedang kalian mainkan? Apa!" Kesabaran ibunyn tampak sudah sangat diuji.

__ADS_1


"Karena Zoya sedang tidak sadarkan diri, Ma. Dia tenggelam di bath up, maka dari itu dia tidak memakai pakaian karena suhu tubuhnya dingin. Kalau Bryan tidak membantunya dengan suhu tubuh maka kondisinya bisa parah."


Mendengar jawaban tersebut membuat Nori diam sejenak. Ia kemudian berjalan menuju tubuh Zoya yang masih terbaring tanpa bergerak sa sekali. Ia memeriksa suhu tubuh Zoya yang masih terasa dingin.


"Pa, badannya masih dingin. Dia bisa saja meninggal atau mengalami hal buruk." jelas ibunya membuat Bryan segera mendekati tubuh Zoya.


Sejak tadi gadis yang bersama ibunya hanya menatap diam tanpa ekspresi. Ia merasa sudah tersesat di dunia yang tidak ramah dengannya. Baru kenal, ia harus menyaksikan drama keluarga yang membuatnya spechless.


"Hei, kamu mau apa? Jangan dekat-dekat kalian bukan muhrim!" teriak ibunya kesal melihat putranya hendak masuk ke dalam selimut.


"Bawa gadis itu ke rumah sakit, jangan dirawat di sini. Lagi pula kenapa kamu masih berhubungan dengan dia. Mama tidak sudi kalau kalian menjalin hubungan lagi. Cukup sekali dia mencoreng nama baik keluarga kita." kesal Nori dan segera menelpon ambulan tapi dihentikan oleh Bryan.


"Dengan tidur bersama seperti tadi! Pokoknya Mama tidak mau melihat dia berada di sini lagi."


"Dia istri Bryan, Ma." terangnya sambil menatap mata ibunya yang tiba-tiba membola dengan sempurna. Sedangkan ayahnya juga terlihat sedikit kaget.


"A-apa maksudmu? Tanya ibunya yang terdengar sangat syok.

__ADS_1


"Kami sudah menikah siri."


Ayahnya yang sejak tadi diam segera maju dan dan menampar Bryan sampai tersungkur ke belakang. Nori sendiri terlihat memegangi jantungnya yang hampir copot. Sedangkan gadis itu melongo mendengar informasi yang baru ia ketahui. Ia menggeleng saat mengetahui calon suaminya sudah memiliki seorang istri siri.


"Tante, saya permisi."


Nori tidak mampu mengatakan apa pun, ia hanya menganguk lemah dan masih menatap syok pada putranya yang sedang memegangi pipi kanan setelah terkena bogeman mentah dari suaminya.


"Apa yang ada dipikiranmu saat memutuskan menikah dengannya? Apa? Kalau para investor tahu dia menantu dari keluarga kita, mereka akan menarik semua sahamnya?" teriak ayahnya geram karena putranya sudah bertindak sangat bodoh.


Setelah menarik napas secara berkala, pria tua itu segera melanjutkan kalimatnya. "Segera ceraikan wanita itu, Papa tidak akan pernah menerima dia menjadi menantu!"


"Pa, Bryan tidak bisa menceraikan Zoya untuk saat ini."


"Kenapa lagi!" ibunya kembali menimpali meski dadanya masih sangat sesak.


"Zoya sedang mengandung anak Bryan, Ma." terangnya.

__ADS_1


 


__ADS_2