
Happy Reading ๐
Mira dan Kevin saat ini sedang berada di Cheonggyeoncheon Stream sebuah tempat yang dulunya kumuh dan sungainya pun tidak berjalan sesuai fungsinya tapi saat ini tempat itu adalah ikon dari kota Seoul.ย
Dengan berjalan menelusuri pinggiran sungai mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan.
Sesekali Mira meminta berfoto dengan Kevin sebagai juru kameranya.
"Sayang, kapan kita foto bersama? dari tadi hanya kamu yang berfoto ria?" ucap Kevin sehabis mengambil gambar istrinya itu.
"Iya sayang, nanti kita foto bersama ya, tapi sekarang tolong foto aku sekali lagi" jawab Mira.
Kevin hanya bisa menuruti istrinya itu, asalkan Mira senang dia juga ikut bahagia. Yang terpenting adalah kebahagiaan istrinya.
"Wah, ada bule tampan" teriak salah seorang gadis yang berada ditempat itu.
"Iya, dia tampan sekali" para gadis itu memandang kagum ke arah Kevin.
Mira yang merasa bahwa suaminya menjadi idola itu jadi tidak suka. Sedangkan Kevin hanya tersenyum kearah para gerombolan para gadis asli korea itu.
"Tuan tampan, maukah foto bersamaku?" ucap salah satu dari mereka.
"Aku juga mau foto donk, dia seperti selebritis holywood saja"
Kevin melirik istrinya yang sudah berubah raut wajahnya menjadi menyeramkan.
"Sorry semuanya, aku tidak bisa berfoto sama kalian, nanti istriku cemburu" jawab Kevin menolak para gadis itu.
"Yaaa, mana sih istrinya tuan tampan?" tanya mereka dengan nada kecewa.
Kevin lalu berjalan ke arah istrinya dan memeluk pinggang Mira.
"Ini adalah istriku" jawab Kevin tersenyum.
Para gadis itu menatap Mira dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Hei nona, beruntung sekali kamu mempunyai suami yang sangat tampan seperti ini" ucap salah satu gadis.
"Iya betul, apalagi dia sangat tampan, seperti artis saja"
" Ya sudah sebaiknya kita segera pergi, lihatlah istrinya tuan tampan sudah akan mengeluarkan tanduknya"
Mira melotot mendengar ucapan gadis itu, sedangkan Kevin hanya menyengir.
"Sayang, lihatlah mereka saja ingin berfoto dengan ku, apa kamu tidak mau foto sama suamimu yang tampan ini?" ucap Kevin.
Mira melepas rangkulan suaminya itu.
"Ya sudah sana pergi berfoto sama gadis-gadis itu" jawab Mira ketus sambil berjalan meninggalkan Kevin.
"Eh sayang tunggu!"
Mira tidak mendengarkan teriakan suaminya itu, dia terus saja berjalan tanpa menoleh kebelakang.
Tapi sudah cukup lama berjalan Kevin belum juga menyusulnya. Mira yang merasa ada yang aneh diapun berhenti dan menoleh ke belakang.
"KEVIN!!" teriak Mira saat melihat suaminya dikerubungi para gadis dan berfoto ria.
__ADS_1
Ternyata suaminya itu tidak mengikutinya karena asyik berselfie bersama gadis-gadis yang mengidolakannya itu.
Dengan berjalan dan sedikit berlari Mira menghampiri Kevin, dia langsung menarik lengan suaminya itu dan membawa nya jauh dari kerumunan para gadis.
"Owh jadi kamu sangat suka diajak foto sama mereka?" tanya Mira.
"Mereka yang menghampiriku sayang, aku tidak enak hati kalau harus menolak, lagian tadi kamu sendiri kan yang menyuruhku?" jawab Kevin pura-pura polos
"Baiklah, kalau kamu seperti itu, aku juga bisa mengajak opa-opa untuk berselfie bersamaku" Mira menyeringai.
"Sayang, apa kamu ingin aku kurung lagi didalam hotel"
***
Malam harinya ...
Setelah makan malam direstoran hotel, Kevin langsung mengajak Mira untuk kembali ke dalam kamar.
Saat Kevin berada dikamar mandi tiba-tiba ponselnya dinakas bergetar.
Drrrttt, drrrrtt ...
Mira melihat siapa yang menelon.
"Lindsay, ada apa dia menelepon Kevin? apa ada hal penting?" gumam Mira menatap ponsel Kevin sampai panggilan itu berhenti.
Ting ...
Ada sebuah pesan masuk masih dari Lindsay. Mira kemudian membaca pesan itu.
"Kevin, kapan kamu kembali ke USA, aku sangat membutuhkan bantuanmu, segeralah pulang karena hanya kamu yang bisa menolongku."
Ceklek ...
"Ada apa sayang?" tanya Kevin kepada sang istri yang sedang menatap ponselnya.
"Linsay mengirimu pesan, sepertinya ada hal penting" ucap Mira memberikan ponsel Kevin.
Pria itu mengambil nya dan tiba-tiba dia mematikan ponsel itu.
"Biar saja, nanti pasti ada yang akan menolongnya, tidak perlu di khawatir kan?" ucap Kevin mendekati istrinya itu.
"Sekarang yang terpenting adalah bagaimana bisa membuat baby ... ehmmn" Ucapan Kevin berhenti ketika Mira membungkam mulutnya.
