
Happy Reading 😊
Thomas mengerang saat Jenn menggerakkan tangannya naik turun dan mengurutnya dengan lembut.
Wanita itu sungguh takjub dengan senjata Thomas yang tegak menantang dan sangat menggiurkan itu.
Sedangkan tangan Thomas juga tidak tinggal diam, pria itu mengakup benda kenyal di depannya itu sambil meremasnya gemas.
Jennifer segera memposisikan miliknya di atas senjata Thomas karena wanita itu sudah tidak tahan ingin segera di masuki.
Dengan perlahan wanita itu melesakkan goanya yang hangat itu dan langsung masuk dengan sempurna dalam sekali hentakan.
Sore itu di sebuah jalanan yang sepi terlihat ada sebuah mobil di pinggir jalan yang terlihat bergoyang.
Tentu saja sudah bisa di pastikan siapa yang berada di dalam mobil itu. Untung saja kaca mobil itu gelap, jadi tidak akan bisa terlihat dari luar.
Tempat itu juga sangat sepi, tidak akan ada yang mencurigai kegiatan dua orang di dalam mobil yang sedang bergoyang itu.
Jennifer duduk di pangkuan Thomas sambil menggerakkan tubuhnya naik turun. Thomas begitu menikmati milik Jennifer yang masih sempit dan menjepit senjatanya itu.
"Aku sudah tidak tahan," Ucap Jennifer dengan nafas yang menggebu.
Thomas yang mendengar itu langsung memegang ****** Jenn membantu nya untuk bergerak.
"Aahhh!" Thomas ikut mengeluarkan suara beratnya saat merasakan miliknya menusuk dalam menyentuh dinding rahim Jennifer.
"Ayo sayang, kita keluar bersama," Ucap Thomas.
Akhirnya dengan peluh membasahi keduanya mereka menyudahi permainan nya dengan saling berpelukan.
Thomas mengusap kening Jenn yang basah karena keringat, pria itu mencium kening Jennifer lama seakan menyalurkan perasaan cinta yang mulai tumbuh di hatinya untuk wanita itu.
Jennifer memejamkan matanya saat Thomas menciumnya, dia merasa benar-benar di cintai saat ini.
"Terima kasih sayang, kamu mau menerima cintaku, aku harap cinta kita tidak akan terpisahkan oleh rintangan apapun," Ucap Thomas.
Pria itu menyelipkan rambut Jenn ke belakang telinganya, sungguh tidak pernah terbayangkan dia bisa merasakan perasaan yang membuncah di hatinya setelah mengalami patah hati.
"Aku juga sangat berterima kasih padamu karena telah mencintai ku sayang, aku berjanji tidak akan pernah menghianati cinta ini. Kita sama-sama pernah patah hati, aku bisa mengerti betapa sakitnya rasa itu, jadi aku akan menjaga cinta ini sampai maut memisahkan kita," Ucap Jennifer.
Bunga-bunga cinta bersemi di antara dua pasangan beda usia itu.
__ADS_1
Jennifer bangkit dari atas tubuh Thomas dan mengambil tissue di dasbor untuk membersihkan sisa percintaan mereka.
"Ayo kita segera berangkat ke tempat yang akan aku tunjukan," Ucap Thomas sambil merapikan celananya.
Kemudian dia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi, hari sudah beranjak petang. Jalanan di tempat itu memang sangat sepi.
Di ikuti semilir angin yang berhembus kencang karena cuaca hampir memasuki musim dingin di Amerika.
Jennifer melihat jalan sekeliling seakan mengenal jalanan itu, matanya membulat sempurna ketika Thomas memarkirkan mobilnya di depan gerbang yang tidak terlalu tinggi.
"Thomas, kamu mengajakku ke sini?" Tanya Jennifer berbinar.
"Iya sayang, ayo cepat turun, langit sudah mulai menggelap, nanti keburu kemalaman."
Mereka berdua masuk ke tempat itu, pintu gerbang memang tidak di kunci, Jenn dan Thomas berjalan perlahan dan melihat sekeliling yang membuat bulu kuduk Jenn merinding.
Thomas memeluk kekasih nya itu dari samping, mata Jenn memerah menahan air matanya saat sudah sampai di sebuah batu nisan yang sudah di tutupi oleh daun-daun yang berguguran.
Jenn menatap dua nisan yang berdampingan dengan nama yang selalu ada di hati wanita itu.
