BENCI JADI BUCIN

BENCI JADI BUCIN
Restu


__ADS_3

Happy Reading 😊


Malam itu Thomas dan Jennifer sedang tidur berpelukan di atas ranjang dengan keadaan yang sama-sama polos.


Thomas membelai rambut Jenn dan sedikit mengusap peluh di dahinya akibat pertempuran panas mereka barusan.


Sedangkan Jennifer memeluk Thomas dan memainkan jemarinya pada dada bidangnya.


"Sayang, aku ingin mengajakmu untuk bertemu dengan Lindsay, kita harus mengatakan kepada Lindsay bahwa kita sudah menjadi sepasang kekasih," ucap Thomas.


"Apa kamu yakin kalau Lindsay mau menerimaku sayang?" tanya Jennifer.


"Tentu saja sayang, aku yakin kalau Lindsay pasti bisa menerima mu," jawab Thomas.


"Aku harap juga begitu, tapi kalau dia tidak mau menerimaku, aku harus bagaimana?" tanya Jennifer.


Thomas mencium pucuk kepala Jenn berkali-kali, menyalurkan rasa cinta yang ada dalam hatinya. Merasakan jatuh cinta lagi untuk kedua kalinya membuat Thom berasa seperti anak muda saja.


Benih-benih cinta yang ada di hati mereka sudah tumbuh begitu besar, Thomas yang sudah bertekad untuk membawa hubungannya dengan Jenn ke jenjang pernikahan harus mengalami ujian dan rintangan dahulu yaitu restu dari Lindsay.


Tentu Jennifer juga ingin mendapatkan restu dari calon anak tirinya itu, Lindsay yang usianya bahkan lebih tua setahun itu membuat Jenn merasa pesimis. Apakah Lindsay akan merestui mereka.


"Sayang, misalkan Lindsay tidak merestui hubungan kita, aku akan tetap berusaha untuk mengambil hati putriku itu, kamu tenang saja, jangan merasa minder," ucap Thomas memberi semangat kepada calon istrinya itu.


"Iya sayang, mudah-mudahan saja," jawab Jenn kembali menelusupkan wajahnya pada dada bidang Thomas.


Malam itu akhirnya mereka memejamkan matanya dan menyelipkan di setiap doa agar keinginan baik mereka bisa mendapat sambutan yang baik pula.


Keesokan paginya, Jennifer berangkat ke kantor di antar oleh Thomas, setelah sampai depan perusahaannya Thomas keluar dari dalam mobil untuk membukakan pintu untuk Jennifer.


"Sayang, nanti sore aku akan menjemputmu dan kita akan bertemu dengan Lindsay. Lebih cepat itu lebih baik, aku tidak ingin menunda lebih lama lagi," ucap Thomas saat Jenn sudah keluar dari dalam mobil.


"Baiklah, aku akan menurut saja, aku tahu keputusan mu adalah yang terbaik," jawab Jennifer.

__ADS_1


Thomas mencium kening Jenn dan memeluk erat, pemandangan itu tidak lepas dari tatapan para karyawan yang sudah datang.


Thomas pergi meninggalkan Jennifer dengan melajukan mobilnya menuju ke kantor miliknya. Sedangkan Jennifer juga langsung masuk ke dalam perusahaan dengan hati yang tidak menentu.


"Jenn, aku benar-benar tidak menyangka loh kalau pria yang bernama Thom itu masih muda dan sangat tampan," ucap Rin ketika melihat Jennifer yang sudah duduk di depan meja kerjanya.


"Ya begitulah, makanya aku bisa terpesona akan ketampanan Thom, dia pria yang hebat dalam segala hal," jawab Jennifer tersenyum.


"Kalau aku tahu mertua Kenzo masih begitu muda tentunya aku langsung setuju dengan hubungan antara kalian, huh masih adakah stock pria seperti Thomas, kalau ada aku juga mau satu," ucap Rin terkekeh.


"Ada banyak tapi kebanyakan dari pria seusia Thom pasti mereka sudah botak dan dengan perut buncit," jawab Jenn serius.


"Hahaha, benar itu, makanya awalnya aku mengira kalau Thomas adalah Om-om botak dengan banyak lemak di perutnya, tapi ternyata dugaan ku salah, kalau mertua Kenzo ternyata begitu mempesona aku pasti juga langsung mau," jawab Rin tergelak.


