BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Ingin pergi


__ADS_3

Happy Reading 😊


Inez memandang minuman coklat hangat-nya sambil terus memikirkan bagaimana nasibnya itu nanti. Kekasih yang sangat di cintai nya dan juga sahabat baiknya telah tega berbuat hal yang begitu menjijikan dan dia melihat itu dengan mata kepalanya sendiri.


Tidak pernah di bayangkan akan terjadi hal seperti ini, sebuah perselingkuhan yang dilakukan dua orang yang begitu dia sayangi.


Sebenarnya apa yang di ingin Elvina, kenapa sampai setega itu padanya, padahal selama ini Inez selalu berusaha menolong Elvina dan selalu ada di setiap wanita itu sedang membutuhkan.


Lindsay dan Kenzo saling menatap gadis yang ada di hadapannya saat ini.


"Ada apa Inez? Kenapa wajahmu dari tadi jelek sekali?" tanya Kenzo.


"Kakak, wajahku dari dulu memang jelek!" jawab Inez kesal.


Hatinya sedang tidak karuan tapi kedua orang di depannya ini hanya bisa menggodanya. Ya tentu saja mereka tidak tahu kalau sebenarnya hati Inez yang terluka itu baru saja disiram air garam. Perih sekali rasanya tapi tidak terlihat ataupun ada yang tahu.


Istilah sakit hati menurut Inez memang benar-benar suatu penyakit yang tidak ada obatnya.


Kenapa dia harus jatuh cinta apabila mendapatkan kesakitan seperti ini. Menyesal, tentu saja tapi bukankah semuanya telah terjadi?


"Apa kamu ada masalah?" tanya Lindsay yang sepertinya sedikit peka.


Saat ini mereka sedang berada di sebuah cafe di pinggir jalan dekat dengan supermarket yang tadi mereka datangi.


"Aku sedang patah hati Linds, hiks, huaaaa!!!"


Kenzo dan Lindsay melotot melihat Inez tiba-tiba menangis seperti itu.


"Aduh adik ku yang manja kenapa tiba-tiba menangis seperti ini, cup cup nanti tambah jeleknya lo?" tanya Kenzo mencoba menghibur Inez.


"Kalau gak mau diem nanti pangeran nya gak jadi datang, di ambil orang gimana?" lanjutnya.


"Huuaaaaaa, hiks, hikss ..!!!" Inez menutupi wajah dengan kedua tangannya.


Lindsay mencubit lengan suaminya, bukannya menghibur tapi malah semakin membuat Inez tersedu-sedu.


"Sudah Nez, ayo ceritakan masalah mu, siapa tahu nanti aku bisa bantu," ucap Lindsay mengusap rambut Inez lembut.

__ADS_1


"Tapi janji gak bakal tertawa kan?" tanya Inez menatap mata Lindsay.


"Sepertinya ceritanya bakalan sedih deh, aku gak akan tertawa kok" jawab Lindsay tersenyum.


"Aku tidak apa-apa, hanya saja sekarang lagi kangen sama Papa Mama, mereka sudah 2 tahun tidak pulang, Kenken aku mau pergi ke Canada menyusul Papa sama Mama," ucap Inez menatap Kenzo dengan tatapan yang memelas.


Kenzo mendesah pelan, orang tua Inez memang di tugaskan di Canada untuk mengurusi perkebunan milik keluarga nya yang berada di negara itu.


Awalnya gadis itu ingin ikut kedua orang tua nya dan meneruskan kuliah di Canada, tapi Kenzo melarangnya.


Alasannya karena nenek Rose butuh teman untuk menemaninya, meskipun sudah ada Amrita yang setia menjaga dan mengurus sang nenek.


"Kenapa tiba-tiba sekali? apa alasan terbesar mu Inez, tidak mungkin kan begitu saja kamu mau pergi ke Canada?" ucap Kenzo merasa ada yang tidak beres dengan adik sepupunya itu.


"Tidak ada alasan apapun, aku memang ingin bertemu Papa dan Mama, dan mungkin akan meneruskan kuliah disana" jawab Inez berusaha ternyum.


Gadis itu menghapus sisa air matanya yang baru saja jatuh. Cukup sudah dia menangis dan Inez berjanji bahwa tangisannya barusan adalah yang terakhir kalinya.


