BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Hati Yang Telah Tertutup


__ADS_3

Happy Reading 😔


Kevin dan Mira menatap kedua orang di hadapannya itu dengan tatapan iba, setelah mereka berinisiatif untuk datang ke rumah Kenzo dan menceritakan tentang apa yang mereka lihat sore tadi membuat Lindsay menangis tersedu.


Lindsay telah mengetahui kenyataan bahwa kedua orang tuanya sudah berpisah, Kenzo pun akhirnya menceritakan semuanya yang dia ketahui dari Jennifer.


"Aku juga tidak menyangka Linds jika tante Sarah begitu tega menghianati paman Thomas, padahal selama ini aku kira pernikahan mereka baik-baik saja," ucap Kevin.


"Kenapa semua ini terjadi pada keluargaku, hiks!" Kenzo memeluk istrinya itu dan mengelus bahunya memberi ketenangan.


"Nanti kita akan menemui Papa, sebenarnya dia sangat merindukanmu sayang, Jenn juga akan mengatur pertemuan kalian," ucap Kenzo.


Lindsay mendongak menatap suaminya.


"Kenapa Jennifer? kenapa dia mengenal Papa? apa gara-gara itu juga Mama pergi meninggalkan Papa?" tanya Lindsay.


"Aku rasa mereka belum lama kenal sayang," jawab Kenzo.


"Linds, jangan terpuruk dalam kesedihan, kamu harus bersabar menghadapi kenyataan ini, kasihan Aaron kalau kamu terus bersedih, ikhlaskanlah jalan hidup kedua orang tuamu, aku yakin di balik masalah ini masih ada kebaikan di dalamnya," ucap Mira memberi semangat.


"Terima kasih Mira, aku tahu selama ini aku tidak pernah menjadi anak yang baik untuk mereka, tapi aku begitu menyayangkan perpisahan ini, kenapa semua ini terjadi di keluargaku, apa aku mendapatkan karma karena pernah berfikir untuk memisahkan kalian?"


"Jangan bicara seperti itu sayang, semua ini tidak ada hubungannya denganmu, aku dengar dari Jennifer bahwa mamamu memang telah lama menghianati papa," ucap Kenzo.


"Aku ingin bertemu dengan Jennifer sayang, aku ingin tahu seberapa dekat dia dengan papa, dan apa motivasinya mengenal papaku? kalau dia wanita yang tidak baik aku tidak mau papa dekat-dekat dengannya lagi," ucap Lindsay.


Semua orang memandang pada Lindsay dengan tatapan bingung, mungkin memang tidak ada salahnya apabila Lindsay berkata seperti itu.


"Jennifer sudah hampir dua tahun bekerja di perusahaanku, pekerjaannya juga tidak buruk, dia tidak pernah melakukan kesalahan, tapi aku rasa ada sesuatu yang membuatnya mendekati paman Thom," ucap Kevin.


Kenzo berdehem sebentar. Dia sepertinya harus menceritakan tentang Jennifer kepada mereka tentang apa yang Kenzo ketahui.


"Sebenarnya Jennifer memang berencana untuk menghancurkan hubunganku dengan Lindsay melalui papa Thomas, awalnya wanita itu mendekati papa Thom untuk membuat keluarganya hancur akan tapi sepertinya saat ini dia berubah haluan dan malah ingin membantu papa untuk bertemu denganmu sayang," ucap Kenzo menatap istrinya itu.


"Berarti benar dengan perasaanku selama ini, aku memang mengira kalau Jennifer ingin berbuat jahat padaku, tapi aku malah tidak menyangka bahwa Jennifer menggunakan papaku untuk balas dendamnya," jawab Jennifer.


Dan di malam itu Kevin dan yang lain berdiskusi tentang bagaimana caranya agar mereka bisa mengatasinya permasalahan kedua orang tua Lindsay.

__ADS_1


Sedangkan di sebuah restoran.


Thomas masih terus menatap ke arah Sarah dan Jason yang sedang menikmati makan malam mereka dengan bersendau gurau, terkadang mereka saling menyuapi satu sama lain.


Benar-benar sudah tidak ingat umur, mereka bahkan saling berciuman mesra di tempat umum seperti itu tanpa rasa malu sama sekali.


Thomas mengeraskan rahangnya ketika melihat mantan istri dan sahabatnya seperti itu, dia mengingat kepingan memory saat masih bersama Sarah. Tidak pernah Thomas bayangkan kebahagiaan yang dulu mereka reguk semuanya ternyata hanyalah kepalauan.


Rasa sakit akan luka yang masih basah itu terus dia coba hilangkan dengan berpura-pura bersikap tegar di hadapan sang mantan istri.


Sesekali Thom menyendokan makanannya ke mulut sambil terus melirik ke arah lain.


Jennifer hanya memainkan sendoknya di atas piring, rasanya benar-benar bad mood, wanita itu sudah tidak berselera makan lagi karena melihat Thomas yang seperti itu.