"Sayang, aku membawamu ke sini karena ingin mengatakan pada orang tua mu bahwa aku Thomas Hillary sangat mencintai putri mereka, dan tidak akan menunggu terlalu lama, di depan makam kedua orang tuamu aku akan mengatakan bahwa, Jennifer terimalah cinta ku ini dengan tulus, maukah kamu hidup bersama ku sampai kita menua bersama, membangun mahligai rumah tangga dan membesarkan anak-anak kita? Jennifer Smith maukah kamu menikah denganku?" Ucap Thomas sambil bersimpuh di hadapan Jenn dan di depan makam kedua orang tuanya.
Jennifer benar-benar merasa terharu saat Thomas melamarnya di depan kedua orang tuanya yang sudah tertutup tanah yang kering itu.
"Aku mau, aku mau menikah dengan Thom, aku mau menjadi istri mu," Jawab Jennifer mantap sambil tersenyum meski berurai air mata.
Bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan yang di rasakan Jenn dan tidak bisa di jabarkan oleh kata-kata.
Thomas bangkit dan mengambil sebuah kotak berukuran sedang dari sakunya, pria itu membuka kotak yang berisi sebuah kalung berlian yang indah.
"Maaf aku belum sempat membelikan mu cicin permata, tapi sebagai gantinya kalung ini dulu, agar ada tanda yang mengikat kita berdua," Ucap Thomas.
Pria itu berjalan ke belakang Jenn kemudian menyingkap rambutnya ke samping dan memakaikan kalung itu di leher wanita yang baru saja di lamarnya.
Jenn memegang liontin yang ada di bagian bawah dan tersenyum senang, Thomas mencium tengkuk Jenn memberikan sensasi geli pada wanita itu.
"Terima kasih sayang," Ucap Thomas memeluk Jennifer dari belakang.
"Sama-sama sayang, ngomong-ngomong dari mana kamu tahu makam kedua orang tuaku?" Tanya Jennifer.
"Itu gampang sayang, sesuatu hal yang mudah mencari informasi untuk orang yang kita cintai," Jawab Thomas.
__ADS_1
Jennifer membalikkan tubuhnya dan melingkar kan tangannya ke pinggang Thomas. "Sudah hampir setahun aku tidak mendatangi makam kedua orang tuaku," Ucap Jennifer.
"Pasti mereka juga mengerti kesibukanmu sayang," Jawab Thomas.
Pria itu mendekat kan wajahnya dan memangut bibir Jennifer. Hari beranjak petang dan langit sudah mulai menggelap.
"Nanti kita teruskan di rumah," ucap Thomas yang sudah menegang lagi hanya karena mencium bibir Jennifer.
Jennifer mengangguk dan tersenyum malu, kemudian mereka berdua keluar dari area pemakaman itu untuk pulang ke rumah.
Hati mereka berdua sudah menemukan di mana tempatnya berlabuh.
###
Sarah mendatangi sebuah rumah begaya eropa yang pernah dia tempati. Suasana terlihat sepi dan hanya lampu utama yang di hidupkan.
Sarah keluar dari dalam mobil dan melihat sekeliling, tidak terlihat mobil kesayangan mantan suaminya yang ada di garasi. Hanya ada dua buah mobil yang dulu pernah di pakai Lindsay dan juga dirinya.
Wanita itu mengingat semua memory tentang rumah itu bersama Thomas, rumah yang di beli saat sehari sebelum menikah.
"Maaf nona, anda sedang mencari tuan Thomas?" tiba-tiba dari arah depan muncul seseorang yang tidak lain adalah Ryan asisten Thomas.
"Iya, aku tahu kalau Thomas melarang ku kesini, tapi saat ini aku akan kembali ke rumah ini Ryan, di mana Thomas sekarang?" tanya Sarah.
"Maaf Nyonya Sarah, tuan Thomas tidak pulang ke rumah sejak kemarin, dan aku di suruh menjaga di sini," jawab Ryan.
"Memangnya kemana perginya Thomas?" tanya Sarah penasaran.
"Saya tidak tahu Nyonya, sebaiknya anda pulang saja," ucap Ryan mengusir Sarah secara halus.
Sarah hanya menatap kosong ke arah rumah itu dan langsung masuk ke dalam mobil tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Di dalam pikirannya saat ini hanya ingin mengetahui keberadaan mantan suaminya itu.
Tidak tahu saja Sarah kalau Thomas sudah tinggal di rumah Jennifer dan saat ini pastinya sedang bersenang-senang memadu kasih di atas tempat tidur.
Bersambung.
Maaf ya kalau part Jenn dan Thomas sedikit panjang 🙏🏻🙏🏻 mengingat kisah Mira dan Kevin sudah bahagia, dan juga kisah Kenzo dan Lindsay.
Jangan lupa mampir di novel othor yang lain, terima kasih atas dukungan akak2 reader semuanya 🥰🥰🥰🥰🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1