Jennifer hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah konyol sahabat nya itu.


Sore harinya, Thomas menjemput sang kekasih dan membawa Jennifer ke sebuah rumah yang tidak terlalu besar.


Lindsay memandang wanita di depannya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Setelah itu dia beralih menatap ke sampingnya di mana sang Papa sedang tersenyum lembut ke arahnya.


"Apa Papa sedang mabuk?" itulah ucapan Lindsay saat pertama kali melihat kedatangan kedua orang itu.


"Sayang, putriku Lindsay, aku ke sini bertujuan untuk memberitahu mu bahwa Papa dan Jennifer saling mencintai, kami memutuskan untuk segera menikah, maka dari itu Papa dan Jenn kesini untuk meminta restu darimu," ucap Thomas.


Lindsay masih diam tidak menjawab, hanya tatapan datar yang dia berikan kepada Papa-nya dan juga Lindsay.


"Lindsay, kami meminta izin padamu dan juga ingin mendapatkan restumu untuk pernikahan yang akan kami gelar sebentar lagi, tolong Linds, aku sangat mencintai Papamu, bukan karena harta dan pangkat tapi semua itu dari dalam hati yang paling dalam," ucap Jennifer memegang tangan Lindsay.


Tiba-tiba dari arah depan muncul wanita yang tidak mereka duga sama sekali. "Thomas!!!" seru sebuah suara yang tidak lain adalah Sarah.


Sarah begitu senang saat dia bisa menemukan Thomas Hillary, mantan suaminya itu.


Ketiga orang itu menoleh ke arah Sarah, Jenn tampak mengeratkan tangannya ke lengan Thom, sedangkan pria itu langsung memeluk pinggang ramping Jennifer posesif.

__ADS_1


"Mama, Papa, kalian semua kemari hanya untuk mengatakan hal yang tidak ingin aku dengarkan, uruslah urusan kalian bertiga, aku sebagai anak hanya bisa mendukung semua Keputusan kalian," ucap Lindsay.


Kemudian istri dari Kenzo itu masuk ke dalam kamarnya dan melihat Aaron masih terlelap. Sungguh hal yang tidak pernah Lindsay pikirkan, sang Papa akan menikahi wanita seusianya.


Lindsay tidak bisa memberi keputusan, biar bagaimanapun dia ingin Papa dan Mamanya bisa kembali seperti dulu. Tapi Lindsay juga tidak boleh egois.


Sang Mama sudah melakukan kesalahan yang sangat besar, Papa Thomas lah di sini yang merasa paling sakit, diapun tidak ingin melihat papanya bertambah terpuruk ketika Lindsay menentang nya menikahi Jenn.


Biarlah para orang tua menyelesaikan masalah mereka, sedangkan di luar Sarah sudah mengeluarkan air matanya ketika mendapati kenyataan bahwa Thomas sudah berpindah Hati.


"Sarah, aku ingin mengatakan padamu bahwa sebenarnya aku dan Jennifer akan segera menikah, jadi tolong terimalah kenyataan ini," ucap Thomas.


"Tapi aku sudah berpisah dengan Jason dan aku ingin kembali padamu Thomas," ucap Sarah.


Sedangkan Jennifer terdiam mendengar pertengkaran mantan pasangan suami istri itu.


"Sudah ku katakan bila aku tidak akan pernah kembali padamu, melihat wajah mu saja rasa luka yang masih basah ini seakan tersiram air cuka dan garam, tolong mengertilah Sarah, aku juga minta kamu merestui hubunganku dan Lindsay," ucap Thomas.


Sarah memejamkan matanya ketika mendengar ucapan dari mantan suaminya itu. Sedangkan Jenn mengelus lengan Thom untuk memberi semangat.


Bersambung ...


Maaf baru bisa up lagiπŸ™πŸ»


Ada informasi bahwa novel BENCI JADI BUCIN akan segera tamat. Mungkin satu episode lagi karena di novel ini ceritanya sudah bahagia semua.


Mohon dukungannya terus ya akak2 reader πŸ₯°


dan bisa baca novel terbaruku yang berjudul Khilaf Terdalam yang menceritakan kisah Danish dan Lula.



Sampai jumpa besok 1 part lagi, jangan ada yang kangen sama para tokoh di novel ini ya,😊😊 kalau ada waktu mau bikin cerita anak-anak mereka. terima kasih πŸ’ͺπŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2