"Apa kamu masih sangat mencintai istrimu?" tanya Jennifer.


Thomas menatap wanita di depannya ini, diapun menghela nafas kasar, berusaha meredamkan perasaan sakit di hatinya.


"Dua puluh tujuh tahun bukanlah waktu yang sebentar Jenn, aku selama ini mencintainya dengan tulus, tapi apa yang dia lakukan padaku, semuanya hanyalah kepalsuan," jawab Thomas sendu.


"Lupakan dia Thom, wanita seperti itu tidak pantas kamu cintai, masih banyak di dunia ini yang benar-benar mencintaimu dengan tulus," ucap Jennifer menatap pria itu.


"Besok kita akan bertemu dengan Lindsay, dia juga sudah melahirkan putra pertamanya, mulai saat ini bukalah lembaran baru di hidupmu, dan bukalah hatimu untuk cinta yang lain," ucap Jennifer.


Thomas menatap wanita di depannya ini dengan tatapan nanar, saat ini dia tidak berfikir untuk mencari cinta yang lain. Mungkin kehidupannya akan berjalan hambar setelahnya.


"Aku hanya ingin hidup tanpa bayangan masa lalu yang begitu buruk, rasa trauma akan cinta membuat hatiku beku," ucap Thomas.


"Thom, lihatlah dirimu masih begitu muda dan tampan, banyak wanita yang akan bisa menerimamu dengan tulus," ucap Jennifer berharap Thomas mau membuka hatinya kembali.


"Entahlah Jenn, sudah cukup sakit hatiku saat ini, aku ingin menjalani masa tuaku hanya sendiri saja," ucap Thomas mengambil air putih di depannya.


Jennifer tidak bisa berkata apa-apa lagi, mungkin memang hati Thomas telah beku, harapannya untuk bisa membuat Thom membuka hatinya seolah sirna.


Perasaan yang dirasakan Jenn benar-benar berbeda dengan rasa cintanya untuk Kenzo, dulu dia benar-benar terobsesi menginginkan Kenzo tapi saat menghadapi pria berumur 49 tahun ini rasanya dia begitu lemah.


Jennifer tidak tahu kenapa hatinya tergerak pada pria di depannya ini, namun keadaan sepertinya tidak memungkinkan. Thomas tidak bisa di raih dan Jennifer seakan menyerah untuk itu.

__ADS_1


Di sisi lain.


Sarah memang sengaja memamerkan kemesraannya di hadapan sang mantan suami, wanita itu ingin Thomas cemburu melihat dirinya bersama Jason. Entah kenapa rasanya tidak terima kalau Thomas jalan bersama wanita lain.


Bahkan Jason sedari tadi tidak ada dalam pikirannya, yang di pikiran Sarah hanyalah Thomas, dia ingin mantan suaminya itu menghampirinya dan mengatakan masih mencintainya.


Sungguh egois memang, tapi hati Sarah juga tidak bisa di bohongi, bertahun-tahun hidup bersama tidak memungkiri bahwa dia juga telah jatuh cinta kepada pria yang pernah menjadi suaminya itu.


"Sayang, ada apa denganmu? apa kamu tidak suka melihat mantan suamimu yang telah move on itu?" tanya Jason kesal karena sedari tadi Sarah tidak fokus terhadapnya.


"Tentu saja tidak, maksudku aku tidak peduli sama sekali dengan dia, aku sudah kenyang, kita pulang saja ya?" jawab Sarah.


Entah kenapa malah dia yang tidak tahan berada di dalam ruangan yang sama bersama sang mantan.


"Baiklah kalau begitu, aku juga sudah kenyang melihatmu seperti itu," jawab Jason berdiri dan mengambil beberapa lembar uang dan ditaruh di atas meja.


"Ayo kita pulang, puaskan aku malam ini!" ucap Jason berjalan meninggalkan Sarah begitu saja.


Jason merasa sangat marah kepada kekasihnya itu, sedangkan Sarah mengikutinya dari belakang dan keluar dari restoran itu tanpa menoleh ke belakang.


"Thom, bolehkah aku menjadi temanmu, maksudku aku ingin kita bisa lebih dekat," ucap Jennifer mengutarakan apa yang ada di hatinya saat ini.


"Tentu saja Jenn, bukankah kita sudah berteman?" jawab Thomas tanpa memandang Jenn, mata pria itu memandang ke arah lain.


Jennifer mengikuti arah pandangan Thomas yang ternyata dia melihat kepergian sang mantan istri.


Jennifer menghela nafas. Rasanya dia memang harus menyerah akan perasaannya sebelum terlambat dan semakin dalam.


Bersambung .....


Pasangan mana yang paling akak2 reader suka


Inez dan Reymond.


Jennifer dan Thomas.


Kenzo dan Lindsay.

__ADS_1


Kevin dan Mira.


Komen ya 😊🙏


__ADS_2