Sudah tahu apa yang akan suaminya ucapkan itu.
"Aku mandi dulu" seru Mira yang kemudian berlari menuju ke dalam kamar mandi.
Kevin hanya menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya itu.
Sedangkan di USA.
Lindsay meremas ponsel nya kuat, Papa nya telah memberitahukan bahwa dia harus segera menikah dengan seseorang yang telah dipilihkan olehnya.
"Aku tidak mau menikah, sial bagaimana caranya aku bisa menggagalkan rencana Papa kali ini? Kevin tolong aku?" gumam Lindsay.
Sudah berkali-kali Lindsay membatatalkan acara perjodohan yang dilakukan oleh Papanya, itupun biasanya atas bantuan dari Kevin.
Wanita itu melamun di ruang kerjanya, dulu pada saat masih bersama Kevin tidak pernah terbesit keinginan untuk memiliki pria yang sudah sangat lama menjadi sahabat nya itu.
__ADS_1
Tapi setelah Kevin menikah dan menjauh darinya rasa kehilangan itu benar-benar dia rasakan. Dulu dia selalu menganggap Kevin tidak akan bisa mempunyai perhatian lebih terhadap istrinya, tapi ternyata dia telah salah.
Setelah mencintai Mira, sahabat baiknya itu menjadi sangat peduli dan sayang terhadap istrinya, dan pada akhirnya Lindsay harus dipindah ke cabang New York dikarenakan Mira.
"Apa aku harus merebut Kevin dari istrinya? dulu aku tidak pernah berfikir untuk menjalin rumah tangga, aku wanita bebas tidak terikat, tapi kenapa setelah Kevin menjauhiku aku jadi semakin menginginkannya" gumam Linsdsay.
Ting .... sebuah notif pesan.
Lindsay begitu gembira saat ponselnya berbunyi, berharap Kevin membalas pesannya, dia segera membuka layar itu dengan senyum yang cerah tapi wajahnya begitu murung saat melihat siapa yang mengirim pesan.
"Sialan, pria ini akan kubuat jera dan membatalkan acara perjodohan ini" ucap Lindsay.
Ya, itu adalah pesan dari calon suami yang dipilihkan oleh Papa Lindsay, seorang pria matang berusia 35 tahun. Mereka memang belum pernah bertemu sebelumnya.
Tapi Papa Lindsay pernah mengirim foto calon tunangan putrinya itu dan sampai saat ini wanita itu belum pernah membuka gambar pria yang akan dijodohkan untuknya.
"Aaarrrgghhh, Kevin aku sangat membutuhkanmu!!!" teriak wanita itu.
***
Kevin dan Mira sedang asyik dengan kegiatan mereka, membuat Baby itulah istilah yang selalu dipakai oleh Kevin untuk menahklukan istrinya itu.
Dengan peluh membasahi tubuh mereka meskipun AC dikamar itu sudah diatur sedemikian rupa.
Suara decitan ranjang mengalun seiring dengan tempo gerakan yang dilakukan Kevin, Mira benar-benar dibuat mabuk kepayang oleh sang suami.
"Sayang, setiap inci tubuhmu adalah canduku" bisik Kevin disela aktifitasnya.
Tidak beberapa lama kemudian terdengarlah alunan merdu yang keluar dari mulut Mira berbarengan dengan erangan kuat dari Kevin.
Mira sudah sangat lelah, semua tenaganya telah habis, Kevin segera mengecup kening istrinya lembut.
"Aku sangat mencintaimu Mira sayang" ucap Kevin disela kecupannya.
Akhirnya malam itu mereka berdua terlelap dibawah selimut, dengan Kevin yang memposisikan lengannya sebagai bantal Mira dan lengan satunya memeluk istrinya itu erat.
Mira Wijaya adalah anugrah terindah yang diberikan Tuhan untuk Kevin, wanita polos yang sudah berhasil mengobrak-abrik hatinya.
Dalam doanya Kevin berjanji akan selalu membahagiakan Mira selamanya.
***
Saat ini Kevin dan Mira sedang sarapan dikamar hotel, maklum Mira tidak mau untuk keluar sekedar sarapan.
Dia merasa lemas dan tidak bertenaga, hanya untuk berjalan ke kamar mandi saja Mira tidak sanggup, tubuhnya terasa remuk redam, Kevinlah yang menggendongnya untuk membersihkan diri.
"Sayang, Samuel menelepon. Sebentar aku angkat ya?" ucap Kevin.
"Angkatlah, siapa tahu penting" jawab Mira.
Kevin mendadak mendapatkan panggilan dari Samuel, tiba-tiba ada sedikit masalah diperusahaan menyangkut sabotase yang dilakukan oleh orang dalam.
Karena ini masalah ini cukup besar menyangkut data perusahaan maka Kevin harus ikut turun tangan.
"Sayang, seperti nya kita harus pulang hari ini juga, ada sedikit masalah diperusahaan" ucap Kevin pada istrinya.
"Kalau itu memang penting ya kita harus pulang sayang" jawab Mira tersenyum.
Akhirnya bulan madu ini selesai juga. Batin Mira.
__ADS_1
Bersambung ...
Maaf banyak typo akak2 reader๐๐ป๐