
Happy Reading 😊
Kevin tampak memijit pangkal hidungnya setelah mendengarkan cerita dari Kenzo. Masalah cinta segitiga yang sedikit rumit.
Pria itu pernah mengalami kejadian seperti itu dan di mana sang istri menjadi sasaran balas dendam dan sayangnya sekarang di sini posisi Kenzo hampir sama, padahal kalau di kilas balik Lindsay sang istrilah yang pernah membuat masalah itu.
Apakah ini akan menjadi karma, jadi apa yang seharusnya di lakukan Kenzo untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi? batin Kevin.
Kevin berusaha memberikan pertolongan Kenzo dengan cara memberi perlindungan untuk Lindsay dan putranya Aaron.
"Kamu tenang saja Ken, kita akan membuat Jennifer tidak akan bisa melakukan apapun terhadap anak dan istrimu, kalau perlu nanti aku akan memberinya sedikit pelajaran kalau sampai dia berani berbuat macam-macam," ucap Kevin.
"Terima kasih tuan Kevin," jawab Kenzo merasa sedikit lega karena atasannya itu mau membantunya.
Lindsay sedang menidurkan Aaron, wanita itu belajar menjadi ibu yang baik untuk anaknya, karena tidak menyewa baby sitter jadi Lindsay melakukan semuanya sendiri.
Tong tong ...
Bel rumah berbunyi.
Lindsay mengerutkan keningnya siapa yang bertamu di rumah Kenzo ini. Batin Lindsay.
Wanita itu kemudian keluar dari kamar anaknya dan berjalan ke arah pintu depan. Lindsay sedikit merasa takut untuk membuka pintu, wanita itu mengintip dari jendela melihat siapa yang berkunjung.
"Mira!" seru Lindsay berbinar.
Kemudian dia membuka pintunya dan langsung memeluk Mira erat.
"Aduh Linds, aku tidak bisa bernafas!" seru Mira yang merasakan pelukan Lindsay begitu kuat.
"Eh, maaf-maaf aku tidak sengaja. Aku sangat senang sekali kamu mengunjungiku, tadi aku sangat takut ada siapa-siapa yang ingin menggangguku dan putraku," jawab Lindsay.
Mira tersenyum dan menoleh ke arah sustee Nana dan sopir pribadi Kevin, james.
"Kamu tenang saja Linds, kami akan membantu dan melindungimu, ehm apakah kami boleh masuk?" tanya Mira
"Tentu saja, ayo masuklah, Aaron baru saja tidur, hai baby King aduh tambah imut ya?" Lindsay mentoel-toel pipi cuby King yang semakin terlihat menggemaskan itu.
King tertawa ketika di goda oleh wanita cantik, tapi baby itu selalu terlihat cemberut kalau yang menggoda Om-om atau Opa-opa.
King sedang berada di gendongan baby sitter Nana, baby King sangat suka apabila di gendong suster tersebut.
"Aku ingin mengajakmu dan Aaron membeli baju-baju baru, sebentar lagikan ada pesta perayaan perusahaan, jadi kita harus memakai baju yang bagus," ucap Mira.
__ADS_1
Lindsay tiba-tiba berubah sendu, dia terlihat tidak antusias dengan cerita dari Mira.
"Aku tidak akan hadir di pesta perusahaan Mira, aku malu, sampai sekarang juga aku masih belum memperkenalkan Kenzo kepada Papa dan Mama, aku masih malas untuk ke rumah. Meskipun semuanya sudah jelas bahwa aku bukan pembunuh Stuard tapi tetap saja aku sangat kecewa dengan sikap orang tuaku yang mengabaikan ku seperti ini," ucap Lindsay.
Ya memang benar, semenjak Lindsay masuk penjara sampai wanita itu keluar dari tahanan orang tuanya memang belum pernah ada yang mencarinya, bahkan mereka seakan sudah tidak menganggap Lindsay sebagai anak.
Mira memegang tangan Lindsay dan menggenggamnya.
"Tenanglah Linds, masih ada kita yang begitu menyayangi mu, jadi tidak usah memikirkan tentang keluarga mu, oke!" ucap Mira.
Lindsay tersenyum, kemudian wanita itu langsung memeluk Mira menyalurkan rasa kesedihan dihatinya.
Lindsay bersyukur masih ada orang-orang baik seperti Mira, Kevin dan juga sang suami Kenzo.
"Nah gitu donk senyum lagi, sekarang ayo kita ke mall, gak usah pedulikan orang lain, yang penting kita tidak pernah berbuat masalah untuk mereka," ucap Mira yang di angguki oleh Lindsay.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke Mall terbesar di kota itu, tentu saja Mira sudah meminta izin pada Kevin dan Kenzo.
