Belenggu Dalam Cinta

Belenggu Dalam Cinta
Bab 42 Secuil Kisah di Halte


__ADS_3

Zoya menganguk dan memeluk wanita tersebut. Ia segera pamit dari sana untuk kembali ke rumah, suaminya pasti sudah khawatir karena ia tidak pulang selama satu hari. Tapi ia meragukan kembali pikirannya, apa benar jika suaminya khawatir.


Di lain tempat, polisi terus melakukan pencarian, Bryan juga ikut mencari istrinya dan saat ia istirahat, ia melihat sosok Zoya sedang menunggu di halte bus. Bryan yang melihat hal itu ia lekas menuju halte, tapi lalu lintas begitu ramai sehingga mempersulitnya sampai ke sana. Bryan mencoba memanggil Zoya tapi tidak terdengar.


Ia pun melihat seseorang yang sedang membawa toa dan meminjamnya. Awalnya pria itu menolak, lalu Bryan mengambil yang satu juta dan memberikannya. Alhasil pria itu sangat senang.


"Pakai aja Mas sepuasnya."


Bryan segera mengambil dan meneriaki nama Zoya, Bryan melihat istrinya mengedarkan pandangan dan ia sekali lagi meneriakkan nama istrinya. Sampai keduanya saling melihat dan Zoya melambaikan tangan sambil menunjuk bus tersebut. Bryan segera memberi isyarat dan menyuruh istrinya menunggu di sana saja. Ia pun menurut, Bryan segera memberikan toa tersebut ke pemiliknya dan ngacir dari sana dengan secepat kilat untuk mengambil mobil.


"Makasih, Ya Mas." teriak Bryan saat sudah menjauh.


"Sama-sama, Mas. Kalau butuh lagi datangi saya ya?" teriak pria tersebut tanpa digubris lagi oleh Bryan.

__ADS_1


Zoya yang sedang menunggu di halte melihat mobil suaminya. Ia melihat masih jauh tapi panggilan alam menyuruh untuk di tuntaskan. Zoya tidak melihat ada kamar mandi di sana, ia terlihat cemas dan Bryan pun sudah sampai. Pria itu tampak bahagia dan langsung memeluk Zoya, ia bertanya kemana sang istri sampai tidak pulang ke rumah. Zoya mengabaikan pertanyaannya karena ada hal lain yang jauh lebih penting.


"Bryan, tolong aku," bisik Zoya pelan.


"Apa kau diculik? Kenapa wajahmu begitu pucat. Ayo katakan."


"Bukan begitu, dengakan aku."


"Iya, aku mendengarnya, kau tidak perlu takut lagi, aku selalu bersamamu.


Untuk sesaat Bryan tampak diam tidak merespon sampai kemudian, Zoya mencubit perutnya kesal. Suaminya berteriak kesakitan dan memarahi Zoys tapi ia tidak peduli karena sekarang ia sudah tidak bisa lagi menahannya.


"Bryan, ayo. Jangan melamun aku sudah tidak tahan." teriaknya tanpa sadar, alhasil membuat beberapa orang di sana menatap mereka dengan horor.

__ADS_1


"Maaf, maaf istri saya sedang mengidam." kekeh Bryan yang membuat mereka lega. Mereka sudah berpikir aneh-aneh karena kalimat Zoya begitu ambigu dan provokatif di telinga mereka semua.


"Ayo!" ajak Zoya dan seger menuju mobil.


Bryan pun segera tancap gas dan mencari toilet umum tapi tidak ia temukan. Zoya yang sudah tidak tahan mencengkram kuat tangan suaminya sampai Bryan merasa sakit karena dagingnya ikut tercubit.


"Bryan, aku sudah tidak tahan," isak Zoya memangis. Ia sangat malu pada suaminya karena kekonyolan yang ia sendiri tidak rencanakan.


"Tunggu, sabar-sabar." Bryan melihat sebuah restoran tapi sangat ramai. Ia pun segera memarkirkan mobilnya. Dengan tergesa keluar dan menggendong istrinya karena tidak mungkin membiarkan sang istri lari dalam kondisi hamil muda, yang masih rentan keguguran.


"Kamu mau apa?" tanya Zoya horor.


"Tutup mata dan jangan bawel. Buka mata saat sudah sampai."

__ADS_1


 


Jangan lupa kasih Otor cantik ini vote, komen dan likenya yahhhhh biar apa? biar biaran aja 🤣🤣


__ADS_2