Belenggu Dalam Cinta

Belenggu Dalam Cinta
Bab 54 Kebersamaan


__ADS_3

Zoya tidak berhenti tertawa karena ulah suaminya yang sejak tadi selalu berhasil menggelitik perutnya.


"Puas? Puas banget liat suaminya dimaki." ejeknya dan langsung menjalankan mobil.


"Habisnya kamu lucu tahu, masa minta mangga kayak gitu." kekeh Zoya.


"Iya, iya aku tahu salah. Ini masih mau dicari nggak?" tanyanya dengan mata masih liar melihat ke sekitar.


"Masih," ucap Zoya dengan mata memelas.


"Kau pasang muka gitu aku jadi pengen langsung cium dan bawa kamu ke ranjang." oceh Bryan membuat Zoya malu.


"Kamu apaan sih, dasar mesum."


"Suami istri mah pahala kalau begituan."


"Sttt, itu ada mangganya, tapi kok serem ya." tunjuk Bryan pada sebuah rumah yang tampak dijaga oleh seekor anjing. "Tapi coba dulu deh." sambungnya.


Zoya menyemangati Bryan yang perlahan mendekati gerbang kokoh tersebut. Dia membunyikan bel, tapi bukannya disambut oleh si pemilik. Kedatangnnya malah disambut gongongan ganas anjing yang terlihat begitu sangar seokah menantang Bryan yang menganggu teritorial wilayahnya.


Baru saja Bryan hendak memanjat, anjing menghampirinya dengan gongongan mengerikan membuat Bryan lari kucar kacir dari sana.

__ADS_1


"Sayang, sumpah itu seram banget." keluhnya sampai di mobil.


"Harusnya kamu permisi sama anjingnya."


"Masa permisi sama anjingnya, kan yang punya mangga pemiliknya." bantah Bryan.


Seseorang mengetuk kaca mobilnya dan di sana ada seorang ibu-ibu yang sempat melihat aksinya. Bryan membuka kaca mobil dan sang ibu tampak mengatakan sesuatu padanya.


"Mas, pemilik rumah itu sedang keluar kota. Anjing itu sangat galak, bahkan ada beberapa pencuri yang dilarikan ke rumah sakit karena diserang sama anjing itu, ada yang sampai meninggal."


"Astaghfirullah, seram banget, Buk." Bryan merinding membayangkan nasibnya jika sampai diserang oleh anjing tersebut. Anak dan istrinya pasti akan sangat kehilangannya.


"Memangnya Mas, ke sana mau ngapain?" tanya sang ibu.


Zoya tersenyum malu membuat si ibu juga ikut tertawa.


"Petik saja dari runah saya kalau Mas dan Mbaknya berkenan."


"Wah, beneran nih Buk?" tanya Bryan antusias.


"Benar, Mas. Saya juga memiliki pohon mangga. Rumah saya di sana Mas." tunjuk wanita tua tersebut dengan senyum senang.

__ADS_1


"Iya, boleh Buk.”


"Ayo, Mas. Saya jalan duluan, Mas bisa bawa mobilnya ke sana."


Bryan dan Zoya segera menjalankan mobilnya menuju rumah tersebut setelah wanita itu berjalan lebih dahulu. Rumah tersebut tampak begitu sederhana di banding rumah yang bersebelahan dengan sisi kana dan kirim. Tapi meski terlihat sederhana tapi auranya begitu bahagia karena keluarga wanita itu tampak menyambut bahagia kedatangannya.


Bryan dan Zoya segera keluar dari mobil dan dipersilakan duduk di sebuah pondok kecil sedangkan di depan terdapat pohon mangga yang berbuah begitu lebat. Bryan juga tidak perlu susah payah memanjatnya karena sang anak dari pemilik tersebut yang memanjatnya langsung. Zoya sangat sennag melihat saat mangga tersebut sudah berada di hadapannya.


"Senang sekarang?" tanya Bryan.


"Aku kayak lihat berlian dalam bentuk buah-buahan. Enak banget Bry, bukain ya." pintanya.


Merela yang ada di sana tertawa mendengar Zoya yang matanya begitu berbinar. Sang anak dari wanita itu mengambil sebuah pisau dari runahnya dan menyerahkan kepada Bryan.


"Ini pisaunya, Mas."


"Makasih ya Dek, nama kamu siapa?" tanya Bryan.


"Rian, Kak."


"Sekolah kelas berapa?" tanyanya.

__ADS_1


"Saya nggak sekolah lagi, Kak. Karena nggak ada biaya. Jadi saya bantu Bapak jualan."


 


__ADS_2