Bahkan Kevin mengirimkan dua pengawal yang disuruh untuk mengawal para Mommy muda itu.
Lindsay mendorong kereta bayinya, Mira tampak antusias memilihkan baju untuk para baby boy mereka.
Sedangkan baby King sudah terlelap di kereta bersama suster Nana yang mendorongnya.
"Nana pilihlah baju yang pas dan cocok untukmu," ucap Mira kepada suster Nana.
"Untuk saya Nona? di tempat bermerek seperti ini?" seru suster itu.
"Iya, memangnya di mana lagi, sudah sana cepat pilih, biar baby King aku yang jaga," jawab Mira mengambil alih kereta bayinya.
"Kamu juga Linds, sana pilih baju mana yang pas untuk mu, biar Aaron sama King aku yang jaga," ucap Mira.
Akhirnya Nana dan Lindsay masuk lebih dalam untuk memilih baju baju yang bagus.
Pada saat Lindsay sedang memilih baju untuk nya, tiba-tiba dia melihat seseorang yang sangat familiar di depannya bersama seorang gadis muda dan mereka sepertinya sedang memilih gaun itu.
"Papa?" gumam Lindsay.
Kenapa Papa di tempat seperti ini dan siapa wanita itu? kenapa mereka terlihat begitu akrab. Batin Lindsay.
Pada saat kedua orang itu berjalan ke arahnya, Lindsay berbalik dan bersembunyi agar tidak ketahuan, dia benar-benar tidak menyangka bahwa sang Papa tega menghianati Mamanya.
Lindsay melihat Papanya bergandengan tangan dengan mesra bersama wanita yang usianya setara dengan Lindsay.
__ADS_1
Apa-apaan mereka ini, kenapa Papa tega sekali dengan Mama, sebenarnya apa yang telah terjadi selama ini!!
Lindsay merasa dadanya sangat sakit ketika melihat penghianatan sang Papa yang sangat di hormati dan di seganinya itu.
###
Jennifer dan tuan Thomas menghadiri sebuah acara pesta, terlihat banyak sekali orang-orang penting yang datang ke acara itu.
Jennifer sudah tampil menarik dan cantik dengan memakai gaun panjang berwarna merah menyala yang di belinya tadi siang bersama tuan Thomas.
Banyak mata para lelaki memandang ke arahnya dengan tatapan menggoda.
Tuan Thomas sampai tidak berkedip saat melihat penampilan Jennifer yang seksi dengan belahan dada yang rendah hingga menampilkan sebagian dadanya yang besar itu.
"Ehemm," tuan Thomas bedehem sebentar.
"Jenn, nanti kalau ada yang bertanya bilang saja keponakanku ya, aku tidak ingin ada yang salah paham dengan kita," ucap tuan Thomas.
"Tentu saja Thom, aku tidak akan bertingkah macam-macam," jawab Jennifer manja.
Ternyata sangat mudah untuk merayu pria tua ini, kesempatan yang bagus, aku harus bisa menjebaknya dan membuat keluarga Lindsay menjadi berantakan, Kenzo akan memintaku untuk menjauhi Thomas dan aku akan menggunakan itu untuk membuatnya berpisah dari Lindsay. Batin Jennifer.
Tuan Thomas berjalan ke arah sekelompok orang yang terlihat berkuasa di pesta itu. Dia menatap seorang perempuan yang bergelayut manja pada salah satu pria di sana.
"Selamat malam tuan-tuan," sapa Thomas.
Semua orang menatap Thom yang datang bersama seorang wanita cantik di sampingnya. Wanita yang di tatap Thomas itupun sedikit terkejut dengan kedatangan pria itu.
Tapi tatapan wanita itu beralih pada sosok gadis muda di samping nya, dia terlihat menahan emosi dan rasa cemburu di hatinya.
"Selamat malam tuan Thomas, akhirnya kamu datang juga setelah beberapa bulan tidak menampakkan diri," ucap pria yang tangannya masih di peganga sang wanita itu.
"Tentu saja aku datang tuan Jason, karena aku juga tidak akan berlarut dalam keterpurukan oleh orang yang telah menghianati ku!" ucap tuan Thomas melirik ke arah wanita itu dengan tatapan yang mengibarkan bendera perang.
"Sarah, ternyata mantan suami mu masih dendam terhadap kita sayang," jawab tuan Jason merangkul mesra pinggang wanita yang bernama Sarah itu.
Sarah terlihat meremas gaun yang dipakai nya ketika mendengar ucapan dari Thomas. Rasanya dia ingin segera pergi dari tempat dengan hawa yang panas itu.
Sedangkan Jennifer hanya menyimak para orang tua itu tanpa mengerti apapun.
Bersambung ..
Maaf bila masih banyak typo 🙏
__ADS_1