Belenggu Dalam Cinta

Belenggu Dalam Cinta
Bab 39 Dokter Zoya


__ADS_3

Zoya sangat menikmati waktunya di taman. Untuk pertama kali Bryan melihat raut bahagia itu dari wajah istrinya. Seketika sudut hatinya menghangat, ia tidak tahu apa yang sudah terjadi kepadanya. Namun, apa pun yang berhubungan dengan Zoya perlahan membuatnya bahagia.


"Makan es krimnya blepotan." Bryan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya.


"Biarkan saja, anggap aku masih anak-anak."


Bryan segera mengambil sapu tangan yang selalu berada di saku jasnya dan mengusap lembut sisa es krim yang ada di bibir Zoya. Ia sampai teetegun sejenak melihatnya.


"Terima kasih," ucap Zoya senang. Ia kembali memakan es krimnya hingga habis.


Bryan mendapat telpon dari bawahannya yang mengabarkan jika ada yang mencarinya. Seorang pasien yang hanya mau jika dirinya yang mengoperasi, bukan dokter lain. Mendengar hal itu, Bryan menghela napas, ia masih ingin menemani Zoya lebih lama lagi tapi pekerjaan memanggilnya maka ia pun harus datang.


"Zoya, aku harus ke rumah sakit karena ada pasien yang hanya mau dioperasi jika aku yang melakukannya."


Mendengar itu Zoya sesaat terdiam dan kemudian menganguk. "Oke."


"Apa mau kuantar pulang?" tanyanya.

__ADS_1


"Tidak perlu, biar aku pulang sendiri saja ya. Lagi pula prioritas pertamamu adalah pasien."


"Jangan pulang terlambat, begitu selesai kau harus segera pulang. Mengerti!"


"Iya, sudah sana pergi."


Bryan pun segera pergi meninggalkan Zoya yang menatapnya dari kejauhan. Ia kembali teringat saat di mana masih menjadi seorang dokter bedah jantung. Pekerjaan yang membuatnya merasa begitu berguna untuk orang lain. Selalu tersenyum saat mengabarkan kabar baik, dan menangis saat mengabarkan kabar buruk. Ia menarik napas saat dadanya tiba-tiba terasa sesak. Bahkan air mata sudah berkumpul di maniknya, hanya menunggu keluar.


"Hidup memang berat, kadang serumit rubik dan semisterius puzzle." bisiknya.


"Tolong! Tolong!" saat anaknya tiba-tiba jatuh dan mulutnya mengeluarkan busa. Zoya yang mendengar hal itu segera menghampiri dan melihat anak tersebut.


"Biar saya periksa, bisa minggir."


Mereka yang ada di sana segera memberinya ruang. Zoya memeriksa denyut nadi anak tersebut, kemudian memeriksa pupil matanya.


Ia menghela napas, jika tidak segera ditangani, anak tersebut akan meninggal karena penyumbatan darah.

__ADS_1


"Siapa Anda?" tanya sang ibu dengan berurai air mata.


Mendengar peetanyaan tersebut, Zoya tidak tahu harus menjawab apa. Jika dia mengatakan mantan dokter bedah, pasti mereka tidak akan mengizinkan dirinya menangani anak tersebut. Ia pun tanpa pikir panjang segera menyebutkan nama rumah sakitnya.


"Saya bekerja di rumah sakit Lovehearts."


"Ada yang membawa sesuatu yang tajam dan alcohol?" tanya Zoya.


Dan seseorang yang yang mendengar hal itu segera mengambil alcohol yang ia beli di mobilnya dan meminjam pisau cater baru dari seorang penjual buah di sana.


"Ini, Bu Dokter."


Zoya menerimanya dan segera menyeterilkan pisau tersebut terlebih dahulu. Ia kemudian segera memeriksa mengiris di tempat yang seharusnya. Darah kental keluar dari sana dan anak itu kembali bernapas. Sang ibu yang melihat anaknya sudah kembali sadar, menangis haru dan berterima kasih. Sedangkan orang-orang di sana mengaupload video tersebut yang langsung viral di media sosial.


 


Gais maaf aku baru update ya, Habis syukuran capek banget

__ADS_1


__ADS_2