Belenggu Dalam Cinta

Belenggu Dalam Cinta
Bab 50 Persatuan Mertua Menantu


__ADS_3

"Syukurlah kalau mereka sudah akur sekarang, Ma."


"Semua berkat kamu sayang."


Zoya menggeleng dan tidak membenarkan semua itu. Ia tidak ada melakukan apa pun untuk membuat kedua insan itu bersatu seperti sekarang ini.


"Semua sudah dikehendaki Ma."


"Mama, kayaknya kita sudah lama tidak ke salon, kan? Mau pergi ke sana?" tanya Nori yang langsung disetujui oleh mertuanya. Kini mereka menatap Zoya, ia menganguk senang.


"Bagus, sekarang ayo kita siap-siap."


Sekitar setengah jam kemudian, mereka sudah selesai dan segera berangkat ke salon langganan. Di sana Nori bertemu dengan salah satu temannya yang suka menjulitinya. Ia memamerkan menantunya yang ia bawa ke salon.


"Jeng, masih datang sendirian? Lihat saya datang bersama menantu saya." tunjuknya dan menantunya menatap sombong ke arah Nori.

__ADS_1


"Saya datang tidak sendirian kok, saya bersama anak dan mertua saya. Itu!" tunjuknya.


Zoya dan neneknya masuk ke dalam dan wanita yang tadi memamerkan menantunya menatap Zoya rendah. Tidak jauh dengan dirinya, menantunya juga memandang rendah Zoya sehinggaembiat emosi Nori terbakar.


"Apa pekerjaan menantumu? Apa dia hanya wanita rumahan?" tanya Nori sinis.


"Dia ini dokter anak," ucapnya dan memamerkan dengan sangat bangga.


Zoya yang sejak tadi diam mendengarkan memberikan pertanyaan mematikan yang tidak bisa dijawab oleh wanita itu sehingga membuat mereka bertanya apa profesi Zoya sehingga begitu mengetahui masalah medis.


"Jika anak yang terluka dan mengalami trauma abdomen apa yang harus dokter anak lakukan sebagai bentuk pertolongan pertama agar si anak tidak mengalami cidera? Selain itu apa cukup jika hanya melakukan pemeriksaan secara umum?


"Menantumu ngakunya dokter bedah anak tapi tidak tahu cara menanganinya." ejek Nori sehingga membuat wanita itu kesal meminta Zoya menjawab pertanyaannya tadi. Zoya menjawabnya dengan lancar tanpa kurang sedikit pun. Membuat mereka yang ada di sana tercengang seketika.


"Siapa kamu?" tanya wanita itu.

__ADS_1


Nori memperkenalkan pada mereka semua jika Zoya adalah menantunya yang berprofesi sebagai dokter ahli bedah jantung, sontak mereka yang ada di salon itu takjub dan terkejut.


"Ma, sepertinya salon ini tidak lagi cocok untuk jadi langganan kita."


Mendengar kalimat itu si pemilik salon segera menghampiri Nori dan meminta maaf. Ia berjanji tidak akan ada lagi kejadian seperti sekaran ini. Nori mengiyakan tapi dengan satu syarat.


"Mereka berdua tidak boleh lagi memakai jasa salon ini."


Pemilik salon segera mengiyakan dan langsung membawa mereka bertiga ke ruangan khusus pelanggan setianya yang begitu mewah.


"Sayang, kamu sangat hebat tadi bisa mematahkan menantunya yang begitu sombong. Terus apa kamu lihat wajah wanita tua itu, sangat kaget saat tahu kamu dokter ahli bedah jantung terbaik di negeri ini."


Tawa puas terlihat menggema dan membuat Nori sangat bahagia. Tapi Zoya mengingat jika ia dan Bryan hanya menikah secara siri. Ia takut jika pernikahan mereka diketahui dan akan menjadi bahan perbincangan manusia yang suka nyinyir apalagi LAMBU TURIH.


"Mama, apa tidak masalah jika memberitahu mengenai pernikahan kami kepada mereka. Aku sama Bryan hanya menikah sirih."

__ADS_1


"Ah, soal itu kamu tenang saja sayang." kekeh Nori misterius.


 


__ADS_2