Dia tidak akan mengeluarkan air matanya lagi hanya untuk menangisi para penghianat itu.


"Inez, buktikan pada kedua pasangan penghianat itu bahwa kamu pasti bisa" Batin Gadis itu pada dirinya sendiri.


Inez yakin bahwa dia bisa akan segera pulih dari rasa sakit hatinya.


###


Troy baru saja pulang ke rumahnya, pria itu melangkahkan kakinya masuk, dia baru saja mendapatkan kenaikan pangkat dari perusahaan yang dia kelola.


Bukannya senang atau bahagia, Troy semakin terpuruk dengan keadaan yang membebaninya saat ini. Inez gadis yang sangat dia cintai telah membencinya, harus bagaimana lagi Troy membujuk agar Inez mau memaafkan nya, tapi sepertinya hal itu tidaklah mudah.


Dengan malas Troy membuka pintu kamar pribadinya, di lihat nya seorang wanita yang masih asyik bermain bersama ponselnya dengan senyum-senyum sendiri.


Ada rasa marah dan benci saat Troy melihat wanita yang sedang mengandung anaknya itu. Hanya karena termakan rayuan Elvina dengan tubuh seksinya itu membuat Troy jadi gelap mata dan berselingkuh.


Pria itu ingat saat Elvina dengan berani naik ke atas ranjangnya dengan keadaan telanj*ng, pria mana yang tidak tergoda saat ada mangsa nikmat di depannya. Sungguh Troy merasa dirinya sangatlah bodoh.


Rasa menyesal yang di rasakan Troy sungguh tidak bisa dihitung lagi, ingin rasanya saat dia pulang dari tempat kerjanya ada seseorang yang sangat dia cintai menyambutnya penuh cinta. Bukannya melihat wanita yang telah merayunya itu.

__ADS_1


"Sayang, kamu sudah pulang?" seru Elvina saat Troy masuk ke dalam kamarnya.


Ya Elvina memang telah tinggal di rumah Troy setelah dia tahu bahwa dia telah hamil. Tentu saja keinginan nya dari dulu bisa memiliki Troy dan sekarang semuanya telah berhasil Elvina dapatkan.


Wanita itu sama sekali tidak memikirkan bagaimana keadaan Inez, sahabat yang telah dia hianati.


Troy tidak menjawab pertanyaan Elvina, dia berlalu begitu saja masuk kedalam kamar mandi.


Pria itu mengguyur tubuhnya dengan shower, pikirkan nya selalu saja tertuju pada Inez dan Inez


"Aaggghh Inez, maafkan aku sayang? beri aku kesempatan yang kedua" ucap Troy menengadahkan wajahnya ke atas.


Jujur dalam hatinya dia sangat menyesal sekali telah menyelingkuhi Inez, karena di hati Troy cuma ada nama gadis yang telah disakitinya itu.


Sedangkan Elvina mengepalkah kedua tangannya saat melihat Troy yang sudah berubah padanya.


Dia tahu bahwa Troy masih mencintai Inez, tapi Elvina tidak akan pernah membiarkan pria itu kembali pada kekasihnya dulu.


Lindsay terlihat memijat betisnya yang sedikit membengkak, Kenzo yang melihat itu langsung mengambil alih berganti memijat kaki istrinya.


"Sepertinya Inez sedang ada masalah, dia bukan tipe wanita yang terbuka kepada semua orang, aku tahu bahwa dia telah menyembunyikan sesuatu dari kita" ucap Kenzo.


"Hem, sepertinya memang begitu, kita harus selidiki apa masalah yang mendera Inez," jawab Lindsay.


"Aduh, perutku sakit sekali!!" tiba-tiba Lindsay berteriak kesakitan.


"Sayang, ada apa?" tanya Kenzo panik.


"Rasanya perutku sakit sekali, ayo cepat bawa aku ke rumah sakit" ucap Lindsay menahan sakit di perutnya.


Mungkin saja dia mengalami kontraksi, mengingat usia kehamilannya sudah sembilan bulan, meskipun hari perkiraan lahir masih 3 minggu lagi tidak menutupi kemungkinan bahwa bisa saja Lindsay melahirkan lebih cepat.


Bersambung ...


Maaf ya akak2 reader kalau episode ini kurang ngena 🙏🙏🏻😔


Jangan lupa dukungannya dengan Vite, like dan komen, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2