
Happy Reading 😊
King sudah berumur 2 bulan lebih, Putra Kevin itu memang sangat cepat tanggap dan cerdas. Nana sang Baby sitter selalu setia, menemani nya.
King terlihat sudah mulai bisa tengkurap dengan lancar, tentu saja itu membuat Mira dan Kevin sangat antusias.
"Sepertinya King sudah mengantuk, ayo nak Mama tidurin dulu" ucap Mira menggendong putranya.
Tapi King terlihat tidak mau dan memberontak, akhirnya suster Nana yang mengambil alih dan menidurkan King.
"Sudahlah sayang, jangan bersedih, mungkin King memberi kita kesempatan untuk membuatkan adik untuk nya" ucap Kevin menyentuh bahu istrinya.
"Hem, anak itu seperti bukan anakku saja" ucap Mira sendu.
Siapa juga yang tidak bersedih sebagai seorang Mama kalau anaknya malah dekat dengan orang lain. Padahal kenyataannya Mira selama ini selalu ada di sisi King
Memang dasarnya saja anak Kevin itu yang suka sama gadis remaja secara suster Nana memang terlihat cantik dan masih muda.
Akhirnya Kevin mengajak Mira masuk ke dalam kamar dan melakukan kegiatan panas yang sudah lama tertunda itu.
Mira dan Kevin baru saja menyelesaikan kegiatan ranjangnya, masih dalam keadaan berpelukan tiba-tiba ada sebuah panggilan di ponsel Kevin.
"Siapa yang telepon malam-malam begini?" gerutu Kevin.
"Kenapa gak di angkat?" tanya Mira saat melihat suaminya itu malah asyik memeluk tubuhnya erat.
"Biarin aja, paling juga dari james atau siapa" jawab Kevin memegang berlian kesukaannya dan meremasnya lembut membuat Mira menahan nafasnya.
Tentu saja agak nyeri karena berlian Mira penuh dengan asi punya King.
"Sayang, lihat dulu siapa yang nelfon, siapa tahu penting!" seru Mira berusaha mengkondisikan tangan suaminya itu.
"Aku makin suka dengan ini, terlihat lebih besar dan mantap" ucap Kevin yang memang tidak pernah bosan dengan tubuh istrinya.
Dasar Kevin, tidak tahu apa kalau ibu menyusui itu pasti terlihat lebih besar dan berisi.
"Stop Kevin! angkat dulu gak? awas saja aku gak bakalan mau di sentuh lagi!!" seru Mira membuat Kevin akhirnya menurut.
Tentu saja dia tidak akan kuat kalau tidak menyentuh tubuh Mira barang sehari saja.
Kevin dengan malas bangkit dari posisi nyamannya. Dia mengambil ponselnya yang tergeletak di nakas dan melihat siapa yang sedang menelepon.
"Kenzo" ucap Kevin menatap istrinya.
"Angkatlah"
Kevin menggeser tanda hijau untuk mengangkat teleponnya.
"Halo"
"Halo tuan, maaf telah menganggumu malam-malam begini, aku hanya ingin mengabari bahwa Lindsay telah melahirkan jadi aku minta waktu liburku di undur lagi" ucap Kenzo di sebrang telepon.
"Lindsay sudah melahirkan? jadi kalian bulan madu plus lahiran di sana?" tanya Kevin.
Mira yang mendengar bahwa Lindsay telah melahirkan itu menjadi antusias.
__ADS_1
"Anaknya cewek apa cowok?" tanya Mira.
"Ngomong-ngomong istriku sangat penasaran dengan jenis kelamin anak kalian?" tanya Kevin.
"Anakku laki-laki tuan," jawab Kenzo.
"Apa? Laki-laki? aku kira perempuan" ucap Mira sendu.
Sebenarnya Mira sangat ingin kalau anak Kenzo dan Lindsay perempuan karena dia trlah berniat menjodohkan nya dengan King.
"Baiklah, kamu boleh menambah liburan mu seminggu lagi dan mungkin aku akan menjenguk Lindsay bersama istriku" ucap Kevin.
Kemudian Kenzo mengakhirinya panggilannya.
"Padahal aku begitu menginginkan kalau anak Kenzo itu perempuan" ucap Mira.
"Ya mau bagaimana lagi sayang, itu memang sudah takdirnya" jawab Kevin merebahkan tubuhnya di samping sang istri.
"Ya, mungkin jodoh King bukan anak Kenzo dan Lindsay" jawab Mira memeluk tubuh polos suaminya.
###
Keesokan harinya.
Inez terlihat antusias dengan kelahiran keponakan nya itu, saat ini baby Kenzo masih berada di dalam box bayi.
Nenek Rose datang bersama sopirnya yang tidak lain adalah suami Amrita. Sang nenek tidak kalah antusias.
"Baby Boy lucu sekali" ucap Inez.
