
"Sama-sama, Bu. Ia segera memanggil ambulan untuk mengobati luka robekan yang ia buat tadi. Sang anak pun di bawa ke rumah sakit tempat Zoya bekerja. Sedangkan kabar mengenai Zoya yang menyelamatkan seorang anak kecil pun langsung mendapat respon pujian. Banyak netizen yang mengagumi sosoknya. Sampai pada Zoya tiba-tiba merasakan sakit yang luar biasa di jantungnya pun jatuh pingsan dan ia segera dibawa oleh orang-orang di sana.
Bryan yang melihat siaran tersebut segera menghubungi Zoya. Tapi tidak ada yang mengangkatnya. Sampai ia melihat anak tersebut dibawa ke rumah sakitnya dan segera mendekatinya dan mengobati luka sayatan tersebut.
"Dokter yang menyelamatkan anak saya tadi jatuh pingsan dan sudah dibawa ke rumah sakit. Tapi saya tidak tahu dia dibawa kemana."
Penjelasan tersebut membuat Bryan khawatir dan cemas. Ia segera menyusul istrinya ke taman, tapi ia hanya mendapatkan ponselnya yang terjatuh, ia mengambilnya. Perasaannya semakin tidak menentu. Ia kemudian bertanya kepada mereka, mana tahu melihat sang istri dibawa kemana dan oleh siapa.
"Yang membawanya seorang wanita dan pria, saya tidak tahu persis bagaimana ciri-ciri detailnya."
"Mereka membawa istri saya kemana?" tanya Bryan cemas.
"Saya tidak tahu, tapi seperrinya tidak menuju ke rumah sakit. Karena arah mereka dengan rumah sakit berlawanan. Mereka pergi ke sisi kanan."
Bryan segera pergi dari sana setelah mengucapkan terima kasih. Ia terus mencari keberadaan Zoya dan teringat sesuatu, ia menelpon sang ibu untuk menanyakan apakah istrinya berada di sana.
__ADS_1
"Halo, Bry ...."
"Ma, apa Zoya ada di sana?" tanya Bryan memotong sapaan ibunya.
"Bukannya Zoya sama kamu?" tanya ibunya bingung.
"Panjang ceritanya, Ma, ya udah Bryan mau nyari Zoya dulu."
Nori yang berada di rumahnya pun ikut cemas saat mengetahui jika Zoya menghilang. Mereka yang berada di sana melihat kecemasannya dan bertanya. Ia pun menceritakannnya dan Lekka segera mengompori.
"Lekka diam! Kalau kamu tidak tahu apa-apa jangan berkomentar. Kita tidak tahu apa yang sedang terjadi padanya. Bisa saja dia tersesat." terang neneknya yang membuat Lekka kesal. Ia merasa sang nenek selalu membela gadis yang ia benci.
Sedangkan Bryan terus mencari keberadaan Zoya dengan bermodalkan informasi yang ia dapatkan. Untuk melapor ia tidak bisa karena masih belum mencapai 1 x 24 jam. Ia juga tidak tahu apa istrinya diculik atau menghilang.
"Zoya di mana kau?"
__ADS_1
Bryan keliling dan menelpon semua kenalannya yang bekerja di rumah sakit, tapi tidak ada pasien dengan nama Zoya. Hal itu membuat Bryan frustrasi, ketakutannya akan terjadi apa-apa pada Zoya membuatnya tidk bisa berpikir dengan jernih. Bryan pun kembali ke rumahnya dan di sambut oleh banyak pertanyaan dari ibunya.
"Gimana? Apa Zoya ketemu?" tanya ibunya.
Gelengan Bryan pun menjawab semuanya. Nori tampak terdiam dan pelan-pelan menangis. "Kalau dia ditemukan, Mama berjanji akan bersikap baik. Ya Tuhan, menantuku sedang mengandung, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan kepadanya."
"Ma, besok Bryan akan membuat laporan kepada polisi jika Zoya tidak juga ditemukan."
"Ya Tuhan, cucu menantuku, dia sangat baik pada Nenek."
"Nek, Bryan janji akan membawa Zoya kembali ke rumah ini. Siapa pun yang mencoba menculiknya, akan Bryan buat mereka menyesal."
Zoya pun membuka matanya.
-----
__ADS_1
semoga Zoya baik2 aja ya gais