Lindsay dan Kenzo saling berpandangan dan tersenyum bahagia, lega sudah perasaan Lindsay, dia tidak menyangka akan melahirkan lebih cepat dari perkiraan hari lahir.
Sang baby yang berjenis kelamin laki-laki itu terlihat begitu tampan dengan rambut berwarna coklat ke emasan, persis seperti rambut punya nenek Rose.
"Aku mau membeli makanan dulu ya, tadi belum sempat menyiapkan sarapan karena antusiasnya mendengar Lindsay yang sudah melahirkan" ucap Inez pamit untuk pergi mencari makanan di luar.
Pada saat dia akan menuju pintu keluar, tiba-tiba Inez melihat Troy yang sedang menggendong Elvina masuk ke ruang ICU.
Inez hanya memandang sekilas kemudian dia berlalu pergi meninggalkan rumah sakit untuk mencari restoran terdekat.
Inez sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia harus bisa move dan membuka lembaran baru di hidupnya.
Setelah mengetahui bahwa Lindsay telah melahirkan, Inez memutuskan untuk menunda keberangkatan nya ke Canada.
Pada saat Inez sudah sampai di sebuah restoran dia memutuskan membeli sarapan untuknya dan orang-orang yang berada di kamar rawat Lindsay.
"Seperti nya ini saja sudah cukup!" Gumam Inez.
Gadis itu segera membayar dan pergi dari restoran itu.
Inez hanya berjalan kaki karena letak restoran itu tidak terlalu jauh dari rumah sakit.
Mungkin memang restoran itu diperuntukkan untuk para orang yang sedang berada di rumah sakit.
"Nona tunggu! Hei nona berbaju pink tunggu sebentar!!" Tiba-tiba ada seseorang memanggil Inez dengan menyebut kan warna bajunya.
__ADS_1
Inez yang merasa memakai baju pink pun sontak berhenti. Gadis itu berbalik dan melihat seorang pria yang memakai jubah putih terlihat melambaikan tangan nya.
Pria itu tampak memperlihatkan deretan gigi putihnya dan berjalan ke arah Inez.
"Kamu Inez kan?" Tanya pria yang berprofesi sebagai dokter tersebut.
Inez menatap mata pria yang seperti tidak asing itu.
"Rey? Apa kamu Reymond?" Tanya Inez memicingkan matanya.
"Hahaha, jadi benar aku tidak salah lihat, sudah lama sekali ya" ucap Reymond tergelak.
Inez begitu senang bisa bertemu kembali dengan teman masa kecilnya, gadis itu menitikan air matanya haru.
Reymond yang melihat Inez menangis kemudian menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.
"Hei gadis bodoh kenapa menangis?" Tanya Rey mengusap pucuk rambut Inez.
"Aku tidak mengira bahwa kita akan bertemu kembali, aku sangat senang, hiks!" Ucap Inez melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya itu.
"Awalnya aku juga tidak menyangka bisa di tugasnya di kota Vermont, jadi aku memutuskan untuk bekerja di rumah sakit ini." Jawab Reymond mengacak rambut Inez.
Gadis kecil yang dulu suka bermain dengannya kini telah menjadi gadis yang cantik.
"Rey, hentikan! Rambut ku bisa rusak!" Seru Inez.
"Ini kartu nama dan disitu ada nomer teleponku, aku harap kamu bisa menghubungi ku, aku ingin banyak bercerita denganmu Inez, tapi sekarang aku banyak tugas, selamat tinggal" ucap Rey sambil memberikan sebuah kartu nama.
Inez mengambil kartu nama itu dengan tersenyum.
Reymond melambaikan tangan nya dan pergi dari hadapan gadis itu.
"Baiklah kalau aku tidak lupa ya!" Seru Inez.
Dia tidak sadar bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang memandang nya dengan tangan yang sudah terkepal.
Troy tidak menyangka akan melihat Inez di peluk pria lain, ada rasa tidak terima dan cemburu menguasai hatinya.
"Maaf tuan Troy, apa anda suaminya nona Elvina?" Tanya seorang dokter yang baru saja keluar dari dalam ruang ICU.
"Iya dok, bagaimana kondisinya?" Tanya Troy.
"Kami sudah melakukan yang terbaik tuan, tapi sangat si sayangkan bahwa bayi yang ada di kandungan nona Mira tidak bisa di tolong," ucap sang dokter.
Troy sedikit terkejut mendengar berita itu, ada rasa kehilangan sang buah hati tapi ada sedikit rasa lega di sudut hatinya.
"Maaf tuan saya permisi dulu" ucap dokter itu berlalu pergi dari hadapan Troy.
Sepertinya tidak usah menunggu Elvina Melahirkan dan memutuskan nya baru kembali padamu Inez, tapi saat ini juga aku bisa kembali ke sisimu. Batin Troy tersenyum dalam hati.
Bersambung ....
Alhamdulillah BENCI JADI BUCIN masuk Header banner 🙏
Terima kasih atas dukungan dari akak Reader 😍🥰
__ADS_1